<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155</id><updated>2012-01-28T10:26:45.136-08:00</updated><category term='perjalanan'/><category term='freund und freundin'/><category term='travel journalist'/><category term='Kesukaan Saya'/><category term='Review Buku'/><category term='indigenous'/><category term='Berkencan dengan Filsuf'/><category term='Sejenis Psikologi'/><category term='Philosophy'/><category term='Cerita KKN'/><category term='Iseng'/><category term='The Geniuses'/><category term='Introspeksi'/><category term='Psyhchology and The Geniuses'/><category term='Bukan Cinta'/><category term='Sepenggal Kata'/><category term='Tapi Suka'/><category term='Books and Me'/><category term='Tuhan dan Hal yang belum terselesaikan'/><category term='Membuka Buku Kenangan'/><category term='Pesan untuk teman'/><title type='text'>FREKUENSI LEPAS LANDAS</title><subtitle type='html'>BABAD ASMARA</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>151</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-8171818445807650838</id><published>2012-01-28T10:03:00.001-08:00</published><updated>2012-01-28T10:26:45.149-08:00</updated><title type='text'>Pemakaman Langit: Sebuah Kisah Perempuan Cina Dalam Religisiutas Tibet</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.bartsbookshelf.co.uk/wp-content/uploads/2008/08/sky-burial-xinran.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 355px; height: 544px;" src="http://www.bartsbookshelf.co.uk/wp-content/uploads/2008/08/sky-burial-xinran.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemakaman Langit adalah sebuah cerita-yang kupikir-berasal dari kisah nyata seorang perempuan Cina yang menjadi seorang religius Tibet, bernama Shun Wen. Kisah tersebut dipaparkan oleh Xinran yang diketahui telah mewawancarai Shun Wen dan mengaku telah kehilangan jejaknya. Apakah ia masih di Cina atau di Tibet, atau sudah berada terhormat dalam pemakaman langit pun tak ada yang mengetahui hal tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini menceritakan tentang cinta universal yang begitu mendalam pada seorang istri yang kehilangan suaminya di Tibet, dikatakan oleh orang-orang bahwa suaminya telah meninggal tanpa dokumen yang lengkap dan deskripsi peristiwa yang jelas. Oleh karenanya, Shun Wen-yang ketika itu berusia 26 tahun-mencari suaminya ke Tibet, mendaftarkan diri menjadi salah satu anggota Tentara Pembebasan. Cerita dalam buku ini juga begitu dilatarbelakangi oleh politik antara Cina dan Tibet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama di Tibet, Shun Wen bertemu dengan Zhuoma-anak tuan tanah-yang pernah tinggal di Cina. Mereka berbagi cerita tentang harapan-harapan dan pencarian mereka. Zhuoma juga ternyata mencari jejak hambanya yang ia beri nama Tiananmen dan begitu ia cintai. Keduanya memiliki suatu keinginan yang sama, mencari kekasih mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa cinta itu begitu meluap, hingga kedua perempuan tersebut berupaya dengan keras mencari kekasihnya. Bertahun-tahun lamanya Shun Wen mencari suaminya,  Kejun. Bertahun-tahun lama pula, kehidupannya telah dialihkan pada kehidupan beragama masyarakat Tibet yang berlatar belakang agama Buddha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang begitu mengesankan, salah satunya adalah keyakinan adanya interaksi antara manusia dan alam semesta yang dilindungi dan diatur oleh para dewa. Selain itu juga terdapat perputaran dan pertukaran budaya antara Tibet dan Cina yang begitu mengesankan; diperlukan adanya komunikasi empati yang membuat orang meyakini bahwa perbedaan tidak menyebabkan satu kelompok lebih rendah dari kelompok lainnya atau pun sebaliknya, semuanya setara, dan tidak pantas untuk dibunuh. Semuanya dilakukan dengan pengorbanan yang luar biasa dan penuh darah serta berkah. Betapa kita juga harus memahami kekhasan yang muncul pada tiap-tiap budaya. Selain itu, hal lain yang sangat berkesan adalah kemandirian orang-orang Tibet tanpa perkakas-perkakas modern, meski terkadang jamu-jamuan yang mereka ramu tak membuat orang beranjak sembuh. Tapi mereka mengupayakan banyak hal dengan cara saling menolong, dan meyakini bahwa kebaikan penyembuhan ada pada para lama yang tinggal di biara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hanya saja, keyakinan bahwa Yang Maha Kuasa telah mengatur semuanya membuat mereka mampu meleburkan hasrat, seolah-olah mampu menerima semua kenyataan ketika telah berjuang hebat; yang sudah terjadi, maka terjadilah. Hingga akhirnya, pertemuan pun terjadi. Zhuoma menemukan Tiananmen; ia telah berjanji akan menikahi bekas hambanya itu, namun, keinginannya telah gugur, karena Tiananmen telah menjadi lama dan mengabdikan dirinya pada biara. Tiananmen pun tak dapat disentuh dan dinikahi. Begitu pula juga dengan Shun Wen, ia bertemu dengan suaminya melalui perantara pertapa tua yang bernama Qiangba. Pertapa ini sering melantunkan nada melankolis yang berkisah tentang dokter Cina yang mengorbankan dirinya dalam pemakaman langit untuk  membuktikan bahwa hanyalah ketulusan yang membuat perselisihan antara Tibet dan Cina usai; dan juga membuktikan bahwa setiap jiwa adalah sama, mampu diterima oleh para dewa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, suami Shun Wen telah tiada, ia suci melalui pemakaman langit. Jasadnya diiris-iris oleh belati orang-orang Tibet, supaya tubuhnya dapat dilahap oleh burung-burung nasar. Seluruh tubuhnya habis dilahap oleh burung-burung tersebut dan itu menandakan bahwa Kejun begitu tulus, suci, dicintai para dewa, dan jauh dari iblis-iblis. Maka, habis sudah perselisihan antara orang Tibet dan Cina. Namun, sungguh disayangkan nama Kejun tak disebut-sebut sebagai martir revolusioner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hal yang saya dapatkan dari kisah itu:&lt;br /&gt;1. Yang terjadilah, maka terjadilah. &lt;br /&gt;2. Hanya kebesaran akan cinta yang membuat seorang tegar dan kokoh.&lt;br /&gt;3. Ingat ucapan ayah saya, pemimpin yang melupakan jasa pahlawan-pahlawan sesungguhnya, pasti akan diguncang banyak hal. Seperti negara kita yang melupakan pahlawan asli dan mengasli-aslikan pahlawan yang palsu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat membaca &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sky Burial&lt;/span&gt; alias Pemakaman Langit!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-8171818445807650838?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/8171818445807650838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2012/01/pemakaman-langit-sebuah-kisah-perempuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/8171818445807650838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/8171818445807650838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2012/01/pemakaman-langit-sebuah-kisah-perempuan.html' title='Pemakaman Langit: Sebuah Kisah Perempuan Cina Dalam Religisiutas Tibet'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-2194531542523858415</id><published>2012-01-23T05:02:00.000-08:00</published><updated>2012-01-23T05:13:53.490-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perjalanan'/><title type='text'>Perjalanan di Jogjakarta</title><content type='html'>19 hingga 22 Januari 2012 kemarin, saya dan teman-teman lainnya berkesempatan untuk menjelajahi Jogjakarta.  Sekedar untuk menyegarkan kembali suasana dari rutinitas yang ada. Lucunya, teman-teman yang lain juga pergi ke Jogjakarta, jadi di tempat itu, secara sengaja maupun tidak sengaja bertemu teman-teman rombongan lain. Ada yang menginap di daerah UGM, ada yang menginap di daerah Malioboro, dan saya sendiri menginap di sebuah homestay di daerah Gowongan Tengah. Perjalanan ditempuh dengan menggunakan mobil pribadi sekitar 12 jam.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama di Jogjakarta, kami menuju Malioboro untuk makan malam di angkringan.  Menggunakan TransJogja dari shelter Pingit menuju Malioboro 1, dan akhirnya memutuskan makan di angkringan di daerah Sosrowijayan yang sering disebut kampung turis itu, dan ini salah satu tempat kenanganku zaman dahulu, hehehe. Ada perubahan yang mengental di daerah ini, semakin ramai dan padat, dan semakin mirip “kota” setelah dua tahun berjalan. Terus menuju daerah Benteng Vrederburg, sekitar alun-alun kota, bertemu dengan saudaranya Muna, Mas Ogi yang berkuliah di UPN. Tertawa-tawa seperti ABG Bandung di Dago, dan kami merasakan itu semua di kota ini, menjadi “gaul”, hihihi. Waktu sudah menunjukan setengah sepuluh malam dan Mas Ogi memanggilkan taksi besar 373737 untuk kami, karena hari sudah terlalu malam dan bis TransJogja sudah berhenti beroperasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jum’at pagi jam 7, kami sudah pada cantik-cantik, siap jalan-jalan menuju Pasar Beringharjo untuk sarapan, kemudian menuju perpustakaan UGM, dan Candi Prambanan. Rutenya lumayan jauh, tapi senang juga jadi bisa belajar naik bis TransJogja. Sarapan paginya pecel, ternyata sudah jauh-jauh kemari, kami bertemu dengan orangtuanya Ipeh, padahal sebelumnya kami enggan bersama-sama, karena ingin berpetualang sendiri, hihihi.  Sesudah itu, menuju shelter Malioboro 3, mau ke perpustakaan UGM, dan harus transit di Ngabean naik bis TransJogja 3B. Masuk ke perpustakaan UGM, harus registrasi dulu, dan bayar 2000 rupiah saja. Dari situ, bisa mengakses buku-buku impor yang aduhay sebagai bahan skripsi. Saya juga melongok kegirangan karena menemukan buku psikologi sosial yang begitu banyak dengan edisi terbaru, tidak hanya Myers atau Baron and Byrne melulu, yuhu! Selain itu juga saya menemukan buku Pak Fritjof Capra, seorang fisikawan yang lebih tertantang ke arena psikologis, beliau juga melihat struktur fisika tertentu yang sesuai dengan kesadaran para mistikus.  Tapi sayang, saya tidak sempat membaca buku-buku beliau, karena waktu begitu terbatas dan saya hanya sanggup membuat copy dari buku Social Psychology karya Deaux, di mana di buku tersebut dibahas dengan jelas struktur sikap dan attitude interrelation yang tidak pernah dibahas di buku-buku psikologi sosial lainnya. Asyik, skripsi pasti sukses! Amin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan siang kami di kantin UGM, alasannya: supaya kami terbiasa kalau jadi mahasiswi pascasarjana di kampus ini, hehehe. Saya memilih makan soto ayam yang lumayan enak dan kemudian, kami menuju KopMa UGM, beli keperluan yang dibutuhkan dan ada pula yang beli stiker Psikologi UGM (saya salah satunya), lagi-lagi alasannya supaya terbiasa menjadi mahasiswi pascasarjana di kampus itu suatu hari nanti dan yang lebih iseng, kami bertanya-tanya ke satpam gedung pascasarjana UGM, supaya langkah-langkah kami di tempat itu menjadi do’a adanya rezeki bagi kami untuk berkuliah di kampus UGM.&lt;br /&gt;Setelah berdo’a di UGM, kami menuju Prambanan, harus dua kali naik bis TransJogja. Di Maguwoharjo, kami tertinggal bis 1A dua kali berturut-turut karena tidak kebagian, dan akhirnya untuk ketiga kalinya kami kebagian juga. Yang lucunya, di bis tersebut kami bertemu tanpa sengaja dengan Rere, Dodo, dan Defri yang juga memiliki rencana menuju Prambanan. Maka, hebohlah bis tersebut dengan pertemuan kami. Akhirnya sampai juga di Prambanan, dan untuk kedua kalinya, saya selalu menyukai Prambanan. Selalu dan selalu. Di Prambanan  juga saya menuliskan coretan-coretan sederhana untuk anak pertamaku yang semoga sebentar lagi lahir.  Amin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lupa juga kami belanja di Prambanan, murah-murah dan lebih murah daripada Malioboro ataupun Beringharjo. Saya membeli Mas Hanoman dan kalung antik yang seragam dengan Itul. Harapannya membeli Mas Hanoman, supaya saya bisa diajak terbang setibanya di Bandung, tidak hanya Trijata saja yang diajak terbang, hehehe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya, kami berjanjian dengan salah satu teman dari teman-teman saya, yaitu Mas Pungguh, kami bertemu di House of Raminten yang selalu wangi dupa, untunglah kami tiba pada saat waktunya, jadi tidak terkena waiting list yang begitu lama. Saya memesan bakso uleg yang enak, ada lontong dan tahunya. Lebih segar bakso uleg daripada mie bakso yang dipesan oleh Itul. Dari Raminten, kami menuju homestay, karena hari sudah terlalu malam, Mas Pungguh sudah menyediakan taksi besar 373737 dan mengawal kami menuju homestay dengan motor besarnya yang sangat berat. Di homestay, motor tersebut kami jadikan properti berfoto-foto. Hihi. Terimakasih Mas Pungguh, sudah mengajak kami makan-makan di Raminten, lain kali kalau ke Bandung, kami sambut dengan cakar-cakar liarnya Itul yah, hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21 Januari 2012, kami terbangun kesiangan, jam setengah 9 baru pergi menuju Beringharjo untuk sarapan. Hari ini adalah shopping day, jadi banyak yang mau beli oleh-oleh buat keluarga di Bandung. Saya hanya membeli untuk mama, sebuah daster dan juga untuk Lala, gelang sebagai hadiah ulang tahun. Teman-teman pada sarapan pecel, saya tidak sarapan lagi, karena masih merasa kenyang dengan pop mie, kue pie, dan teh manis yang dimakan saat di homestay. Kemudian, kami pergi menuju benteng Vrederburg, mengintip sedikit sejarah yang tidak mudah diintip, lalu ke Taman Budaya Yogyakarta (TBY), dan ke toko buku di sebelah TBY.  Sayang sekali, tidak ada buku yang saya ingin temukan di tempat itu, jadi saya putuskan membeli gorengan saja di tempat ini. Lanjut ke Keraton, lagi ada pasar tumpah karena ada perayaan Sekatenan. Di Keraton, makan bakmie yang bersih dan enak, rasanya seperti BMK yang ada di Bandung, tapi dengan harga yang terlampau murah, hehehe. Oh ya, di Keraton bertemu dengan Nida dan Uni, rombongan teman yang menginap di sekitar UGM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Keraton, jalan-jalan lagi, ada yang makan, ada yang belanja lagi. Kemudian, kami berjanjian di Mirota, ada yang makan untuk kedua kalinya, colek Tyas yang hari ini makannya sangat banyak, kelaparan sepertinya, lagi mamayu. Dan di tempat inilah kami melihat cabaret show  kakak-kakak transseksual yang aduhay, saya memesan STMJ dan menatap lekat-lekat bule gondrong yang ganteng di depan saya. Hey, bule, i think my STMJ is more delicious than your beer and i am more beautiful than your girlfriend, hehehe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 9 menunggu Om Derli menjemput di Taman Pintar. Hari ini sudah lelah, bulan pun sudah datang di malam minggu ini. Rasanya badan saya rileks sedikit karena kemarinnya sudah menghirup udara segar di Prambanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok harinya, tanggal 22 Januari, kami bangun lebih pagi, karena akan menuju Bandung. Sebelum ke Bandung, kami singgah di Mirota, saya membeli sempritan untuk keponakan.&lt;br /&gt;Akhirnya kembali ke Bandung juga di malam hari. Selamat tidur dan bangun menuju realitas yang  ada di kota ini. Selamat malam!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-2194531542523858415?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/2194531542523858415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2012/01/perjalanan-di-jogjakarta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/2194531542523858415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/2194531542523858415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2012/01/perjalanan-di-jogjakarta.html' title='Perjalanan di Jogjakarta'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-463046050645863913</id><published>2012-01-14T03:50:00.000-08:00</published><updated>2012-01-14T03:53:46.949-08:00</updated><title type='text'>Matahari Kebaruan</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Life does not come from events, but from us. Everything that happens outside has already been.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Therefor whoever considers the event from outside always sees only that it already was, and that it is always the same. But whoever looks from inside, knows that everything is new. The events that happen are always the same. But the creative depths of man are not always the same. Events signify nothing, they signify only in us. We create the meaning of events. The meaning is and always was artificial. We make it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Because of this we seek in ourselves the meaning of events, so that the way of/ what is to come becomes apparent and our life can flow again. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That which you need comes from from yourself, namely the meaning of the event. The meaning of events is not their particular meaning. This meaning exists in learned books. Events have no meaning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The meaning of events is the way of salvation that you create. The meaning of events comes from the possibility of life in this world that you create. It is the mastery of this world and the assertion of your soul in this world. &lt;br /&gt;The meaning of events is the supreme meaning, tha is not events, and not in the soul, but is the God standing between events and the soul, the mediator of life, the way, the bridge, and the going across  (The Red books by Carl Gustav Jung).&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat ketika melakukan meditasi sambil menyebut nama-Nya di Pondok Hijau pada akhir tahun lalu. Dalam penglihatanku yang tertutup, saya begitu menyadari bahwa terdapat matahari di atas kepalaku yang begitu terik. Hingga saya pun merasakan panas dari terik sinar matahari itu, kulit-kulit saya pun begitu mencerap terik .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya mamutuskan untuk bangun dan membuka mata, segeralah saya melihat ke atas diri saya sendiri. Bahwa matahari masih bersembunyi malu-malu, belum berada tepat di atas kepala saya sendiri. Lagi pula,awan-awan tebal menutupi tempat meditasiku, begitu teduh. Penglihatan itu menyadari bahwa suasana dan cuaca di tempat meditasi itu begitu tedu, tidak terik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau matahari adalah visiku, maka apalah artinya? Hingga suatu hari, saya pergi ke  sebuah perpustakaan di daerah Hergamanah dan menemukan salah satu buku yang menceritakan Carl Gustav Jung melalui komik. Tak disangka, saya menemukan arti matahari sebagai sebuah kelahiran kembali atau sebuah kebaruan. Dan makna kebaruan itu begitu nyata dan jelas dalam tulisan Carl Gustav Jung di atas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu yang lalu saya juga mempublikasikan tulisan tentang kebaruan. Tidak kebetulan kalau Carl Gustav Jung menyatakan hal demikian pada abad yang lalu. Bukunya yang begitu personal dan baru dipublikasikan 3 tahun yang lalu ini memang menjadi bagian dalam diri saya sendiri, menjadi personal, karena saya pun mengalaminya, meski dengan kenampakan yang berbeda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-463046050645863913?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/463046050645863913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2012/01/matahari-kebaruan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/463046050645863913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/463046050645863913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2012/01/matahari-kebaruan.html' title='Matahari Kebaruan'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-942933287898105850</id><published>2012-01-06T02:31:00.000-08:00</published><updated>2012-01-06T02:34:00.581-08:00</updated><title type='text'>Geli-geli Posmo</title><content type='html'>Ada sedikit geli dalam benak saya ketika membaca sebuah acara yang secara rutin mengundang banyak orang untuk terlibat di dalamnya. Ah, saya anggap acara itu cukup keren. Tapi, pada akhirnya ada yang membuat saya tergelitik ketika terdapat kalimat yang menyatakan acara tersebut, kira-kira seperti ini: “ada banyak masyarakat yang tertinggal karena terbatas ruang pengetahuannya dan sebagian masyarakat lain ada yang meninggalkan jauh ke tangga posmodernisme”. Selain itu, pemaparan acara ini juga berkaitan erat dengan pengaruh teknologi informasi, sehingga meninggalkan sebuah budaya tanpa nilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang perlu ditekankan adalah bahwa prinsip pertama posmodernisme adalah tidak menolak pramodernisme dan modernisme. Bisa dibayangkan? Bahwa posmodernisme itu sendiri sebetulnya tidak menolak apapun; paham ini hanyamenolak ketika ada satu paham yang lebih mendominasi dan meniadakan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada paragraf awal ditekankan mengenai fungsi teknologi informasi. Ini barang kali salah satu bentuk dari posmodernisme. Akan tetapi, jika merujuk pada prinsip pertama posmodernisme, maka orang-orang yang dianggap tertinggal tersebut, sebenarnya merupakan orang-orang yang berada di tangga posmodernisme juga, karena mereka sudah punya nilai dengan apa yang diyakininya. Karena paham ini membuka banyak pintu kebenaran, sehingga tidak ada kebenaran yang bersifat tunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, barang kali maksud dari pernyataan acara tersebut adalah imagologi, suatu bentuk imajinasi-logika. Ini juga bentuk dari posmodernisme, tapi bukan seutuhnya posmodernisme. Karena posmodernisme tidak mau adanya satu paham yang mendominasi, meski paham ini juga sebetulnya ingin mendominasi. Disinilah kita pahami kekurangan dari posmodernisme, bahwa semua dibentuk terpecah-pecah dan terpatahkan. Orang-orang sudah tidak paham mana nilai yang paling benar. Selama nilai tersebut sesuai dengan keindividuannya, maka posmodernisme memperbolehkan nilai-nilai tersebut berkembang. Posmodernisme hanya mampu mengatakan ‘benar’ untuk semua ‘kebenaran’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, saya tetap secara personal menganggap acara itu cukup keren. Hanya saja, perlu diperhatikan penggunaan bahasa di dalamnya. Dalam posmodernisme, justru tak ada masyarakat yang tertinggal dan masyarakat yang maju. Justru mereka berkembang dengan caranya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, bagi saya posmodernisme adalah suatu paham yang mentah. Mau memberi solusi, tapi yang muncul hanyalah benang kusut. Semuanya terpatah-patahkan dan lepas dari nilai kebenaran yang sesungguhnya. Bisa dikatakan, posmodernisme terlalu naif. Meskipun ada hal yang baik bisa didapatkan dari paham ini, meski tak seluruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kini harus belajar mencari titik temu, bukan justru menganggap semuanya adalah kebenaran. Bagaimana pun logika tetaplah milik pribadi-pribadi, justru jangan dimatikan begitu saja. Bagaimanapun nafsu juga bagian dari diri kita, karena ia adalah energi kehidupan.  Pun intuisi, itu bukanlah hal yang harus dilenyapkan, karena dengan media itu kita mampu memahami keutuhan. Karena, mencoba mencari titik temu akan mampu memahami kedalaman makna.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-942933287898105850?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/942933287898105850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2012/01/geli-geli-posmo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/942933287898105850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/942933287898105850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2012/01/geli-geli-posmo.html' title='Geli-geli Posmo'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-4736667329139758516</id><published>2011-12-31T04:26:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T04:32:28.741-08:00</updated><title type='text'>Waktu Kesadaran</title><content type='html'>&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQtyWnhgPc10erZ6XWoOg6IRm7ZsYrZJO6IRWCWohg9OgLtQmHd-GADc-pq"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 102px; height: 134px;" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQtyWnhgPc10erZ6XWoOg6IRm7ZsYrZJO6IRWCWohg9OgLtQmHd-GADc-pq" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Waktu matematis 2011 sebentar lagi berakhir. Tidak demikian dengan waktu kesadaran yang sekarang pun tidak diketahui berapa usianya, berapa lamanya, berada detik, menit, dan jam-nya. Waktu kesadaran menjelma menjadi sebuah misteri yang hanya disadari seperti sebuah perkembangan yang tak direntangkan jarak waktu matematisnya. Saya hanya berpikir kesediaan seseorang sepertinya tidak dinyatakan secara murni dengan waktu matematis, kesediaan untuk melakukan sesuatu murni dinyatakan dalam waktu kesadaran yang tak terlihat “wujud”-nya. Begitu pun dengan 2012 yang saya pikir merupakan kumpulan waktu matematis. Namun, wujud kita menghargai waktu memang hanya mampu diikuti dengan waktu kesadaran. Menyadari bahwa ini waktu yang tepat untuk sebuah perenungan, menyadari bahwa saat ini adalah waktu yang paling baik untuk menyatakan keberanian, dan sebagainya. 2011 mengajarkan banyak hal tentang waktu kesadaran yang memang sering berkorelasi dengan waktu matematis. Hanya saja waktu matematis bukanlah waktu yang mutlak untuk sebuah diri berubah, untuk sebuah fenomena berubah, untuk menjadi peristiwa, atau menjadi yang terlupakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa tidak merasakan waktu kesadaran itu? Waktu yang terus berputar, mengalir, dan menjelma lewat waktu matematis. Waktu kesadaran adalah suatu pembentukan waktu-waktu yang bersinergis dengan alam semesta, tertuju pada sesuatu yang berupa misteri. Yang membuat saya tersadar adalah bahwa waktu matematis bukanlah obat dari berbagai macam penyakit; waktu kesadaranlah yang melakukannya, yang ikut “membimbing” sebuah perubahan. Waktu kesadaran itu sebuah kelapangan dan tangkapan intuitif yang menjelma menjadi sebuah energi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu kesadaran ini, orang memandang ke atas. Langit-langit yang tekadang biru, merah, dan abu. Air yang terkadang biru, coklat, bahkan hijau. Tanah yang terkadang hitam, coklat, atau merah. Angin yang terkadang keras, lembut, dan semilir. Waktu kesadaran itu berbisik melalui banyak hal, mengungguli kesemua waktu matematis manapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin rasanya memeluk waktu kesadaran itu, agar saya selalu berbahagia dengan berbagai emosi yang dimiliki. Rasanya kebahagiaan itu sebetulnya selalu tersenyum dengan caranya sendiri, menari bersama waktu kesadaran. Inti kebahagiaan adalah energi. Orang-orang-menurut saya-akan membimbing dirinya sendiri menuju realitas kebaikan itu di masa yang akan datang. Semakin mereka merengek akan realitas kebaikan; maka mereka akan semakin kuat dan banyak energi yang terus dihasilkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap waktunya, saya selalu memohon kepada-Nya agar semua makhluk selalu berbahagia, agar selalu ada energi untuk menebar kasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-4736667329139758516?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/4736667329139758516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/12/waktu-kesadaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/4736667329139758516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/4736667329139758516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/12/waktu-kesadaran.html' title='Waktu Kesadaran'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-6488488038548334680</id><published>2011-12-30T09:51:00.000-08:00</published><updated>2011-12-30T10:05:17.097-08:00</updated><title type='text'>Tiga Film Untuk Mimpi Plus Keberanian</title><content type='html'>&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQcpiLRQkDdP-dJdbUQlOdYRoCM69M1mO-6Vei_B2G0F_BleqFi"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 281px;" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQcpiLRQkDdP-dJdbUQlOdYRoCM69M1mO-6Vei_B2G0F_BleqFi" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTGgL5TiZO4ZrJbE3dU4ZBY8QkeqGFlFFEJLhuxEychU3JNvTQh"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 176px; height: 263px;" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTGgL5TiZO4ZrJbE3dU4ZBY8QkeqGFlFFEJLhuxEychU3JNvTQh" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wBDAAkGBwgHBgkIBwgKCgkLDRYPDQwMDRsUFRAWIB0iIiAdHx8kKDQsJCYxJx8fLT0tMTU3Ojo6Iys/RD84QzQ5Ojf/2wBDAQoKCg0MDRoPDxo3JR8lNzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzf/wAARCACmAHUDASIAAhEBAxEB/8QAGwAAAQUBAQAAAAAAAAAAAAAABQACAwQGBwH/xABDEAACAQMDAgMDCQUGBAcAAAABAgMABBEFEiExQQYTUSJhcQcUMoGRobHB8BUjQlLRFiVic4LhJFNjciY0NVWys/H/xAAZAQACAwEAAAAAAAAAAAAAAAAAAgEDBAX/xAAoEQADAAICAgECBgMAAAAAAAAAAQIDESExBBITIkEjMlFhkcEFFEL/2gAMAwEAAhEDEQA/AOI0qVeYoAsfMrn/AJLdSuegyMZ/EV58zue8D46ZwcU+O+uUVgshwxJPHcjGfspx1C6aQM0m7GcAj15Pv7ZoAYtjctF5qxkjOMd+uPxrwWV1tLGCQKvXKkVaVr98qVB8zOSQMNuOSPrPpz6VIEvWJeOZHI2s4IAAyOPu4oAHtaXCqzNC4VRktg4FONnP0VNx7qpyV9xFXmhvpyS80WXUrsBGQFByPiMkfXSiW+SSTYYVcABicDdu4znv0P8A+0AUHtLiMFnhdVAyTjgDj+tRIjSSrGgyzNtA95om8V7JB5LyxbVULs3jOAeBjt61ELC5hmR18tXVgUIcH2h0x76AK3zO55/cvxnOBnH6/HivRZztGrooYMMgA84zjNWbya+thGksnGQVPB+jyPxznvnrVeK8lji2KV29wVzn9c/roAMmtpoAhmjKB87c98VFU091LcbBKQQmduFAxmoQvFABDSOs3+n86VLSeDN/p/OlQBSIwaWKlbGeRXns+lAEeKQ91Sez6V6Nv8tABXT9J1G90i91KH5zi3eNERIi3mhi27B/w45x61SsLbULov8As+3urggDd5ETPj0zgGjWj3lzF4Q11YbmeMJPa7AspAXcX3YweM96fr11cafp2h2FhNLbWx0+O5YQyFd8khYszY69MD0qlXXs1+/9bHaWkzPST3kDNHJLNG6+yysSpHqD3FT3NlqcFuLi6tLyKE4/eyQsqn05IxWpi+e6j/ZbUY44bjUz84V5bv6LrCRteQ/4QTz/AIR1qxoLxTandJP4kn1J57S482DyJDFL+7Y5yxxgEZBxSvO0t667/nX9fclRt6MdBFqeoxiO0hubgRct5ETMV+OAfvqz4f02+1fU2so5J4yEkMrCMt5ZVGOCOxJXHPrRLT7yCfw7p9g+rT6NLC8jh/LkMV1uIwxZDwV+jyDj3c0S02bVYvG1r8/niMk2nufPtZCUu0EEm2Rjn2jkdT3FF5aSrXD0wmVtGHulnWTyrpZEkj4KSAgr8Qef0KhCjFSzSSzN5s8jySPyzuxYt8SaaBwa0FYzApwHFLFOC+yaALmlj2pfgv50qdpg9qX4L+dKgCpIuGNNxVmSFy5wpNN8iT+Q0AQEc06NGdgiKWY9FAyTUy20znCRsT6VJbx3MEyTRxuHQ8HacdP96jaDRb0y+OnW17ZXWmtdQXZTMbs8ZV0yQQQPeeKsW+qOlhb2OsaOL+K2z83ZzJDJEDyRuXqvOcHpmo21HVWeIurEw+0vsHrtK8/UTUn7W1XClotyDgDyjhjggZ+BPSlcy+WNtno17Uf2hBqEFpFHb2iGCK1WNvIWNsqUI6ndk5PUmrlhrY09vnGk+H4LdHDRTBpJJS6kYKBmPsde3PA9KFi91EwQwlWaKNlZS0ZJYqQRk9+lXxqGoRW7uE2l2LNmM9TgfkKV48bWtEqqILbVEFjHZX+jRXlpFK7WqmV43g3HJQOvJGex716uuXcevW2oHT41WzhNvHaKGVUh2su3Jyc4ZvaPfmqst7eytI7odsmzO5c8p0OfXIJPHJJqwNV1Tzk3KOCMkR+0cdAT361LiHvZG2gTexhriSSG0e1hJ9mI7mCD03Nyf96hC+yc0a1TUL+8DW5XbDhR5Y7AdOT1+jQ7yJBESY2HxUin3wRoq7V/mp+0bTXoiY/w1MIT5PA60bIJtOVQ8vPZfzpVJaRkSSDH8K/nSqQHtbssDSiRuD0qj50gPU1op4MaLK+OQwH31nXGDVeOvZD2vVksN1Kj5RiDjFWRe3XGH6d8DjvVe0iDOM96Ly6egVNvBI65yKKqU+QlNoH/ADu4wfaAyMcDp+s16l1cKcq3r29at2WnXF5L5NuhZ92CMdPjR8eFDbr/AMTcRI/cO2BVd5ccvTHnHVdGWS6uF6P0B7evWiUxmOlrMTkk9cDrVybRG8tnEYAXjzI3DKPjiiPzV4fDVo4OH34JHrk0ryS9aJ9WuzGhrhUZAOoxnHvJ/M/bU1pNceeq9eTjI6GjbfOMfTNeWaTy30MbO2GbmmdrXQugLeefHdFl+ljnjNNLTvZtvJxkDp+vStHqkMtvdGNGOMd+aY8M50kyhva+cBR8NpNQsi0g0ZVYm7Zq1LEyWyHnJIoh5lwrAb/uqW4NxHapIHOSwHIpnfKISBkSlbiYYPRfzpVflmmh1G6iWRgqlQPspU6p6F0X7xAPD1wT/wAwfiKy0KLJIA3PI4z1rWXw/wDDdwf+oPxFA9OvdItVVp7W7ebOSyuuPqzVOFtQ9FuT8xDN5MXMcTRnPqT+NXdPLXXlxws8krthYwvv7n0qSbVdGueJba+92HSiXhk6a1+ZLGK7WREOTMyFQCfdzUZac422ica9rSRp5YofDOjCaEq0smPNfbnc3x9BWSuddmv3dp0LIej9MYrcXVpb3trFaSzK7thlT0JIGT7hnNCb/wAN2tmHjNyrNyMAdPSubiyR3a2zfWOupZkYLyfS7kSxx+YJPpq5Khga115PFP4ZtpYl2gyngnp14oTOotLUwOquy+vI60Pl1t301rAxwxgSjaEXb143Vtn8TlIy5Jcvlk5clTIckA4CqQPvPSlBq9nazRSG2uHcNnerqyD4kf70I1WGXYVDHykGevH2etCGV0HOR61fGNUtlN168G41G7gvplubdgVIwwHY9xT3bGhcY/8AND/4GsRbXUts2YzySCQe9biOKzufDUMr38cCS3Kt7YOVbyz7PvPNLeP00KnsBOxMgq7er/dkP+YKmGn6Z/7zET/ltVqaDT2tUibUogoYEHa3P3UtPlaBAK+H98X3/cv4UqLT2OnyajdSPqkSMzDKGNsrx3pVfNT6oXQ3URjwzP8A5g/EVisDHvrb6kD/AGXnP/VH4isroulXOt6rb6dZD97M3LkZCKOrH3AfkO9V+M9Q9j5lu9EemWz3U5VASFGWwM4rbeH7a2fUY4bJGWJoxvLMCXJAyR9ea1Gq6NpmiaAlhHbI0UR3NuGWdu7E/wAx5+FZ2C6s4dWjtLRQg37zID7bLtBCgY9PtyaxZ87y7lI6uDDixYvZ/mYa8OW6Xfim5Riyx26FgnvBAqn4qFlDeiK3kmM0jcLvBDNnoPwxRHRp/m+r216VYPMHiZ3XaXQ42sw7HgUcuLG0utYt7ye2WSaM5U4HbkdazR6/cl+2+Dj2rXXlzGBWbzFyrbuo56fGhUIaVzK7YWJl+vmtN4zEB8WalNCoEbyc59cDP35oZp9pbzrtaVRuOcY79hmutjczHBz8qqr5ZYt3lvJdk1rKE+lkREqR2OQOfjTdU0UWvlXGoToiz8xwxoSzAfHFdY8M22mav4YisrkQ3S2hETAD6BGDj3HBFZD5WI4xfaUscDKsCMuzyyFCZGOelVzbd6XA7henPJzefAc4HGTitMFI8IQD0vV/+qhEsKXV4BCgRBgsBxx3xR+ZR/ZwAfR+fD7fLNX3XRl9eWCEXkcUXvo1Gm23Az5g7e+h6qNwopfkfs+0HrIv41XT5QaKOqDGuX3H8S/hSp2q/wDrl9/3L+FKrpXCEDqaedS0SS08wQlpN25u2DWp+T7wlD4bt572eVZ7q4XCybcbI/QfE8n4D0qFdPWK/jitbZZLeWRQr3HtOE53Efy8YPHuox4kvxZ2rbWAwvFcmfIdS1PR014/1Jvsyfygayu4wRuMnrg1hrCLz2ad5NrLhUO7GDnAP1c/ZTNVuTd3kju2QKs6FdowjhnO2BX3Ejqcc4rWoePFtdi/J75UvsafQdYkg82xvUWW5iOGcndvX1z37Vch8aWG0C9t5jFjYsu0N7XTGOv11h7y7MsjXNt7MmW5H8vGM1Oczw2zldrumVZcHAbqevB+PvpVgT+pobLmU9MH6pKlxdztZgrEz/SfA+qqDxNHkB92P5aJ3UfmAxIMbvoDHTB2sPqP415tiED7ccjI+Hp9mK2zwkjm1bp7ZtPkfMyvrCGRtjLC5Un+I+YCw9+APup3ynRBWhY3juSx/dbmO0epyfcOMVV+Sm7QeLX052xDd2sijAwd6kMv14DVotbhs/E2p3GmSahBt0/LTSROCWx1AHc+vUA1nyS1k9jVhv8ADcnIJJpI5kmjO1lJIxWr0zxnpyadHa6roMdw6uCZI2ADnGNxUjg/CgWqWaC9mitwfLjBKjOe9CSpBwRjmtPrNoyNtM61ouq+ENYk8qK0gt5+0c8YUH4N0P25o++haaQA1nDhTkD0rhTKRAVz7MgwR6iuj+Gtbg1OwC3U7reQjEo81huHZuvf8ayZsThbksi98M1B8PaVLNJLJZQs7Yyx6n76VD4ZbUMwNw3brMf60qpV1rsfSNHYTzWtjI93ci4ZJGUMIgm0KSuPf8a5t4q8TNqNybW3RiC2xR3LHgAV05ooZdKaa3yUuAZhls/S5rl+iW9kms6lc3coSWBAsKFcklsgsPeoH396qwqZ26XR0LdNfT22RaFptvdCS1YBLwxOFcsD+86gfArn7KHpZLYllud0W1icjnHpVnXLe0Ewn0+Y+ZuJJBO0nOQQex61Rurm9uIAxlSRu7Z9rj1rRCquU+GR5Kxxpz9iGwQObmFsbZWIMjA8DvjB6+lXkCQKIpEChSNjr0P9DVK2mFpiW8bknAAHSql9fTXW5QqCM56dcVrUts5V17D5XKag8TnGWJUjtuHP5fZVSNmdoo97Eu+Op4FXfD+i6h4hu2j0/wAtvIUF5JWKog7ZIB9K6HaeBraytbESzxzXkZLSvGCVDMMED1AGKXJmnHx2xoxOv2OYwTy2t08ttNJG6hgro5BGRjg9uCat3qKl9bi1bYS4A28GM5xj9djW68S/JTdwxJc6JOJVZnaVZ2ChFzkEYHJx2xWTvbMsFuF9h42BbI7qeo+zFN8k00PKcy0+mD9Qeb55JGGKuJGSQD0HT86pzJtkVSRtcBgTx1qeSWS4v5ppsEzuS5HGCTkY+v7qjvB+6ic9QSD7uasXC0UPs8khdZY0fnIzgVPZXsmkaol2ADtXDqP41PVR+u1eTzHz4WTqUx8KrTs0kx2sXI7gVOt8Mjo6vbSwyAujIysAQwPUdqVYHw9qt3ZwyQxmB0BBAdSdvXge73Uqxvxq3wX/ACI7N4fQr4fgtWYM8EYjJBznHTue3vrnGr2V3Z6vqUUMHnwShXmjPcc4I7ggk8jpmjvh+7Xw9Pqcb3TXFlFhy7ElkbpjuDx6HPu60L1C9j8QarBe+VKILckuwhDEL0BG4EdSPvrNCae2dW0pb0Y25jlUMDCG5wuAd6/Z1pthEp1EJJlTHktvHQjtj9dK1uureGyC6fp91DGUCzXEsKvuPP0Ttwo6+/7Kz0McNskb2yXDzA+2XIKn4AD8a2xkTRzc0t8osi3knHlJC0rtwinkgnp0+rpWu8MfJoFnt9Q1u9+bGJxKLcAFjg5G4np06VT8EXkI8SWYVgkjBggI43beAfsold+Jmu7qSS8TZKG2sqcrkccZ+FZ82dy/VB4+B2to0dxevKPJhVIYSxYKnQ/o1PYxbmQYzz3rLxa7bAglJTj3D+tELPxNbRzRL5Um0tgnjpWD5EnybPgya6OmR48sAY6Vxz5QdKt9N13ybe0DRyoZcOze0zE+yPgTXT7TXLR4xkSIPeufwrN/KRf237HguLZ1NzHMux9gOBySOfhWt+VgyJOLW0ZpxZJrTRxi90PVPnDJBZM+GwVRh7B9CSeKpTQzbBFcxvG56q4wcjv8PfRnUdYuLiKRGXBklMjMvGT+XPP11bvplGmW87sxumQBjIeAgHRQevJ5NbIyXpeyEeGa3pmbSOJE3yvuKcKQaP6T4Wa+tPPlvbaPf9CBtwYZxhjgYPU8cfGsoZCHbaeD6dq1Omaxb29hbiRXZkjAJGeeKbO7mdyR4s43f1mitfDNnbp5MqNKi4KSC6j3NnqWXAC+7Gf6qhEOr6aZJNjSNwMkg0qybyvnk3O8S4TX8BK88PSPYC1hunjgL73Xblmf1znpjtXthqGnaVanT7rXJ18kKvluu3aBzwcc/b9XeiHhy4m1pppri4SxtA5iWKWLfIDtVt59sHGTgYB5B9Kh1rwlp0MU95NdQSzHJZI04MgbBUEtk9znbjjryMzKuV9fRnyUsjWuyxqOp6XHZFBqTySb9jxhxvKEZIIOONvr61V0o6VdtFI0ywW0ntb3HKjtkdqyVpIJJpALKGIBuHdM/dRe30xZ8eZey4/lj9hfzqMinREJrejodn4f0jzobqKNLiWNhJHKjg4I5BGKyniDQNQt9UuZILSaW3dy6si568njr1oVJoTeZvhlkVh0bJYj76iNhrcD77fXb6LHbzZAv2bsfdVTiK/6LIu8b2kWFtrsdbO5BHrC39KmW1vgUb5lc7cjnym9agLeNYwNuoXMoPQmInP3VBJd+OVBYSXJA7rEf6Ur8ZV1SLv9yl3J0u0hlEALRMMDnIrN+PyRp9uoycszFQCemAPxNYufV/GUTFZbq8jJH0T7JqhPqHiabiW7vG/11mwf4dYsqyK0V15ja5kiKzS3KoYJtuef3TdPsrRjTbSeGOa9jZgEAAlJTgcAc1mQmuytndesT6sTVyHRNckYOIpFb+Z5QPzrtVK12Y1T54D8Wm6G8O/5jbqBnOUFQatZaTButZ1a0mXqoUqy/Ef1rSeA/D93c3LXGrNG8VpmT2Rw7AZCn1x1P1etE/lF8PWuosL+LEk0Y2zFM+0uFw27vjco+selZnbV651+oyf2OSQ2wgnlWOTzkIXDBSPXtSrQW2hQqz7JHA49/rSrWs067K3iYc0jULrTN0dlNJFEzbmRZGCk98gHBz+VWNQ1a8voBDczyOgIIUyMQMDHQnFKlXNdPWjcpXYHWFTklVbnuM1PFhfoqB8KVKoJCFu5qXdzSpUq7IZaXUL7G0Xc4HoJDV+y1G83c3EhOc5LsT0+NKlVibK2kXZYlum8yZVZgMcjPH11QvbaNR7CovwUUqVSnyKwe0YB+k1M2rkcfbSpU4heg1u5tLIWkcNsYhkHcr5bJ5zhhn9CvJvFF6zMz29m5ZShDrIw2nqAC+AD7qVKlcz+gSZ+Dgt9VKlSqzQ5/9k="&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 117px; height: 166px;" src="data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wBDAAkGBwgHBgkIBwgKCgkLDRYPDQwMDRsUFRAWIB0iIiAdHx8kKDQsJCYxJx8fLT0tMTU3Ojo6Iys/RD84QzQ5Ojf/2wBDAQoKCg0MDRoPDxo3JR8lNzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzf/wAARCACmAHUDASIAAhEBAxEB/8QAGwAAAQUBAQAAAAAAAAAAAAAABQACAwQGBwH/xABDEAACAQMDAgMDCQUGBAcAAAABAgMABBEFEiExQQYTUSJhcQcUMoGRobHB8BUjQlLRFiVic4LhJFNjciY0NVWys/H/xAAZAQACAwEAAAAAAAAAAAAAAAAAAgEDBAX/xAAoEQADAAICAgECBgMAAAAAAAAAAQIDESExBBITIkEjMlFhkcEFFEL/2gAMAwEAAhEDEQA/AOI0qVeYoAsfMrn/AJLdSuegyMZ/EV58zue8D46ZwcU+O+uUVgshwxJPHcjGfspx1C6aQM0m7GcAj15Pv7ZoAYtjctF5qxkjOMd+uPxrwWV1tLGCQKvXKkVaVr98qVB8zOSQMNuOSPrPpz6VIEvWJeOZHI2s4IAAyOPu4oAHtaXCqzNC4VRktg4FONnP0VNx7qpyV9xFXmhvpyS80WXUrsBGQFByPiMkfXSiW+SSTYYVcABicDdu4znv0P8A+0AUHtLiMFnhdVAyTjgDj+tRIjSSrGgyzNtA95om8V7JB5LyxbVULs3jOAeBjt61ELC5hmR18tXVgUIcH2h0x76AK3zO55/cvxnOBnH6/HivRZztGrooYMMgA84zjNWbya+thGksnGQVPB+jyPxznvnrVeK8lji2KV29wVzn9c/roAMmtpoAhmjKB87c98VFU091LcbBKQQmduFAxmoQvFABDSOs3+n86VLSeDN/p/OlQBSIwaWKlbGeRXns+lAEeKQ91Sez6V6Nv8tABXT9J1G90i91KH5zi3eNERIi3mhi27B/w45x61SsLbULov8As+3urggDd5ETPj0zgGjWj3lzF4Q11YbmeMJPa7AspAXcX3YweM96fr11cafp2h2FhNLbWx0+O5YQyFd8khYszY69MD0qlXXs1+/9bHaWkzPST3kDNHJLNG6+yysSpHqD3FT3NlqcFuLi6tLyKE4/eyQsqn05IxWpi+e6j/ZbUY44bjUz84V5bv6LrCRteQ/4QTz/AIR1qxoLxTandJP4kn1J57S482DyJDFL+7Y5yxxgEZBxSvO0t667/nX9fclRt6MdBFqeoxiO0hubgRct5ETMV+OAfvqz4f02+1fU2so5J4yEkMrCMt5ZVGOCOxJXHPrRLT7yCfw7p9g+rT6NLC8jh/LkMV1uIwxZDwV+jyDj3c0S02bVYvG1r8/niMk2nufPtZCUu0EEm2Rjn2jkdT3FF5aSrXD0wmVtGHulnWTyrpZEkj4KSAgr8Qef0KhCjFSzSSzN5s8jySPyzuxYt8SaaBwa0FYzApwHFLFOC+yaALmlj2pfgv50qdpg9qX4L+dKgCpIuGNNxVmSFy5wpNN8iT+Q0AQEc06NGdgiKWY9FAyTUy20znCRsT6VJbx3MEyTRxuHQ8HacdP96jaDRb0y+OnW17ZXWmtdQXZTMbs8ZV0yQQQPeeKsW+qOlhb2OsaOL+K2z83ZzJDJEDyRuXqvOcHpmo21HVWeIurEw+0vsHrtK8/UTUn7W1XClotyDgDyjhjggZ+BPSlcy+WNtno17Uf2hBqEFpFHb2iGCK1WNvIWNsqUI6ndk5PUmrlhrY09vnGk+H4LdHDRTBpJJS6kYKBmPsde3PA9KFi91EwQwlWaKNlZS0ZJYqQRk9+lXxqGoRW7uE2l2LNmM9TgfkKV48bWtEqqILbVEFjHZX+jRXlpFK7WqmV43g3HJQOvJGex716uuXcevW2oHT41WzhNvHaKGVUh2su3Jyc4ZvaPfmqst7eytI7odsmzO5c8p0OfXIJPHJJqwNV1Tzk3KOCMkR+0cdAT361LiHvZG2gTexhriSSG0e1hJ9mI7mCD03Nyf96hC+yc0a1TUL+8DW5XbDhR5Y7AdOT1+jQ7yJBESY2HxUin3wRoq7V/mp+0bTXoiY/w1MIT5PA60bIJtOVQ8vPZfzpVJaRkSSDH8K/nSqQHtbssDSiRuD0qj50gPU1op4MaLK+OQwH31nXGDVeOvZD2vVksN1Kj5RiDjFWRe3XGH6d8DjvVe0iDOM96Ly6egVNvBI65yKKqU+QlNoH/ADu4wfaAyMcDp+s16l1cKcq3r29at2WnXF5L5NuhZ92CMdPjR8eFDbr/AMTcRI/cO2BVd5ccvTHnHVdGWS6uF6P0B7evWiUxmOlrMTkk9cDrVybRG8tnEYAXjzI3DKPjiiPzV4fDVo4OH34JHrk0ryS9aJ9WuzGhrhUZAOoxnHvJ/M/bU1pNceeq9eTjI6GjbfOMfTNeWaTy30MbO2GbmmdrXQugLeefHdFl+ljnjNNLTvZtvJxkDp+vStHqkMtvdGNGOMd+aY8M50kyhva+cBR8NpNQsi0g0ZVYm7Zq1LEyWyHnJIoh5lwrAb/uqW4NxHapIHOSwHIpnfKISBkSlbiYYPRfzpVflmmh1G6iWRgqlQPspU6p6F0X7xAPD1wT/wAwfiKy0KLJIA3PI4z1rWXw/wDDdwf+oPxFA9OvdItVVp7W7ebOSyuuPqzVOFtQ9FuT8xDN5MXMcTRnPqT+NXdPLXXlxws8krthYwvv7n0qSbVdGueJba+92HSiXhk6a1+ZLGK7WREOTMyFQCfdzUZac422ica9rSRp5YofDOjCaEq0smPNfbnc3x9BWSuddmv3dp0LIej9MYrcXVpb3trFaSzK7thlT0JIGT7hnNCb/wAN2tmHjNyrNyMAdPSubiyR3a2zfWOupZkYLyfS7kSxx+YJPpq5Khga115PFP4ZtpYl2gyngnp14oTOotLUwOquy+vI60Pl1t301rAxwxgSjaEXb143Vtn8TlIy5Jcvlk5clTIckA4CqQPvPSlBq9nazRSG2uHcNnerqyD4kf70I1WGXYVDHykGevH2etCGV0HOR61fGNUtlN168G41G7gvplubdgVIwwHY9xT3bGhcY/8AND/4GsRbXUts2YzySCQe9biOKzufDUMr38cCS3Kt7YOVbyz7PvPNLeP00KnsBOxMgq7er/dkP+YKmGn6Z/7zET/ltVqaDT2tUibUogoYEHa3P3UtPlaBAK+H98X3/cv4UqLT2OnyajdSPqkSMzDKGNsrx3pVfNT6oXQ3URjwzP8A5g/EVisDHvrb6kD/AGXnP/VH4isroulXOt6rb6dZD97M3LkZCKOrH3AfkO9V+M9Q9j5lu9EemWz3U5VASFGWwM4rbeH7a2fUY4bJGWJoxvLMCXJAyR9ea1Gq6NpmiaAlhHbI0UR3NuGWdu7E/wAx5+FZ2C6s4dWjtLRQg37zID7bLtBCgY9PtyaxZ87y7lI6uDDixYvZ/mYa8OW6Xfim5Riyx26FgnvBAqn4qFlDeiK3kmM0jcLvBDNnoPwxRHRp/m+r216VYPMHiZ3XaXQ42sw7HgUcuLG0utYt7ye2WSaM5U4HbkdazR6/cl+2+Dj2rXXlzGBWbzFyrbuo56fGhUIaVzK7YWJl+vmtN4zEB8WalNCoEbyc59cDP35oZp9pbzrtaVRuOcY79hmutjczHBz8qqr5ZYt3lvJdk1rKE+lkREqR2OQOfjTdU0UWvlXGoToiz8xwxoSzAfHFdY8M22mav4YisrkQ3S2hETAD6BGDj3HBFZD5WI4xfaUscDKsCMuzyyFCZGOelVzbd6XA7henPJzefAc4HGTitMFI8IQD0vV/+qhEsKXV4BCgRBgsBxx3xR+ZR/ZwAfR+fD7fLNX3XRl9eWCEXkcUXvo1Gm23Az5g7e+h6qNwopfkfs+0HrIv41XT5QaKOqDGuX3H8S/hSp2q/wDrl9/3L+FKrpXCEDqaedS0SS08wQlpN25u2DWp+T7wlD4bt572eVZ7q4XCybcbI/QfE8n4D0qFdPWK/jitbZZLeWRQr3HtOE53Efy8YPHuox4kvxZ2rbWAwvFcmfIdS1PR014/1Jvsyfygayu4wRuMnrg1hrCLz2ad5NrLhUO7GDnAP1c/ZTNVuTd3kju2QKs6FdowjhnO2BX3Ejqcc4rWoePFtdi/J75UvsafQdYkg82xvUWW5iOGcndvX1z37Vch8aWG0C9t5jFjYsu0N7XTGOv11h7y7MsjXNt7MmW5H8vGM1Oczw2zldrumVZcHAbqevB+PvpVgT+pobLmU9MH6pKlxdztZgrEz/SfA+qqDxNHkB92P5aJ3UfmAxIMbvoDHTB2sPqP415tiED7ccjI+Hp9mK2zwkjm1bp7ZtPkfMyvrCGRtjLC5Un+I+YCw9+APup3ynRBWhY3juSx/dbmO0epyfcOMVV+Sm7QeLX052xDd2sijAwd6kMv14DVotbhs/E2p3GmSahBt0/LTSROCWx1AHc+vUA1nyS1k9jVhv8ADcnIJJpI5kmjO1lJIxWr0zxnpyadHa6roMdw6uCZI2ADnGNxUjg/CgWqWaC9mitwfLjBKjOe9CSpBwRjmtPrNoyNtM61ouq+ENYk8qK0gt5+0c8YUH4N0P25o++haaQA1nDhTkD0rhTKRAVz7MgwR6iuj+Gtbg1OwC3U7reQjEo81huHZuvf8ayZsThbksi98M1B8PaVLNJLJZQs7Yyx6n76VD4ZbUMwNw3brMf60qpV1rsfSNHYTzWtjI93ci4ZJGUMIgm0KSuPf8a5t4q8TNqNybW3RiC2xR3LHgAV05ooZdKaa3yUuAZhls/S5rl+iW9kms6lc3coSWBAsKFcklsgsPeoH396qwqZ26XR0LdNfT22RaFptvdCS1YBLwxOFcsD+86gfArn7KHpZLYllud0W1icjnHpVnXLe0Ewn0+Y+ZuJJBO0nOQQex61Rurm9uIAxlSRu7Z9rj1rRCquU+GR5Kxxpz9iGwQObmFsbZWIMjA8DvjB6+lXkCQKIpEChSNjr0P9DVK2mFpiW8bknAAHSql9fTXW5QqCM56dcVrUts5V17D5XKag8TnGWJUjtuHP5fZVSNmdoo97Eu+Op4FXfD+i6h4hu2j0/wAtvIUF5JWKog7ZIB9K6HaeBraytbESzxzXkZLSvGCVDMMED1AGKXJmnHx2xoxOv2OYwTy2t08ttNJG6hgro5BGRjg9uCat3qKl9bi1bYS4A28GM5xj9djW68S/JTdwxJc6JOJVZnaVZ2ChFzkEYHJx2xWTvbMsFuF9h42BbI7qeo+zFN8k00PKcy0+mD9Qeb55JGGKuJGSQD0HT86pzJtkVSRtcBgTx1qeSWS4v5ppsEzuS5HGCTkY+v7qjvB+6ic9QSD7uasXC0UPs8khdZY0fnIzgVPZXsmkaol2ADtXDqP41PVR+u1eTzHz4WTqUx8KrTs0kx2sXI7gVOt8Mjo6vbSwyAujIysAQwPUdqVYHw9qt3ZwyQxmB0BBAdSdvXge73Uqxvxq3wX/ACI7N4fQr4fgtWYM8EYjJBznHTue3vrnGr2V3Z6vqUUMHnwShXmjPcc4I7ggk8jpmjvh+7Xw9Pqcb3TXFlFhy7ElkbpjuDx6HPu60L1C9j8QarBe+VKILckuwhDEL0BG4EdSPvrNCae2dW0pb0Y25jlUMDCG5wuAd6/Z1pthEp1EJJlTHktvHQjtj9dK1uureGyC6fp91DGUCzXEsKvuPP0Ttwo6+/7Kz0McNskb2yXDzA+2XIKn4AD8a2xkTRzc0t8osi3knHlJC0rtwinkgnp0+rpWu8MfJoFnt9Q1u9+bGJxKLcAFjg5G4np06VT8EXkI8SWYVgkjBggI43beAfsold+Jmu7qSS8TZKG2sqcrkccZ+FZ82dy/VB4+B2to0dxevKPJhVIYSxYKnQ/o1PYxbmQYzz3rLxa7bAglJTj3D+tELPxNbRzRL5Um0tgnjpWD5EnybPgya6OmR48sAY6Vxz5QdKt9N13ybe0DRyoZcOze0zE+yPgTXT7TXLR4xkSIPeufwrN/KRf237HguLZ1NzHMux9gOBySOfhWt+VgyJOLW0ZpxZJrTRxi90PVPnDJBZM+GwVRh7B9CSeKpTQzbBFcxvG56q4wcjv8PfRnUdYuLiKRGXBklMjMvGT+XPP11bvplGmW87sxumQBjIeAgHRQevJ5NbIyXpeyEeGa3pmbSOJE3yvuKcKQaP6T4Wa+tPPlvbaPf9CBtwYZxhjgYPU8cfGsoZCHbaeD6dq1Omaxb29hbiRXZkjAJGeeKbO7mdyR4s43f1mitfDNnbp5MqNKi4KSC6j3NnqWXAC+7Gf6qhEOr6aZJNjSNwMkg0qybyvnk3O8S4TX8BK88PSPYC1hunjgL73Xblmf1znpjtXthqGnaVanT7rXJ18kKvluu3aBzwcc/b9XeiHhy4m1pppri4SxtA5iWKWLfIDtVt59sHGTgYB5B9Kh1rwlp0MU95NdQSzHJZI04MgbBUEtk9znbjjryMzKuV9fRnyUsjWuyxqOp6XHZFBqTySb9jxhxvKEZIIOONvr61V0o6VdtFI0ywW0ntb3HKjtkdqyVpIJJpALKGIBuHdM/dRe30xZ8eZey4/lj9hfzqMinREJrejodn4f0jzobqKNLiWNhJHKjg4I5BGKyniDQNQt9UuZILSaW3dy6si568njr1oVJoTeZvhlkVh0bJYj76iNhrcD77fXb6LHbzZAv2bsfdVTiK/6LIu8b2kWFtrsdbO5BHrC39KmW1vgUb5lc7cjnym9agLeNYwNuoXMoPQmInP3VBJd+OVBYSXJA7rEf6Ur8ZV1SLv9yl3J0u0hlEALRMMDnIrN+PyRp9uoycszFQCemAPxNYufV/GUTFZbq8jJH0T7JqhPqHiabiW7vG/11mwf4dYsqyK0V15ja5kiKzS3KoYJtuef3TdPsrRjTbSeGOa9jZgEAAlJTgcAc1mQmuytndesT6sTVyHRNckYOIpFb+Z5QPzrtVK12Y1T54D8Wm6G8O/5jbqBnOUFQatZaTButZ1a0mXqoUqy/Ef1rSeA/D93c3LXGrNG8VpmT2Rw7AZCn1x1P1etE/lF8PWuosL+LEk0Y2zFM+0uFw27vjco+selZnbV651+oyf2OSQ2wgnlWOTzkIXDBSPXtSrQW2hQqz7JHA49/rSrWs067K3iYc0jULrTN0dlNJFEzbmRZGCk98gHBz+VWNQ1a8voBDczyOgIIUyMQMDHQnFKlXNdPWjcpXYHWFTklVbnuM1PFhfoqB8KVKoJCFu5qXdzSpUq7IZaXUL7G0Xc4HoJDV+y1G83c3EhOc5LsT0+NKlVibK2kXZYlum8yZVZgMcjPH11QvbaNR7CovwUUqVSnyKwe0YB+k1M2rkcfbSpU4heg1u5tLIWkcNsYhkHcr5bJ5zhhn9CvJvFF6zMz29m5ZShDrIw2nqAC+AD7qVKlcz+gSZ+Dgt9VKlSqzQ5/9k=" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beruntung sekali hari ini menetapkan untuk tidak membuka halaman-halaman mayantara. Karena saya memutuskan untuk menonton film-film yang sudah saya minta dari teman-teman saya. Ada Toast, Dead Poets Society, dan Minggu Pagi di Victoria Park. Berbahagia pula ketika semua film yang saya tonton tersebut tak ada satu pun yang mengecewakan saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toast mengisahkan seorang Nigel Splater, seorang koki ternama yang memiliki kisah masa kecil di kelaluan yang berat. Namun, keberatan itu tak membuat dia menjadi payah. Ia tumbuh menjadi seorang koki dari rasa yang berat itu. Menghidupi aliran hidupnya dengan pilihan yang diputuskan dirinya sendiri. Selain itu, saya suka warna film ini, penuh warna kombinasi yang saya sukai. Satu hal yang saya bisa maknai dari film ini adalah keinginan untuk “bertahan” dan “menyerang” akan impian yang ingin dicapai. Percaya akan hasrat dan kemampuan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, saya memutuskan untuk menonton Dead Poets Society. Pilihan saya sederhana, karena saya menyukai puisi, sehingga memutuskan untuk menonton film itu. Banyak tokoh yang saya hapal benar keahlian beraktingnya, seperti Robin Williams dan Ethan Hawke. Memang, peran guru yang “tak biasa” selalu melekat erat pada Robin Williams yang saat itu melakoni Keating. Sebagai guru sastra, ia membuka sekat-sekat kaku dalam memahami puisi; ia juga membantu murid-muridnya membuka sumbatan aliran kreativitas menjadi karya yang luar biasa. Sekali lagi, film ini juga menekankan pada hasrat untuk bersatu pada pilihan hidup. Akan tetapi, saya juga melihat makna bahwa film ini juga menekankan pada keberanian untuk mengungkap suatu kebenaran dalam situasi yang menjebak sekali pun. Semakin pula film ini membuat saya mencintai puisi. Ah, saya juga suka sekali dengan banyak adegan yang diambil dengan kamera berputar, sehingga lingkungan hanya menjadi blur-blur berputar, dan manusia adalah fokusnya. Romantis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, saya menonton Minggu Pagi Di Victoria Park. Saya mengetahui film tersebut sudah lama, dan sangat terkenal di era perkuliahan Psikologi Gender.  Film ini mengisahkan tentang tenaga kerja perempuan yang berada di daerah Hongkong. Menjelaskan berbagai kemelut persoalan yang terjadi dalam dunia per-TKW-an atau buruh migran perempuan. Hanya saja kita harus paham bahwa tak selamanya TKW disiksa dan lain-lain, ada juga TKW yang memang dipekerjakan secara layak di tempatnya sendiri. Namun, menariknya, saya tertarik dengan ide “organisasi” yang menaungi para TKW ini dalam upaya untuk menolong teman-teman yang kesulitan dalam kesehariannya. Suatu hal yang mungkin jarang kita temukan di kekinian, di sekeliling kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan yang mengerikan, negara kita mendapatkan keuntungan dari para pekerja di luar negeri tersebut, hanya saja kita tak memahami bahwa bekerja di sana, dalam sektor informal, tentulah tidak mudah. Tentulah banyak dinamika kesulitannya. Seberapa banyak pemerintah menolong dengan gesit kesulitan-kesulitan mereka? Tidak tahu! Seberapa banyak negara kita mendapatkan keuntungan dari mereka? Tentu banyak! Tidak berlebihan mereka disebut sebagai “pahlawan devisa negara” karena mereka memang menyumbang banyak materi pada negara kita. Sedangkan apa yang mereka dapatkan? Bagaimana perlindungannya? Bagaimana kenyamanan dan keamanan mereka? Bagaimana pemerintah bisa menjamin dengan baik segala hal yang mereka butuhkan? Saya tidak tahu jawabannya. Selain itu kejutan dari film ini adalah orang-orang yang terlibat di dalamnya, seperti Emha Ainun Najib, Novia Kolopaking, Sabrang Mowo, dan lain-lain. Untuk saya ini sebuah kejutan, karena saya merasa bahwa ini sebuah ranah yang menurut saya istimewa dan tergarap oleh mereka semua. Tentu peranan Lola Amaria sebagai dalang juga sangat keren dan mengagumkan. Intinya adalah begitu manis ketika tak mengomodifikasikan agama dan Tuhan untuk menggeser makna awalnya menjadi persoalan kecil nan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;menye-menye&lt;/span&gt;.  Film ini justru menyampaikan simbol-simbol untuk memaknai Yang Paling Dalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga film ini begitu saya nikmati dengan tanpa cela. Hingga tanpa terasa setiap tetes air dari mata mengalir begitu saja. Lucu. Saya ini memang mudah terharu dengan hal-hal yang sederhana. Terkadang orang berkata saya cengeng. Tapi terserahlah, karena bagi saya itu hanyalah bentuk ekspresi yang tidak mudah untuk ditahan dan bahkan tidak bisa saya tahan. Justru saya bersyukur masih diberi-Nya air mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik saya menutup sekilas obrolan sederhana mengenai film ini dengan sebuah sajak yang dinyanyikan dalam Minggu Pagi di Victoria Park.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;mencintai angin harus menjadi siut&lt;br /&gt;mencintai air harus menjadi ricik&lt;br /&gt;mencintai gunung harus menjadi terjal&lt;br /&gt;mencintai api harus menjadi jilat&lt;br /&gt;mencintai cakrawala harus menebas jarak&lt;br /&gt;mencintaimu harus menjelma aku&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Sapardi Djoko Darmono-Sajak Kecil Tentang Cinta)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-6488488038548334680?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/6488488038548334680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/12/tiga-film-untuk-mimpi-plus-keberanian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/6488488038548334680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/6488488038548334680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/12/tiga-film-untuk-mimpi-plus-keberanian.html' title='Tiga Film Untuk Mimpi Plus Keberanian'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-7933144277112139072</id><published>2011-12-30T09:46:00.000-08:00</published><updated>2011-12-30T09:51:05.695-08:00</updated><title type='text'>Mencatat Bulan Sebagai Kebaruan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Best way to start-a-new &lt;br /&gt;Is to fail miserably &lt;br /&gt;Fail at loving &lt;br /&gt;And fail at giving &lt;br /&gt;Fail at creating a flow &lt;br /&gt;Then realign the whole &lt;br /&gt;And kick into the start hole*&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, salah satu penyanyi favorit saya menelurkan album baru, Biophilia, sebagai bentuk reinkarnasi karya dari si eksentris Bjork. Tidak mudah mendapatkan album barunya beliau, diproduksi secara terbatas dengan harga yang pasti sungguh pantas. Jadi saya memutuskan mengunduh video klip beliau di YouTube, lumayan. Setidaknya bisa menemukan satu lagu dari album yang entah kapan saya bisa mendapatkan keseluruhan lagunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situs resmi yang Bjork buat, dikatakan bahwa album Biophilia ini begitu mengikat ilmu pengetahuan alam dalam materi yang ditawarkannya. Bagi saya, sebuah album bukanlah berupa sebuah upaya reduksi berbagai pengetahuan yang ada di dunia, seperti kecenderungan positivisme. Tapi, karya adalah sebuah representasi pengetahuan yang menjadi salah satu cara bagi siapapun yang ingin menjelaskan berbagai fenomena dan teori dengan bahasa langitnya yang tak membumi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRoNA7xoprpqM-jmABn8UYmzyMVhFb24SeS10Lt_skxxe9M_Kj0"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 194px;" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRoNA7xoprpqM-jmABn8UYmzyMVhFb24SeS10Lt_skxxe9M_Kj0" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lagu Moon dari Bjork menjelaskan kelahiran ulang dari setiap siklus hidup yang ditampilkan oleh bulan. Tak perlu diragukan bahwa video klip Moon itu memang memuat gambar bulan, dari sabit, separuh, hingga penuh. Siklus bulan itu merupakan simbol dari kelahiran secara emosional. Seperti sepenggal lirik lagu di atas bahwa cara memulai sesuatu yang baru diawali dengan kegagalan mencinta, memberi, dan membuat suatu aliran hidup yang mengarah dalam kehendak. Ketika semua kegagalan itu tiba atau menguak dalam kehidupan, ada satu jalan yang mesti ditempuh, yaitu melihat keseluruhan dari setiap kejadian. Hingga pada akhirnya kita semua tertuju pada sebuah lubang kebaruan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ikut tersenyum membacanya, lagu Bjork ini seperti mengungkap teori psikologi yang lagi panas-panasnya di dunia per-psikologi-an, yaitu resiliensi, suatu upaya seorang individu untuk kembali pada kondisi awal sebelum terjadinya berbagai malapetaka. Kemampuan seseorang untuk resiliensi-menurut saya pribadi, tanpa menggunakan pemahaman resiliensi betulan-adalah murni dari energi yang kita pinjam dari-Nya. Orang-barang kali-pernah menemukan kehidupannya akan segera berakhir dalam kematian dan penyesalan, tapi sebetulnya itu adalah awal dari segalanya. Awal dari kehidupannya, seolah-olah dilahirkan kembali, menjadi sosok yang lebih kuat dan mampu “menantang” berbagai hambatan yang akan tiba pada dirinya di masa yang akan datang. Orang akan semakin siap dengan berbagai “kejutan” yang tiba pada dirinya di suatu hari nanti. Semakin orang tersebut memiliki karakter untuk berjuang menggapai mimpi-mimpinya. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;All birthed and happy*&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hingga saya berharap, baik untuk saya pribadi dan untuk semua orang lainnya, agar mampu untuk merasakan fase itu, seperti dilahirkan kembali, untuk kemudian berbahagia dengan kebaruannya, untuk mampu melihat keseluruhan kejadian yang menimpa, menjadi sebuah lubang kebahagiaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Lirik Moon karya Bjork, diambil dari album Biophilia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-7933144277112139072?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/7933144277112139072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/12/mencatat-bulan-sebagai-kebaruan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/7933144277112139072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/7933144277112139072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/12/mencatat-bulan-sebagai-kebaruan.html' title='Mencatat Bulan Sebagai Kebaruan'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-5565506151862466141</id><published>2011-12-28T07:19:00.001-08:00</published><updated>2011-12-28T07:31:29.757-08:00</updated><title type='text'>Kebaruan</title><content type='html'>&lt;a href="data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBhQSERUUExQVFBUUGRgWFhgVGBgVGBoYFxcXFxYaGBccHSYeFxokGhUcHy8gIycqLCwsFR8xNTAqNSYrLCkBCQoKDgwOGg8PGiwkHyUsLCwvKSwsLCwsLCwsLCwsKSwsLCwpLCwsKSwpKSwpLCwsLCwsLCksKSwsLCwsLCwsLP/AABEIAMkA+wMBIgACEQEDEQH/xAAcAAACAgMBAQAAAAAAAAAAAAAFBgQHAQIDAAj/xABKEAACAQIDAwcHCgUBBwQDAAABAhEAAwQSIQUxQQYTIlFhcYEHIzKRobHRFTNCUlNzk7LB8BRicoKSwiQ0Q2Oi4fEWJaPSg8PT/8QAGgEAAgMBAQAAAAAAAAAAAAAAAwQAAQIFBv/EACoRAAICAQQBBAEFAAMAAAAAAAABAhEDBBIhMUETIjJRcRQjM2GBBULw/9oADAMBAAIRAxEAPwCqdrbVvC/dAvXQOcuR5x/rntqL8rXvtrv4j/GvbW/3i995c/OaigVmyEo7WvfbXfxH+Na/K9/7a7+I/wAa4Za1IqWQk/K9/wC2u/iP8az8r3/trv4j/GodZqEJfyve+2u/iP8AGsja1/7a7+I/xqFR3YGxLdwc7iHKWQYgGGuEcFMQAOLa9gqm6VlpXwQBtO/MC9eJO4C45/WvPtPEAwbt4HqLuD6pp3w3Ki1Z6GGtraA4qCGJ/mY9I+JqT8tLj1NrE9MQcraF0P1lY6giJiQCBHGg+vXgKsV+Svhte99td/Ef41n5WvfbXfxH+NFcTyKvI1waZLaNc5yHFsooJDZspVS0ZQpIOZgKX6KnfKBVRK+Vr32138R/jXvlW99td/Ef41Fis1ZRJ+Vr32138R/jXvla99td/Ef41FIrFXZCX8rX/trv4j/GsfK9/wC2u/iP8ai16KhCV8r3vtrv4j/GvfK977a7+I/xqJXqhCX8r3/trv4j/GtztS/Hz138R/jUbC4VrjqiCWchVHWzGAPXVuYLDYbZyBEQNcWBcvlQzMx4JM82kgxliQJJoeTIodm4Qc2VV8rX/trv4j/GsfK9/wC2u/iP8atHFbfsXpF+3bvHgXtqdOPSy5lPaDSZyt5O27ai/h5FonKySWyMZIyk65TEa6gjeZFYhnUnVUalicegD8r3/trv4j/GsfK9/wC2u/iP8ai16jgiV8r3/trv4j/GvfLF/wC2u/iP8aigVtAFSyEkbVv/AG138R/jWPli/wDbXfxH+NRi9aGoQmfLF/7a7+I/xrQ7Zv8A2138R/jUatDVogS2t8/e+9ufnNRalbW+fu/e3PzmotZIZrUis16qIaxWIrevFashqK7/AMQcqidwIjvM0xckfJ/fx3THmsOvp3nBj+lB/wAR+wadZFduVXJjD4d0tW7jscnTzjUvvIVQo6K+iTxM1lyj0aSfYq270GjeyrJJDMSo36Alj/SvE9pIHbWmztmhgWGkfScSZ7E3Dvpg2FhoZTEmZltfX8KWzZIpcD2m0spyV9HXlx0cDYRXf50l0DSk82pXOeNweAEmBvJr+Ktvyg7XsfwlyyyZWuFDa6My9o25ac2gyu6yVG+qnrenk3DkFq4qOVpGsV6s1iKNYoYivRWSKxVkPZaxW4rxWashzNYrJWvRV2QcNlbbykYizg8LbNkZOcIxEFipXSLoXPBmYkbwd1ScbyjNxQbto2x9ayecWSN+Rzm4D6ekVK5Acn7jYV7s5Vu3VVZiCtsHnCCQcpl1UHsYUW2lyUBUhd53xumubnzxjPbJHY02keTHuQkHC5tbbi4OJQywH81sw6jtiO2uWJx7ixcRj0WyjskMD7Io1iuTgVWJtsMgnPqAG0gKRvbXdrQcXS55q5ba6GIAcLF4ESFgj5wanotPYRR8bjPlCmfBPClu8i/FbKk1tzY65HvE76wzU1YkYduqtKzlr1WQxWDWTXoqEMVoa3rQ1aIEtq/P3vvLn5zUWpW1fn733lz85qNFZIYr1ZinjklyXW2lvF4pcwdv9nsnTPl1Ny4Y0tjgPpGOG/EpKKtm4xcuEHPJ55J0uIuK2gCto627UlCwMQ1wiCqmRCiCZ1gb3p8FgMMJsYLDAgaM1sHdrxk7hvmgt3ajPhSGUAljcbtliNTxjKPVQK7ttg4BPRcNm0mAqkz3jf66TeaUuhyOGKXIe2rt+5dHSY9FlaJgQt0bhu4UmcqNhIcTcIYgFs68eifqnvJmj+FIIDAgoVBUjUEacffTDyl2CrP6JGYn0dCCSd3qpdOSdjK2ppNcFd4bAAwNYXro/svZq84vSgkiY4fA112fgQjedVYNlrqBzBJBEEKNCMqmdTBYaa0r+UM3bF+bVxls3JyqDBRgqG5bJGp0uKQepwKuGN5OGw2bUrF8eSD5TMOlvaD2kMi2ltT0s/SyAn+kiQCOte2lass0mSSSeJ1PiaxXSiqSRxZScpbmYIrFbVuFqzJyivZa6pbzEKvSJMADUkncABqTTbs/yV464uZkSwP+c8HuKIHZT/UBUcku2XTE2K8KZtp8gcXZzdBbwUSTYcXSB1m2IuBf5ikdtLhWomn0VRrv31qyRWxWtlerINfIbaLNOHZyQOlaRmcAEZ3crlOUEaN0hrFPpxsLrJO7tPhwqn8Di7lh1u2yUYTlMSDIhhqIMgkEdtWbyYxJv4XnLxUszuCSMoAUjQBeOWTFc3WYHKW9Hb/4/Wxxw2Ss2Nk3myEgrrA7fjQXb2AbC3cMVOUl3YEDUZFUAz/dRywgPTQhlDFTH0WUSwIB0016iJjcax5SRFrBT6QF7Md+rLY49kx4Gl9OpLJT+mOa7LCWJOPNkjDHB4wHn8NYP1nVOacnMwkNbykeiNe3WaH7S8kmGcE4a+6NuyPlugEiYJGVl013ExwNL2B241iSoUlkUKW1yszMZ6txnWuWH2vingWbWZSIDXAxBJM84dYzlulm37uoV0Y715ODJQfgXtt7CvYS7zd9CrbxxVhuzKw0YSDu7t9D6fr2Eu3wMPjL1trjKzWeL23ALMSfqMFIaewjdSPisK1t2RwVZSVIO+RvpmErF5w28nCtTW5FeitmDQVo1dSK5NVogT2t8/d+8ufnNRRUnavz977y5+c1GFZZaCXJ3AC9iERhKiXcD6ltS7+sLH91XBibAbDW7Vwl2W2mZgS3TKgwp+qNFHYopD8m2AzHE3CPRtraX+q82sf2ow/uqzThs0EeiAAe8afpSGplctqHtPH22AnTKCnDLk8Yn2mlq883lHUCT4imLazGGI06U+32UrWCTeczEAwe5VP77qFDyw2TwhjwOxEw4OQCXgkCco4gAbg3W0dlWMGDoikBi4UwZIAgEk/vjSDycvm5hrZb00JR560MA+KlT408bEUm2XO8JkXsVRA8Swn1Vm3uplOqE3bN9V2lCDSzgSyqSYlmd2BHapGnYKEcssKHwGJMa2sRacH6oCrh2A7CCv8AiKl3H53auIbf0Vtr3c0AR7a12sM2C2ivWrMOPoXUf/R7KMnU40DauDKmAr0Vk14U8JUFuSvJm7j8StiyBLasxnKiD0maOA6uJIHHS/uT3ki2dhgM9v8AiLiwS945hPZbnIu7TQntoB5PtnHZ+BRgFF7FKLzlh0gpKlEngottn72an9sYxRQN9yCxGoC8TPHo++lJaqKk4oKsUqsFYzK10YfDqlq2PTNtRbmNWnKBKjTTiTrpRSwbNsAKoPCSJMfoOwQKQ9p7f5lyBvuKvWIUtJ4cYipmA28HGmh6mmlvVb9zGPTXQ3Y/DWb65XQAzKsvRdW+srDUN2ik4cgcFfvNh8VZXnXBuWcRamy91fpZwvQNxZ16MHfEzRIbT7q1xeOzC2w9OzcV136agP1aFSw/urUdRtdlPDapFbcufIzfwaNew7fxFhdW0i6g7QNHA6x6uNVqRX1+uO9CSIcFddx0kf8ASD3xXzX5TOTgwe0LiIItXIvWhwCXJOUdisGXuUU9DLGfQpKLj2R+Ru1gtwWLvStXTlytqoc7jB013Hwps2/lwi20srktxcfKCY5wvaXeTO5j4VWVtiDI0O8d43U+bcxbYjBYfEvAlnVwB1yJHVJte0VjJH3JhccuGjt5NGnHXLdxQyvZU5SPppbDq3YdWEj65o55UB/s1m5G66wnUaPbcn22wfCljkxiTbxhuDeotjulGHqnTxp08pjC7grbDVRetsI6mtXQRu7YoE3+6mMQ/jZT1/FMZJOoKjuAUhfZUzCYgsJdwz/QDuqoo+sJMT1aVFvCbgWPqCBoTE+34UfsW8qhrS3HJ1+i+UdhKz3STEU02khVJtkrYlmLgNxEa8VJzpcLMFIYFn3qBB4b6zyv2Eblj+JCnOkB98snBu0r19U9VEdkgICvNlGfVi7Z7jdrECF7AO2oOO5bOx5mwA5Byl7mqxuI03jhJFBi5OVoLJJRpiAKzFEdsbLey0umQPqMpDJ/MFYEgweE6TQ6mxRprs1rk2+u0VxffWkUEtq/P3vvLn5zUapW1Pn733lz85qLFUWWt5NsKEwQcjW7fZ+8WlCr4Zg1H22mbanSZHXoDuHjUXYWE5rDYe36JWwGI/nukOT/APIa3xIgAaTwn399crI7m2dPGqigZtJwLLE7srE8OB/Wlzk+uYkn6Uj1mPdRHlZeYYcZRIYwzcBO4eJFceTdoDuEfqTW4qoNkfMqDnJm8Bdv2iYlbd5Rv1Hm3IHcE9Ypx2ptkWMC7zGRbhEwCxC3CoXXWCFJqu8Piuax1u99HPzDf03BHqDQfCpXlC20tuzcst6TJlTrl21J7grDxqKNzRmTpMH+T7FNevs51LXI9SiKJ2nN7DYkqJD2sQDH0ZRyKieSe0Bbz9Vxj6orjsXZeIwti81zKLYtXgwzSTNp4IjtPsrU0t7r7RUH7OforqaN8i9kDE4/DWmEq11S4/kXp3J7MqH10EAqyPI1shjdv4nLK2rfNL2vcKlgO60rH+4ddN5JbIuQkluaQ2bZ5Qk32YMVayWA3wSrlJHjII6nFHLO3gyi5bgkMLYUgglbZ89oN4OgpG2/aLsc0q13MwYxD7yrqSAoaAFdDAYCVM6UQ5EbS83F2JN28OjwYraYweM5ZB7TXDlHjemdelxEG8rrmfm7icFy94BYr/0sP8WoRh9vRGYAkfSXQnvFEtrYtucRAcynnEIMw2WWWBwbWBQx9ghxmtNAMyrQCDrIB9E+B8KaxtbE2ByRd8BBOUxO4k9hG6mTYCXHh7hIQsGJjSFIndqT2Up7O2WF6Ta5VLwOmSqgkkRvEKTM8KduT+1f4iwebBtoEUIYJaW+kQvZrpQ8zVXE3jTGDA7WQW21yojfT1OTRgd/UYnhNJ/lb2aMZhBiFWLuEJzqNZs3NCw7FYBuwFqcsBycsOxu5xeXVXhglvRtc66sWEazHdUvF3rCERdsWwNIzLGXdGUbxW8G/G9z6MTWPJcUnf8A7wUFgORfPbObE2s9y+Hnm1iBZUlXMQWd5g6blE60b2dguc2QuhJTO6jjKXmJH+OYVZGwtn4HDNdOEdybj5wqmURo3W7Z0A9bbhMAV7b/ACTOKtXOYZLN24GDqSVUszBi4MSpJkMOMmmZZVJ7b8gvScOaa4KLxu0zh8XmAkZVDDdIgbu3tp4xe20v7JOVpyXbfYRJBAPaNahcqfJTfS9N69Zt5wSsZ30Bg/RAHdrvrTBcjhatXra4nPzqrmAQLBRsykEvv1Ya8GouTZxfYPG5q0uhEs3y1xTqSWkASToSRu76YtnYrI2S+Tbn0LgnJPUwiR41KPJ+zbRTbyllbVrsOrNwVuCAxAMR19dTMThwUKKCoIDrbu9NVYyCnS1CFhlieichBiauU4yMxg4smYnCG1ad4U9EmVIOYwYg8QTS1siEMJhg/Ali2sdcGOHVUvD4pmsZFUqVcIEzM2XXMV11gFd3bU3Ch95DJp6Osbt4ofxTQR+5phDFWRirHNXEFsRK5dcjDc/b29Ymq0x+Cezca3cEMhgj9QeII1B7as7C3SYLTHqqFyx2F/EWucTW7aU8NWQale0iSR2SOqrxZKe0zlx7laK1Ncn312Irjc306hMJbUHn733tz85qVyZ2V/E4uzZ4XHAb+gdJ/wDpB9VRtqDz97725+c04eSnBeevXyNLVvIP6ru/X7tX/wAqHOW2LYSC3SSHnEXQ15wPpgtHUAw+IqNiepo0GmlD8Hiy2MLEkko679ANCO8ytEcWxzaka7uuuW0dRAbbyAYW4p6lI7wwI/fbUTYluFPq+FddrHnEdSIgZgOPROb3A+yumw1lR2mfVW7qJirkccfgs9u4k6ktHeDp7qWPKHi+dvYe5xfDW2PeWuZvbTpiFjXiCTSHy0I5y0vBbZHgb11h+aj6d3IDqOIjj5OLuTBsernD6jp7qlcoMQwwl8tu5t1XXi+VN391cORNk/JpAgFi4k9QYj3mK9y0crgrgJmSi9/nFPuSgvnN/oSP8X+FZfv9+FXjyUwv8NsWyBkFy8ty8c7EfPEhIA39BUqjm3eB91fQT4G2bdpbijKBY5sorqfmlUq7HosN5Ebjwomtm1jpeRfTr32wDtXEgpkOVxbSDALaHeDOkaHfQTkxeGS5BHRuWyCOrIVPfwHgKKcqsGlhGcc4+ZgFUvbggLmhoXNl07N9LmwrbIx4c6G1Ggn0lAB4DKaQhH9tnSfyR22jtALi7StA6UtruDvB17qkWNqCy/MMGUspOYhcqqoIYkE8FQ6dgnfQLlHhVbE5pgFEbTrgn4Hxpp2nskXr2FMZlul3dd+4Wn1HEdIg9rDSmkoqK/AvJtyZOv4lVtSVKrdHNqIjLbURBjTjqNd5qTyDvxaIJgFbQMb+jbJP6euk3lpis99gDpb82IkaqTn7+mWA3aAdVFvJ/tIKOMjMBE6nQAeqNewUDNB+nYTHNOW0im4zYm7nZkS6WYDNCtlZk1BMZ5QgzM6USwuCslV5y46nMVY9Eru0IHDSJJ6qhbbebVlpUedxEltwJ/hnyk8NWP8AlUZbrvnAQguA0tDjMoMwVMcPZVzVpNBoZppNJsPWdk4dbjJiMYtkCDaJYZHHSzFWPQ00GmszS3snyguzpbl0Fx0WcwZVlgAYKiPA9dY5TXrowgYNNtmVQLiWnzF0dnZJUtZgpGkSWoTgOSC3MFcxRvMCi3CEVAdUMCWzSBxmJpvFhxuKkxTLqc25pMuDyxqxSwwXKVe4ssYU5lDRI3Tk0qocW2JOhBKjdlKsvr30w8tvKuuOwi4cYdlZchLtcUwyCCQoXWdRqRvqt7mJ6tO7SmFjbdiO+o0MQ2y6gh7TFSIIIIHeIFcDtQMmXVSs82TwmNDPdQIYxuBae87q7YXpETrrrr41t40uTO99Bm1ti7mBUCIGfLMmFA75A48eNHMI9xukzEAcW1y8RmGkkiQBvM8KxsrB5gGQax9GJ6u5THE1Ju4S6SM40G7f+pJntO+l5STGYxYTw20QQATPUY0b2mD2VJsXdZnd+/1oZh7Iy9o3gbp69ONdnulRI4b+7dQa+gomctNiCxfzIPNXpZI3A/TXsgmY6mFLFzfVo7Xw4xNk2j6RMoeGdQcvrHR/uqsbgIJ+FPYp7lyJZYU7CO0vn7v3tz85q0eSWCFjZts7jezXmJ/mOW3/ANCA/wB1VftMeevfeXfztFXW2ypSzbMhbVtFIiPm0Cx7KBqZe2g2mj7rAmHTKmdEa4RqdIzSCIWe+fCted5xcwOUjeCJ16oojjXy5QvBlmBPGI9tQLiNbcOCSu4ggiOuk07Hej17Z63QHXRhoeGh0MiovJ/0B6v1oyLCqS6mREkEzOtB9nPkVgAPTIHdmb3Vq7VEryTcWu+q45WmcVH1UUeuW/1VZF4yoI4mNaq7b18Pi7rcM7AR1L0R7FHrpjTL3Ni+p+KRYvJE/wDttsfzPPjeahnlBvEWLa/Wuk/4pPvf2UV5Mnm8JZtn0pua7/pt/qigvlDMW7CzMPd/JaoUOc1/k3JVioRnGh7j7q+lMEHNrm+jAKMmfgQimIK9e4rO/Wvmx9x7j7q+k9ljPajWWt2X0mMwRdTrGvdVa34xA6ddi2Ng87eZSxe6/OFiNQgXOZzNMzCgbtDwpVebDhH1FsEq8ZQZMCAZgxI040+HZqvddGzgNwtuy5i2UsC25UGWDpruHVS7t/Y6LJa5zhXoqiKTkgzA01Gu9opGD8D98iRtoximEyAtsDifQXr76szZE2tlLfGUm3hmuLPSOZEYhcsyYO8zEzO6qv2o03DcYCDlBGmgAyzoezhVrY9wnJ5tWQHCW10GvSCqNDoFYtB65JrouNqKYnOXLaKcxO0iwhUJA4kjiesT66Kch8cRcuiRIU3BHWoMj3UvXGDMYkz3sfgBUzk/iuaxVsnQGUPD0xl98UXJBODiDhNqaY97fKphVB1W5cuAaaHzKlo7YUa9lcdjbMl0a5JUMVmSI0lZAjonT2VG5Xs1sbPSCc737sdlxrdpQOuMrevtp72DgFKpcES2aARoynLvk6EGufluMI/2O4mm5CPyn2QUwFwsrRKsJzAhxfVRqZno3H9lZ2DZ/wDZ3ncyYk+xh71pg8ql3Ls6BID3FgdU3M0md3ox40tbNuFdiueGS+O6bjL/AKqYwtvEvyLZf5P8K8Y1HepBqM9dKIgaTFFtn4d/nLQBj0gaFqs0Q2ZjGsvmG46MJ3jq76uXRcexx2Q63RmynNucDQhuox76LWrUbiw7CSffQnAhXi9YdUuH6JIhgN6uN/GJ3iaMW72YaqUYb1OsdxG8Vz598D8OjXLBkaddYVhMfvxrN3EcNKEbY2ytgH68dFevtPUBv7aqKcnRJNJWyHyg22bM2rZh9DmG9BHsb/tSXcfU1IuXCxLMZJ1J6z11FubzXQxx28CM5OTDOPaL9w9V1z6rhP6U/wCz/Kajkm7byXGJJIJKkk9utIW0R56795c/O1RwKFkgpdhMc3DotO9trnQ3NjUjQ6cRvoXhdvYq+12LIPNsiMJLdJ82QTpqcppKwm1b9oqLTlQTu3Azw7KeeTPKpWKC4uS42JwzHLqGC51l/qlWZd51kRxpd4tq4Q5jyKb5O1jG3mU+bRVUBmJL6KWyyd3GuuIwVy0zW7oi4pYtlBC7zDL/ACsNR2UcuXENu6hyrnt37LCDwxJtAnUzq/DrrlgdnlFCrzjLuzXmLuV1yqs7kHAUspJfkaypJ+1cA18SFQuTAtgvumQgLHTrMR4iqw2fZL3kniwY+rM0+qnnlztJbWHa1qr3DlKkRCghmPcdB40o7AuL/EWuMkjdr6JjSm8KqDYhnknNRHrZu2LVpSrOEKQGzSACxZ/Sg/WFL3L3HpcewLbIyqjnzbBhmZ9ZMkz0B1VG2ziglkWIButcN2+3U30bYPUOPbQLLUx40nuLzy/6I55J0/es19I8gw+JwNi+4S3ntFMgDEAIxRSCWnVUBj+avnMdfVr6q+lfJfY5vZ9tNZULoZ42rZOnVM0ScYzajIXjuinJC9yhdrd25ZVl5x3XRCQ3NC3LN1g7xofpaVCXAqVywR69/ZOo8ZrTypWrabVwTBZe5auK/E5ZItmOyXj+nsolYsgjea5mbH6ckkP4pucbYi7SwJUOOoGdeEHf76c+WRW1sYpJJyYW30QBPStlWfj6Kej/AN6A8srWW27ADNDancNNfCnXlFg0xWBewLiFmUNZzMBJQhrbqTvkgCeGftmj4pNpNg8qSKQwGELXNdw/Z+FGsZyWF4gL0bhjLHXICyOG/f2VJ2DhbbGFcMQNRGVwQYMqd/epI0qx9jbAt5MzqQTMTI04Hr1rOTM1Lg1GC2lb+UTGgHZhIKtaszcXirriIuDvz23HhVicjb5v2kZLThMo6TlEzTBBAEtuqsfKvjQ2ONsAg2ZGbdm5zLd07BnPi1WvyLxIXB4YDUczZjTcebWRuHGjZYKUIuQHHKSckhc8sGHa3gIynKbtpcwIIJ6bcYaeieHCk/Z0/Il7d/xAO7nLZPtJp+8tLA7M64v2TERA84J9ZjxpDspl2GxB9JW0144jXTdWoxUYJL7M7m5NsQWFR3UyYqSa2tWS5CqJJ6hO4ST3AAnuFOrgVqzglqBrWQtbvcHCuQk6VOy6DmxbXRYlM6npMInQaAg71Ou/30UsvaAlbrqBplaCVPVv9lNvk72GP4RHOpu746g7KF9YJ8RTJd2YrEkLatgb7rIuc9ikiQB1yKSnNbhyMLiVtbxTOQB3SRHqHXSfj72a67cCxju+FWbyvvJZsXWtIV0yi4ylSzNp0AdSIlsxj0d1VUaPh6sDm44MGuFzfUg1HubzTCF2GdofPXfvLn52rhXbaR89d+8ufnao81hmgtsnDyrFhKk5fECZnxorbwYBOqnWUcxn0MgEiOkDuIrng1yWLaj0mBYiY39Lj2EequL3wmrQveQfdQHbGFSOPKHFOXQG475c7AsdzXGzMc2+SxJMzvqGnKzGJIS/cjtIOh7xWNoIwILGfqsNzKZOnqihjGPCR6t1EilXIOTd2bYnGPdfPcdmYxLMcx03b+AqRYvMjK6npIwKsOsdlREbXWpVlZrUga7s7X2Jdi28kkntJJNc6n7PsB8QqlDcDH0Q2TN0TAzwcgmNeyimLxuBX0MIWJ3Z71+B3kOJoTmlwHjjlLkXx+/366srYvLVryNYv/OX7aAEov0soLZmEBcgLydBE6UkW9sWRvwOHP8Afi//AO9O2Ew1vmbV04Wzbu3VuFj5wg23VkUAc4ZBtk7530vqZQpbkNaaMraVP8g7lXtxDtLDsLf+727di4NFVic4lCsgLlvZge4VYWy1BWNTA47/ABjT1UnW8Bhw6u2GVmTJl85dAGQALAzRplG+d1G8Hthbe62xOg9OdIkgmNT29tKZMsGlQwtPkTfAI8pN2MI0aS6pw3EM3q6FZ8sl9rdzBZCUdLd1gVMMsm2pgjduI018K58uG523ZVZ87esjxdWBHbqa5+XC9ONsp9SzMf13bh3cPRHfPCm9Ovan+RHPalRz8ndsOwdwG5sAdIdIGOjDR0l3wN69caVYN7aTNuJC6j28dNRVfcj7vNWE19NQ3iZpvsX/ADenEaUtk+bGI/FCPyi5Jc7i8TiL11LFg3BlaA7MSiGFWQNJgkneCNYo7sHaNi3bW2qm6i9FXcqSQEGvGNeFDvKR0sJhsisc1265hWO6RJgdbb6SdnYXGFfMpfyKdSivlUnTUxA3eFH2SzQTsqGWGGbW2yxOU+07F7Dc3iHayjPbK83vbKpaDmEZekDumQKiYXB4VsA1q22J5pgRzxW040uZtVlYUNpoRvpXxXIbGcybpW45BtjJkus8XAcrKCoLAZMpgaaRPBnwOw8QuxnU4e8GKXRlNp83SukjSJ3Hqoig4xSUvIKeWM5t7a/0rzbex3w102214qwBAZdwMHdu3cKn7Esi3hcTiDvZTh7e7e8G8R2830f7zUzljhbqWsJzyOjG19MEMYW2ZIOvpTpQkPNhFJ6ILyOGYtMnwj1CmIybjbASglKkCcnXWc/AVKxOEINc7OFzNHurdgmmWr5OdqEYBFI9B3AJ6s+b/UadecDakBuoNuGtInI+yFwxUfRY+4GnXAXDCkHWNx3Hsrnz5kx+HCEbyl4a4cNcd2zBblvJlAVVnMDAnjNVTV3+VRQNmudZa5aHjmJ/SqRy05g+Ipn+Rgio9zeak1Gu7zTCAMLbSPn7v3lz87VxsWs7Ko+kQvrIHumuu0z56795c/Oa22OPP2/6gfVJ/SsM0uxixt9SYQEAaHcBpoIH/eoVrBMWzIcvWdI8RuNMF7CWzBKkHsMAwKAbcx+VebXo5t4HV20tF3whmSS5YNx+KzHKCCq6DKuUEneY6qHOekR1wRXQGtL6aA9W+mY8C0nfJ1sqOqu9rQ6LoeBPurlhBIPXvoilqBNYZqJthgOckaRbzds+j+tcsdbjL3T7da74MSzfdqPWwP6Vti7Jd0RRmY5UUDiWOgHaSYoEn76Hscf2yEtvSevf64qwtkpGFwwP2U/5uzD2ECkF7eWRuPHwqxcKmW3ZX6tm0PHmxNKap+1fkb0i9zOwSuloDXrk/kWtVrW02p7S/vy/6aQZ0DOKsC5isBb4NirZ3SItqW1HV/5pf8r2Jz7UuD6luyn/AEc4e0jznHXfThs7DztPBjTo8/c6vRsASO4v6gT2VXPlAxGbaeLP/OZd0egFTd/bv47+NdjTfBHn9S/3GHuT92cNb/pEf29E+0E+NN+CAWxnbSAIpS5NWv8AZbfcD/kxpsx65cPHUB64/wC9I5X73+RqHxQW5P3rqYO04sku6gtle4kgk5T1gZAp7Sa3xu0b0TzeIBAk5cRdECejIJMmNSPDhQnB37q2184k5FBleORSNREzPrHZU3+Ou7ptnU6dIbxOkPE6VndXRTh9mLOM51RnOLtHNeE27xUjK+TpHUEMQ0GPoia4HDZtf4jawzcP4hDHoj6nbu7DUjAbSuIGm2GzEtAcgDMQVUBkP0LgnXUhqlnHtcUhrJ6SwekuuhHUIM8Ruram0+zLgm+ip/KXfYXRZN69eS2cyc8VLAPbQvqImSQZjWlrAjMhHafaB8KYvKxfzY/MfpW0PsPZ3DvFL2xRJK9x/N8K6WPnGmKT/ko3sHMCp3iumz8JD69p9WsV7GYc27itGhqXh2l8w/lPtq0yUNHk9xpuWrhOnnDp1DImlPeCtREQQevcfD9arzya3My340m7mHc66e6rCw7xGkbteG+lsiqbDwdxBXlDwQvbOvqJBtgXgD/yzLD/AALeIFUWRX0ByjbPh8QvXZvDv821fP00zhdxAZ1TMVGu7zUo1FvekaYQswntL5+795c/OaIcmMFnuM/C0s+LHKB6pPhQ7anz977y5+dqJcnNqC0txSPSKNm6gJBB9dYn0zcO+RhxmICqSY3afvwpKv387Fjx3d1G9qu96EtgleJjTundQzaOyWshSdQ2ncd/u91YxpIJktkOakYNhJB3NpUUVsiyQBRKBWTTZyvG7Wu4vax1Cu4Qs2S6rwpCq4yB1mDldJgjXvrm+FCmOcQE7s0jQjTcDpQ/IRLySNlpJuz/AMsD1Of0rXGL0yBpBMRM6HQz3ipOyLbNbu3AJVLlsMZA4FVgHUmTw8YrjeIW7dBEnMw38MxJ14GNPGlp/NnRxfxoi3CQD2iP1qyLqZSB9UBfUAP0pExNsPdGkKzAAdSloA7491P+IM3HP8x95pTUu0hzTxpswnCueGeQO733Gb9a77uFRsAkovaF9xNKMbGHkz0tq2hrKYW5cO6POXraQR3W57IPVFU1ykxPOYzEP9a/dO8n/iNGp13VbnIpp25iR9nh7aDxdHPcZO7x4VS+OuFrrsTJZ3JJ1JJYmSeO+u3gVRS/pHmczubf9lhcmFnC2u5PYW+FN22Gy4d23lQx8QDA93rpW5I2j/DYfdqB73j30w8r7xXB3Gg6AzHCIrmT5ytf2Px+P+CzhNrebULiWXo7jcZd0RKkZdwHtqX8r3YEYhW3gZjYcdLozqJ0GtVpZ2pcUZQZHaAeHCt/l1/qof7T+hp79KL/AKheSzV23enMptmellKrIkAwSjDdlieyug5Q3F0YWssFTOcaaqSZfX0pI41V428/1U9T/wD3pk2RlbBXLzAc4vOhd8DLbBUwZEyaHPTUEjni2RfKHiA9+2w1zW5Pi5I7dxoRycuRfE8QfYQfjQ6/dZmzMxLdZ7NB3aV32Tdy3kPbHr0p2MNsNolKe6djrtrBB7cgaigGyAWF1B6eRgn9UGPaI8aaVcEFTS3ZtG1iCRoZlfAzQoMPkXKYT8mD63x90R/8g/UVZbY5BlU/SIE8BrxqteSA5vHYpBoIkdnnAR7H9lHdpZ71xVRgrAzJBIkA6GO+sZfmax/Ebcfs3zbQwgo+vZkavnldw7h7quS9t25bwOJF2M6WnyldxzLkHtYVTRoun6YLUdo2qLd3mpE1Hu7zTSFWENrPF+995c/Oan8nsMr5s7Bc3RWQZJALGPUB/dVrYrkRYNxzzY1Zjv6yT7zSrj9jOt66mHuc2FnRCGU2jEMTPQbOSpBjWlJZ7VVQ1HEk7uxbGKfCXArTkcZvaVPdBBqZyixK3MNKkaMreGq6f5Cid3Yo5rLik6RzKN5m4R0HQoZJ654AzUrk1yZtXbID22W5b6LhlIneysNDIKx/iaz6ipM3sbbRW3OCsi521bh5B2eI9ke8V5PJ7ZJHQB1A9EHea3+oj9A/Qf2IWDthrec72bNMCBOg8ZFFUum28TlnUaxlYjMR3z69DxqFiL1johb4tlZ6LIcgkzlzW+mDx1BHdRHZmKEZGtreEQcrlwy8AyNrOhgggjN2ViTfyCKKraCbm0lsvetlMym4WBDQQWA145tOuPGsWsdZbeWSAQCVDdZEkGeobuFNVrkKM7JetqqKA1q7mBVkaItltJZNR1wBUh/J1Y/YPxrMpY7CR3pVf+ATYG0rSXVbPaI9E59OixE5cwHSEHXfrTth3tXWItMoJJgF0PduJpePk4sRp7j8a1Pk4tdfv+NLzx45u7YxjzTiukN17Yl0KTlJgHdB4dlDsFaC5Z0CxJPAKuvspU2rs0YLJkuuGuE5QLjrAUSWIDSVG7tOnCpOzOUNwvzNxnc3hkW4GiDclRmWYPpb+zcaFLTOriw0dV4kMXIDatp9vYg27ist2wuVlOhNsWMwEjXcf8e+qr23hjaxN5G0KXbikEAHR2G4aDuGlWHyd5JnB4m3ftuZSQQxmUIhl1mJFS+XvIJMTiDi7TQuICkwQBzgAU7vrBcxn6U10IZYLg5MsUmY5G4rDthLKc9a5xVWVzAMpkkggwTv4A99F+WeBZsBdy7sjGY+qrMRPhVdXuTtrDMbV12JaGEDMRJIBmYA0nr3aV2x/I4EWxauXRmBEHKC2u+FYwN41Antpb04Oe+xvlQrz+RLmsEU0N5Orv1vZ/2rU+Ty/wBY8f8AxTyzQ+xL0p/QsCnrkzYLbOvLHpc+R4Wx8KFNyAv8Avix9xSuqckMeqZFeE16IuOF136ZY1rM5xkuy4QlF9Co5ryXIIPUQaYDyHxPEL4N8QK0PIfEanowN+un70onqQ+zHpy+hnJz2ww3wDUDDKLsBtGAJBmOys4bHCwot3GUMvRYTuK/+aj2ts2ZGXMx0jIs+EnSl6GWyXsjTamIH8kermqcuTllW86QSJYCdxHXu176SED/AMVexKqQtxSiajS4y2wuoPX0p4ATRzkVh2sPlYs1sBhEXWkq8MmVTKPx0DeiYmCKmRJ8kg6VDBt8C7au28vRNu4DA3dBiD4EA1RgNXdtPb9okYcZrXPg2w1wegW6IzAgMU13iCOIpT5Q+SM2bLPYxSYh7Szdt5cjRpJQhmDATOsGPVW8DSTsHnTbVFeGuFzfRJtj3/s2qO+yrs/Nt6qYUl9i+yX0fRNzEPnP9R4dR0pC/wDRF9LwuWzb0bMdZb0p1UgK411Db+BqxR84f6m99ccXuH9Vc3c0x9ITjax6roLe7eiWie45rhG7SK6nH47mwvN3pGYBl/hLWjCIkOdB3U9bP/SomO/Ws7uOjTbBtnaVwgEowMAmCraxrqGA315touD6LDwHxrfCei39Qoi3zY8KymUV3iOQSOpEvJnXmpI4D6da7J8nZtsCLrSJmbbwddOiJAMd9Po9I/vjRjB7v31UT1JJVZNq7EL/ANKYoaLiVK/UZQqngJU2WHDqqQ1jaCO7eZu5oADuxggncq27caHqI0HVTu28V5/TPd+pqRd+DJXV/aO0QY/hcO3c1we8161tvGfSwK96XR7j7pqxMb6FAL/CpKdeERQsqXH8nMbfuG5iLd12IiQ1uBG4AZuioGkCiGxNi4hHV7qXALZQqBkOYKZicwjSeurVwXo1wx/H98Kt6iTXRFiSBVva8jW1eH+P/wBqm4Pb/NkjIXtv6SN4+jwFYTcKnYXhQN7CbEAdp8ncBirvOi/icO5CqRlDLouggqfqmdd5re/yZwjZZxlyEHRJtLIgZwQd4OvCNaa7P6/Gt7P79VE9R0Z9NJ8AizbwyJBxD3CJ6RR5MGOE99Qtpbbw6iLa33OsHmnI8eiIplvbz4++ljaXpHx/Ssby9hywnKC2QuaxckzmkZBv0jpdWtEsPteww+YuTrpmt8BO/N19HxHXoLt/R8al4X9+qosjI8aNdtbaS3kKYa6VJIuHNbLKBlIKpqWksdBr0DoaA4nlHaeBBImenaYkb4gFAFI64mjO094/fCp3J3028P1rW+/BeyitsaL99hZw9rMzmR0iOkYJIzQBu3zWyeSvaCuDdKx/I3OGT1AQCfGrf2n6Vvv/AENHb25f6h7mo0czSpAJQTdsrrYfJNbTLmDOBHpAAEDonPbgz0ZgkmNKkbXw9pG6AQGVdsrMrOyq6gvI1bpnpDpTrM00cbv9/wCtIm3d47//ANlC3BKAJuteYFQrXJGufNo0oSVJENrM6bqcdnbFbou960i8wqFRmVpIBuG5IPSkNI7FHGqt5Mbv/wAqfrTPtz/eL3efz2qI+HRErHgclQdz2D3Mp6uz21qORJ6rX+SUs7J9NO4e8U2JuFDbX0XUvs//2Q=="&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 251px; height: 201px;" src="data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBhQSERUUExQVFBUUGRgWFhgVGBgVGBoYFxcXFxYaGBccHSYeFxokGhUcHy8gIycqLCwsFR8xNTAqNSYrLCkBCQoKDgwOGg8PGiwkHyUsLCwvKSwsLCwsLCwsLCwsKSwsLCwpLCwsKSwpKSwpLCwsLCwsLCksKSwsLCwsLCwsLP/AABEIAMkA+wMBIgACEQEDEQH/xAAcAAACAgMBAQAAAAAAAAAAAAAFBgQHAQIDAAj/xABKEAACAQIDAwcHCgUBBwQDAAABAhEAAwQSIQUxQQYTIlFhcYEHIzKRobHRFTNCUlNzk7LB8BRicoKSwiQ0Q2Oi4fEWJaPSg8PT/8QAGgEAAgMBAQAAAAAAAAAAAAAAAwQAAQIFBv/EACoRAAICAQQBBAEFAAMAAAAAAAABAhEDBBIhMUETIjJRcRQjM2GBBULw/9oADAMBAAIRAxEAPwCqdrbVvC/dAvXQOcuR5x/rntqL8rXvtrv4j/GvbW/3i995c/OaigVmyEo7WvfbXfxH+Na/K9/7a7+I/wAa4Za1IqWQk/K9/wC2u/iP8az8r3/trv4j/GodZqEJfyve+2u/iP8AGsja1/7a7+I/xqFR3YGxLdwc7iHKWQYgGGuEcFMQAOLa9gqm6VlpXwQBtO/MC9eJO4C45/WvPtPEAwbt4HqLuD6pp3w3Ki1Z6GGtraA4qCGJ/mY9I+JqT8tLj1NrE9MQcraF0P1lY6giJiQCBHGg+vXgKsV+Svhte99td/Ef41n5WvfbXfxH+NFcTyKvI1waZLaNc5yHFsooJDZspVS0ZQpIOZgKX6KnfKBVRK+Vr32138R/jXvlW99td/Ef41Fis1ZRJ+Vr32138R/jXvla99td/Ef41FIrFXZCX8rX/trv4j/GsfK9/wC2u/iP8ai16KhCV8r3vtrv4j/GvfK977a7+I/xqJXqhCX8r3/trv4j/GtztS/Hz138R/jUbC4VrjqiCWchVHWzGAPXVuYLDYbZyBEQNcWBcvlQzMx4JM82kgxliQJJoeTIodm4Qc2VV8rX/trv4j/GsfK9/wC2u/iP8atHFbfsXpF+3bvHgXtqdOPSy5lPaDSZyt5O27ai/h5FonKySWyMZIyk65TEa6gjeZFYhnUnVUalicegD8r3/trv4j/GsfK9/wC2u/iP8ai16jgiV8r3/trv4j/GvfLF/wC2u/iP8aigVtAFSyEkbVv/AG138R/jWPli/wDbXfxH+NRi9aGoQmfLF/7a7+I/xrQ7Zv8A2138R/jUatDVogS2t8/e+9ufnNRalbW+fu/e3PzmotZIZrUis16qIaxWIrevFashqK7/AMQcqidwIjvM0xckfJ/fx3THmsOvp3nBj+lB/wAR+wadZFduVXJjD4d0tW7jscnTzjUvvIVQo6K+iTxM1lyj0aSfYq270GjeyrJJDMSo36Alj/SvE9pIHbWmztmhgWGkfScSZ7E3Dvpg2FhoZTEmZltfX8KWzZIpcD2m0spyV9HXlx0cDYRXf50l0DSk82pXOeNweAEmBvJr+Ktvyg7XsfwlyyyZWuFDa6My9o25ac2gyu6yVG+qnrenk3DkFq4qOVpGsV6s1iKNYoYivRWSKxVkPZaxW4rxWashzNYrJWvRV2QcNlbbykYizg8LbNkZOcIxEFipXSLoXPBmYkbwd1ScbyjNxQbto2x9ayecWSN+Rzm4D6ekVK5Acn7jYV7s5Vu3VVZiCtsHnCCQcpl1UHsYUW2lyUBUhd53xumubnzxjPbJHY02keTHuQkHC5tbbi4OJQywH81sw6jtiO2uWJx7ixcRj0WyjskMD7Io1iuTgVWJtsMgnPqAG0gKRvbXdrQcXS55q5ba6GIAcLF4ESFgj5wanotPYRR8bjPlCmfBPClu8i/FbKk1tzY65HvE76wzU1YkYduqtKzlr1WQxWDWTXoqEMVoa3rQ1aIEtq/P3vvLn5zUWpW1fn733lz85qNFZIYr1ZinjklyXW2lvF4pcwdv9nsnTPl1Ny4Y0tjgPpGOG/EpKKtm4xcuEHPJ55J0uIuK2gCto627UlCwMQ1wiCqmRCiCZ1gb3p8FgMMJsYLDAgaM1sHdrxk7hvmgt3ajPhSGUAljcbtliNTxjKPVQK7ttg4BPRcNm0mAqkz3jf66TeaUuhyOGKXIe2rt+5dHSY9FlaJgQt0bhu4UmcqNhIcTcIYgFs68eifqnvJmj+FIIDAgoVBUjUEacffTDyl2CrP6JGYn0dCCSd3qpdOSdjK2ppNcFd4bAAwNYXro/svZq84vSgkiY4fA112fgQjedVYNlrqBzBJBEEKNCMqmdTBYaa0r+UM3bF+bVxls3JyqDBRgqG5bJGp0uKQepwKuGN5OGw2bUrF8eSD5TMOlvaD2kMi2ltT0s/SyAn+kiQCOte2lass0mSSSeJ1PiaxXSiqSRxZScpbmYIrFbVuFqzJyivZa6pbzEKvSJMADUkncABqTTbs/yV464uZkSwP+c8HuKIHZT/UBUcku2XTE2K8KZtp8gcXZzdBbwUSTYcXSB1m2IuBf5ikdtLhWomn0VRrv31qyRWxWtlerINfIbaLNOHZyQOlaRmcAEZ3crlOUEaN0hrFPpxsLrJO7tPhwqn8Di7lh1u2yUYTlMSDIhhqIMgkEdtWbyYxJv4XnLxUszuCSMoAUjQBeOWTFc3WYHKW9Hb/4/Wxxw2Ss2Nk3myEgrrA7fjQXb2AbC3cMVOUl3YEDUZFUAz/dRywgPTQhlDFTH0WUSwIB0016iJjcax5SRFrBT6QF7Md+rLY49kx4Gl9OpLJT+mOa7LCWJOPNkjDHB4wHn8NYP1nVOacnMwkNbykeiNe3WaH7S8kmGcE4a+6NuyPlugEiYJGVl013ExwNL2B241iSoUlkUKW1yszMZ6txnWuWH2vingWbWZSIDXAxBJM84dYzlulm37uoV0Y715ODJQfgXtt7CvYS7zd9CrbxxVhuzKw0YSDu7t9D6fr2Eu3wMPjL1trjKzWeL23ALMSfqMFIaewjdSPisK1t2RwVZSVIO+RvpmErF5w28nCtTW5FeitmDQVo1dSK5NVogT2t8/d+8ufnNRRUnavz977y5+c1GFZZaCXJ3AC9iERhKiXcD6ltS7+sLH91XBibAbDW7Vwl2W2mZgS3TKgwp+qNFHYopD8m2AzHE3CPRtraX+q82sf2ow/uqzThs0EeiAAe8afpSGplctqHtPH22AnTKCnDLk8Yn2mlq883lHUCT4imLazGGI06U+32UrWCTeczEAwe5VP77qFDyw2TwhjwOxEw4OQCXgkCco4gAbg3W0dlWMGDoikBi4UwZIAgEk/vjSDycvm5hrZb00JR560MA+KlT408bEUm2XO8JkXsVRA8Swn1Vm3uplOqE3bN9V2lCDSzgSyqSYlmd2BHapGnYKEcssKHwGJMa2sRacH6oCrh2A7CCv8AiKl3H53auIbf0Vtr3c0AR7a12sM2C2ivWrMOPoXUf/R7KMnU40DauDKmAr0Vk14U8JUFuSvJm7j8StiyBLasxnKiD0maOA6uJIHHS/uT3ki2dhgM9v8AiLiwS945hPZbnIu7TQntoB5PtnHZ+BRgFF7FKLzlh0gpKlEngottn72an9sYxRQN9yCxGoC8TPHo++lJaqKk4oKsUqsFYzK10YfDqlq2PTNtRbmNWnKBKjTTiTrpRSwbNsAKoPCSJMfoOwQKQ9p7f5lyBvuKvWIUtJ4cYipmA28HGmh6mmlvVb9zGPTXQ3Y/DWb65XQAzKsvRdW+srDUN2ik4cgcFfvNh8VZXnXBuWcRamy91fpZwvQNxZ16MHfEzRIbT7q1xeOzC2w9OzcV136agP1aFSw/urUdRtdlPDapFbcufIzfwaNew7fxFhdW0i6g7QNHA6x6uNVqRX1+uO9CSIcFddx0kf8ASD3xXzX5TOTgwe0LiIItXIvWhwCXJOUdisGXuUU9DLGfQpKLj2R+Ru1gtwWLvStXTlytqoc7jB013Hwps2/lwi20srktxcfKCY5wvaXeTO5j4VWVtiDI0O8d43U+bcxbYjBYfEvAlnVwB1yJHVJte0VjJH3JhccuGjt5NGnHXLdxQyvZU5SPppbDq3YdWEj65o55UB/s1m5G66wnUaPbcn22wfCljkxiTbxhuDeotjulGHqnTxp08pjC7grbDVRetsI6mtXQRu7YoE3+6mMQ/jZT1/FMZJOoKjuAUhfZUzCYgsJdwz/QDuqoo+sJMT1aVFvCbgWPqCBoTE+34UfsW8qhrS3HJ1+i+UdhKz3STEU02khVJtkrYlmLgNxEa8VJzpcLMFIYFn3qBB4b6zyv2Eblj+JCnOkB98snBu0r19U9VEdkgICvNlGfVi7Z7jdrECF7AO2oOO5bOx5mwA5Byl7mqxuI03jhJFBi5OVoLJJRpiAKzFEdsbLey0umQPqMpDJ/MFYEgweE6TQ6mxRprs1rk2+u0VxffWkUEtq/P3vvLn5zUapW1Pn733lz85qLFUWWt5NsKEwQcjW7fZ+8WlCr4Zg1H22mbanSZHXoDuHjUXYWE5rDYe36JWwGI/nukOT/APIa3xIgAaTwn399crI7m2dPGqigZtJwLLE7srE8OB/Wlzk+uYkn6Uj1mPdRHlZeYYcZRIYwzcBO4eJFceTdoDuEfqTW4qoNkfMqDnJm8Bdv2iYlbd5Rv1Hm3IHcE9Ypx2ptkWMC7zGRbhEwCxC3CoXXWCFJqu8Piuax1u99HPzDf03BHqDQfCpXlC20tuzcst6TJlTrl21J7grDxqKNzRmTpMH+T7FNevs51LXI9SiKJ2nN7DYkqJD2sQDH0ZRyKieSe0Bbz9Vxj6orjsXZeIwti81zKLYtXgwzSTNp4IjtPsrU0t7r7RUH7OforqaN8i9kDE4/DWmEq11S4/kXp3J7MqH10EAqyPI1shjdv4nLK2rfNL2vcKlgO60rH+4ddN5JbIuQkluaQ2bZ5Qk32YMVayWA3wSrlJHjII6nFHLO3gyi5bgkMLYUgglbZ89oN4OgpG2/aLsc0q13MwYxD7yrqSAoaAFdDAYCVM6UQ5EbS83F2JN28OjwYraYweM5ZB7TXDlHjemdelxEG8rrmfm7icFy94BYr/0sP8WoRh9vRGYAkfSXQnvFEtrYtucRAcynnEIMw2WWWBwbWBQx9ghxmtNAMyrQCDrIB9E+B8KaxtbE2ByRd8BBOUxO4k9hG6mTYCXHh7hIQsGJjSFIndqT2Up7O2WF6Ta5VLwOmSqgkkRvEKTM8KduT+1f4iwebBtoEUIYJaW+kQvZrpQ8zVXE3jTGDA7WQW21yojfT1OTRgd/UYnhNJ/lb2aMZhBiFWLuEJzqNZs3NCw7FYBuwFqcsBycsOxu5xeXVXhglvRtc66sWEazHdUvF3rCERdsWwNIzLGXdGUbxW8G/G9z6MTWPJcUnf8A7wUFgORfPbObE2s9y+Hnm1iBZUlXMQWd5g6blE60b2dguc2QuhJTO6jjKXmJH+OYVZGwtn4HDNdOEdybj5wqmURo3W7Z0A9bbhMAV7b/ACTOKtXOYZLN24GDqSVUszBi4MSpJkMOMmmZZVJ7b8gvScOaa4KLxu0zh8XmAkZVDDdIgbu3tp4xe20v7JOVpyXbfYRJBAPaNahcqfJTfS9N69Zt5wSsZ30Bg/RAHdrvrTBcjhatXra4nPzqrmAQLBRsykEvv1Ya8GouTZxfYPG5q0uhEs3y1xTqSWkASToSRu76YtnYrI2S+Tbn0LgnJPUwiR41KPJ+zbRTbyllbVrsOrNwVuCAxAMR19dTMThwUKKCoIDrbu9NVYyCnS1CFhlieichBiauU4yMxg4smYnCG1ad4U9EmVIOYwYg8QTS1siEMJhg/Ali2sdcGOHVUvD4pmsZFUqVcIEzM2XXMV11gFd3bU3Ch95DJp6Osbt4ofxTQR+5phDFWRirHNXEFsRK5dcjDc/b29Ymq0x+Cezca3cEMhgj9QeII1B7as7C3SYLTHqqFyx2F/EWucTW7aU8NWQale0iSR2SOqrxZKe0zlx7laK1Ncn312Irjc306hMJbUHn733tz85qVyZ2V/E4uzZ4XHAb+gdJ/wDpB9VRtqDz97725+c04eSnBeevXyNLVvIP6ru/X7tX/wAqHOW2LYSC3SSHnEXQ15wPpgtHUAw+IqNiepo0GmlD8Hiy2MLEkko679ANCO8ytEcWxzaka7uuuW0dRAbbyAYW4p6lI7wwI/fbUTYluFPq+FddrHnEdSIgZgOPROb3A+yumw1lR2mfVW7qJirkccfgs9u4k6ktHeDp7qWPKHi+dvYe5xfDW2PeWuZvbTpiFjXiCTSHy0I5y0vBbZHgb11h+aj6d3IDqOIjj5OLuTBsernD6jp7qlcoMQwwl8tu5t1XXi+VN391cORNk/JpAgFi4k9QYj3mK9y0crgrgJmSi9/nFPuSgvnN/oSP8X+FZfv9+FXjyUwv8NsWyBkFy8ty8c7EfPEhIA39BUqjm3eB91fQT4G2bdpbijKBY5sorqfmlUq7HosN5Ebjwomtm1jpeRfTr32wDtXEgpkOVxbSDALaHeDOkaHfQTkxeGS5BHRuWyCOrIVPfwHgKKcqsGlhGcc4+ZgFUvbggLmhoXNl07N9LmwrbIx4c6G1Ggn0lAB4DKaQhH9tnSfyR22jtALi7StA6UtruDvB17qkWNqCy/MMGUspOYhcqqoIYkE8FQ6dgnfQLlHhVbE5pgFEbTrgn4Hxpp2nskXr2FMZlul3dd+4Wn1HEdIg9rDSmkoqK/AvJtyZOv4lVtSVKrdHNqIjLbURBjTjqNd5qTyDvxaIJgFbQMb+jbJP6euk3lpis99gDpb82IkaqTn7+mWA3aAdVFvJ/tIKOMjMBE6nQAeqNewUDNB+nYTHNOW0im4zYm7nZkS6WYDNCtlZk1BMZ5QgzM6USwuCslV5y46nMVY9Eru0IHDSJJ6qhbbebVlpUedxEltwJ/hnyk8NWP8AlUZbrvnAQguA0tDjMoMwVMcPZVzVpNBoZppNJsPWdk4dbjJiMYtkCDaJYZHHSzFWPQ00GmszS3snyguzpbl0Fx0WcwZVlgAYKiPA9dY5TXrowgYNNtmVQLiWnzF0dnZJUtZgpGkSWoTgOSC3MFcxRvMCi3CEVAdUMCWzSBxmJpvFhxuKkxTLqc25pMuDyxqxSwwXKVe4ssYU5lDRI3Tk0qocW2JOhBKjdlKsvr30w8tvKuuOwi4cYdlZchLtcUwyCCQoXWdRqRvqt7mJ6tO7SmFjbdiO+o0MQ2y6gh7TFSIIIIHeIFcDtQMmXVSs82TwmNDPdQIYxuBae87q7YXpETrrrr41t40uTO99Bm1ti7mBUCIGfLMmFA75A48eNHMI9xukzEAcW1y8RmGkkiQBvM8KxsrB5gGQax9GJ6u5THE1Ju4S6SM40G7f+pJntO+l5STGYxYTw20QQATPUY0b2mD2VJsXdZnd+/1oZh7Iy9o3gbp69ONdnulRI4b+7dQa+gomctNiCxfzIPNXpZI3A/TXsgmY6mFLFzfVo7Xw4xNk2j6RMoeGdQcvrHR/uqsbgIJ+FPYp7lyJZYU7CO0vn7v3tz85q0eSWCFjZts7jezXmJ/mOW3/ANCA/wB1VftMeevfeXfztFXW2ypSzbMhbVtFIiPm0Cx7KBqZe2g2mj7rAmHTKmdEa4RqdIzSCIWe+fCted5xcwOUjeCJ16oojjXy5QvBlmBPGI9tQLiNbcOCSu4ggiOuk07Hej17Z63QHXRhoeGh0MiovJ/0B6v1oyLCqS6mREkEzOtB9nPkVgAPTIHdmb3Vq7VEryTcWu+q45WmcVH1UUeuW/1VZF4yoI4mNaq7b18Pi7rcM7AR1L0R7FHrpjTL3Ni+p+KRYvJE/wDttsfzPPjeahnlBvEWLa/Wuk/4pPvf2UV5Mnm8JZtn0pua7/pt/qigvlDMW7CzMPd/JaoUOc1/k3JVioRnGh7j7q+lMEHNrm+jAKMmfgQimIK9e4rO/Wvmx9x7j7q+k9ljPajWWt2X0mMwRdTrGvdVa34xA6ddi2Ng87eZSxe6/OFiNQgXOZzNMzCgbtDwpVebDhH1FsEq8ZQZMCAZgxI040+HZqvddGzgNwtuy5i2UsC25UGWDpruHVS7t/Y6LJa5zhXoqiKTkgzA01Gu9opGD8D98iRtoximEyAtsDifQXr76szZE2tlLfGUm3hmuLPSOZEYhcsyYO8zEzO6qv2o03DcYCDlBGmgAyzoezhVrY9wnJ5tWQHCW10GvSCqNDoFYtB65JrouNqKYnOXLaKcxO0iwhUJA4kjiesT66Kch8cRcuiRIU3BHWoMj3UvXGDMYkz3sfgBUzk/iuaxVsnQGUPD0xl98UXJBODiDhNqaY97fKphVB1W5cuAaaHzKlo7YUa9lcdjbMl0a5JUMVmSI0lZAjonT2VG5Xs1sbPSCc737sdlxrdpQOuMrevtp72DgFKpcES2aARoynLvk6EGufluMI/2O4mm5CPyn2QUwFwsrRKsJzAhxfVRqZno3H9lZ2DZ/wDZ3ncyYk+xh71pg8ql3Ls6BID3FgdU3M0md3ox40tbNuFdiueGS+O6bjL/AKqYwtvEvyLZf5P8K8Y1HepBqM9dKIgaTFFtn4d/nLQBj0gaFqs0Q2ZjGsvmG46MJ3jq76uXRcexx2Q63RmynNucDQhuox76LWrUbiw7CSffQnAhXi9YdUuH6JIhgN6uN/GJ3iaMW72YaqUYb1OsdxG8Vz598D8OjXLBkaddYVhMfvxrN3EcNKEbY2ytgH68dFevtPUBv7aqKcnRJNJWyHyg22bM2rZh9DmG9BHsb/tSXcfU1IuXCxLMZJ1J6z11FubzXQxx28CM5OTDOPaL9w9V1z6rhP6U/wCz/Kajkm7byXGJJIJKkk9utIW0R56795c/O1RwKFkgpdhMc3DotO9trnQ3NjUjQ6cRvoXhdvYq+12LIPNsiMJLdJ82QTpqcppKwm1b9oqLTlQTu3Azw7KeeTPKpWKC4uS42JwzHLqGC51l/qlWZd51kRxpd4tq4Q5jyKb5O1jG3mU+bRVUBmJL6KWyyd3GuuIwVy0zW7oi4pYtlBC7zDL/ACsNR2UcuXENu6hyrnt37LCDwxJtAnUzq/DrrlgdnlFCrzjLuzXmLuV1yqs7kHAUspJfkaypJ+1cA18SFQuTAtgvumQgLHTrMR4iqw2fZL3kniwY+rM0+qnnlztJbWHa1qr3DlKkRCghmPcdB40o7AuL/EWuMkjdr6JjSm8KqDYhnknNRHrZu2LVpSrOEKQGzSACxZ/Sg/WFL3L3HpcewLbIyqjnzbBhmZ9ZMkz0B1VG2ziglkWIButcN2+3U30bYPUOPbQLLUx40nuLzy/6I55J0/es19I8gw+JwNi+4S3ntFMgDEAIxRSCWnVUBj+avnMdfVr6q+lfJfY5vZ9tNZULoZ42rZOnVM0ScYzajIXjuinJC9yhdrd25ZVl5x3XRCQ3NC3LN1g7xofpaVCXAqVywR69/ZOo8ZrTypWrabVwTBZe5auK/E5ZItmOyXj+nsolYsgjea5mbH6ckkP4pucbYi7SwJUOOoGdeEHf76c+WRW1sYpJJyYW30QBPStlWfj6Kej/AN6A8srWW27ADNDancNNfCnXlFg0xWBewLiFmUNZzMBJQhrbqTvkgCeGftmj4pNpNg8qSKQwGELXNdw/Z+FGsZyWF4gL0bhjLHXICyOG/f2VJ2DhbbGFcMQNRGVwQYMqd/epI0qx9jbAt5MzqQTMTI04Hr1rOTM1Lg1GC2lb+UTGgHZhIKtaszcXirriIuDvz23HhVicjb5v2kZLThMo6TlEzTBBAEtuqsfKvjQ2ONsAg2ZGbdm5zLd07BnPi1WvyLxIXB4YDUczZjTcebWRuHGjZYKUIuQHHKSckhc8sGHa3gIynKbtpcwIIJ6bcYaeieHCk/Z0/Il7d/xAO7nLZPtJp+8tLA7M64v2TERA84J9ZjxpDspl2GxB9JW0144jXTdWoxUYJL7M7m5NsQWFR3UyYqSa2tWS5CqJJ6hO4ST3AAnuFOrgVqzglqBrWQtbvcHCuQk6VOy6DmxbXRYlM6npMInQaAg71Ou/30UsvaAlbrqBplaCVPVv9lNvk72GP4RHOpu746g7KF9YJ8RTJd2YrEkLatgb7rIuc9ikiQB1yKSnNbhyMLiVtbxTOQB3SRHqHXSfj72a67cCxju+FWbyvvJZsXWtIV0yi4ylSzNp0AdSIlsxj0d1VUaPh6sDm44MGuFzfUg1HubzTCF2GdofPXfvLn52rhXbaR89d+8ufnao81hmgtsnDyrFhKk5fECZnxorbwYBOqnWUcxn0MgEiOkDuIrng1yWLaj0mBYiY39Lj2EequL3wmrQveQfdQHbGFSOPKHFOXQG475c7AsdzXGzMc2+SxJMzvqGnKzGJIS/cjtIOh7xWNoIwILGfqsNzKZOnqihjGPCR6t1EilXIOTd2bYnGPdfPcdmYxLMcx03b+AqRYvMjK6npIwKsOsdlREbXWpVlZrUga7s7X2Jdi28kkntJJNc6n7PsB8QqlDcDH0Q2TN0TAzwcgmNeyimLxuBX0MIWJ3Z71+B3kOJoTmlwHjjlLkXx+/366srYvLVryNYv/OX7aAEov0soLZmEBcgLydBE6UkW9sWRvwOHP8Afi//AO9O2Ew1vmbV04Wzbu3VuFj5wg23VkUAc4ZBtk7530vqZQpbkNaaMraVP8g7lXtxDtLDsLf+727di4NFVic4lCsgLlvZge4VYWy1BWNTA47/ABjT1UnW8Bhw6u2GVmTJl85dAGQALAzRplG+d1G8Hthbe62xOg9OdIkgmNT29tKZMsGlQwtPkTfAI8pN2MI0aS6pw3EM3q6FZ8sl9rdzBZCUdLd1gVMMsm2pgjduI018K58uG523ZVZ87esjxdWBHbqa5+XC9ONsp9SzMf13bh3cPRHfPCm9Ovan+RHPalRz8ndsOwdwG5sAdIdIGOjDR0l3wN69caVYN7aTNuJC6j28dNRVfcj7vNWE19NQ3iZpvsX/ADenEaUtk+bGI/FCPyi5Jc7i8TiL11LFg3BlaA7MSiGFWQNJgkneCNYo7sHaNi3bW2qm6i9FXcqSQEGvGNeFDvKR0sJhsisc1265hWO6RJgdbb6SdnYXGFfMpfyKdSivlUnTUxA3eFH2SzQTsqGWGGbW2yxOU+07F7Dc3iHayjPbK83vbKpaDmEZekDumQKiYXB4VsA1q22J5pgRzxW040uZtVlYUNpoRvpXxXIbGcybpW45BtjJkus8XAcrKCoLAZMpgaaRPBnwOw8QuxnU4e8GKXRlNp83SukjSJ3Hqoig4xSUvIKeWM5t7a/0rzbex3w102214qwBAZdwMHdu3cKn7Esi3hcTiDvZTh7e7e8G8R2830f7zUzljhbqWsJzyOjG19MEMYW2ZIOvpTpQkPNhFJ6ILyOGYtMnwj1CmIybjbASglKkCcnXWc/AVKxOEINc7OFzNHurdgmmWr5OdqEYBFI9B3AJ6s+b/UadecDakBuoNuGtInI+yFwxUfRY+4GnXAXDCkHWNx3Hsrnz5kx+HCEbyl4a4cNcd2zBblvJlAVVnMDAnjNVTV3+VRQNmudZa5aHjmJ/SqRy05g+Ipn+Rgio9zeak1Gu7zTCAMLbSPn7v3lz87VxsWs7Ko+kQvrIHumuu0z56795c/Oa22OPP2/6gfVJ/SsM0uxixt9SYQEAaHcBpoIH/eoVrBMWzIcvWdI8RuNMF7CWzBKkHsMAwKAbcx+VebXo5t4HV20tF3whmSS5YNx+KzHKCCq6DKuUEneY6qHOekR1wRXQGtL6aA9W+mY8C0nfJ1sqOqu9rQ6LoeBPurlhBIPXvoilqBNYZqJthgOckaRbzds+j+tcsdbjL3T7da74MSzfdqPWwP6Vti7Jd0RRmY5UUDiWOgHaSYoEn76Hscf2yEtvSevf64qwtkpGFwwP2U/5uzD2ECkF7eWRuPHwqxcKmW3ZX6tm0PHmxNKap+1fkb0i9zOwSuloDXrk/kWtVrW02p7S/vy/6aQZ0DOKsC5isBb4NirZ3SItqW1HV/5pf8r2Jz7UuD6luyn/AEc4e0jznHXfThs7DztPBjTo8/c6vRsASO4v6gT2VXPlAxGbaeLP/OZd0egFTd/bv47+NdjTfBHn9S/3GHuT92cNb/pEf29E+0E+NN+CAWxnbSAIpS5NWv8AZbfcD/kxpsx65cPHUB64/wC9I5X73+RqHxQW5P3rqYO04sku6gtle4kgk5T1gZAp7Sa3xu0b0TzeIBAk5cRdECejIJMmNSPDhQnB37q2184k5FBleORSNREzPrHZU3+Ou7ptnU6dIbxOkPE6VndXRTh9mLOM51RnOLtHNeE27xUjK+TpHUEMQ0GPoia4HDZtf4jawzcP4hDHoj6nbu7DUjAbSuIGm2GzEtAcgDMQVUBkP0LgnXUhqlnHtcUhrJ6SwekuuhHUIM8Ruram0+zLgm+ip/KXfYXRZN69eS2cyc8VLAPbQvqImSQZjWlrAjMhHafaB8KYvKxfzY/MfpW0PsPZ3DvFL2xRJK9x/N8K6WPnGmKT/ko3sHMCp3iumz8JD69p9WsV7GYc27itGhqXh2l8w/lPtq0yUNHk9xpuWrhOnnDp1DImlPeCtREQQevcfD9arzya3My340m7mHc66e6rCw7xGkbteG+lsiqbDwdxBXlDwQvbOvqJBtgXgD/yzLD/AALeIFUWRX0ByjbPh8QvXZvDv821fP00zhdxAZ1TMVGu7zUo1FvekaYQswntL5+795c/OaIcmMFnuM/C0s+LHKB6pPhQ7anz977y5+dqJcnNqC0txSPSKNm6gJBB9dYn0zcO+RhxmICqSY3afvwpKv387Fjx3d1G9qu96EtgleJjTundQzaOyWshSdQ2ncd/u91YxpIJktkOakYNhJB3NpUUVsiyQBRKBWTTZyvG7Wu4vax1Cu4Qs2S6rwpCq4yB1mDldJgjXvrm+FCmOcQE7s0jQjTcDpQ/IRLySNlpJuz/AMsD1Of0rXGL0yBpBMRM6HQz3ipOyLbNbu3AJVLlsMZA4FVgHUmTw8YrjeIW7dBEnMw38MxJ14GNPGlp/NnRxfxoi3CQD2iP1qyLqZSB9UBfUAP0pExNsPdGkKzAAdSloA7491P+IM3HP8x95pTUu0hzTxpswnCueGeQO733Gb9a77uFRsAkovaF9xNKMbGHkz0tq2hrKYW5cO6POXraQR3W57IPVFU1ykxPOYzEP9a/dO8n/iNGp13VbnIpp25iR9nh7aDxdHPcZO7x4VS+OuFrrsTJZ3JJ1JJYmSeO+u3gVRS/pHmczubf9lhcmFnC2u5PYW+FN22Gy4d23lQx8QDA93rpW5I2j/DYfdqB73j30w8r7xXB3Gg6AzHCIrmT5ytf2Px+P+CzhNrebULiWXo7jcZd0RKkZdwHtqX8r3YEYhW3gZjYcdLozqJ0GtVpZ2pcUZQZHaAeHCt/l1/qof7T+hp79KL/AKheSzV23enMptmellKrIkAwSjDdlieyug5Q3F0YWssFTOcaaqSZfX0pI41V428/1U9T/wD3pk2RlbBXLzAc4vOhd8DLbBUwZEyaHPTUEjni2RfKHiA9+2w1zW5Pi5I7dxoRycuRfE8QfYQfjQ6/dZmzMxLdZ7NB3aV32Tdy3kPbHr0p2MNsNolKe6djrtrBB7cgaigGyAWF1B6eRgn9UGPaI8aaVcEFTS3ZtG1iCRoZlfAzQoMPkXKYT8mD63x90R/8g/UVZbY5BlU/SIE8BrxqteSA5vHYpBoIkdnnAR7H9lHdpZ71xVRgrAzJBIkA6GO+sZfmax/Ebcfs3zbQwgo+vZkavnldw7h7quS9t25bwOJF2M6WnyldxzLkHtYVTRoun6YLUdo2qLd3mpE1Hu7zTSFWENrPF+995c/Oan8nsMr5s7Bc3RWQZJALGPUB/dVrYrkRYNxzzY1Zjv6yT7zSrj9jOt66mHuc2FnRCGU2jEMTPQbOSpBjWlJZ7VVQ1HEk7uxbGKfCXArTkcZvaVPdBBqZyixK3MNKkaMreGq6f5Cid3Yo5rLik6RzKN5m4R0HQoZJ654AzUrk1yZtXbID22W5b6LhlIneysNDIKx/iaz6ipM3sbbRW3OCsi521bh5B2eI9ke8V5PJ7ZJHQB1A9EHea3+oj9A/Qf2IWDthrec72bNMCBOg8ZFFUum28TlnUaxlYjMR3z69DxqFiL1johb4tlZ6LIcgkzlzW+mDx1BHdRHZmKEZGtreEQcrlwy8AyNrOhgggjN2ViTfyCKKraCbm0lsvetlMym4WBDQQWA145tOuPGsWsdZbeWSAQCVDdZEkGeobuFNVrkKM7JetqqKA1q7mBVkaItltJZNR1wBUh/J1Y/YPxrMpY7CR3pVf+ATYG0rSXVbPaI9E59OixE5cwHSEHXfrTth3tXWItMoJJgF0PduJpePk4sRp7j8a1Pk4tdfv+NLzx45u7YxjzTiukN17Yl0KTlJgHdB4dlDsFaC5Z0CxJPAKuvspU2rs0YLJkuuGuE5QLjrAUSWIDSVG7tOnCpOzOUNwvzNxnc3hkW4GiDclRmWYPpb+zcaFLTOriw0dV4kMXIDatp9vYg27ist2wuVlOhNsWMwEjXcf8e+qr23hjaxN5G0KXbikEAHR2G4aDuGlWHyd5JnB4m3ftuZSQQxmUIhl1mJFS+XvIJMTiDi7TQuICkwQBzgAU7vrBcxn6U10IZYLg5MsUmY5G4rDthLKc9a5xVWVzAMpkkggwTv4A99F+WeBZsBdy7sjGY+qrMRPhVdXuTtrDMbV12JaGEDMRJIBmYA0nr3aV2x/I4EWxauXRmBEHKC2u+FYwN41Antpb04Oe+xvlQrz+RLmsEU0N5Orv1vZ/2rU+Ty/wBY8f8AxTyzQ+xL0p/QsCnrkzYLbOvLHpc+R4Wx8KFNyAv8Avix9xSuqckMeqZFeE16IuOF136ZY1rM5xkuy4QlF9Co5ryXIIPUQaYDyHxPEL4N8QK0PIfEanowN+un70onqQ+zHpy+hnJz2ww3wDUDDKLsBtGAJBmOys4bHCwot3GUMvRYTuK/+aj2ts2ZGXMx0jIs+EnSl6GWyXsjTamIH8kermqcuTllW86QSJYCdxHXu176SED/AMVexKqQtxSiajS4y2wuoPX0p4ATRzkVh2sPlYs1sBhEXWkq8MmVTKPx0DeiYmCKmRJ8kg6VDBt8C7au28vRNu4DA3dBiD4EA1RgNXdtPb9okYcZrXPg2w1wegW6IzAgMU13iCOIpT5Q+SM2bLPYxSYh7Szdt5cjRpJQhmDATOsGPVW8DSTsHnTbVFeGuFzfRJtj3/s2qO+yrs/Nt6qYUl9i+yX0fRNzEPnP9R4dR0pC/wDRF9LwuWzb0bMdZb0p1UgK411Db+BqxR84f6m99ccXuH9Vc3c0x9ITjax6roLe7eiWie45rhG7SK6nH47mwvN3pGYBl/hLWjCIkOdB3U9bP/SomO/Ws7uOjTbBtnaVwgEowMAmCraxrqGA315touD6LDwHxrfCei39Qoi3zY8KymUV3iOQSOpEvJnXmpI4D6da7J8nZtsCLrSJmbbwddOiJAMd9Po9I/vjRjB7v31UT1JJVZNq7EL/ANKYoaLiVK/UZQqngJU2WHDqqQ1jaCO7eZu5oADuxggncq27caHqI0HVTu28V5/TPd+pqRd+DJXV/aO0QY/hcO3c1we8161tvGfSwK96XR7j7pqxMb6FAL/CpKdeERQsqXH8nMbfuG5iLd12IiQ1uBG4AZuioGkCiGxNi4hHV7qXALZQqBkOYKZicwjSeurVwXo1wx/H98Kt6iTXRFiSBVva8jW1eH+P/wBqm4Pb/NkjIXtv6SN4+jwFYTcKnYXhQN7CbEAdp8ncBirvOi/icO5CqRlDLouggqfqmdd5re/yZwjZZxlyEHRJtLIgZwQd4OvCNaa7P6/Gt7P79VE9R0Z9NJ8AizbwyJBxD3CJ6RR5MGOE99Qtpbbw6iLa33OsHmnI8eiIplvbz4++ljaXpHx/Ssby9hywnKC2QuaxckzmkZBv0jpdWtEsPteww+YuTrpmt8BO/N19HxHXoLt/R8al4X9+qosjI8aNdtbaS3kKYa6VJIuHNbLKBlIKpqWksdBr0DoaA4nlHaeBBImenaYkb4gFAFI64mjO094/fCp3J3028P1rW+/BeyitsaL99hZw9rMzmR0iOkYJIzQBu3zWyeSvaCuDdKx/I3OGT1AQCfGrf2n6Vvv/AENHb25f6h7mo0czSpAJQTdsrrYfJNbTLmDOBHpAAEDonPbgz0ZgkmNKkbXw9pG6AQGVdsrMrOyq6gvI1bpnpDpTrM00cbv9/wCtIm3d47//ANlC3BKAJuteYFQrXJGufNo0oSVJENrM6bqcdnbFbou960i8wqFRmVpIBuG5IPSkNI7FHGqt5Mbv/wAqfrTPtz/eL3efz2qI+HRErHgclQdz2D3Mp6uz21qORJ6rX+SUs7J9NO4e8U2JuFDbX0XUvs//2Q==" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBhQSEBUUEhQVFRQVFRYUFBQWFRYUFxQUFBQVFRQUFhQYHCceFxkjGRQVHy8hJCcqLSwtFx4xNTAqNSYrLCkBCQoKDgwOGg8PGi8lHyIpMjQvLSk0LSwsLCwsLC4tNSwsLCw2KiwsLCwpLCksKiksKi8sLCwsLCwsNCwsLCwpLP/AABEIANAA8gMBIgACEQEDEQH/xAAcAAABBAMBAAAAAAAAAAAAAAAAAQIGBwMECAX/xABQEAACAQMBBQUEBgYGBgcJAAABAgMABBESBQYhMUEHEyJRYRQycYEjQlKCkaEIFWJykrEzQ1NzosEkNGOTsrMllMLR0uHwFhcYNVSDw8TU/8QAGQEBAAMBAQAAAAAAAAAAAAAAAAECAwQF/8QAKhEBAQACAQMCBAYDAAAAAAAAAAECEQMSITFRYQQTMkEjcYGh4fAikdH/2gAMAwEAAhEDEQA/ALr7s+deHtPdgtKZ7eT2e44AyKupJQOSzxZAlHQHgw6MKkOaMUEb9j2n/bWP/Vrj/wDoo/UF4/8AS7QK+lvbQx/4pu9NSPNJqoK67Q9y0XY94FLyynTcvLKQ0khhKniQAMCIMoUAAccDicw7sD3yC95YScNRaWA/tBR3kfzVNQ/dfzFXjcQB0ZWGVYFWHmrDBH4E1yG/ebN2mcf0ltOQP2u7fH4MB+DUHXsJ8IrIK1dnXKywxyIco6K6HzV1DL+RFZ2OKDI1eQ8hMnHz5V6iyZrWdMSD1oM7vgV5yXR1E5wBzJ5AeZrfkXnVedrO8HsuzZdJw857hPPDgmQj7gYfFhQVtsmY7Y3kEvExCXvR6QW+DGPTOlAfWQ10YgwKpb9HazQRXk7aQwMaaiQNKeN2J8lJC8f2PSpHvj222tqpS1IuZ+Q057lT5lx7/wAE/iFBOtu7xQWUDTXDhEH8TN0RF5sx8h/LjVOy9p+2NpySLsyDRGvVVRnVTy1yynQGPPAA9M4zXn7t7mX23pxdX8jrb9GIxqXPuW6clXzbGP3jnF57H2VDaQrDBGsca8lXz6sSeLMepPE0HPsfYntW6kLz6EZiWZ5pgzEnmTo1kn41h2ruhdbvXdtdErKurOtchC2CHhbIyCULcfIkj3TXTAHCtHeDYMV5bPbzrlHGPVSOKup6MDgj4UD9h7XjureOeFsxyKGU9R0KsOjAggjoQa3SapXs82lLsbaL7LvD9FKwMEnJdbcEZfJZMaSOjqB9o1dNAmqsbQBuPWnmnAUGkylTgnh51mUkDhg1nZc8K1O5wcZwKB5mPlT1nGKxcRw5jzp+sdBQZkxQWrD3PrSrGR60GUTCk74U3X5inDFAuaKOFFBXm7fbpYXOFmLWsnLEnijz6SrwA9WC1YkcgYAqQQQCCDkEHkQeoqot5f0eoJMvZStC3MRyZkTPkH99fiddRPd7eC+2BdGC41SQJjvoQchUc8J4CfqnzGATlWAOCGx0Q1IONauydqxXUKTQuHjcZVh+BBB4gg8CDxBBFbgFAua5f7crPu9sSEDHeJFJ8zGEJ/GM11Aa55/SKtsXtu/24NJ+5I//AI/yoLO7G9p99sa3JOTHrhPoEc6B/AUqbg1VX6Pcn/Rko6C5bHpmGEmrUAoGetYLo8Qa3AKwXaeGgXOa527d9t9/fpaxZIt1wQOOZZMO/D0URj4hqvraG0Rb20kz+7FG8jeoRSxHzxiuXLu7cwSXDnM97M4zjJEYJMpXy1O2PgKrllpMm3ibNtppHEMIZmkITQvHWc5AxyPEZ8hjPTNXv2f9h8UIWa+KzS8CIfeiQ/t/2p9Pd/e517fZp2YJs6ESSAPdOvjbpGDgmJP826keQAqaPCR7vCrIbABHADgPKlUisFvMxJB6VmNAFsU/vM1rlc0qpx50Ea7SNxV2la6RhbiPLQOeHi6xsfsNgD0IB6YOt2V75teW7Qz5F3bHu51bgzYJUSEfaypVv2lPQipiFzzqtN77L9WbVh2onCCZhBegDgO8wolPocKxP2oh9ugs5m40mvypiNmsg4UASRWJl1VkLZpceVBjUY4GsqgUYpMY+FBkApaaGo1UAwo05ozScqBe7FFLqooNVbkGoj2jbqC9hDxEC7hy0DHGGz78L54FHHDjwB9CcyprM9TS+x4wRxpe4oncTeM7OuUYFks55e4urd85tLj3QePIAjn9kEHJUYv8E1S3bDsVBdKyLpN7DKkg6NPbBJIXx9ojw56irG7PNr+0bKtZSct3Ko5zkl4vo2J9coT86phubxv9i2XqkTSVR/b3Asl/YI+dLgq2OBw0yg49eNXaRnnVMdsCg7Y2cjcRjP4ynH5r+VTndY2ox72N3sHue5e9sW96KXvV82X+iY/gsR+9VwVTHZHEZNt7QlP9WndfxOgH5QmrnAqMLbjLfROU1acDWJuJ9Kc3ChOVXVV3267X7jZTIDhp3SL7ozI/5R4+9VR2dmBtbZlueIjNoGHTU0qyPw+dTftzue/v7GzXjzkcf3jhRn4LE/41Cre9C7yxMeS3UCfAZjT8s1lbvkk9rf7+68n+Nrp/pTRTzWFpcVqobqw+D1rMMVrpGWOo1nKUC8qTTmgxU3u6BXPlWltTZEd1BJDMNUcqlGHoeo8iDgg9CBW1JKqjLEKOHEkAcTgcT6kVkQUEf3HMq23s9xky2rG3LkECZEAMMynqGiZM+TBga92VugpZjj406OKgWOPAp+KBS0CUEUtFAxTT6biigXFBozRQGaKWigYy5pCKdSScqCte3D6O2tLj+xvIyf3WR9X/AAitDsl2mILm62c5wA5ubYHk0bga1X4eE/x+RqWdpG7xvdmzwgZfT3kY85I/Eq/eAK/eqpbd5JbW1vrY/wClWqgj9sR5WSNh1yATjqGYfWzWHJn8vOZXxe3/ABpjj1Y2Og1FUh2uXYG8FlnkIoh/HNOM/mKtfdLeaO/tI7iLgG4OhOTHIPfQnrjoeoIPWqa36IvN5QqHK24jDkdDDl2H8b6fiDV+SyYXforh9UevuFcmz2/LEf6O+iLp6yLl8fLTMPvCrqD1QtlEbjeSzVMnuB3khH1Qupzn09wffA61fYWq8Ft48d+i3JqZ3RoXzpWNae1NuQWy6riaOIecjqmfgCePyqpt/O172lXs9lo0pkUo84BGFYYYRg4I4EjW2MdAeY1t15ZvFS/G0dt3N4vGGICKE9CANCsPiA7ffFQmytzdbcVUPF7wAMOgEoyw+Cgn5VLXK7K2aVJBmfPLrKw6eijH4Vodm+zTZI21p1LLHmO1i+tc3EoMShfJRqbjx5HHu8eXhvzM8uT7eI35J04zF0Vc32lWbBIVWbAGSQATgDqeFR6ffMDZX6xMTaRD33ckgNknSFLY5ZI445ccdK8fZW+N4ybUkuO4AsYtKiFG0e0LC8koLOSW0sFTyPPFYduXE827Jd/pZZbPvZ5GZV0ZQTliAOeCoCgdRxArrYJptreIW1g933bOEiWTu05nVp4A+Xi5+QNexDJqUNgjIBweBGRnBHQ1XG19tPZbuLPbyN38kNsVdzrPeTiEEgNwGEJwAMDA4VYcBwoGrOBgnOcleDZPnkHNBmNAFeda7wW8k8kEc0bTRDMkasCycceIDlx4Hyzxqu138vJb6xmRlSwubma3SLSC8scY0id3IyMtqIC4wFGc5oLH21seO6t5YJRlJUZG9Aw94eoOCPUCqr7INuXMV5c7NupGYwg90GOdPduFcITx0EOrAcgBwxmrf7yqS3huTa73wSDgJ+5B9RMnsx/NQflQXUkXU86zimU+gKTFLRQJS0UmKBaTNGaQUBS5ooJoDNFGKKBrGmA5pMZNV32x9oJsLcQwNpuZuTDGY4xwZx5MT4R94/VoPT3w7U7KwkEUrO8o4mOIKxTyDlmAU9cZz6cRmrNyd4Ypbq6SEFI3la4hRsZVXPjThw4eHgOgqqppi7FmJJJJJJySSckknmc0iOQcgkEciOBrLm45yYXFfDPoy2uvZE95sqaf2KJZ4bg6hEzaBDKPrYyNQwSOB4jSDjSM+VurALY3LTN3l4ytNIi+N9OS3Mc2LHJx5iq4XeK5C6RcTY8u8f8A76XY23ZLe5WdSWYHxaiTrB94E+vn8DWGXDyZYdGV/n82kzwmW5F19ll/aWVo+0Ly4iWW6difFqcKjEd2sYyxOQWOBy0eVY94O1C92hqj2VGYYeRunIV289HPQPhlvVTwqHDaux2czMp1t4jGyPjV18I8Gc/KsU/aFJMy29jCE1FUQnGcsdKhV91eJHOp+byZdsMdfn4OjGd8r/p69ruFCoMt7K00h4uzuVX5sTqb4k0ku+VvCe5sYO+fkFiXC59CBl/kDUt2P2EB2Em0rqSduZjQlVz5a28RH7oWrH2PsK3tE0W0KRL10Lgt6s3Nj6kmonw1yu+XLft9j5uu2E0pfdrswvNpTi42mHhhU+GEgo7DnpVTxjXzY+I9PMSTtGvEtb/ZEPdM0McjyrDEuS8kaqlsiKPJsAeWqrTpssCsVYqpZc6WIBK5GDpPMZHlXXJJNRjbvvVJ7ubJvJdibQkaGUSy+0EJpbXPLcSRmeTu8ZwqxKq8yT3lTTZmxphu9MkyFJprSTMXHKabUQQpjnq7uKPI+0TU8VvOnCpQowRXNzu5A8ds8re122IlBYvFbQR2+o4GQpeHn01VI+0Ozf2PZ1gzES3l3GLgo2Mhi0lyR+z3kufkKtE4qKbW3cmuNsWdydPs9pFKRlvE08wKYCY5BQpyaCC7kwIL7a3skQBdntLdV4BfZ4ZO8kyeYMggyT1lBJ41i3fdLu92RYmFh+r7aSS6jljxibulTBVueJNJ+/Uts9zI9mPK1s7G6v5iiSPpPcI2qWRlGMEIqu3H3mWMGsfZdspGkur5BiOV/Z7TJyTbQEgyljxLSy6nYniTk9aCwqon9IOMw3tlcrwIQgH9qGUOufnLV7YqpP0jrMGxt5OqXBUfB4nY/nEtBO9j782k9tHOZ4YxIgYq8qKUb6yMGI4hsj5V6Gz9vW85IguIZSOYjlSQj5KTXN+4/ZBPtO39oSeONNZTDay2VC5IAGMccc+lSCb9HO7U5juoGI5au8Tj8dLUHQGaWuc7jd7eKwGI3uXRf7KYzrj0jyWH8Fa2zO3Ladu+LgrMBwZJY1Rhj1jClT8QfhQdKUVXO6vbdZXWElJtpTw0ynMZJ8psAD7wX517W2u0uytn7tphJKeAggBnkY/Z0pkA+jEUErrDdXiRozyMqIgLM7EKqqOZJPACogd+7tiBHsi7II8Jd4YuY+sCx0fM1ltNj3d1cLNfiKOKPDQ2cbmVRLzEs7lQJGX6oA0g8eYoNhN6J7n/AFK2YLy9puw0EWPtJD/TS/woP2hXvbOikWJRNIJZOOpwgjBJJPBATpABA5k8OJNbCjFLqoDJoo40UCVyJ2ibf9s2lcSg5QyFY/7tPAmPQgavixrpbtI3g9i2ZcSg4cp3cf8AeS+BSPhkt901yMxoEooqRbgbsfrC/itySEYkyMuMrGilmIyCM4GBkc2FBHaK6SXsB2aF53B9TIn+Uda8n6PlgRlZLlfvxn+cdBzrSg1cu2v0cpRk2lwj+SSgxt8Na6gfwWoXd9kO1IyQbSRsdUKOD8NDGg29wO1W5spo1lkeW1zpeJjr0qeGqPPFSOekEA4xjjkdMWm0EkjV0IZHUMjqcqysMhgfIiuM9o7NkgkaOZGjkXgyMCrA4B4g8RwIPzFXD2D7+4b9X3DeFyWt2J91zktF8G4sP2tQ+sKC80asgWtUoV5cq2Y5MigGSvB3o2o8QiihP0szMAcAlUjUszAEEZLd3GMggGVTg4xUgqF7aiMu24EY4jjtiSoOCxnkYgE44DNoOXP+YTJU86diqt2vLNDZ3t1dLJHcSGQIutcokc2Y2Rk92NUWAAE4Ls2R9IdVibCVxbQ96zPJ3amR2ABZyAWbSOC5JPDpy6UGhvNu092U0zGFdEsUulNTtFMYtYjcnEb4i06sNgO2ADg17FnZpFGkcahURQiKOSqowAPkKzUUBVTfpGXAGz4E6tcggeiwyg/m6/jVsE1zd27b3C5v1gjIMdrlSRxBmYgycfIaVT4q1Ba/YnYGLY0Gechkk+TSMF/FVB+dTuqz2T2ubLtdnQqszMYYo4hEI2EhKIF5MAvT3tWOPOoj/wC+S/2lcC3su4tQ+dLuwLABSSTK40jgCeCZ8s0Fy7X3gt7Re8uZo4l6a2ALY6KvNj6AGoBtHtZF25h2bYPePyLyJiNfIleeP3yleRZbl7LiYz7V2nHdzc2X2gY4dMBjLJ8Mgfs1r7e7c4bdO42TbIiDgsjIEQeqQrj8WIPmpoHydhlzed5Pcy29tK4ysNvEO7DeT6SAM9dOo8c5PXx90Nuzbu3Rt9o2qiKQ8LhEBcDlqSUDMsfIlOY8geB9zsq7YpJZvZtoyZaV/oZmCrh2P9E2kAaSfdOOB4dRi2ttbBgvImhuY1kjb6rdD9pSOKsPMYNBs20qSIrxlWR1DKykEMrDIYEcwRWYL6VCt0t2LnZcvs6MbjZ7lmjLECW0bBYq2ca42P2eIY8hkkzUPQGinBaTNJroHUU2ig5p7W+1H9YsIIUKW8T6gW4PI+Cuth9UYLALz4nPHgK1q+e2ns0RopNoQaY3XDTpyEmpgveDHJ8kZ+1z551UNQFXH+jfYZubmYj3IVQH+9fP/wCGqcq9P0aj4b342/8A+xQXPM/QdaVxwrDJcKgaRzhUBYnyAGTUSud9p2JKJEidBIGdsdCxV1APpxx5msuTlw4/qq+OGWXhOEHClqs4e1EtJ3azWZfONID5z5D6XifQVJt2d8RPMbeXSs+gyrpDBXiBCsRknDKxGRnkQfPEY82GV6Z5Lx5SbqLdtXZ17ZB7VAubiFfEoHGWIZJGOrrxI8xqHljnGCZo3DKSrKQQQcEEHIII5HOCDXbjVzl229nnsk/tcC4gmbxKBwimOSRjorcWHkdQ+yK2UWr2W9oi7TttLkC5iAEq8tY5CZR5E8x9U+hXMunUj3a473d3hlsrhJ4G0uhyOoI+srDqpHAj+RwReX/xE2vsqs0EpuCMGFdOgEde9P1T+7n06kLPSRh71edFsFztFrouvdm3iiCYOoSRvP4s8tOmduHPJ6Y40+n6RsuTqs4yueGJXU4+JUg/hU07Pe2SPaNz7MYDBIUZkzIJFcpgso8KkHTk/dNBYxtwaXSR61kUUE0DFkzTxTQua8zePbcdlay3Ep8ESlsdWPJUHqzEAfGgr7tq7Tms19jtji4kXMkgPGGNsgBSOUjYPHoOPMgimtw9yZdqXQiU6UA1SyYyI05ZxkZJPADIz8AcMtLO62ztJseKady7EnCovUk9EVcD4AAZOAendyNyodmWwhi8THDSykYaR8Yzjoo5Beg8ySSEY2d2C7Ojj0ussrHm7SMp+Sx6QPnmte6/R92e2dD3EfwdGH4MhJ/GrQoxQVjsr9H+wjOZXnn9GcRr8+7Ab/FU12PuZZWuPZ7aGMj6wQF/942WP417VFBEN7Oyyxv8tJF3cp/rosI5Pmwxpf7wJ9RXiQbpbas/9V2ilyg5RXkbcvLvAWb8xVlUUECG/W0IB/pmypWA5yWciXAPqIs6l+ZpLbti2azaZJZLd/sTwyRkfEgED5mp20YNal/sWGddM0SSr5SIsg/BgaDT2dvNaT/0NzBIT0SZGP8ACDmvXU1Cb3sV2VK2o22g9RHJIin7obA+WK2LbsosIwAiTKByxd3S/ksooJhRWrDbaFCqThQFGSWOAMDLMSSfUkmkoI72rrnY15jpED/DIhP8q5Krr7tEg1bJvR19mlP8KFv8q5CbmaBKuf8ARvm+lvE844W/heQf9uqYqz/0fNoaNqlOksEifNSkg/KNqC699JNMCIP6yVQ3qqBpD/iVaq/f2+aKxcpnU5WMeY1njj5A1Z2/aeGE/wC1YfMxOR/wmqz31jzFDnkLq3LfAvj/ADrzOfv8RjL7Ovj7cVsSnY/Zxsmxto4rxIHnZA0ryklix97QAcogOQMY5c85p+yNy3G1re7triOayijmTGvVIhdCO7LDPecSpyfEAOOTxPqb7W+meOQf1iMjfGIgqfjiRv4RUd2Zt+S32pZxqfBdGSKUcPFpTVE3xViR8GPpjovN+N8uz8r+jLo/D6pVr15+2NjR3dvJBMNUcilSOo6hlPRgQCD0IFO2hteKI4kkVTzweJx8Bxp9vtaF0ZlkUhBl+PujGckcwOBrq6pvTLVclbx7lXFrfPaaGeQH6PQpYyoclXRRkkEDOByww+qaZ/7B3/8A9Hdf9Xm/8FdVna9mZBJqi7wKUD6fHoJyVDYzpzxxyrfjvkdNaspTj4sjAxzyemKiZS+KWWOMb7ZUsLaZY3jbydWQ/gwBo2dtGS3mSWJikkbBkYcww/mPTqK69n21aSApJJGw6hhqXj55GmofvT2S7KlAY4tmfJVojhT693gpjiOQHPnTqnqarw92P0i4mwt9CYz/AGsOXT4mMnUo+Bap3Zdquy5vdvYR/eaof+YFqm7/ALEDqxb31vJk4UOHiJJOAOAYZ+deZP2HbUUkdyjDzWaPB/FgfyqZZfBZp0km8VsY2kW4hMagsziVGVVHMlgcAVzx2vdqA2k6wW+oW0bFtR4GZ8YD6eigE4B4+Ik45Dzm7GdqAf0A+UsOf+OtfZ3ZVtB7hInt3jDNgyMMog6sWUkcB0zx5dalCzv0fd1NFvJeOPFKe7j/ALtD4yPi4x/9qrgrW2NsxLe3jhjGEjRUUeijHH1PM+pNbhFAlKKMUtAUUgNLQFFFFAUUUUBSYpaKBMUtFFBp39oJYpIyOEiMh+DqVP8AOuLbmIq7Keakg/EcD+dduFq4838twm07xRwAuZ8DyHevig8Gp/2GRZ21AfsrM3y7iRf5sKgFTTsi3gis9qxSTHTGwaJm6J3gwHb9kHGfIEnpQdK702Bmt2CjLqRIg+0yHJUerLqX71Vft+x9ptJET3mTKdPGuHj49OIFXHFIrrqUhlIyCDkEdCCOYqFb27sTqxnskSXPGW2ZhGWJ5yQyHgGPVW4E8QQSdXH8TwZZ2Z4eY34uSY7xy8Um3Nqi5tLGcf1o1kfZYwnWp8irAg+oqJCE/rnZZPLvZh8+6JH8q8y63wMB0zWd9GQWOhozpDMcsygnTkniSBx51j2XfXd9f2bQWU6Rw3McryupVQgOHyxAUDQTwySccBWcxzy55n06i+8Zx3HaUbTsFu9pW8M3jikuZWlQ8nEMUsio3mupV4eQrYvpBb3sUcfhQ3Ps5QcjDKsilMfZHhI8tA8q3N5YhY3kN2/CJZWk1YOkd5HJHIjNyQ/SFgTgHGK8fYQfad97RGp9ngM0okIIWa5dHSOOMn3gmssSOGQo61OOF3JrvMrf0Rcp3vsTY2yo7i+kMo1GKwMkRPKORpCO8H7WF5/GmxbUdZpIQTpkijkYeTRyMuceoIz/AHY8q86Leu3gnmJlXU9uLYoMmRXWYsymPGrJBIx55zipJulunLNFcXM6GKW4CLbxOMNHDESy94Oal2Y5HQY+FZ48eWWM1PGN/f7LXKS3frGnu9sSI2U94yg3D3ciCT6yxRy9ysY/ZwmceZ9BRsrYb3wYtOwhs7iZSillZx3Ec0SB1OVVZJWyPIKK1Jt6I7W3ks2DmY3LyLAEYynX4u7EeMk94WII4EaSCamW6GxpLTZknfg9/L31xMo8Wl5F4RjHMqiovDqprfjw3lvXbpk/X+GeV1Ne6JbP3c9tnvIu8ZHFnEImy2lXkknBLRg4b3F44yMcMVbqLw48fOqz7NdpwybQn7qVJNVrD7pzjupZNRP+9T86s6tPh5rjivLd5U3QKYtsoOccay0V0MhRRRQFQfbe++m+ezBA8K4fGMSMobu9WeRBHHHM4qcVT+8e5dw9wzq8UjszuCrlWbLFgBkYyBjgCcVly2THvdNOOd3pWe9ZtpyrOW8YGPtccFcfy9RVnCqf7PrVZLxpbrGqLGGLrp70thcnOCeBxjOT8KuCq8GFwx1tPLd0UVqX993Y8K636LnHDzJ6V4D72LM7xI2hlbihysjDHDA6j4HP+c8nNjhvf2VxwuXhKqKiEe86xSJGebMFAGSDkgacdG+FS+nDyzlm4Z4XC6oooorZQUUUUGnPnORXKXajFp2xeD/bMf4sN/2q6yRc1y12zRadt3Xq0bfxQRH/ADoIRSg0lFBcH6P++JjuGsZCSk2Xi/ZlRSzAejIp+aL5mr/Ncb7o3Mkd/bPCNUgni0Ly1N3i4TP7R8PzrsYnpQOBppOT6CmyHAzTEThxoMxfPKmhaUnA4UKfOgQJx5cfOlzRxNOVaAHGnhaAKWgQLS0UUBRRRQFFFFBGN594IVfuGlKNwLKurW2R4V8Izp5E8s8vOvD2irumlZifJm0/PGAMcDjln1qvL3bRkuJpTq8UjsMsfApY4AH2scM9MZ6Zr3di7WaQYYjOMhRw0rw5egzj4CvN+Kwyt6nbw2SaehDsERHvg+lgMRnCBVY+HIXkc8Rjhz86k+y9529nEePpVJTWcEEA8x5npj4fCore32pMcMZ/eB4dV/7qwJtJYFXIwpVeK/UJIOoeYyT+FY8efJ9vNaXHC+U0F5hgck48TkZLZGMjI4twOceXKoZvxbq5W6jP+zkYdGHFH4eYPP4VnTbjnEkQzqUCRfXoxA5jmD1xgjlWK0240dyO8THeOuUOGVtJ1K5PXjwyPOo45ljlupz1rs3N1Nm3N1om0rmGVMSSZHeAYJOAPF4T7w8+vS1K1Nk3iSwqyDC4xpAxpKnSVx0wQRW3Xq8eGOM/xcGeVt7iiiitFBRRRQYc8a5S7W7kPtm7III7wLkHI8EaIRn0KkfKrU7aN8Lm1tokgfQJzIruMiQBAnhVvqg6zkjjw4Eca58Zs86BKKKKCQ9nyk7UswOftMH5TIT+Qrr1BXM3Ybu88+1EmA+jtgZHbpqKskaj1LHPwRq6XLYoGy8TilZgKxe82a2FjFBiVs1kVPOn6aMUABSiiigXNLTBSk0AxoTlTVNPFAtFFFAUUV5+2ttx2sRkkPDoBzJ/9dai3R5c/bdszBNLEfqyuv4McH8MV6GzbhWh0RgCRRl+GGfHmfKsG828Um0LjW2AB4Y4xnCJnPPqepPp8BWKK30scE6eQJ54+XSsOWTWm+Frcu7tjHp5ZHLkS2M/Ejjit27KOmMgLyzqOoHADDGgr08/LiDXj3K8CQDzJHw8v8qyR7RyQWyMDA05yfIDrjHr+FYzHtuNZl6sljtMRR8GyVLIQMeNCfUHB5EZ8q3Zm9owkcoxpLYcEkYGSXYe6OHQY+PGvF2igMhdAVDYPEqePJuR8+lZ9i7OlmcqhVFwNbHhwHEDHNuXIeXGrXDH6kTK/StPs52jL9LBMmCuJA44htXhOSOvAH8am9VItk6qAsoyD9kqTng2X1Fsn8Ks3Y0rtCpkdXbjllUoOfAFSSQQOFX4OWZzXoz5uPpu/VvUUUV0sBRRRQU5257F7zZ6zD+okBP7suEP+Lu65/rpDtmlP6nl09ZIQfh3gP8AMCub6AooooOnuxTZAg2VG2PHMWlY9SCSsefuKp+ZqYbX2gsERkkOFUoGOQAoeRY9RJIAALAk+QNRTsUvzJsaHPEo0sfyWQlR8gwHyFSbbNi06NGrKjExsrMutQY5UlGVyMg6McxzoNiz2tAygpNGwOkAh1OS5ZUHPmWVgPVSOhrXTeRTO8Yjk0RsY5J/B3aOsXfEONWtF0n32UDPDPEE+VY7sul5E7HIVZppmVQsbzySyGFVBYt4BcXJ+8pzk0u090XmuGlEsSH6TRKIB36iSF4hC0gYCSJWfWAw+qo6aqD1zvVaaVY3MAVyQpMqAMVIDYyehZQf3h5itiHbELhSs0bBtOkh1OderTjj10N/CfKoxb7kMCxeZSWbV7sjkZks3ILyyMzf6pjJP1h5Yp9xuQ7sR3yiJ3d5B3Z15eW7cBX14GBd44g8Y/2uAe/abwwyyIkTrJrWRg6MroO6MIZSQef06EenHyzo2G+UUnGRHgUx98rytFpaMOqZykjFTqdODAE6uGcHGHd/dNreVZGkVmCyKcd6dWsWyqdUsrtwFtyzjxAD3cnyl7OSFGJIkZAoVoYngMpWaOUNcOkupyO7IBUqVMjnrigkt7vTbxrnvUc933yojoWkjwTqQZ8QIViP3T5Gsku8FupwZ4tWHIXWuT3RYSYGeOCjj7reRqPruGwieITII5VzJ9G7N3pieMlHaQsqnVq5lsg+LxHDodxCsqHvsxoEQL9KCEgkla3ACyhGZVkVSzq3uZHFjgPe2JvBDdqzQNqCFQ3xeKOUf4ZB8wR0r0xXjbubDa3R1Z1fV3RyqlcGO2hgbmx4HuQw8tWOPOvYAoFpaKKAqlt996JDesceBcpGTnSUU8xjrqDZ+I8hV01SO+DC3up4BGrqHDx954tHeIrMV6EZJ51ly957NOPyjmybaN5cPKI0wSWwTy5AAEZya9prW0GM3pwPswgH8SxqPQ2+pwvIHicdK2f1Kftfl/51jnq3vk1l9kiiutmp9aZ2Hus2fCehCjAzmvBuTb5+jeTnwOgAY6cM8D8D8hTf1MPtH8KwXtiEAIyeODn8qjCYy9sqm2+j0XhDJwmBI93WQCc88Fvlw4EeoNbWzEESEyTRgk5IUtI3AcANHh/Oo2khXka29mxvPNHECAZHVATyBYgA/nVsuO2a2deu6VWG0zPIwUYVep5sf5Dly9amu6m0iJ+7bkVxy+twK/kHqAtsKW2leFZ4xIjnUNJDFSAQ6594FSDjp+dSDdAsLxAXZyWyMgAhQpzyOMY6+tcvT0cs6WtvVhdrRooor1HAKKKKCrO1of8AQ8/xh/58dc310f2sf/KLj4w/8+Oucu7PkfwoG0U7uz5H8KO7PkfwoOgf0e9robGaDUO8jmMmnr3bpGoYeY1Iw9OHmKtWGLPE9a483d27PZTrNASrr6ZDA81YdVPUfDkQCOhNz+2y0ulVLj/RZuA8Z+iY/syn3fg+PiaCwmAzinrCKSM5GayUDDGKUJTmpuryoEwKDmjTWQUGMLSqnGnk0ZoCk1U3VmlCUCk0oFAFLQFV52kbmSTyC5iGdMYV1XGs6dZyAeBGG+PCrDrFdXKxozyMFRQSzMcAAcyT5VFm0y6c37KK95lj9UlSOp4cDXtSR8a8PbJj7+UwH6LvWMZwR4CcqMHlgcPlUjK8M+YB/KuPn7WV0cfdrnlw/wDX41r3ceUYen/mP5VulKxFMnPy+RrGXXdexHmFbuwA3tdvp59/Fj494ta88eCR5Gt7duQreW5XmJ4sf7xRXdLtjVjdq272pVu05ppjkA4HBbwOD5gtj5jyry+zG9LXxD8SYXGrlnDITwHDPDnVh70bOM9nNGM6mjOkDmWXxIP4lFVNujtCSC41IiZTKuH1Bm1HBXIGVxjlgAY45NU5NY2ZUw3lNLuorzNkbdWfICurAAkNgjj5MDg16dbY5TKbjKyy6ooooqyH/9k="&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 242px; height: 208px;" src="data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBhQSEBUUEhQVFRQVFRYUFBQWFRYUFxQUFBQVFRQUFhQYHCceFxkjGRQVHy8hJCcqLSwtFx4xNTAqNSYrLCkBCQoKDgwOGg8PGi8lHyIpMjQvLSk0LSwsLCwsLC4tNSwsLCw2KiwsLCwpLCksKiksKi8sLCwsLCwsNCwsLCwpLP/AABEIANAA8gMBIgACEQEDEQH/xAAcAAABBAMBAAAAAAAAAAAAAAAAAQIGBwMECAX/xABQEAACAQMBBQUEBgYGBgcJAAABAgMABBESBQYhMUEHEyJRYRQycYEjQlKCkaEIFWJykrEzQ1NzosEkNGOTsrMllMLR0uHwFhcYNVSDw8TU/8QAGQEBAAMBAQAAAAAAAAAAAAAAAAECAwQF/8QAKhEBAQACAQMCBAYDAAAAAAAAAAECEQMSITFRYQQTMkEjcYGh4fAikdH/2gAMAwEAAhEDEQA/ALr7s+deHtPdgtKZ7eT2e44AyKupJQOSzxZAlHQHgw6MKkOaMUEb9j2n/bWP/Vrj/wDoo/UF4/8AS7QK+lvbQx/4pu9NSPNJqoK67Q9y0XY94FLyynTcvLKQ0khhKniQAMCIMoUAAccDicw7sD3yC95YScNRaWA/tBR3kfzVNQ/dfzFXjcQB0ZWGVYFWHmrDBH4E1yG/ebN2mcf0ltOQP2u7fH4MB+DUHXsJ8IrIK1dnXKywxyIco6K6HzV1DL+RFZ2OKDI1eQ8hMnHz5V6iyZrWdMSD1oM7vgV5yXR1E5wBzJ5AeZrfkXnVedrO8HsuzZdJw857hPPDgmQj7gYfFhQVtsmY7Y3kEvExCXvR6QW+DGPTOlAfWQ10YgwKpb9HazQRXk7aQwMaaiQNKeN2J8lJC8f2PSpHvj222tqpS1IuZ+Q057lT5lx7/wAE/iFBOtu7xQWUDTXDhEH8TN0RF5sx8h/LjVOy9p+2NpySLsyDRGvVVRnVTy1yynQGPPAA9M4zXn7t7mX23pxdX8jrb9GIxqXPuW6clXzbGP3jnF57H2VDaQrDBGsca8lXz6sSeLMepPE0HPsfYntW6kLz6EZiWZ5pgzEnmTo1kn41h2ruhdbvXdtdErKurOtchC2CHhbIyCULcfIkj3TXTAHCtHeDYMV5bPbzrlHGPVSOKup6MDgj4UD9h7XjureOeFsxyKGU9R0KsOjAggjoQa3SapXs82lLsbaL7LvD9FKwMEnJdbcEZfJZMaSOjqB9o1dNAmqsbQBuPWnmnAUGkylTgnh51mUkDhg1nZc8K1O5wcZwKB5mPlT1nGKxcRw5jzp+sdBQZkxQWrD3PrSrGR60GUTCk74U3X5inDFAuaKOFFBXm7fbpYXOFmLWsnLEnijz6SrwA9WC1YkcgYAqQQQCCDkEHkQeoqot5f0eoJMvZStC3MRyZkTPkH99fiddRPd7eC+2BdGC41SQJjvoQchUc8J4CfqnzGATlWAOCGx0Q1IONauydqxXUKTQuHjcZVh+BBB4gg8CDxBBFbgFAua5f7crPu9sSEDHeJFJ8zGEJ/GM11Aa55/SKtsXtu/24NJ+5I//AI/yoLO7G9p99sa3JOTHrhPoEc6B/AUqbg1VX6Pcn/Rko6C5bHpmGEmrUAoGetYLo8Qa3AKwXaeGgXOa527d9t9/fpaxZIt1wQOOZZMO/D0URj4hqvraG0Rb20kz+7FG8jeoRSxHzxiuXLu7cwSXDnM97M4zjJEYJMpXy1O2PgKrllpMm3ibNtppHEMIZmkITQvHWc5AxyPEZ8hjPTNXv2f9h8UIWa+KzS8CIfeiQ/t/2p9Pd/e517fZp2YJs6ESSAPdOvjbpGDgmJP826keQAqaPCR7vCrIbABHADgPKlUisFvMxJB6VmNAFsU/vM1rlc0qpx50Ea7SNxV2la6RhbiPLQOeHi6xsfsNgD0IB6YOt2V75teW7Qz5F3bHu51bgzYJUSEfaypVv2lPQipiFzzqtN77L9WbVh2onCCZhBegDgO8wolPocKxP2oh9ugs5m40mvypiNmsg4UASRWJl1VkLZpceVBjUY4GsqgUYpMY+FBkApaaGo1UAwo05ozScqBe7FFLqooNVbkGoj2jbqC9hDxEC7hy0DHGGz78L54FHHDjwB9CcyprM9TS+x4wRxpe4oncTeM7OuUYFks55e4urd85tLj3QePIAjn9kEHJUYv8E1S3bDsVBdKyLpN7DKkg6NPbBJIXx9ojw56irG7PNr+0bKtZSct3Ko5zkl4vo2J9coT86phubxv9i2XqkTSVR/b3Asl/YI+dLgq2OBw0yg49eNXaRnnVMdsCg7Y2cjcRjP4ynH5r+VTndY2ox72N3sHue5e9sW96KXvV82X+iY/gsR+9VwVTHZHEZNt7QlP9WndfxOgH5QmrnAqMLbjLfROU1acDWJuJ9Kc3ChOVXVV3267X7jZTIDhp3SL7ozI/5R4+9VR2dmBtbZlueIjNoGHTU0qyPw+dTftzue/v7GzXjzkcf3jhRn4LE/41Cre9C7yxMeS3UCfAZjT8s1lbvkk9rf7+68n+Nrp/pTRTzWFpcVqobqw+D1rMMVrpGWOo1nKUC8qTTmgxU3u6BXPlWltTZEd1BJDMNUcqlGHoeo8iDgg9CBW1JKqjLEKOHEkAcTgcT6kVkQUEf3HMq23s9xky2rG3LkECZEAMMynqGiZM+TBga92VugpZjj406OKgWOPAp+KBS0CUEUtFAxTT6biigXFBozRQGaKWigYy5pCKdSScqCte3D6O2tLj+xvIyf3WR9X/AAitDsl2mILm62c5wA5ubYHk0bga1X4eE/x+RqWdpG7xvdmzwgZfT3kY85I/Eq/eAK/eqpbd5JbW1vrY/wClWqgj9sR5WSNh1yATjqGYfWzWHJn8vOZXxe3/ABpjj1Y2Og1FUh2uXYG8FlnkIoh/HNOM/mKtfdLeaO/tI7iLgG4OhOTHIPfQnrjoeoIPWqa36IvN5QqHK24jDkdDDl2H8b6fiDV+SyYXforh9UevuFcmz2/LEf6O+iLp6yLl8fLTMPvCrqD1QtlEbjeSzVMnuB3khH1Qupzn09wffA61fYWq8Ft48d+i3JqZ3RoXzpWNae1NuQWy6riaOIecjqmfgCePyqpt/O172lXs9lo0pkUo84BGFYYYRg4I4EjW2MdAeY1t15ZvFS/G0dt3N4vGGICKE9CANCsPiA7ffFQmytzdbcVUPF7wAMOgEoyw+Cgn5VLXK7K2aVJBmfPLrKw6eijH4Vodm+zTZI21p1LLHmO1i+tc3EoMShfJRqbjx5HHu8eXhvzM8uT7eI35J04zF0Vc32lWbBIVWbAGSQATgDqeFR6ffMDZX6xMTaRD33ckgNknSFLY5ZI445ccdK8fZW+N4ybUkuO4AsYtKiFG0e0LC8koLOSW0sFTyPPFYduXE827Jd/pZZbPvZ5GZV0ZQTliAOeCoCgdRxArrYJptreIW1g933bOEiWTu05nVp4A+Xi5+QNexDJqUNgjIBweBGRnBHQ1XG19tPZbuLPbyN38kNsVdzrPeTiEEgNwGEJwAMDA4VYcBwoGrOBgnOcleDZPnkHNBmNAFeda7wW8k8kEc0bTRDMkasCycceIDlx4Hyzxqu138vJb6xmRlSwubma3SLSC8scY0id3IyMtqIC4wFGc5oLH21seO6t5YJRlJUZG9Aw94eoOCPUCqr7INuXMV5c7NupGYwg90GOdPduFcITx0EOrAcgBwxmrf7yqS3huTa73wSDgJ+5B9RMnsx/NQflQXUkXU86zimU+gKTFLRQJS0UmKBaTNGaQUBS5ooJoDNFGKKBrGmA5pMZNV32x9oJsLcQwNpuZuTDGY4xwZx5MT4R94/VoPT3w7U7KwkEUrO8o4mOIKxTyDlmAU9cZz6cRmrNyd4Ypbq6SEFI3la4hRsZVXPjThw4eHgOgqqppi7FmJJJJJJySSckknmc0iOQcgkEciOBrLm45yYXFfDPoy2uvZE95sqaf2KJZ4bg6hEzaBDKPrYyNQwSOB4jSDjSM+VurALY3LTN3l4ytNIi+N9OS3Mc2LHJx5iq4XeK5C6RcTY8u8f8A76XY23ZLe5WdSWYHxaiTrB94E+vn8DWGXDyZYdGV/n82kzwmW5F19ll/aWVo+0Ly4iWW6difFqcKjEd2sYyxOQWOBy0eVY94O1C92hqj2VGYYeRunIV289HPQPhlvVTwqHDaux2czMp1t4jGyPjV18I8Gc/KsU/aFJMy29jCE1FUQnGcsdKhV91eJHOp+byZdsMdfn4OjGd8r/p69ruFCoMt7K00h4uzuVX5sTqb4k0ku+VvCe5sYO+fkFiXC59CBl/kDUt2P2EB2Em0rqSduZjQlVz5a28RH7oWrH2PsK3tE0W0KRL10Lgt6s3Nj6kmonw1yu+XLft9j5uu2E0pfdrswvNpTi42mHhhU+GEgo7DnpVTxjXzY+I9PMSTtGvEtb/ZEPdM0McjyrDEuS8kaqlsiKPJsAeWqrTpssCsVYqpZc6WIBK5GDpPMZHlXXJJNRjbvvVJ7ubJvJdibQkaGUSy+0EJpbXPLcSRmeTu8ZwqxKq8yT3lTTZmxphu9MkyFJprSTMXHKabUQQpjnq7uKPI+0TU8VvOnCpQowRXNzu5A8ds8re122IlBYvFbQR2+o4GQpeHn01VI+0Ozf2PZ1gzES3l3GLgo2Mhi0lyR+z3kufkKtE4qKbW3cmuNsWdydPs9pFKRlvE08wKYCY5BQpyaCC7kwIL7a3skQBdntLdV4BfZ4ZO8kyeYMggyT1lBJ41i3fdLu92RYmFh+r7aSS6jljxibulTBVueJNJ+/Uts9zI9mPK1s7G6v5iiSPpPcI2qWRlGMEIqu3H3mWMGsfZdspGkur5BiOV/Z7TJyTbQEgyljxLSy6nYniTk9aCwqon9IOMw3tlcrwIQgH9qGUOufnLV7YqpP0jrMGxt5OqXBUfB4nY/nEtBO9j782k9tHOZ4YxIgYq8qKUb6yMGI4hsj5V6Gz9vW85IguIZSOYjlSQj5KTXN+4/ZBPtO39oSeONNZTDay2VC5IAGMccc+lSCb9HO7U5juoGI5au8Tj8dLUHQGaWuc7jd7eKwGI3uXRf7KYzrj0jyWH8Fa2zO3Ladu+LgrMBwZJY1Rhj1jClT8QfhQdKUVXO6vbdZXWElJtpTw0ynMZJ8psAD7wX517W2u0uytn7tphJKeAggBnkY/Z0pkA+jEUErrDdXiRozyMqIgLM7EKqqOZJPACogd+7tiBHsi7II8Jd4YuY+sCx0fM1ltNj3d1cLNfiKOKPDQ2cbmVRLzEs7lQJGX6oA0g8eYoNhN6J7n/AFK2YLy9puw0EWPtJD/TS/woP2hXvbOikWJRNIJZOOpwgjBJJPBATpABA5k8OJNbCjFLqoDJoo40UCVyJ2ibf9s2lcSg5QyFY/7tPAmPQgavixrpbtI3g9i2ZcSg4cp3cf8AeS+BSPhkt901yMxoEooqRbgbsfrC/itySEYkyMuMrGilmIyCM4GBkc2FBHaK6SXsB2aF53B9TIn+Uda8n6PlgRlZLlfvxn+cdBzrSg1cu2v0cpRk2lwj+SSgxt8Na6gfwWoXd9kO1IyQbSRsdUKOD8NDGg29wO1W5spo1lkeW1zpeJjr0qeGqPPFSOekEA4xjjkdMWm0EkjV0IZHUMjqcqysMhgfIiuM9o7NkgkaOZGjkXgyMCrA4B4g8RwIPzFXD2D7+4b9X3DeFyWt2J91zktF8G4sP2tQ+sKC80asgWtUoV5cq2Y5MigGSvB3o2o8QiihP0szMAcAlUjUszAEEZLd3GMggGVTg4xUgqF7aiMu24EY4jjtiSoOCxnkYgE44DNoOXP+YTJU86diqt2vLNDZ3t1dLJHcSGQIutcokc2Y2Rk92NUWAAE4Ls2R9IdVibCVxbQ96zPJ3amR2ABZyAWbSOC5JPDpy6UGhvNu092U0zGFdEsUulNTtFMYtYjcnEb4i06sNgO2ADg17FnZpFGkcahURQiKOSqowAPkKzUUBVTfpGXAGz4E6tcggeiwyg/m6/jVsE1zd27b3C5v1gjIMdrlSRxBmYgycfIaVT4q1Ba/YnYGLY0Gechkk+TSMF/FVB+dTuqz2T2ubLtdnQqszMYYo4hEI2EhKIF5MAvT3tWOPOoj/wC+S/2lcC3su4tQ+dLuwLABSSTK40jgCeCZ8s0Fy7X3gt7Re8uZo4l6a2ALY6KvNj6AGoBtHtZF25h2bYPePyLyJiNfIleeP3yleRZbl7LiYz7V2nHdzc2X2gY4dMBjLJ8Mgfs1r7e7c4bdO42TbIiDgsjIEQeqQrj8WIPmpoHydhlzed5Pcy29tK4ysNvEO7DeT6SAM9dOo8c5PXx90Nuzbu3Rt9o2qiKQ8LhEBcDlqSUDMsfIlOY8geB9zsq7YpJZvZtoyZaV/oZmCrh2P9E2kAaSfdOOB4dRi2ttbBgvImhuY1kjb6rdD9pSOKsPMYNBs20qSIrxlWR1DKykEMrDIYEcwRWYL6VCt0t2LnZcvs6MbjZ7lmjLECW0bBYq2ca42P2eIY8hkkzUPQGinBaTNJroHUU2ig5p7W+1H9YsIIUKW8T6gW4PI+Cuth9UYLALz4nPHgK1q+e2ns0RopNoQaY3XDTpyEmpgveDHJ8kZ+1z551UNQFXH+jfYZubmYj3IVQH+9fP/wCGqcq9P0aj4b342/8A+xQXPM/QdaVxwrDJcKgaRzhUBYnyAGTUSud9p2JKJEidBIGdsdCxV1APpxx5msuTlw4/qq+OGWXhOEHClqs4e1EtJ3azWZfONID5z5D6XifQVJt2d8RPMbeXSs+gyrpDBXiBCsRknDKxGRnkQfPEY82GV6Z5Lx5SbqLdtXZ17ZB7VAubiFfEoHGWIZJGOrrxI8xqHljnGCZo3DKSrKQQQcEEHIII5HOCDXbjVzl229nnsk/tcC4gmbxKBwimOSRjorcWHkdQ+yK2UWr2W9oi7TttLkC5iAEq8tY5CZR5E8x9U+hXMunUj3a473d3hlsrhJ4G0uhyOoI+srDqpHAj+RwReX/xE2vsqs0EpuCMGFdOgEde9P1T+7n06kLPSRh71edFsFztFrouvdm3iiCYOoSRvP4s8tOmduHPJ6Y40+n6RsuTqs4yueGJXU4+JUg/hU07Pe2SPaNz7MYDBIUZkzIJFcpgso8KkHTk/dNBYxtwaXSR61kUUE0DFkzTxTQua8zePbcdlay3Ep8ESlsdWPJUHqzEAfGgr7tq7Tms19jtji4kXMkgPGGNsgBSOUjYPHoOPMgimtw9yZdqXQiU6UA1SyYyI05ZxkZJPADIz8AcMtLO62ztJseKady7EnCovUk9EVcD4AAZOAendyNyodmWwhi8THDSykYaR8Yzjoo5Beg8ySSEY2d2C7Ojj0ussrHm7SMp+Sx6QPnmte6/R92e2dD3EfwdGH4MhJ/GrQoxQVjsr9H+wjOZXnn9GcRr8+7Ab/FU12PuZZWuPZ7aGMj6wQF/942WP417VFBEN7Oyyxv8tJF3cp/rosI5Pmwxpf7wJ9RXiQbpbas/9V2ilyg5RXkbcvLvAWb8xVlUUECG/W0IB/pmypWA5yWciXAPqIs6l+ZpLbti2azaZJZLd/sTwyRkfEgED5mp20YNal/sWGddM0SSr5SIsg/BgaDT2dvNaT/0NzBIT0SZGP8ACDmvXU1Cb3sV2VK2o22g9RHJIin7obA+WK2LbsosIwAiTKByxd3S/ksooJhRWrDbaFCqThQFGSWOAMDLMSSfUkmkoI72rrnY15jpED/DIhP8q5Krr7tEg1bJvR19mlP8KFv8q5CbmaBKuf8ARvm+lvE844W/heQf9uqYqz/0fNoaNqlOksEifNSkg/KNqC699JNMCIP6yVQ3qqBpD/iVaq/f2+aKxcpnU5WMeY1njj5A1Z2/aeGE/wC1YfMxOR/wmqz31jzFDnkLq3LfAvj/ADrzOfv8RjL7Ovj7cVsSnY/Zxsmxto4rxIHnZA0ryklix97QAcogOQMY5c85p+yNy3G1re7triOayijmTGvVIhdCO7LDPecSpyfEAOOTxPqb7W+meOQf1iMjfGIgqfjiRv4RUd2Zt+S32pZxqfBdGSKUcPFpTVE3xViR8GPpjovN+N8uz8r+jLo/D6pVr15+2NjR3dvJBMNUcilSOo6hlPRgQCD0IFO2hteKI4kkVTzweJx8Bxp9vtaF0ZlkUhBl+PujGckcwOBrq6pvTLVclbx7lXFrfPaaGeQH6PQpYyoclXRRkkEDOByww+qaZ/7B3/8A9Hdf9Xm/8FdVna9mZBJqi7wKUD6fHoJyVDYzpzxxyrfjvkdNaspTj4sjAxzyemKiZS+KWWOMb7ZUsLaZY3jbydWQ/gwBo2dtGS3mSWJikkbBkYcww/mPTqK69n21aSApJJGw6hhqXj55GmofvT2S7KlAY4tmfJVojhT693gpjiOQHPnTqnqarw92P0i4mwt9CYz/AGsOXT4mMnUo+Bap3Zdquy5vdvYR/eaof+YFqm7/ALEDqxb31vJk4UOHiJJOAOAYZ+deZP2HbUUkdyjDzWaPB/FgfyqZZfBZp0km8VsY2kW4hMagsziVGVVHMlgcAVzx2vdqA2k6wW+oW0bFtR4GZ8YD6eigE4B4+Ik45Dzm7GdqAf0A+UsOf+OtfZ3ZVtB7hInt3jDNgyMMog6sWUkcB0zx5dalCzv0fd1NFvJeOPFKe7j/ALtD4yPi4x/9qrgrW2NsxLe3jhjGEjRUUeijHH1PM+pNbhFAlKKMUtAUUgNLQFFFFAUUUUBSYpaKBMUtFFBp39oJYpIyOEiMh+DqVP8AOuLbmIq7Keakg/EcD+dduFq4838twm07xRwAuZ8DyHevig8Gp/2GRZ21AfsrM3y7iRf5sKgFTTsi3gis9qxSTHTGwaJm6J3gwHb9kHGfIEnpQdK702Bmt2CjLqRIg+0yHJUerLqX71Vft+x9ptJET3mTKdPGuHj49OIFXHFIrrqUhlIyCDkEdCCOYqFb27sTqxnskSXPGW2ZhGWJ5yQyHgGPVW4E8QQSdXH8TwZZ2Z4eY34uSY7xy8Um3Nqi5tLGcf1o1kfZYwnWp8irAg+oqJCE/rnZZPLvZh8+6JH8q8y63wMB0zWd9GQWOhozpDMcsygnTkniSBx51j2XfXd9f2bQWU6Rw3McryupVQgOHyxAUDQTwySccBWcxzy55n06i+8Zx3HaUbTsFu9pW8M3jikuZWlQ8nEMUsio3mupV4eQrYvpBb3sUcfhQ3Ps5QcjDKsilMfZHhI8tA8q3N5YhY3kN2/CJZWk1YOkd5HJHIjNyQ/SFgTgHGK8fYQfad97RGp9ngM0okIIWa5dHSOOMn3gmssSOGQo61OOF3JrvMrf0Rcp3vsTY2yo7i+kMo1GKwMkRPKORpCO8H7WF5/GmxbUdZpIQTpkijkYeTRyMuceoIz/AHY8q86Leu3gnmJlXU9uLYoMmRXWYsymPGrJBIx55zipJulunLNFcXM6GKW4CLbxOMNHDESy94Oal2Y5HQY+FZ48eWWM1PGN/f7LXKS3frGnu9sSI2U94yg3D3ciCT6yxRy9ysY/ZwmceZ9BRsrYb3wYtOwhs7iZSillZx3Ec0SB1OVVZJWyPIKK1Jt6I7W3ks2DmY3LyLAEYynX4u7EeMk94WII4EaSCamW6GxpLTZknfg9/L31xMo8Wl5F4RjHMqiovDqprfjw3lvXbpk/X+GeV1Ne6JbP3c9tnvIu8ZHFnEImy2lXkknBLRg4b3F44yMcMVbqLw48fOqz7NdpwybQn7qVJNVrD7pzjupZNRP+9T86s6tPh5rjivLd5U3QKYtsoOccay0V0MhRRRQFQfbe++m+ezBA8K4fGMSMobu9WeRBHHHM4qcVT+8e5dw9wzq8UjszuCrlWbLFgBkYyBjgCcVly2THvdNOOd3pWe9ZtpyrOW8YGPtccFcfy9RVnCqf7PrVZLxpbrGqLGGLrp70thcnOCeBxjOT8KuCq8GFwx1tPLd0UVqX993Y8K636LnHDzJ6V4D72LM7xI2hlbihysjDHDA6j4HP+c8nNjhvf2VxwuXhKqKiEe86xSJGebMFAGSDkgacdG+FS+nDyzlm4Z4XC6oooorZQUUUUGnPnORXKXajFp2xeD/bMf4sN/2q6yRc1y12zRadt3Xq0bfxQRH/ADoIRSg0lFBcH6P++JjuGsZCSk2Xi/ZlRSzAejIp+aL5mr/Ncb7o3Mkd/bPCNUgni0Ly1N3i4TP7R8PzrsYnpQOBppOT6CmyHAzTEThxoMxfPKmhaUnA4UKfOgQJx5cfOlzRxNOVaAHGnhaAKWgQLS0UUBRRRQFFFFBGN594IVfuGlKNwLKurW2R4V8Izp5E8s8vOvD2irumlZifJm0/PGAMcDjln1qvL3bRkuJpTq8UjsMsfApY4AH2scM9MZ6Zr3di7WaQYYjOMhRw0rw5egzj4CvN+Kwyt6nbw2SaehDsERHvg+lgMRnCBVY+HIXkc8Rjhz86k+y9529nEePpVJTWcEEA8x5npj4fCore32pMcMZ/eB4dV/7qwJtJYFXIwpVeK/UJIOoeYyT+FY8efJ9vNaXHC+U0F5hgck48TkZLZGMjI4twOceXKoZvxbq5W6jP+zkYdGHFH4eYPP4VnTbjnEkQzqUCRfXoxA5jmD1xgjlWK0240dyO8THeOuUOGVtJ1K5PXjwyPOo45ljlupz1rs3N1Nm3N1om0rmGVMSSZHeAYJOAPF4T7w8+vS1K1Nk3iSwqyDC4xpAxpKnSVx0wQRW3Xq8eGOM/xcGeVt7iiiitFBRRRQYc8a5S7W7kPtm7III7wLkHI8EaIRn0KkfKrU7aN8Lm1tokgfQJzIruMiQBAnhVvqg6zkjjw4Eca58Zs86BKKKKCQ9nyk7UswOftMH5TIT+Qrr1BXM3Ybu88+1EmA+jtgZHbpqKskaj1LHPwRq6XLYoGy8TilZgKxe82a2FjFBiVs1kVPOn6aMUABSiiigXNLTBSk0AxoTlTVNPFAtFFFAUUV5+2ttx2sRkkPDoBzJ/9dai3R5c/bdszBNLEfqyuv4McH8MV6GzbhWh0RgCRRl+GGfHmfKsG828Um0LjW2AB4Y4xnCJnPPqepPp8BWKK30scE6eQJ54+XSsOWTWm+Frcu7tjHp5ZHLkS2M/Ejjit27KOmMgLyzqOoHADDGgr08/LiDXj3K8CQDzJHw8v8qyR7RyQWyMDA05yfIDrjHr+FYzHtuNZl6sljtMRR8GyVLIQMeNCfUHB5EZ8q3Zm9owkcoxpLYcEkYGSXYe6OHQY+PGvF2igMhdAVDYPEqePJuR8+lZ9i7OlmcqhVFwNbHhwHEDHNuXIeXGrXDH6kTK/StPs52jL9LBMmCuJA44htXhOSOvAH8am9VItk6qAsoyD9kqTng2X1Fsn8Ks3Y0rtCpkdXbjllUoOfAFSSQQOFX4OWZzXoz5uPpu/VvUUUV0sBRRRQU5257F7zZ6zD+okBP7suEP+Lu65/rpDtmlP6nl09ZIQfh3gP8AMCub6AooooOnuxTZAg2VG2PHMWlY9SCSsefuKp+ZqYbX2gsERkkOFUoGOQAoeRY9RJIAALAk+QNRTsUvzJsaHPEo0sfyWQlR8gwHyFSbbNi06NGrKjExsrMutQY5UlGVyMg6McxzoNiz2tAygpNGwOkAh1OS5ZUHPmWVgPVSOhrXTeRTO8Yjk0RsY5J/B3aOsXfEONWtF0n32UDPDPEE+VY7sul5E7HIVZppmVQsbzySyGFVBYt4BcXJ+8pzk0u090XmuGlEsSH6TRKIB36iSF4hC0gYCSJWfWAw+qo6aqD1zvVaaVY3MAVyQpMqAMVIDYyehZQf3h5itiHbELhSs0bBtOkh1OderTjj10N/CfKoxb7kMCxeZSWbV7sjkZks3ILyyMzf6pjJP1h5Yp9xuQ7sR3yiJ3d5B3Z15eW7cBX14GBd44g8Y/2uAe/abwwyyIkTrJrWRg6MroO6MIZSQef06EenHyzo2G+UUnGRHgUx98rytFpaMOqZykjFTqdODAE6uGcHGHd/dNreVZGkVmCyKcd6dWsWyqdUsrtwFtyzjxAD3cnyl7OSFGJIkZAoVoYngMpWaOUNcOkupyO7IBUqVMjnrigkt7vTbxrnvUc933yojoWkjwTqQZ8QIViP3T5Gsku8FupwZ4tWHIXWuT3RYSYGeOCjj7reRqPruGwieITII5VzJ9G7N3pieMlHaQsqnVq5lsg+LxHDodxCsqHvsxoEQL9KCEgkla3ACyhGZVkVSzq3uZHFjgPe2JvBDdqzQNqCFQ3xeKOUf4ZB8wR0r0xXjbubDa3R1Z1fV3RyqlcGO2hgbmx4HuQw8tWOPOvYAoFpaKKAqlt996JDesceBcpGTnSUU8xjrqDZ+I8hV01SO+DC3up4BGrqHDx954tHeIrMV6EZJ51ly957NOPyjmybaN5cPKI0wSWwTy5AAEZya9prW0GM3pwPswgH8SxqPQ2+pwvIHicdK2f1Kftfl/51jnq3vk1l9kiiutmp9aZ2Hus2fCehCjAzmvBuTb5+jeTnwOgAY6cM8D8D8hTf1MPtH8KwXtiEAIyeODn8qjCYy9sqm2+j0XhDJwmBI93WQCc88Fvlw4EeoNbWzEESEyTRgk5IUtI3AcANHh/Oo2khXka29mxvPNHECAZHVATyBYgA/nVsuO2a2deu6VWG0zPIwUYVep5sf5Dly9amu6m0iJ+7bkVxy+twK/kHqAtsKW2leFZ4xIjnUNJDFSAQ6594FSDjp+dSDdAsLxAXZyWyMgAhQpzyOMY6+tcvT0cs6WtvVhdrRooor1HAKKKKCrO1of8AQ8/xh/58dc310f2sf/KLj4w/8+Oucu7PkfwoG0U7uz5H8KO7PkfwoOgf0e9robGaDUO8jmMmnr3bpGoYeY1Iw9OHmKtWGLPE9a483d27PZTrNASrr6ZDA81YdVPUfDkQCOhNz+2y0ulVLj/RZuA8Z+iY/syn3fg+PiaCwmAzinrCKSM5GayUDDGKUJTmpuryoEwKDmjTWQUGMLSqnGnk0ZoCk1U3VmlCUCk0oFAFLQFV52kbmSTyC5iGdMYV1XGs6dZyAeBGG+PCrDrFdXKxozyMFRQSzMcAAcyT5VFm0y6c37KK95lj9UlSOp4cDXtSR8a8PbJj7+UwH6LvWMZwR4CcqMHlgcPlUjK8M+YB/KuPn7WV0cfdrnlw/wDX41r3ceUYen/mP5VulKxFMnPy+RrGXXdexHmFbuwA3tdvp59/Fj494ta88eCR5Gt7duQreW5XmJ4sf7xRXdLtjVjdq272pVu05ppjkA4HBbwOD5gtj5jyry+zG9LXxD8SYXGrlnDITwHDPDnVh70bOM9nNGM6mjOkDmWXxIP4lFVNujtCSC41IiZTKuH1Bm1HBXIGVxjlgAY45NU5NY2ZUw3lNLuorzNkbdWfICurAAkNgjj5MDg16dbY5TKbjKyy6ooooqyH/9k=" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat suatu gambaran peristiwa di mayantara, tentang seseorang yang melepaskan kebebasannya demi sesuatu yang lain. Menubrukan diri pada suatu benturan untuk menemukan “kelainan” pada diri. Teringat akan naskah Godot yang terus menyatakan bahwa setiap harinya adalah hal yang sama, tidak ada yang baru, dan terus selalu menunjukan ketakberbedaan. Naskah itu bagiku adalah hal yang tak dapat dicerna, tak dapat dirasa, karena saya merasa setiap hari di dalam hidup saya adalah baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah saya menganggap bahwa diri saya akan mengalami hal yang persis dialami pada lakon di Godot tersebut. Menunggu, menunggu, dan menunggu. Padahal peristiwa yang menjadi akhir cerita adalah awal, yang akhir menjadi awal. Karena ketika lakon tersebut terus menunggu, yang ditunggu tidak akan pernah datang. Godot tak pernah datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama-kelamaan, saya melepaskan diri dari kisah Godot. Itu dikarenakan terdapat hal yang saya yakini, bahwa setiap orang memiliki kisahnya masing-masing. Meski ada dua orang yang mengalami peristiwa yang sama persis, tapi keduanya tidak menunjukan kesamaan mutlak, itu hanya menunjukan keserupaan. Karena setiap orang tetap mempunyai perjalanannya masing-masing. Aliran hidup menuju muara misteri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, saya tak pernah membiarkan diri saya menjadi lakon dalam Godot. Lakon saya adalah lakon yang lain, barang kali dalam beberapa waktu yang tak lama, saya perankan lakon dalam Godot. Tapi saya bukanlah lakon-lakon itu. Lakon dalam Godot telah berhasil memedarkan suatu makna. Begitu pula saya, meski saya tahu bahwa saya belum turun panggung. Sehingga, lakon yang saya perankan kali ini ada baiknya untuk selalu diperankan sebaik mungkin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak akan membiarkan diri menjadi buntut-buntut tanpa kepala yang berupaya mencari kepalanya. Saya bukanlah buntut, bukan juga kepala saja. Saya adalah kesatuan tubuh, tak dapat dipisahkan begitu saja. Saya bersyukur jika di saat ini selalu melihat kebaruan dalam setiap harinya, ini yang mampu membedakan saya dan lakon dalam Godot. Kebaruan bukanlah melupakan setumpuk peristiwa di masa lalu. Kebaruan adalah selalu melihat kesegaran peristiwa di setiap harinya, seolah-olah seperti bayi yang baru berpetualang dengan dunia di luar rahim ibu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada orang yang tiba-tiba merubah dengan sengaja perjalanan hidupnya, barang kali ia ingin melihat kebaruan dalam hidupnya. Meski ia selalu melihat sesuatu hal yang baru dalam rutinitasnya, tapi bisa jadi ia ingin menemukan sesuatu yang benar-benar baru. Hingga melepaskan kecintaannya pada sebuah kisah, sebuah kenyamanan, sebuah keamanan, dan barang kali kebebasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah saya merasa bahwa barang kali dalam sisa hidup saya akan terbangun dari tidur setiap paginya dengan pergulatan batin yang sama dalam jangka waktu yang lama. Tapi, pilihan hidup dan energi telah membuat saya tak mengalami itu, barang kali untuk sementara pernah. Justru, kini saya selalu berharap di setiap saya bangun dari tidur, akan menemukan kebaruan itu yang tentunya diupayakan terus dicari. Hingga saya berharap, di suatu hari nanti tak pernah ada keluhan terlontar dari saya sedikit pun.  Nyatanya, kebaruan itu sedikit demi sedikit terus terjadi, meski keluhan masih sering muncul, dalam lisan maupun tak terucap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan setiap harinya terbangun dengan kesegaran udara, air, tanah, dan wangi apapun yang ada di dekat tubuh ini, pasti sungguh menyenangkan. Persoalan utamanya adalah bagaimana merubah bingkai makna kita untuk menangkap kebaruan itu. Ada baiknya untuk belajar dan terus belajar, mengelola dengan baik setiap butiran keringat menjadi semacam telaga pelangi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak usah diperdebatkan soal kebaruan ini. Karena pada dasarnya setiap orang tentu menatap penuh air liur dalam melihat kebaruan tersebut dengan caranya sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-5565506151862466141?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/5565506151862466141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/12/kebaruan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5565506151862466141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5565506151862466141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/12/kebaruan.html' title='Kebaruan'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-7590752823110117448</id><published>2011-12-24T20:41:00.001-08:00</published><updated>2011-12-24T21:25:28.478-08:00</updated><title type='text'>Pupuk</title><content type='html'>&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR1flcbvxpuF-cENPssnEkvHAFW1xQzL6X7LjpGGloiU9A9joOoIys__tw"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 101px; height: 135px;" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR1flcbvxpuF-cENPssnEkvHAFW1xQzL6X7LjpGGloiU9A9joOoIys__tw" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesannya yang terakhir masih terngiang-ngiang di telinga saya, seperti dengung serangga yang begitu dekat dengan telinga, “semoga kita bisa saling memupuki. Semoga pupuk ini berhasil menanami satu sama lain.” Ah ya, waktu itu saya rasa makna pupuk bisa saja terjalin dengan kebersamaan. Kebersamaan antar satu sama lain. Kenapa tidak bisa bersama dan saling memupuki? Kenapa? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya, kemarin saya mendapatkan sebuah buku dari seorang teman saya, judulnya Wahai, karya Korrie Layun Rampan. Saya baca riwayat hidup penulis, dan saya dapatkan nama Umbu Landu Paranggi di dalamnya. Yang ternyata, beliau adalah pengasuh orang-orang ternama yang kukenal, sebut saja Korrie Layun Rampan, Emha Ainun Najib, dan Linus Suryadi AG. Siapa yang tidak kenal karya-karya mereka semua? Di balik tangan dingin Umbu Landu Paranggi mereka menjelma. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam artikel yang saya baca, beliau dapat dikatakan sebagai seorang pohon rindang yang meneduhkan dan menaungi banyak orang. Sosok yang membawa kantong plastik berisi kertas-kertas puisinya, berjalan kesana-kemari, menggelandang. Dan beliau ‘melahirkan’ banyak orang ternama yang tadi saya sebutkan. Apakah ini tidak bermakna sesuatu ketika beliau hanya mau disebut sebagai pupuk saja? Pupuk mengartikan, suatu zat yang membesarkan tanaman yang dipupukinya, tapi zat tersebut tidak ikut besar seperti tanamannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi tersenyum penuh haru ketika membaca filosofi pupuk tersebut. Betapa Dia menyuruh saya untuk paham secara perlahan, menemukan setiap makna secara mandiri dalam waktu yang tepat. Dan dia hanya minta menjadi seonggok pupuk yang menanami saya. Ah, saya percaya, dia suatu saat akan besar seperti tanaman juga.  Biarlah alam semesta yang jadi potret perjalanan kesunyian itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: Terimakasih untuk Dije. Tidak kebetulan kita bertemu di kantin Lotus dan kamu memberikan ini buat saya. Hingga akhirnya saya bisa meerontokkan makna pupuk. Terimakasih sekali lagi. Semoga kebahagiaan senantiasa melimpah pada Dije. ^^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-7590752823110117448?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/7590752823110117448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/12/pupuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/7590752823110117448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/7590752823110117448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/12/pupuk.html' title='Pupuk'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-136441529014909686</id><published>2011-12-21T09:30:00.000-08:00</published><updated>2011-12-21T09:31:46.013-08:00</updated><title type='text'>Surat Untuk Mama</title><content type='html'>Selamat hari Ibu, itu yang kita katakan untuk menyatakan sebuah waktu, 22 Desember di setiap tahunnya. Adapun rasa hormat saya pada Ibunda terutama pengalaman yang kami rasakan bersama selama tahun ini, dengan orang-orang yang kemudian datang dan sesaat selanjutnya pergi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Mama, &lt;br /&gt;Terimakasih sudah mengajariku ber-artikulasi dengan segala realitas kehidupan yang ada serta impian-impianku yang diimpikan dalam diri. Mama telah berhasil dengan cara mama sendiri untuk memantapkan keinginanku untuk mewujudkan mimpi-mimpi pribadi yang dibangun secara perlahan. &lt;br /&gt;Terimakasih sudah mengizinkan aku berpetualang ke tempat dan peristiwa manapun yang aku mau. Pengalaman adalah harta yang berharga. Aku bisa belajar jadi manusia seutuhnya dari perjalanan itu., yang anak perempuan lain mungkin tidak bisa dapatkan. &lt;br /&gt;Terimakasih sudah memberikan sebuah nilai yang berharga tentang kuasa Tuhan dan aliran hidup yang ada pada setiap manusia dan mengingatkanku untuk selalu pasrah serta berusaha untuk meruwat diri menuju kebaikan dan kebenaran Cahaya. &lt;br /&gt;Terimakasih untuk mengingatkan aku supaya mempunyai jiwa-jiwa yang senantiasa berbagi pada siapapun.&lt;br /&gt;Terimakasih juga telah merestuiku dengannya dan mengingatkanku bahwa perpisahan ini adalah kehendak-Nya, di mana aku dan dia semestinya terus meruwat diri kami masing-masing. Sehingga semakin membuat aku percaya bahwa aku dan dia adalah yand dialirkan-Nya.&lt;br /&gt;Terimakasih atas canda-tawa selama ini. Terimakasih atas segala hidangan yang tersaji ketika aku sibuk mengerjakan tugas.&lt;br /&gt;Terimakasih atas segala kehangatan bumi.&lt;br /&gt;Dan terimakasih telah membuat aku menjadi diri aku sendiri.&lt;br /&gt;Ah ya, satu lagi, terimakasih telah memberiku nama Resna Ria Asmara.  ^^&lt;br /&gt;Adapun harapanku adalah semoga perananku sebagai anak akan membuat mama bahagia. Hidup mamaku yang paling keren!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-136441529014909686?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/136441529014909686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/12/surat-untuk-mama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/136441529014909686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/136441529014909686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/12/surat-untuk-mama.html' title='Surat Untuk Mama'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-8199154783010830571</id><published>2011-12-16T04:11:00.000-08:00</published><updated>2011-12-16T04:13:54.458-08:00</updated><title type='text'>Jung dan Buku Merah</title><content type='html'>&lt;a href="data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBhQSEBUUEhQUFBQUGBUXFRYYGBUXFRQXFRUVFRQYFBQXHSYeFxkjHBUUIC8gIycpLCwsFR4xNTAqNSYsLCkBCQoKDgwOGg8PGikcHSQsKiwsLCwsLCwsNSopKSwsLCwsKi4sKyoqKSksLCksLC01KSwqKSwpKiwrLCkuKSk1Kf/AABEIALIBHAMBIgACEQEDEQH/xAAcAAAABwEBAAAAAAAAAAAAAAAAAgMEBQYHAQj/xABQEAABAgMEBQUJCwsDBAMAAAABAhEAAyEEEjFBBiJRYXEFMoGRsQcTUlOSobLR8CMkM0Jyc4KTosHSFBYXNENUYnSDwuEVY/FEo8PiCGSz/8QAGQEAAwEBAQAAAAAAAAAAAAAAAQIDAAQF/8QANBEAAQMCBAMIAQIGAwAAAAAAAQACEQMhEjFBUQRhgRMiMnGRobHwwULRI1JigpLhFKLx/9oADAMBAAIRAxEAPwCh6O6F2a0oddoXKUACU3Lzg5ggMzg0xibHcnshwtkw4fsf8w00OHnly+nWVF8k2e6BtLedIP3x5z61QEwV3ikzZVCR3HpSv+ombtRA/uMO0dw+Uf8AqZnkJ9cXuwopEtJTC9tU3R7JmyzRPcKk/vM3yEeuFB3B5P7zN8lEailMKBMHtX7rYGbLLB3BJH7zN8lELJ7gVmztM/yZcaiBB0iMKj90MDdllv6ALN+8T+qX6o6O4BZv3if1S/VGqAR1obG/dbC3ZZcnuA2TOfaP+3+GFk9wOw5zbSfpSx/440xo60DG7dbC3ZZunuD8n5qtJ/qI+5EKjuGcnD94P9UfcmNDgGDjdulwt2WdK7inJw+LO+tP4YQndxKwEU7+neJgPamNFXBImaj9yqBrdgsyV3BLKcJ9oHHvZ/tEM7b/APHsBCjKtZKgCQFywAWGBIVTi0a7LELTOYr5J7DDtqP3U3MbsvN9o7jHKSVECXLWASHE1DFtl4g9YhL9DnKfiE/WyfxR6Qu9p7TB0iHFd/JDsWrzb+hvlTxCfrZP4oB7jXKn7un62T+KPSojohhWelNJq81p7jHKniE/WyvxQqnuJcp+Klj+rL9cekYEN2rkOzavOI7h3KXgSfrUwcdwvlHZI+tHqj0XAjdq5Ds2rzr+grlHZI+t/wDWEldxDlJ+ZKO/vobsj0eYLA7VyPZtXnP9B3KXgyfrU+qDS+4byicRJHGaPuBj0VAgds5bs2rzwe4Vyhts/wBYr7kQRXcPt4+NZ/LV+CPRChDeYIQ13hOKTF57PcWtwzkeWr8MF/Q1bdsjy1fgjfJghrNEL/yHo9ixeXOU+TFyJy5S2KpailTOQ4xYtDVo2Dl7lEomTtVJYrYsHo7O4Y/fGb6Tq98PtSg4AYpfAYR0Ua5qWhTq0QwSCrjoanD5uX6Zi+SzUcE+gkRRdEOaPmkekcYvckc32yEcNQ94rsAyUvYRSJWSIjrCmkSkoQAgUugQcCOIEQto0rlImqSpRFxRSoXFEuHBAOGMMYGaABOQlToEKJEV5Wm9lHxl+QfXC9m0ws61pSCsFRIDpYOA5cvSj9UYObum7N+xU7HYa/l4ZTBRupUo0YUvDHigwWZykBglRO7CighVdxLQ2IJMDtk8gQzk8ppNKuzmhbFNNr66cs46rlRLsyuLBsW27leSdz7EFuzdlCeRwwgLaCEsFa5YYCt29m2T4bIQTyleIIBCWUcHJICTqsd5oxwglwQFN2ycLgkGWqCvCFFKS4WWNVXA9hhGXC6+argeww7VNyR9Z7YOIIPvPbBxACdMTaZ14i4CHU2riAaVKxVm47oKm0zyOYB9EVpWhmb6cDDlfKMpJYzZYODFaAXGNCY6OU5PjZXlo9cPKSE3k2mecUNvKU7qEd8xDnqg8u0TjigjH4qXfL9qxHqMKDleT46V9Yj1wP8AWZHjpP1iPXBSEhJmbP8ABLU+Kh2NSOfRsKxzvk589nMlipAYvfY1elMc2MHVy7Zx+3k/WI9cF/OCz+PleWn1wTZYEEwF0zp2SduKU0Z8u+PWnthzvk5yG2sbqdtMJmzcOiOJ5fs5wnyjwWn1wVWkdmFDaJPlp9cKtiAEko/f5vg0+RUdHfNx6xjHEWmbR05V1VYv8o7vPBBpJZf3iT5afXAVpJZR+3lU/iGeEGCsHNORRzaJtNUVzKV0qBl05jKFlxE23S6QOZOlKOYKiG6hWHtitffJSVsBfAUAC9DVNSBk0I4EJmPaSQChMhpNTDxcNZsSKsFkulPwk/iv74oGk/w/0JfoiNC0tR7pP4zOyM+0p/WPoS/REX4TP7yScT4T0V20OFE/Mp9IxfJSMOj7opOhidVHzCW8svF7lDCOep4iuhoyUrYU0iTlCI+xJpElLEEKbkumMu0kR76nA5zJopiRjiPasakBGX6Qj31O298W2GJYjHhC1TABXTwgBcQdlWFS71mCi5IJu/w1ZuGPUIs+jheZJKhmg78KHgaiK5Zpj2aYKOHObsSlmybhWgie0VW8ySxdikbWDUdq4xbiLzyefeFLhSALa0x6iQtIFHFA9FYOQxYVApXPqgigGIcNrYFIoS5wG0CDS5tDU7AHL7DmI6qoZ9m0Es+1Yp64MBc0ndElrZlBhk7h8dxG5+EHSgM9BtLpOZzCnxJ6zAfYRVsFY1r+0O3zQBMcUVg2BODDAXsY0BaSlL7qfEhmcgsKtW9tPnhOadhwrnm2Fd5eFRM1c6gBn6TmWgneUtUnDJJIq71bGMsm02arfgKuoee80IKmrPNUSokgC8Uti1b/AB80OZktKTia05h27Rjj2wWVYQpzeJBNAQQRtxLg188IUVKWO9cTea8wdsH6z2w6UdU8D2QhIwELTeYr5Kuww7Ujkin7z2wcQmD9/bBhChUWXaSzPfU51ka6mSkB+dmczEcotXXH02PbSJHl+V77nlLuZinViWc0TsFMTEX30JNEhRzfWUPMwi8NiGiT6ewj1ud158vJLnugTa0+7g6/IBo2KEtrxIU70UCQbw6M4S705ZKfM56IcGaSl3JBqAUgjFiCwgSgS93Vdn3Ddvq0EOc0m/7W3teOu2yV9Njw3u8xucQm17TY5jcZEFMpIPxn2AJJHQKwAsPrJ6apVC0pIar1o1QBxdrxgTJahzLpGBBSEkcYcZxYe3uL/jmVImAHXcP8iOhsegkagItx3KCVAYj46d4IxgkwBYr5QYON8KrSQQpgg5gjEbUqDPwhKbLLuQNarpwrndMIwkGZA2v7ZR8zzN1WqGuaWlpdvbTQwTPnJBaciB3UhZ5QfG9uAxh2oliKXlMVVokDmh9sIypaQ/unQKHphaWkEMkMMz7ZxSpUM4nXjcGPgaxbUxeFCjw7A3s6cDFkAQXEkEaOdpMkkBoJ7smUjOs943kqFcQTUHZGqcipayyBslS/QTGXTJqRRKbx4GNS5I/VpPzUr0ExKs55aA4QNJzjmunhKdEPe5hlx8UThnlI/JHkllmG00w5XDaZHIV6QWV6V8+0cZnZGb6R3u/m8z3U4YM1PNGj6W8+0cZnZGeaVfrH0EeiI6OEzS8V4VftDaJl/MD0zhF6s5oOMUjQ9Huco/7HZM/zF2suHTHM894rpapqxxJSojrGKRIy4Zqi5Lpipcq6JImzlrMxQvKUopARQ9Jrj5otqYj500d8KXILuajdkFjzjOHgHNBr3M8NlVJOhEoVC1a7uGRUHF2PHDBoeWLRZElQKVK1CCGu3VFJN0UGFDTadsTaZoBLqcuG1kjEFmF4tQnr3QZIqlikkscXL1/hJ6YxaDmiKrwIB9hqjykY4vWl2YdvRB+8tiVeTMOdcxR3hIFgdjOcSaio5mDPHU2ar3XrsOOOUvLbuhlJLmW2a9pdKz/d5o6SA3O3BhiK5q9qwinDAg4tdPA172GJ9cdkPkFeScTXwW64yCUUtCec5Y4kp2UpegptEsnAPxTXMgVrj5oKUkk0XRxQqDuOApBkS1HaMHcrxYYV9mgFEJtNnSm5gOHgHh8bcKbxBUWySVBJSkFRLE97ZTUoQa4N0QrNshKnfZiqZkSaa1Dh1QiqwKOYc4m9N6udu85aJlMpiRhC0/mK+SrsMI2bAQ4mDUV8k9kVakdmmiMumFBCacOuDpiYVFmXL4CrXOSpdwd8UBRx4RdsHBxYtEeqzqQBQXSaEEFAGTnNR3w80nS1rnHwZoJ4LSIZWW1KSAxIcFJbDpHVHQGkZenQn4j15lea+oDOLnfliaPku6Cf0iOypSiBq3s6ODUPl0YwQmt1KWd8xVsXJesOvykEMQQQS1w3QVFiSQ+04g9EIEKUSpQJKSASATtZ2zxHSYYVSTJH3SwPkpnhwGhoOsG1/wCq5GwNiTOoXEBThmcBuc5ri7hoF5zixONe0f4hAyAS4BPA1fN04gxwSvBQeJHrigYHXBjzt6972hSdVcww4EjSLzzH8MR5z5Jaalg6dxIctvYQe5fllAIC0l0PR0nFIfGExNOZS/gjH/EFBF5iQdoNOowgBm45znPPyzF4EGxsqktwgg2iIsIztYmD4XWxEFslt4R0WdSOefoipP3QeZNZC25wAfcVFhCZSXZN0bgbx3tBlJaWQKlagN5uFzXj2QuFpdeMwbWFj6RE6mY5J8dRtMwSbOFySZLSBmAScWEeFsTYHESk5ExpWwl34xqnJvwEr5uX6CYya5QkORmXZPWcTGscm/ASvm5foJiVUd8umZXZwzj2LKeGA0ROh57XzNzBSqobzIXVCMyIldAWU6Y8+0cV9kZ5pV+sfQR6IjRdMxr2j6XZGdaVD3x9BHoiOjhM/X8JeJ8PotF0NR7lLP8AsdkwdWMXOyCnTFQ0OS0mV8x/5BFxseA4xy1PEV1NUzYxSJCXEfY8IkJZhmqLksIjLRMde8E5igBxISoOGyIiSBhgtJUspoWJN0M4BIIJdQ2RWVOCUmrEa1KHE5Vapp7bIIo6oD7xWhrVyVYO1OyFxZltgRSvNxpjrVdvbGAmyK2Yl8RtoHvVDdsFIkpc0FOsRjQFQJap1jeJLkvCgRdDBOwUG3DEHDHthSRZS7lRDZKL1OKqLYPXqjqrCliL4F52onHMh3fHCBKMIhQCMhRuaMw5wTDhFoYFkgY5LqRtZAhMS0P8InAN8HgB7HojqJUtxrpOX7PWwDEgVypGRSqrXXDouzDw+L7PAmLVtQMNue472gqZsl6GW+66+yEpkyU2CSKjm7AScuMArILUutUDr7Hg8pb5g8P+Ya35OxGXxaBsMQwygomyDRkU/hGb4U3GEKZS1nhysaqvknsMMrCpJSLrXWo1AwpSHqiyFcD2GKsU3JojAQcQnLwg4iYVFmWlaPfk18CtOdVMkEBoi0po2ZUR0s3U8S2lcp7bNahJSH+gnCIlSkEgAGhCUnhzjHS3Tb7z+gGwheZUJkgWM2nU7C2xJyiXNu6ZPVYMMc8KuOyiW4GFZYuhwpQIzGLsBU7IQL5hqsAxyzfACpMEnTSAKnGrNderNtFIoWkn79hRFQBsnTXPLqL6+ttpBc5JLTUglgUzEi6ojIsP8YwlMDC8gKUg4kEqI4pNYSlKcpTsvAcCm8OowZNoKHApUkF2x3Yxz4S3wcrTAi4tcQbT1yXZia8/xBa4kNDjIDSJsSR3iJsbAzdEQpJoLmGxnL76ikKhCC6VAEDLMUxSYQm8rgFrgUcSpPxeLip3Y8IaDlhZBKQhbPXXvD6F1z0K6RA7QtNwfUH4j5BXQ3g3VWYmxBtdpbMeZNujh1umdt5SIJlyipKUsFEFKVKUQ+sSknA4BhvyhzyZygpSWJcSyGoBeSpKVPSl4XmLcYYWWxCaVXlKBckpBYqAe8TQ0BLMBTEliDEvLsoQLopqk51KyAS9aBgIs2CSTr+bf6ScTFOkKbWw5sZWFrgaSJvexIOqC0FKSlRASkkClTmN2caxyYfcJXzcv0ExlU1RJLgEO5G/akjdGp8kqezyfmpfoJiVSInU55ffxsloEyWz3RYTOhPTKNjuMkuqEZkLKhGZEF2BZZprz7R9L0RGc6VD3x9FHoxo+m3PtHT6IjOdK/1j6COyL8Jn6/hJxPh9Fo2ilJMrD9X6eeMfbKLdYVao4xUNFx7jJ/l/70mLTYzq9IjkqHvldTMgrFYjTr7Yfy4jbCdXriRlw7clJyXSYiZ8sCacOc5fg9GWCD0ZxKJMRk+YxW5SRewdIOAOKlgAvu2RRTuuSBkWN6mDu7PUnYMMMdsHSkBywZlE6qXoGLC7hUVjgmGhLOSyqpcDzuWfDbhBrOTW8AaDJ3pWiUYB9ucFKgZbEUpWlwb2A9zoC564Nduk0LHMJS/QBL+6FRMrVCc31ZhqGwdApBSsg0SmmLS14UAanHogSiiICt4clg5oxIzbdtw3QUTCKEl61vK6aEhqbIVTMVsRmeYugxPT6xCyVEkFgP6anG533RkE3VMY3bwZ6G8pxuJCtx64RTaC9VJc0d1NwIK9mHAw9MxT1ApjqK2ZEqhGYFtUJJqfgznuvezRpRhMCtT84DgVYUBr3xzTPhtqYrJJN5WTMpT1YMGm5scjDtJDOUVqKIGALNjHVzQD8EotgQkHbgNvrhUYUlZzQQ6XzFfJV2GGlnLgZYQ8UNRXyVdhirFN6ZoOqI6I4jmjhAETVVnGlE339MDAuUgbnloqWyiGQp1lQF4IoBgCTjhgAHqd0Tukyff03LVSSf6aWrkHiAlm6gAAXga3mYPW8xxLN1R1sECBsPeZPlp13heRVcXOLiciT/iGgATmZve1tgSnU1OaS5YgF6FryUEHJ3+zDdSmoQqoqWuKfYRUKO8Qoguupe8G1qu2F7ME4iCWtRBDXXJYEEmrtmIzWyYz+78r5DRB9TA3FlB6zYTFxeRMkETEpjbrWZSQ1CoKuqpdCmFCSQ1D25wncnzMEsPCACCelalFPkvEgoVYXzdo4CQOhOcFFoOAWkPiDfSSd4wgEud4fvn+0ropOp0h32zfXkIhs2OQBIBkDNMV2fvSCpaUzLrgS6lIW4Ady8wkkVO0ls4hjaCm9rAhF4sHSVqSxmTEqA1SFEJG4NEtygpinBgVLJCS2okkVNTUg9EQplXUhKlMzAumW4BWFF2VfS5bbjUQrgAY/f7K9ThXPew1XZ3AytAG0d05xkIyiykJchR106pSWxJVfHOmHIpCiElgKA5UiYstoKzqUYMUjnILklJGQfBWBDEQjY2ShJ8HvhJ399mU41glqskkoSpaSlSualLKSA9GSsEpB2AtCBrv0iZtvf78qFavSqPIrHAWyQcrWHucvLkn6kZYl2LqBqcAUmteg7o0/kZPvaT81K9BMYzKld7UClRSHF5IQUXgkkgFltVyHbAmNo5H/V5PzUr0ExqjXAd4KVM0i4im7F9/9S6hCEwQ4VCMwRBdIWT6fzbq528t1ojPtLj75+gjsjRNPkPMnbq/9uM80wHvn6COyOjhM/X8KfE+E9FpGjY9ykfyw86k55xZrInVHERXNGj7lI/lR6ScIs9lRqjiI5KvjK62ZBTNgGr0mJGXDCwjV6TEhLEM3JTdmlExE24AKUdcVyUwOqMBfGe7KJcRHzmvqpmPjNkMrz7Ms8DDqRSKJykgJSpWOwF1OCoOUqYh9u2FjaFkkgrZ2FDQkgihlOA3VBEKD80F/wCJJAxc5vm/sysuQ4ohDPjgPQgpVxE2Yz+6bRsIFa+5DtrBZk1YAa+dtVZkYavDHaYWXZaNdQCXzSMeKPZhCKZAyUgJ2X00ehPM9sN0ZZCXNXQuu6WrXDhRlEcdsGlrUxcnbUnMCj3hv3QEprzpbZOpNamp1MHLUaCokAHnoDPW8l24s1HFd43RkUaXMcMSonaFgbcPdDx6Nwjgmpcu4fMzQcADkrsjipYDvMSGd6sXILOzZffBUSXoFpJqSyi5duNaHhAWSxCCaLO2iz64PKmISGvgti6nNa1JNIRFkV4XHWW3AboAsi7xJUCDk6sPbZlCoqUkHCHqcDwPZDKzjCHyRQ8D2RampPTBPNEAQE4D22QBElZZ/pcoC1TBmrvZbcmWmnB6xBTJgahNBdcbS5JAGefREtpoPfq2aiUVzGoM/uERSRdcqqySQMDxIGD0HB46GgR9z+28l573HGRYe9ufUE21ta6bKn4UbAEh2LYKSdufXC3fAtaE5ggneXctuo/TBESy9GGJUa5YlhQVdo5yeoGcFHB7oGZenZFZEOcNAT1Nh95aLncwlzGGO85oIiO60gkz6aRJMSUZQdnwUpZ3gJSWhNIvtcWqqrodu3cIOnVCMP2iQSaUqDAVNUkC9dKgpJQxGttw3QpBm3OJ8zpHlPJM1wiTIkAkif5WHMEc8Iggkwovl1fFQHfUm8outpSjhkNXKIyzLUpmYAhCQGBuLWi+FJetSWJx1hEjyzKF5siuY53GWsAPkKqHVCMqUVWVYQkmaSSq6l9ZN0pSk4XbrEbRdhYB9NV6lKs6nSBt4iDHxNvt7kXU5CKpkqYCwJuqclhfLpUNz97fpiQmImpALJUqXUEJmqLM7LITdBZKgkg1JD0ClCIsnKRQVDVKFkrYEYDVQ4WhgHCUqOtdvFxjExMlGcypiJiFjWJcBAWTf5iQE4mjO1GjXHIfvb7mueuwdoZBLtOcEkEESNyCSIuNEe0pJSVJWlZTUhy4GBIS3nqY1Xkc+9pL+Kl+gmMrlzdZCzitK0k7SUkB+kxqnJYaRKH+3L9BMJUs0N+5kR0jYZ5JaHee585x8Ag3JNwYNzlmnKjCa4MYSXHOV3BZjp+Nef8AJ/sEZzpl+s/QR2Roun5153yf7BGc6Z/rP0Edhjo4TP1/CnxPh9FpmjPwdnH/ANVPDnJi1WdOqBvEVnR4Miz/AMqk7sU4RZJCqDo7THPU8RXSzIKZsWHSe2H6IYWI06T2w+QYzckjs0u8RVpW6i7ABWd4DAGuuH7IkwYjLTMN8hKmNfjHE3aDXDbevjDqaR72ApwQ4ArrEF2GF44kjr3x2ngpo5FE4hmIBJrhi2W+Oia4a8mocuSMaDGaXFCevB4P35BcFaXZ6XQw1W+N7O4jJUJMwkpIapB5oDFt0uvW+JpHUzDsJAYkfFOYZpWDgPTZCL01Lqhk11RDqJ5rU3bPNHEzHADDMfEDXQlhzcMadOUZBP02nIJSNgZdTj4A++FJdq8JJfAMheHSIjJSiwS6TtLpIo1QyC+LNuh1KnOS5zoQl8KVZDCtf+ICKf0NWY78YKuYBiRDScxAAUpywfvZx282medIRNkTjrOSD8GHck1qnH1PGRT8rAzEdEwbR1iGQkjacST7li+03K1bqgIkILGu73JNHwY3KY7fvgIypeRDwc08D2Qzkw8TzTwPZFqai9MiKDhHBHchwEciSsFn+mEo/laiHwl1oAkXEuQTn2RXx8YOHULoAU5qXJLZMDE/ppICrWXStZuoZIokauKjlEGuSRhJQOCze64uHMAEm/QfLh8brgcyq5xwtka5n4YYP9xyEiAAiCcGXUALKgkuCGbVc5OSYTs1ououBLLTedZwTezG/wBUcUq7mUHYp0+dNFCO2fAlipIcmh11FmAGwRSwbcbft1tbY+UqN3PkG4BtaYsTuRcYpiQJGcJSz0SAlSyNyRd84rB2AOKQr5l1bS137oaKMxRvKUUjaSzDcIPWYoLKlJSh7oBOu6VIN7aGUeyA9msgznEZnTK5PlzKNCpIALS2MgcQ7ozdGOWgcyZNhN4Q5WtMvvL3ppvC8jVDEpF8UZ00ANWpWohDkcm+EgIuqWQsm6paGQEoAReBJJBxYMM6CHU/kZCz3yZNUlSmvAVSpiSGSt9rChG4QLqE6qL4S5WVc5RXdupNaUYbMIRoJs0ZTJ0+L9F2VKrG0++67iCATePUkSL39yoq3pBUjUuLm3nTdmAA3VC8SRdJcEOk1HARYLElM2UFpClh10UQpSSVqKwTgSFEh8wAYhp0lN68kroUJEpYS8xMsIQgqWolN26kBTkPd5rEtKJk96FZZVLFEr1VKCfihZRqlgwcbIL2kefv0kj2KUV2OYALwbnQecB1tbgXOkIs6zqAINwJ2KUKdWEanyafcJXzcv0Exl1wqBMpMpQ3Co4hVY1Lk8e4y/kI9AQlUyBv9zG6HDCCYmNNv7TABHlYJYmElmFDCahHOV2rMO6Bz53yf7BGdaZfrP0E/fGh90JTLnfJHnQIzzTMvasX1U/fHTwmfr+FLifD6LTuSKS7P/KI6eZFhs6qDiO0xW+TVakj+Ul9qRE9Z1ao4/eY5ah7x+6rqbkFYbEqnSe0w+QqI2wq1evtMP0GGbkkdmlwqI21r1z6xTVD0ZgdlaxIAxG2icyy70U32QaMR1nZxhkhSMnlJk1o1WvEZqS1VhqgZ74MJgvEFZo5JK1EBwaFpuWNRlwhb8rJLYsWpgzgO992x80GRalVc0ZwxTTH/d2QUiAlirTKV8aTR3fX348I4tKQwv4ktqziMXY6zEPtpCSjQ1U9A3fC4wCWPfac4norgIMhVEhpmNddTgguxaZgDxbbiwWS8tCXodoOpNNKuLxJYY1pBhKS+P2F4cSexoQloAVrJmGpYiYpgKKKqzMz0wsAkDCcC1B3zWNHbn8IyKTMlANSAo4MlfENXFoMlEt3JQx2gvVs1GkF78hifdGaqu+gsxFAb/Gu4wETEF/hKZ3y5NXZl4wFkoJMgGlx3yOfRnWFJMiSQEpunYAa1Y7Xq79MJIUg0918tZxG5dP8QJSEmrT8hUrowG/h54yyl5OUPEYHgeyGcqHks0i1NSemSeaOEcMBCnSOjsECJKwVE02lpM835pSLqdRPOUWxirrscrFp6P4iKRcNK7QUWgkSis3U6wxGqKO0V2bMnTKBFwZlR+8+qKhz25GBviA9on1lcdSnSeSXDE7QYHOPrIAHlAG6Q/KJiQybSgpyvgEjrhuqfXXnqVuQ4hwlElBZxMUafwB+2G5tSx8QS07bpbpaKCmZloz1Ia2f+uI+glcxrgCHm4zAL3gecvDB1cQFz8nCjSXNX8p4XFlV+0uy00YO6qYMBDyVZprAhSFjHi8NJ1mlrLKeTMfOqT1wjKhLpmQNRLiOhy88JVq1NuDDhIJ0dhY123eaCHeReF1VpQC0uX3xW0ueoD/EKJk2hYOCdgDDzB44LXNkUmJCkZKQAPNQHzQZfLUtnvHgxeFeH2NNmL+rxf6HoqUTREitWNMjNgin+5d54ikFSp6OclE1OeDwnZ5gBJlr7yrNC+ad1YXVymtfwctRf4ysPV54RmWEPetC65ISz+3s8Mz+WoA0nRtyfNtx8JKpBh9El4H6n2A8qndd07wKNNs71VZx8qUtgfoxqFg+Bl/IR6AjMrJaFGkiS42ly/FRI7Y0zk0+4Svm5foJib8Qs75v1EmFbh+zd3qd5zOGB0dhaXdQljCS0wsYTXEiuoLKO6Il5k7cEnqQIoGmiWtVfAR98aD3RPhJ/wAkegIoOnQ99/05fZHVwmY6/hR4nL0WgckTXRKwpZUekMer2eLDIOqn2zVFY0eU6EbrMnZ4w+3TFolc1PtmY5KniP3VdTch90U5YDqjp7YkEGI6wc0dPbEggwW5JTml0mG8ywXlE3iNwCfBAxIffCyTCiTDpUimwsXvr3c2nQzbeuDJsTNrq46r9ZG5oXBgzxkITKbyaSzTZiW3gv0M2/CFvyH+JflHdXjR+MLwYRkISJsTtrLoXx8xphuhNXJ2OsTscJLUalNtXh5AjLQmn5AGarfR2MGpllCf+nD/AJCS52uUw+MFgLQmf+nDJvJQcHb4uTwP9MScQksQ2ojJi1E7RlDyOpjLQlJL5tu6hj0v5oeSjSGiIdS8IrTzU3pjJOqOjsEGjknmDgOwR2Jqiq+kWjM+fOK5cxKEskVUoGgY0CT2xF/o7mk684KHyl/gMX2BFG1HNEC3QT6rnfw1N5l0nkSY9Jj2VOk6CFHNMoHa6367sEnaEzSCAuVUNW/2XYuZjkSIl2I3PmV1A4Wdm2A3YAD4CqVi0SnS0JTfkm6MfdK1Jwu74Vn6JLWGJk8df8MWiOwuBuLHrmjjd2fZfpiIgZKnWXQycgEGbKUnIELp5sIN+ZixzTZweCvwxb44YZwDiXHVLTmm0MabDLUjqbqlT9CJ68Z8sDcFCBZu54ElypCz/EFN1AiLpAh8ZDcIsOVvhRNFjn9o7vH+rvekyAq8nRpYDBcoDJkKp9uJmzyLiEpd7qUpfbdAH3QsYKYi1jW5BdLqjn+IyiGE1QoYTWYKVZV3Rz7rP+Qn0BFD09/W/wCnL7DF87o3ws75CfQEUPTwe+x83L7DHVwuY6/hR4jL0V10Xqgfy6P/ANFRa0CiYpej3KUuWkBS2PeZYq7PeUWDDFmPTFik8tyfHS9vOH3nHdHNUBxGy6GnJW6wHVHtnD5Jiq2XSyzgAGal8PYw8TplZfGjznsjCYQKsYMHSYrydM7L4z7KvVCidM7L4z7KvVGlZWEGDAxADTGzeGdvMX6oONMbN4Z28xeHVGlaFOvBgYgvzus3hnyF+qOjS6z+GfImfhgYghhU9AiE/O+zeGfImfhgw0ts3jPsr/DBxBbCVMGONER+dlm8Z9lf4YA0rs3jPsr9UbEFsJUu0dERA0qs/jPsr9UFVpbZRjNSOIUO0RpWhTqIdSoqv59WIGtplB8rwheVp/YX/WZZ4F4qyRoovIjNS0rmj2yEGisSe6NyfdHvqX9r1QP0kWDK0A8ETT2IhYOyqrNHYr8rTqxqDicG4LHmIeO/nzY/HDqV6oWUYU9HHiC/PiyeOHUr1Rw6b2Txv2VeqBK2EqeeOxXvz2svjfsq9UGGmll8Z9lXqjSthU8TBSYgzppZfGfZV6oIdNLL4Z8lXqgStCnnjrxXvz3svhq8lUA6c2UYrV5Co0rQp8mCkxXF90Gx+GryFeqE/wBIlj8Nf1a/VButCshVBDFbPdFsXhr+rX6oJ+kSx+MV9Wv1QIOyKqHdJPu075tPoxQ9Ox77/po++LZpvy3KnzFqlKvBSABqqBcBsxFQ01tAXaQpJcGWhj1x2cMCCJ5/hc3EZJGVNN0VOAzOyCTJhrUwIEdUIaLgmHaeuDCadp6zHIEFAI8uerwj1mHiLQpucrrMCBCOARldNqX4SuswX8sX4a/KMdgQoARkopt0zxi/KV64TNvmeMX5SvXAgQ0BISUVXKE3xi/KV64IrlCZ4xflK9ccgQQAhJRf9Qm+MmeUr1xw8ozfGTPKV64ECDAWkro5QmeMX5SvXDqy2hRCiVKJCSQSSSDuOUCBAcAiCZUATHHgQIsuVdeA8CBGWQeBAgRkVyO3oECMgheMC+dpgQIyyAmHaeuO99O09ZgQIy0ronK8I9Zjnf1eEesx2BGhGSh307T1mB307T1mBAjISUO/K2nrMATTtPWYECMtJRhNO09Zgs5TqL1jsCMjNl//2Q=="&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 284px; height: 178px;" src="data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBhQSEBUUEhQUFBQUGBUXFRYYGBUXFRQXFRUVFRQYFBQXHSYeFxkjHBUUIC8gIycpLCwsFR4xNTAqNSYsLCkBCQoKDgwOGg8PGikcHSQsKiwsLCwsLCwsNSopKSwsLCwsKi4sKyoqKSksLCksLC01KSwqKSwpKiwrLCkuKSk1Kf/AABEIALIBHAMBIgACEQEDEQH/xAAcAAAABwEBAAAAAAAAAAAAAAAAAgMEBQYHAQj/xABQEAABAgMEBQUJCwsDBAMAAAABAhEAAyEEEjFBBiJRYXEFMoGRsQcTUlOSobLR8CMkM0Jyc4KTosHSFBYXNENUYnSDwuEVY/FEo8PiCGSz/8QAGQEAAwEBAQAAAAAAAAAAAAAAAQIDAAQF/8QANBEAAQMCBAMIAQIGAwAAAAAAAQACEQMhEjFBUQRhgRMiMnGRobHwwULRI1JigpLhFKLx/9oADAMBAAIRAxEAPwCh6O6F2a0oddoXKUACU3Lzg5ggMzg0xibHcnshwtkw4fsf8w00OHnly+nWVF8k2e6BtLedIP3x5z61QEwV3ikzZVCR3HpSv+ombtRA/uMO0dw+Uf8AqZnkJ9cXuwopEtJTC9tU3R7JmyzRPcKk/vM3yEeuFB3B5P7zN8lEailMKBMHtX7rYGbLLB3BJH7zN8lELJ7gVmztM/yZcaiBB0iMKj90MDdllv6ALN+8T+qX6o6O4BZv3if1S/VGqAR1obG/dbC3ZZcnuA2TOfaP+3+GFk9wOw5zbSfpSx/440xo60DG7dbC3ZZunuD8n5qtJ/qI+5EKjuGcnD94P9UfcmNDgGDjdulwt2WdK7inJw+LO+tP4YQndxKwEU7+neJgPamNFXBImaj9yqBrdgsyV3BLKcJ9oHHvZ/tEM7b/APHsBCjKtZKgCQFywAWGBIVTi0a7LELTOYr5J7DDtqP3U3MbsvN9o7jHKSVECXLWASHE1DFtl4g9YhL9DnKfiE/WyfxR6Qu9p7TB0iHFd/JDsWrzb+hvlTxCfrZP4oB7jXKn7un62T+KPSojohhWelNJq81p7jHKniE/WyvxQqnuJcp+Klj+rL9cekYEN2rkOzavOI7h3KXgSfrUwcdwvlHZI+tHqj0XAjdq5Ds2rzr+grlHZI+t/wDWEldxDlJ+ZKO/vobsj0eYLA7VyPZtXnP9B3KXgyfrU+qDS+4byicRJHGaPuBj0VAgds5bs2rzwe4Vyhts/wBYr7kQRXcPt4+NZ/LV+CPRChDeYIQ13hOKTF57PcWtwzkeWr8MF/Q1bdsjy1fgjfJghrNEL/yHo9ixeXOU+TFyJy5S2KpailTOQ4xYtDVo2Dl7lEomTtVJYrYsHo7O4Y/fGb6Tq98PtSg4AYpfAYR0Ua5qWhTq0QwSCrjoanD5uX6Zi+SzUcE+gkRRdEOaPmkekcYvckc32yEcNQ94rsAyUvYRSJWSIjrCmkSkoQAgUugQcCOIEQto0rlImqSpRFxRSoXFEuHBAOGMMYGaABOQlToEKJEV5Wm9lHxl+QfXC9m0ws61pSCsFRIDpYOA5cvSj9UYObum7N+xU7HYa/l4ZTBRupUo0YUvDHigwWZykBglRO7CighVdxLQ2IJMDtk8gQzk8ppNKuzmhbFNNr66cs46rlRLsyuLBsW27leSdz7EFuzdlCeRwwgLaCEsFa5YYCt29m2T4bIQTyleIIBCWUcHJICTqsd5oxwglwQFN2ycLgkGWqCvCFFKS4WWNVXA9hhGXC6+argeww7VNyR9Z7YOIIPvPbBxACdMTaZ14i4CHU2riAaVKxVm47oKm0zyOYB9EVpWhmb6cDDlfKMpJYzZYODFaAXGNCY6OU5PjZXlo9cPKSE3k2mecUNvKU7qEd8xDnqg8u0TjigjH4qXfL9qxHqMKDleT46V9Yj1wP8AWZHjpP1iPXBSEhJmbP8ABLU+Kh2NSOfRsKxzvk589nMlipAYvfY1elMc2MHVy7Zx+3k/WI9cF/OCz+PleWn1wTZYEEwF0zp2SduKU0Z8u+PWnthzvk5yG2sbqdtMJmzcOiOJ5fs5wnyjwWn1wVWkdmFDaJPlp9cKtiAEko/f5vg0+RUdHfNx6xjHEWmbR05V1VYv8o7vPBBpJZf3iT5afXAVpJZR+3lU/iGeEGCsHNORRzaJtNUVzKV0qBl05jKFlxE23S6QOZOlKOYKiG6hWHtitffJSVsBfAUAC9DVNSBk0I4EJmPaSQChMhpNTDxcNZsSKsFkulPwk/iv74oGk/w/0JfoiNC0tR7pP4zOyM+0p/WPoS/REX4TP7yScT4T0V20OFE/Mp9IxfJSMOj7opOhidVHzCW8svF7lDCOep4iuhoyUrYU0iTlCI+xJpElLEEKbkumMu0kR76nA5zJopiRjiPasakBGX6Qj31O298W2GJYjHhC1TABXTwgBcQdlWFS71mCi5IJu/w1ZuGPUIs+jheZJKhmg78KHgaiK5Zpj2aYKOHObsSlmybhWgie0VW8ySxdikbWDUdq4xbiLzyefeFLhSALa0x6iQtIFHFA9FYOQxYVApXPqgigGIcNrYFIoS5wG0CDS5tDU7AHL7DmI6qoZ9m0Es+1Yp64MBc0ndElrZlBhk7h8dxG5+EHSgM9BtLpOZzCnxJ6zAfYRVsFY1r+0O3zQBMcUVg2BODDAXsY0BaSlL7qfEhmcgsKtW9tPnhOadhwrnm2Fd5eFRM1c6gBn6TmWgneUtUnDJJIq71bGMsm02arfgKuoee80IKmrPNUSokgC8Uti1b/AB80OZktKTia05h27Rjj2wWVYQpzeJBNAQQRtxLg188IUVKWO9cTea8wdsH6z2w6UdU8D2QhIwELTeYr5Kuww7Ujkin7z2wcQmD9/bBhChUWXaSzPfU51ka6mSkB+dmczEcotXXH02PbSJHl+V77nlLuZinViWc0TsFMTEX30JNEhRzfWUPMwi8NiGiT6ewj1ud158vJLnugTa0+7g6/IBo2KEtrxIU70UCQbw6M4S705ZKfM56IcGaSl3JBqAUgjFiCwgSgS93Vdn3Ddvq0EOc0m/7W3teOu2yV9Njw3u8xucQm17TY5jcZEFMpIPxn2AJJHQKwAsPrJ6apVC0pIar1o1QBxdrxgTJahzLpGBBSEkcYcZxYe3uL/jmVImAHXcP8iOhsegkagItx3KCVAYj46d4IxgkwBYr5QYON8KrSQQpgg5gjEbUqDPwhKbLLuQNarpwrndMIwkGZA2v7ZR8zzN1WqGuaWlpdvbTQwTPnJBaciB3UhZ5QfG9uAxh2oliKXlMVVokDmh9sIypaQ/unQKHphaWkEMkMMz7ZxSpUM4nXjcGPgaxbUxeFCjw7A3s6cDFkAQXEkEaOdpMkkBoJ7smUjOs943kqFcQTUHZGqcipayyBslS/QTGXTJqRRKbx4GNS5I/VpPzUr0ExKs55aA4QNJzjmunhKdEPe5hlx8UThnlI/JHkllmG00w5XDaZHIV6QWV6V8+0cZnZGb6R3u/m8z3U4YM1PNGj6W8+0cZnZGeaVfrH0EeiI6OEzS8V4VftDaJl/MD0zhF6s5oOMUjQ9Huco/7HZM/zF2suHTHM894rpapqxxJSojrGKRIy4Zqi5Lpipcq6JImzlrMxQvKUopARQ9Jrj5otqYj500d8KXILuajdkFjzjOHgHNBr3M8NlVJOhEoVC1a7uGRUHF2PHDBoeWLRZElQKVK1CCGu3VFJN0UGFDTadsTaZoBLqcuG1kjEFmF4tQnr3QZIqlikkscXL1/hJ6YxaDmiKrwIB9hqjykY4vWl2YdvRB+8tiVeTMOdcxR3hIFgdjOcSaio5mDPHU2ar3XrsOOOUvLbuhlJLmW2a9pdKz/d5o6SA3O3BhiK5q9qwinDAg4tdPA172GJ9cdkPkFeScTXwW64yCUUtCec5Y4kp2UpegptEsnAPxTXMgVrj5oKUkk0XRxQqDuOApBkS1HaMHcrxYYV9mgFEJtNnSm5gOHgHh8bcKbxBUWySVBJSkFRLE97ZTUoQa4N0QrNshKnfZiqZkSaa1Dh1QiqwKOYc4m9N6udu85aJlMpiRhC0/mK+SrsMI2bAQ4mDUV8k9kVakdmmiMumFBCacOuDpiYVFmXL4CrXOSpdwd8UBRx4RdsHBxYtEeqzqQBQXSaEEFAGTnNR3w80nS1rnHwZoJ4LSIZWW1KSAxIcFJbDpHVHQGkZenQn4j15lea+oDOLnfliaPku6Cf0iOypSiBq3s6ODUPl0YwQmt1KWd8xVsXJesOvykEMQQQS1w3QVFiSQ+04g9EIEKUSpQJKSASATtZ2zxHSYYVSTJH3SwPkpnhwGhoOsG1/wCq5GwNiTOoXEBThmcBuc5ri7hoF5zixONe0f4hAyAS4BPA1fN04gxwSvBQeJHrigYHXBjzt6972hSdVcww4EjSLzzH8MR5z5Jaalg6dxIctvYQe5fllAIC0l0PR0nFIfGExNOZS/gjH/EFBF5iQdoNOowgBm45znPPyzF4EGxsqktwgg2iIsIztYmD4XWxEFslt4R0WdSOefoipP3QeZNZC25wAfcVFhCZSXZN0bgbx3tBlJaWQKlagN5uFzXj2QuFpdeMwbWFj6RE6mY5J8dRtMwSbOFySZLSBmAScWEeFsTYHESk5ExpWwl34xqnJvwEr5uX6CYya5QkORmXZPWcTGscm/ASvm5foJiVUd8umZXZwzj2LKeGA0ROh57XzNzBSqobzIXVCMyIldAWU6Y8+0cV9kZ5pV+sfQR6IjRdMxr2j6XZGdaVD3x9BHoiOjhM/X8JeJ8PotF0NR7lLP8AsdkwdWMXOyCnTFQ0OS0mV8x/5BFxseA4xy1PEV1NUzYxSJCXEfY8IkJZhmqLksIjLRMde8E5igBxISoOGyIiSBhgtJUspoWJN0M4BIIJdQ2RWVOCUmrEa1KHE5Vapp7bIIo6oD7xWhrVyVYO1OyFxZltgRSvNxpjrVdvbGAmyK2Yl8RtoHvVDdsFIkpc0FOsRjQFQJap1jeJLkvCgRdDBOwUG3DEHDHthSRZS7lRDZKL1OKqLYPXqjqrCliL4F52onHMh3fHCBKMIhQCMhRuaMw5wTDhFoYFkgY5LqRtZAhMS0P8InAN8HgB7HojqJUtxrpOX7PWwDEgVypGRSqrXXDouzDw+L7PAmLVtQMNue472gqZsl6GW+66+yEpkyU2CSKjm7AScuMArILUutUDr7Hg8pb5g8P+Ya35OxGXxaBsMQwygomyDRkU/hGb4U3GEKZS1nhysaqvknsMMrCpJSLrXWo1AwpSHqiyFcD2GKsU3JojAQcQnLwg4iYVFmWlaPfk18CtOdVMkEBoi0po2ZUR0s3U8S2lcp7bNahJSH+gnCIlSkEgAGhCUnhzjHS3Tb7z+gGwheZUJkgWM2nU7C2xJyiXNu6ZPVYMMc8KuOyiW4GFZYuhwpQIzGLsBU7IQL5hqsAxyzfACpMEnTSAKnGrNderNtFIoWkn79hRFQBsnTXPLqL6+ttpBc5JLTUglgUzEi6ojIsP8YwlMDC8gKUg4kEqI4pNYSlKcpTsvAcCm8OowZNoKHApUkF2x3Yxz4S3wcrTAi4tcQbT1yXZia8/xBa4kNDjIDSJsSR3iJsbAzdEQpJoLmGxnL76ikKhCC6VAEDLMUxSYQm8rgFrgUcSpPxeLip3Y8IaDlhZBKQhbPXXvD6F1z0K6RA7QtNwfUH4j5BXQ3g3VWYmxBtdpbMeZNujh1umdt5SIJlyipKUsFEFKVKUQ+sSknA4BhvyhzyZygpSWJcSyGoBeSpKVPSl4XmLcYYWWxCaVXlKBckpBYqAe8TQ0BLMBTEliDEvLsoQLopqk51KyAS9aBgIs2CSTr+bf6ScTFOkKbWw5sZWFrgaSJvexIOqC0FKSlRASkkClTmN2caxyYfcJXzcv0ExlU1RJLgEO5G/akjdGp8kqezyfmpfoJiVSInU55ffxsloEyWz3RYTOhPTKNjuMkuqEZkLKhGZEF2BZZprz7R9L0RGc6VD3x9FHoxo+m3PtHT6IjOdK/1j6COyL8Jn6/hJxPh9Fo2ilJMrD9X6eeMfbKLdYVao4xUNFx7jJ/l/70mLTYzq9IjkqHvldTMgrFYjTr7Yfy4jbCdXriRlw7clJyXSYiZ8sCacOc5fg9GWCD0ZxKJMRk+YxW5SRewdIOAOKlgAvu2RRTuuSBkWN6mDu7PUnYMMMdsHSkBywZlE6qXoGLC7hUVjgmGhLOSyqpcDzuWfDbhBrOTW8AaDJ3pWiUYB9ucFKgZbEUpWlwb2A9zoC564Nduk0LHMJS/QBL+6FRMrVCc31ZhqGwdApBSsg0SmmLS14UAanHogSiiICt4clg5oxIzbdtw3QUTCKEl61vK6aEhqbIVTMVsRmeYugxPT6xCyVEkFgP6anG533RkE3VMY3bwZ6G8pxuJCtx64RTaC9VJc0d1NwIK9mHAw9MxT1ApjqK2ZEqhGYFtUJJqfgznuvezRpRhMCtT84DgVYUBr3xzTPhtqYrJJN5WTMpT1YMGm5scjDtJDOUVqKIGALNjHVzQD8EotgQkHbgNvrhUYUlZzQQ6XzFfJV2GGlnLgZYQ8UNRXyVdhirFN6ZoOqI6I4jmjhAETVVnGlE339MDAuUgbnloqWyiGQp1lQF4IoBgCTjhgAHqd0Tukyff03LVSSf6aWrkHiAlm6gAAXga3mYPW8xxLN1R1sECBsPeZPlp13heRVcXOLiciT/iGgATmZve1tgSnU1OaS5YgF6FryUEHJ3+zDdSmoQqoqWuKfYRUKO8Qoguupe8G1qu2F7ME4iCWtRBDXXJYEEmrtmIzWyYz+78r5DRB9TA3FlB6zYTFxeRMkETEpjbrWZSQ1CoKuqpdCmFCSQ1D25wncnzMEsPCACCelalFPkvEgoVYXzdo4CQOhOcFFoOAWkPiDfSSd4wgEud4fvn+0ropOp0h32zfXkIhs2OQBIBkDNMV2fvSCpaUzLrgS6lIW4Ady8wkkVO0ls4hjaCm9rAhF4sHSVqSxmTEqA1SFEJG4NEtygpinBgVLJCS2okkVNTUg9EQplXUhKlMzAumW4BWFF2VfS5bbjUQrgAY/f7K9ThXPew1XZ3AytAG0d05xkIyiykJchR106pSWxJVfHOmHIpCiElgKA5UiYstoKzqUYMUjnILklJGQfBWBDEQjY2ShJ8HvhJ399mU41glqskkoSpaSlSualLKSA9GSsEpB2AtCBrv0iZtvf78qFavSqPIrHAWyQcrWHucvLkn6kZYl2LqBqcAUmteg7o0/kZPvaT81K9BMYzKld7UClRSHF5IQUXgkkgFltVyHbAmNo5H/V5PzUr0ExqjXAd4KVM0i4im7F9/9S6hCEwQ4VCMwRBdIWT6fzbq528t1ojPtLj75+gjsjRNPkPMnbq/9uM80wHvn6COyOjhM/X8KfE+E9FpGjY9ykfyw86k55xZrInVHERXNGj7lI/lR6ScIs9lRqjiI5KvjK62ZBTNgGr0mJGXDCwjV6TEhLEM3JTdmlExE24AKUdcVyUwOqMBfGe7KJcRHzmvqpmPjNkMrz7Ms8DDqRSKJykgJSpWOwF1OCoOUqYh9u2FjaFkkgrZ2FDQkgihlOA3VBEKD80F/wCJJAxc5vm/sysuQ4ohDPjgPQgpVxE2Yz+6bRsIFa+5DtrBZk1YAa+dtVZkYavDHaYWXZaNdQCXzSMeKPZhCKZAyUgJ2X00ehPM9sN0ZZCXNXQuu6WrXDhRlEcdsGlrUxcnbUnMCj3hv3QEprzpbZOpNamp1MHLUaCokAHnoDPW8l24s1HFd43RkUaXMcMSonaFgbcPdDx6Nwjgmpcu4fMzQcADkrsjipYDvMSGd6sXILOzZffBUSXoFpJqSyi5duNaHhAWSxCCaLO2iz64PKmISGvgti6nNa1JNIRFkV4XHWW3AboAsi7xJUCDk6sPbZlCoqUkHCHqcDwPZDKzjCHyRQ8D2RampPTBPNEAQE4D22QBElZZ/pcoC1TBmrvZbcmWmnB6xBTJgahNBdcbS5JAGefREtpoPfq2aiUVzGoM/uERSRdcqqySQMDxIGD0HB46GgR9z+28l573HGRYe9ufUE21ta6bKn4UbAEh2LYKSdufXC3fAtaE5ggneXctuo/TBESy9GGJUa5YlhQVdo5yeoGcFHB7oGZenZFZEOcNAT1Nh95aLncwlzGGO85oIiO60gkz6aRJMSUZQdnwUpZ3gJSWhNIvtcWqqrodu3cIOnVCMP2iQSaUqDAVNUkC9dKgpJQxGttw3QpBm3OJ8zpHlPJM1wiTIkAkif5WHMEc8Iggkwovl1fFQHfUm8outpSjhkNXKIyzLUpmYAhCQGBuLWi+FJetSWJx1hEjyzKF5siuY53GWsAPkKqHVCMqUVWVYQkmaSSq6l9ZN0pSk4XbrEbRdhYB9NV6lKs6nSBt4iDHxNvt7kXU5CKpkqYCwJuqclhfLpUNz97fpiQmImpALJUqXUEJmqLM7LITdBZKgkg1JD0ClCIsnKRQVDVKFkrYEYDVQ4WhgHCUqOtdvFxjExMlGcypiJiFjWJcBAWTf5iQE4mjO1GjXHIfvb7mueuwdoZBLtOcEkEESNyCSIuNEe0pJSVJWlZTUhy4GBIS3nqY1Xkc+9pL+Kl+gmMrlzdZCzitK0k7SUkB+kxqnJYaRKH+3L9BMJUs0N+5kR0jYZ5JaHee585x8Ag3JNwYNzlmnKjCa4MYSXHOV3BZjp+Nef8AJ/sEZzpl+s/QR2Roun5153yf7BGc6Z/rP0Edhjo4TP1/CnxPh9FpmjPwdnH/ANVPDnJi1WdOqBvEVnR4Miz/AMqk7sU4RZJCqDo7THPU8RXSzIKZsWHSe2H6IYWI06T2w+QYzckjs0u8RVpW6i7ABWd4DAGuuH7IkwYjLTMN8hKmNfjHE3aDXDbevjDqaR72ApwQ4ArrEF2GF44kjr3x2ngpo5FE4hmIBJrhi2W+Oia4a8mocuSMaDGaXFCevB4P35BcFaXZ6XQw1W+N7O4jJUJMwkpIapB5oDFt0uvW+JpHUzDsJAYkfFOYZpWDgPTZCL01Lqhk11RDqJ5rU3bPNHEzHADDMfEDXQlhzcMadOUZBP02nIJSNgZdTj4A++FJdq8JJfAMheHSIjJSiwS6TtLpIo1QyC+LNuh1KnOS5zoQl8KVZDCtf+ICKf0NWY78YKuYBiRDScxAAUpywfvZx282medIRNkTjrOSD8GHck1qnH1PGRT8rAzEdEwbR1iGQkjacST7li+03K1bqgIkILGu73JNHwY3KY7fvgIypeRDwc08D2Qzkw8TzTwPZFqai9MiKDhHBHchwEciSsFn+mEo/laiHwl1oAkXEuQTn2RXx8YOHULoAU5qXJLZMDE/ppICrWXStZuoZIokauKjlEGuSRhJQOCze64uHMAEm/QfLh8brgcyq5xwtka5n4YYP9xyEiAAiCcGXUALKgkuCGbVc5OSYTs1ououBLLTedZwTezG/wBUcUq7mUHYp0+dNFCO2fAlipIcmh11FmAGwRSwbcbft1tbY+UqN3PkG4BtaYsTuRcYpiQJGcJSz0SAlSyNyRd84rB2AOKQr5l1bS137oaKMxRvKUUjaSzDcIPWYoLKlJSh7oBOu6VIN7aGUeyA9msgznEZnTK5PlzKNCpIALS2MgcQ7ozdGOWgcyZNhN4Q5WtMvvL3ppvC8jVDEpF8UZ00ANWpWohDkcm+EgIuqWQsm6paGQEoAReBJJBxYMM6CHU/kZCz3yZNUlSmvAVSpiSGSt9rChG4QLqE6qL4S5WVc5RXdupNaUYbMIRoJs0ZTJ0+L9F2VKrG0++67iCATePUkSL39yoq3pBUjUuLm3nTdmAA3VC8SRdJcEOk1HARYLElM2UFpClh10UQpSSVqKwTgSFEh8wAYhp0lN68kroUJEpYS8xMsIQgqWolN26kBTkPd5rEtKJk96FZZVLFEr1VKCfihZRqlgwcbIL2kefv0kj2KUV2OYALwbnQecB1tbgXOkIs6zqAINwJ2KUKdWEanyafcJXzcv0Exl1wqBMpMpQ3Co4hVY1Lk8e4y/kI9AQlUyBv9zG6HDCCYmNNv7TABHlYJYmElmFDCahHOV2rMO6Bz53yf7BGdaZfrP0E/fGh90JTLnfJHnQIzzTMvasX1U/fHTwmfr+FLifD6LTuSKS7P/KI6eZFhs6qDiO0xW+TVakj+Ul9qRE9Z1ao4/eY5ah7x+6rqbkFYbEqnSe0w+QqI2wq1evtMP0GGbkkdmlwqI21r1z6xTVD0ZgdlaxIAxG2icyy70U32QaMR1nZxhkhSMnlJk1o1WvEZqS1VhqgZ74MJgvEFZo5JK1EBwaFpuWNRlwhb8rJLYsWpgzgO992x80GRalVc0ZwxTTH/d2QUiAlirTKV8aTR3fX348I4tKQwv4ktqziMXY6zEPtpCSjQ1U9A3fC4wCWPfac4norgIMhVEhpmNddTgguxaZgDxbbiwWS8tCXodoOpNNKuLxJYY1pBhKS+P2F4cSexoQloAVrJmGpYiYpgKKKqzMz0wsAkDCcC1B3zWNHbn8IyKTMlANSAo4MlfENXFoMlEt3JQx2gvVs1GkF78hifdGaqu+gsxFAb/Gu4wETEF/hKZ3y5NXZl4wFkoJMgGlx3yOfRnWFJMiSQEpunYAa1Y7Xq79MJIUg0918tZxG5dP8QJSEmrT8hUrowG/h54yyl5OUPEYHgeyGcqHks0i1NSemSeaOEcMBCnSOjsECJKwVE02lpM835pSLqdRPOUWxirrscrFp6P4iKRcNK7QUWgkSis3U6wxGqKO0V2bMnTKBFwZlR+8+qKhz25GBviA9on1lcdSnSeSXDE7QYHOPrIAHlAG6Q/KJiQybSgpyvgEjrhuqfXXnqVuQ4hwlElBZxMUafwB+2G5tSx8QS07bpbpaKCmZloz1Ia2f+uI+glcxrgCHm4zAL3gecvDB1cQFz8nCjSXNX8p4XFlV+0uy00YO6qYMBDyVZprAhSFjHi8NJ1mlrLKeTMfOqT1wjKhLpmQNRLiOhy88JVq1NuDDhIJ0dhY123eaCHeReF1VpQC0uX3xW0ueoD/EKJk2hYOCdgDDzB44LXNkUmJCkZKQAPNQHzQZfLUtnvHgxeFeH2NNmL+rxf6HoqUTREitWNMjNgin+5d54ikFSp6OclE1OeDwnZ5gBJlr7yrNC+ad1YXVymtfwctRf4ysPV54RmWEPetC65ISz+3s8Mz+WoA0nRtyfNtx8JKpBh9El4H6n2A8qndd07wKNNs71VZx8qUtgfoxqFg+Bl/IR6AjMrJaFGkiS42ly/FRI7Y0zk0+4Svm5foJib8Qs75v1EmFbh+zd3qd5zOGB0dhaXdQljCS0wsYTXEiuoLKO6Il5k7cEnqQIoGmiWtVfAR98aD3RPhJ/wAkegIoOnQ99/05fZHVwmY6/hR4nL0WgckTXRKwpZUekMer2eLDIOqn2zVFY0eU6EbrMnZ4w+3TFolc1PtmY5KniP3VdTch90U5YDqjp7YkEGI6wc0dPbEggwW5JTml0mG8ywXlE3iNwCfBAxIffCyTCiTDpUimwsXvr3c2nQzbeuDJsTNrq46r9ZG5oXBgzxkITKbyaSzTZiW3gv0M2/CFvyH+JflHdXjR+MLwYRkISJsTtrLoXx8xphuhNXJ2OsTscJLUalNtXh5AjLQmn5AGarfR2MGpllCf+nD/AJCS52uUw+MFgLQmf+nDJvJQcHb4uTwP9MScQksQ2ojJi1E7RlDyOpjLQlJL5tu6hj0v5oeSjSGiIdS8IrTzU3pjJOqOjsEGjknmDgOwR2Jqiq+kWjM+fOK5cxKEskVUoGgY0CT2xF/o7mk684KHyl/gMX2BFG1HNEC3QT6rnfw1N5l0nkSY9Jj2VOk6CFHNMoHa6367sEnaEzSCAuVUNW/2XYuZjkSIl2I3PmV1A4Wdm2A3YAD4CqVi0SnS0JTfkm6MfdK1Jwu74Vn6JLWGJk8df8MWiOwuBuLHrmjjd2fZfpiIgZKnWXQycgEGbKUnIELp5sIN+ZixzTZweCvwxb44YZwDiXHVLTmm0MabDLUjqbqlT9CJ68Z8sDcFCBZu54ElypCz/EFN1AiLpAh8ZDcIsOVvhRNFjn9o7vH+rvekyAq8nRpYDBcoDJkKp9uJmzyLiEpd7qUpfbdAH3QsYKYi1jW5BdLqjn+IyiGE1QoYTWYKVZV3Rz7rP+Qn0BFD09/W/wCnL7DF87o3ws75CfQEUPTwe+x83L7DHVwuY6/hR4jL0V10Xqgfy6P/ANFRa0CiYpej3KUuWkBS2PeZYq7PeUWDDFmPTFik8tyfHS9vOH3nHdHNUBxGy6GnJW6wHVHtnD5Jiq2XSyzgAGal8PYw8TplZfGjznsjCYQKsYMHSYrydM7L4z7KvVCidM7L4z7KvVGlZWEGDAxADTGzeGdvMX6oONMbN4Z28xeHVGlaFOvBgYgvzus3hnyF+qOjS6z+GfImfhgYghhU9AiE/O+zeGfImfhgw0ts3jPsr/DBxBbCVMGONER+dlm8Z9lf4YA0rs3jPsr9UbEFsJUu0dERA0qs/jPsr9UFVpbZRjNSOIUO0RpWhTqIdSoqv59WIGtplB8rwheVp/YX/WZZ4F4qyRoovIjNS0rmj2yEGisSe6NyfdHvqX9r1QP0kWDK0A8ETT2IhYOyqrNHYr8rTqxqDicG4LHmIeO/nzY/HDqV6oWUYU9HHiC/PiyeOHUr1Rw6b2Txv2VeqBK2EqeeOxXvz2svjfsq9UGGmll8Z9lXqjSthU8TBSYgzppZfGfZV6oIdNLL4Z8lXqgStCnnjrxXvz3svhq8lUA6c2UYrV5Co0rQp8mCkxXF90Gx+GryFeqE/wBIlj8Nf1a/VButCshVBDFbPdFsXhr+rX6oJ+kSx+MV9Wv1QIOyKqHdJPu075tPoxQ9Ox77/po++LZpvy3KnzFqlKvBSABqqBcBsxFQ01tAXaQpJcGWhj1x2cMCCJ5/hc3EZJGVNN0VOAzOyCTJhrUwIEdUIaLgmHaeuDCadp6zHIEFAI8uerwj1mHiLQpucrrMCBCOARldNqX4SuswX8sX4a/KMdgQoARkopt0zxi/KV64TNvmeMX5SvXAgQ0BISUVXKE3xi/KV64IrlCZ4xflK9ccgQQAhJRf9Qm+MmeUr1xw8ozfGTPKV64ECDAWkro5QmeMX5SvXDqy2hRCiVKJCSQSSSDuOUCBAcAiCZUATHHgQIsuVdeA8CBGWQeBAgRkVyO3oECMgheMC+dpgQIyyAmHaeuO99O09ZgQIy0ronK8I9Zjnf1eEesx2BGhGSh307T1mB307T1mBAjISUO/K2nrMATTtPWYECMtJRhNO09Zgs5TqL1jsCMjNl//2Q==" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu karya Carl Jung yang baru dipublikasikan tahun 2009, judulnya The Red Book. Ditulis dengan tulisan tangan beliau dan tidak dipublikasikan karena beliau menganggap bahwa ‘proyek’ ini belum selesai dan terlalu pribadi sifatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di buku ini juga beliau menyisipkan lukisan-lukisan yang dibuatnya. Saya rasa, Abah Jung bukan hanya seorang tokoh psikologi ternama dengan psikologi analitisnya, tapi beliau juga seorang seniman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini disebut-sebut sebagai buku yang tak terpublikasikan dan memiliki pengaruh yang sangat banyak dalam sejarah psikologi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-8199154783010830571?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/8199154783010830571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/12/jung-dan-buku-merah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/8199154783010830571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/8199154783010830571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/12/jung-dan-buku-merah.html' title='Jung dan Buku Merah'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-2317235362871974108</id><published>2011-12-15T08:24:00.000-08:00</published><updated>2011-12-15T08:26:16.591-08:00</updated><title type='text'>Dekalarasi Diri</title><content type='html'>Sudah saya katakan pada Anda, bahwa energi yang saya miliki bukan berasal dari Anda. Wajar saja jika saya seketika sedih dan senang karena perilaku Anda sendiri. Bukankah perilaku Anda sebegitu ekstrimnya? Tapi apakah perilaku Anda itu merusak keseluruhan aktivitas saya? TIDAK! Walaupun perasaan saya tidak enak dalam tahap wajar, tapi kesemua hal itu tidak akan menghancurkan upaya saya untuk menyelesaikan segala aktivitas saya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Anda jangan GR jika merasa bahwa perilaku Anda adalah dasar segala emosi dan kehancuran aktivitas saya. Jangan GR! Karena saya tidak akan membiarkan siapapun merusak mimpi-mimpi saya yang sudah saya bangun semampunya sendiri. Saya akan mengupayakan mimpi-mimpi itu terwujud dalam damai. Jika Anda menganggap bahwa saya begitu bergantungnya pada Anda, Anda sangat salah dan itu artinya Anda belum mengenal saya secara pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, saya beruntung, ‘hukuman’ ini merupakan bukti bahwa saya bisa menemukan diri saya yang lebih utuh dibandingkan masa-masa terbaik yang pernah saya jalani bersama Anda. Terima kasih banyak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-2317235362871974108?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/2317235362871974108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/12/dekalarasi-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/2317235362871974108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/2317235362871974108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/12/dekalarasi-diri.html' title='Dekalarasi Diri'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-4990403262643789048</id><published>2011-12-06T09:51:00.000-08:00</published><updated>2011-12-06T09:55:39.178-08:00</updated><title type='text'>Kebetulan Celestine Prophecy</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRRBvsc6M2TIAUqrG2PjnTfnfnr5Umu1u_kcQIKA2fULHsWvUX0JkZbAxE"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 96px; height: 141px;" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRRBvsc6M2TIAUqrG2PjnTfnfnr5Umu1u_kcQIKA2fULHsWvUX0JkZbAxE" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menjelajahi mayantara, saya teringat dengan buku ini. Buku yang sudah saya lihat selama tiga kali dalam situasi yang berbeda. Pertama kali saya melihatnya adalah ketika saya masih aktif di Woodcamp. Kedua kali saya melihatnya adalah ketika saya sedang membaca buku Tarot. Ketiga kalinya adalah saat saya membaca buku Madre karangan Dee. Ah, salah. Saya berkoneksi dengan buku itu empat kali. Yang keempat adalah dalam sebuah perbincangan dengan kekasih saya waktu itu.  Buku yang saya perbincangkan adalah The Celestine Prophecy karya James Redfield. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini memperbincangkan tentang sebuah naskah kuno yang menyatakan suatu kebetulan yang sering terjadi di muka bumi beserta perenergian antara alam semesta, manusia, dan Sumber Energi. Kebetulan bukankah suatu kebetulan yang dalam makna harfiah, ini merupakan suatu bentuk pergerakkan yang dilakukan oleh Sang Penggerak dengan Sumber Energi yang dimilikinya dan kemudian dipantulkan pada manusia dan alam semesta. Tak kebetulan jika ada pandangan mata yang berpapasan. Tak kebetulan daun-daun berguguran, dan tak kebetulan pula bahwa angin harus bertiup menerpa rambut kekasih. Itu semua bukan kebetulan, karena setiap debu merupakan bagian dari energi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Celestine Prophecy menunjukkan sembilan insight yang memiliki maknanya tersendiri. Ke sembilan insight tersebut bukan hanya berupa pengetahuan yang hanya dipahami, tapi merupakan suatu pengetahuan yang harus dihayati lewat hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada energi yang bergerak pada diri saya ketika membaca buku tersebut. Ada gelombang emosi yang dibawa. Sesekali saya tertegun, sesekali saya tertawa karena kebodohan saya yang direpresentasikan cerita dalam buku tersebut. Beberapa adegan juga menggambarkan sepotong-sepotong pengetahuan saya dalam rimba ketidaktahuan. Andaikan saja saya membaca buku ini tahun lalu, atau dua tahun lalu. Andaikan, andaikan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang menarik adalah insight ke-7. Ketika si tokoh utama di penjara bersama Pablo, seorang Indian. Tokoh utama menyatakan bahwa diri dia seharusnya ada di rumah, jauh dari bahaya dan ketakutan penjara Peru. Namun, kemudian Pablo berkata, bahwa seharusnya yang dipahami adalah sebuah alasan mengapa si tokoh utama mesti berada dalam keadaan kesulitan semacam ini. Peristiwa tersebut bukanlah suatu kebetulan yang menyengsarakan. Akan tetapi, merupakan peristiwa yang memiliki makna kebaikan. Si tokoh utama harus melewati kesulitan tersebut, hingga kemudian, ia harus mempercayai bahwa peristiwa kesulitan itu adalah jalannya untuk menuju visi yang dilihatnya dan diinginkannya dalam imajinasi. Hehe, ini menonjok saya sekali. Hehe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kemudian adalah insight ke-8 berkaitan dengan etika interpersonal. Insight ini menyatakan bahwa setiap manusia harus memiliki energi yang penuh terhadap Sumber Energi, bukannya kepada seseorang yang diharapkan mampu memberikan energi. Ketika setiap manusia tertuju pada satu energi, maka, tindakan saling menyakiti dan kekanak-kanakkan akan menghilang. Inilah inti dari semua hubungan antar manusia, kita harus mampu menjadi 0, bukan C. Sekali lagi, ini menonjok saya juga. Hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insight ke-9 adalah adegan yang sulit diceritakan; karena ini berkaitan dengan pengalaman transpersonal dari para tokoh utamanya. Jadi, ya silahkan dibaca saja yah. Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ditelaah, ternyata buku ini merupakan sintesis dari filologi dan psikologi mistik tradisional, alias psikologi transpersonal. Tidak kebetulan bukan kenapa saya membaca buku ini sampai habis karena isinya berkaitan dengan ketertarikan saya terhadap satu mahzab psikologi yang baru. Waktu saya lihat riwayat hidup penulisnya-James Redfield- ternyata dia mensintesikan banyak pengetahuan di dunia, seperti filsafat Barat dan Timur, psikologi, fisika, sejarah, futurologi, mitologi dan mistisisme. Pantes saja, buku ini nampaknya sangat familiar. Hehehe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah ya, ada satu pesan yang tersembunyi dalam buku ini. Dalam pertemuan si tokoh utama dengan para tokoh yang menjadi media naskah kuno, terdapat suatu keunikan , yaitu berbedanya disiplin pengetahuan yang dimiliki oleh para tokoh tersebut. Ada fisikawan, arkeolog, psikolog, sampai pemuka agama. Dan pesannya sama, bahwa dalam disiplin pengetahuan yang mereka miliki, terdapat suatu kelemahan yang mengharuskan mereka mempelajari dan membuka mata hati untuk mendapatkan masukan yang berharga dari disiplin pengetahuan lainnya. Sehingga, terjadilah integralisme dalam membangun budaya. Wah, pesannya bagus yah untuk para ilmuwan yang merasa paling pinter dan bener dengan pengetahuannya. Buku ini memberi isyarat bahwa kita harus rendah hati. Hehe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong, ada apa ya saya mesti baca buku ini sampai habis? Apakah ada rahasia dan misteri yang saya tidak ketahui? Wah, jadi korban buku ini deh. Tapi, sebetulnya, saya setuju, kalau seluruh alam semesta ini memiliki energi dari Sang Sumber Energi. Koneksikan saja energi tersebut dengan Sumber Energi: Cinta. ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus, saya bikin kata-kata setelah membaca buku tersebut. Ini dia:&lt;br /&gt;Ada kalanya ingin menatap&lt;br /&gt;ke bawah gelap, bau, dan pengap&lt;br /&gt;ruang dalam. Berhembus aroma &lt;br /&gt;mawar di balik kotoran kerumunan&lt;br /&gt;lalat yang makan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika dibuat lumpuh karena &lt;br /&gt;waktu ini adalah milik &lt;br /&gt;alam semesta. Muncul lewat&lt;br /&gt;kebetulan berpola menuju&lt;br /&gt;titik menyeluruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak berusia 18 telah&lt;br /&gt;memberanikan diri terpesona&lt;br /&gt;akan kebetulan. Rupa dari bimbingan&lt;br /&gt;alam semesta bermodal&lt;br /&gt;yang tak bermateri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan-kebetulan itu&lt;br /&gt;melibatkan sesosok yang terus&lt;br /&gt;tersenyum. Perjalanan berkata&lt;br /&gt;bahwa pendakian gunung dan air terjun&lt;br /&gt;meski dilakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika zat cair, zat padat, &lt;br /&gt;dan zat gas melebur menjadi&lt;br /&gt;kompleksitas dan chaos. Lihatlah &lt;br /&gt;mereka bukan sebatas &lt;br /&gt;apa yang dilihat oleh pancaindera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://28.media.tumblr.com/tumblr_lvsm60SmOu1qchybqo1_250.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 340px;" src="http://28.media.tumblr.com/tumblr_lvsm60SmOu1qchybqo1_250.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Gambar dibuat oleh saya, judulnya Intuisi. ^^&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-4990403262643789048?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/4990403262643789048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/12/kebetulan-celestine-prophecy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/4990403262643789048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/4990403262643789048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/12/kebetulan-celestine-prophecy.html' title='Kebetulan Celestine Prophecy'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-5411714551786833248</id><published>2011-12-06T09:49:00.000-08:00</published><updated>2011-12-06T09:51:13.775-08:00</updated><title type='text'>Marah Merak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-T48xKnzq7OQ/Tt5V9ZsfLnI/AAAAAAAAAI4/lgvFdmOUzuc/s1600/Merak%2Bedit.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 222px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-T48xKnzq7OQ/Tt5V9ZsfLnI/AAAAAAAAAI4/lgvFdmOUzuc/s320/Merak%2Bedit.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5683074293146005106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAgi marah-marah lewat Merak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-5411714551786833248?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/5411714551786833248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/12/marah-merak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5411714551786833248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5411714551786833248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/12/marah-merak.html' title='Marah Merak'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-T48xKnzq7OQ/Tt5V9ZsfLnI/AAAAAAAAAI4/lgvFdmOUzuc/s72-c/Merak%2Bedit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-1924429508454509092</id><published>2011-12-01T11:40:00.000-08:00</published><updated>2011-12-01T11:42:07.108-08:00</updated><title type='text'>Bentang Cartil</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wBDAAkGBwgHBgkIBwgKCgkLDRYPDQwMDRsUFRAWIB0iIiAdHx8kKDQsJCYxJx8fLT0tMTU3Ojo6Iys/RD84QzQ5Ojf/2wBDAQoKCg0MDRoPDxo3JR8lNzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzf/wAARCACLALoDASIAAhEBAxEB/8QAGwAAAgIDAQAAAAAAAAAAAAAAAAECBAMFBgf/xAA4EAABBAECBAUDAgQFBQEAAAABAAIDEQQSIQUTMUEGIlFhcRSBkQcyFSOhsUJiweHxFlJzkrLR/8QAGgEBAAMBAQEAAAAAAAAAAAAAAAECBAMFBv/EACgRAAICAQQCAQQCAwAAAAAAAAABAhEDEhMhMQRRQRQiYaEFFXGR8P/aAAwDAQACEQMRAD8A8cQnSEAJUpJIBUhNFIBITQgEhNCASE0IBJKSKQCQmkgEhNCASCmhARpFJoQCpCaKQGSkqU6RSgkhSKU6RSAjSSnSKQEEKdIpAQpCkQikFEUUpUlSWKEkpUilJBFCaEAkJopARQmhQBITRSkCSpSpCAz6UaVl0J6Vzs6UYdKNKzaUaUsUYdKKWXQjSljSYqRSy6UaUsUYaRSy6UtKmxRjpKll0paUsijHSVLJSKU2KMZCVLLSWlBRjIRSnSKQijHSKUyEtKAihSpKkIIkIpSpKlINly0ctW+X7I5az6jXoKnLPojln0Vzlo5aahoKfLPoqOfkOx3NZGPMRZJW2mcyGJ0khDWt7rQ8QyWZb2uYwt07WT1CvDlnPJUV+Szw+Z+QHh9W2qoK5yyqPBnwte9sjw17qDQVuzF7KJumMa1Iolh9EtB9Fe5XskYvZV1ovoKOg+iNB9FcMSXKU6yNBSLEiz2V0xKJiU6iugp6UaFaMSXKU6iNJVLSlpVkxpctTqGkraUafZWDGly01EaSvpSIVgx+yRjSxpMFJUsxYjQpsjSdTJw3IhdUsD2kdQRvXwozYUkZ3jkaKs6mrZvxXvdqfbnVVlI4j+5P5XlLK/lnquBxX8fY1xDsV2xr9/8AspN4/jd4JQfYgrLleEeIOnkfE+Atc4kAuINX8Kll+GeJYsEk8jIzHG0ucWv6AL0E8EumYG86+DHxXikWZCyOJj2063aq3WrsJHYpLRGKiqRmlJydskDXel1uFxTAkxozPO2OTT5muB2K5fHxcjJ1fTwSy6f3cthdX4WPcmhv2FKs4KfBbHNw5R2Rz+HdsuL8qP1mCemVD/7gLkpIZIiBLG9hP/c0hY/ghc9iPs6fUS9HYjIw3HbKgJ/8gUg6B37ZYz8OC4sn4RfwmwvY+ofo7XQw9HNPwUjEPZcWpiR46PcPumz+Rv8A4OwMN7AKDoiOy3HD+F5k3D8fKbjOcxwaAdPU0DVfhQy8LIxpHRzxGNw6gj7rLuc0alBNGnMe+6XKV/lP2IAq9jpFKT3ykEO5e5s/y2jf8KdyhtmtMSXJJ6LYnmUbazfb9gUdJ2BY3+yncJ2TX8opGIrYFrrJDWbjsFEtcT+1o+Ap3CHiNcYjXRLlK+6I+gUeV/lb+FO4V2j1hvhbPcARj7HuXAVXqsMvhzKY4tDYjXU81o9Pf3C6JvEXTgMihaGSku0aXSEt79D7hVhNC8hzxFJNE7W4Ptpu6N7nbp27L52eXnj/AL9GmLmuzmzwxzC7W6MBn7vN7X1+AVruPY+I7CzYosmEF8UjWxumBc3y9ya9V1HGsXH4vw2XA4nhY8eNIN3wuc1zSKIr+nzYXBZP6fcBY9unI4i1rvNq1NIrvQ0fHUrv48sdpzk0/wDAnLI1wv2eWlILoPEnht3BYmTHKEzHv0t8haaokFGd4XnxuBwcVZLzGPjZJJHyyCwO6G+46L6NZsbSaffR5TxTTaro1/B+LZnB8n6jBmdG+qc2zpePQjurWRFDxPn52DE2KRjTLPjHsb/cz1buLHb8LTkAeq2/AsLi05km4Q4tdpMTnCQN1Ajdu/W1aSS+7oiLb+3s9l8PeI+HZfAcPIjx5OZs57ydy5tjeh6/6blX8rP4DM5r8rD1vcCXufDbXOI60R09l45jYnijw7GyTCJhZP5tMb2SDb1abo9Vax/FnizHja0xcwRuJLn4gNij5SQOnUryMnguUnKElRtjliklKLs71+PwDIfI53CWSEvdob9Oyg3fvX/FLkoMPhJ/UGbGdwuJuJLjDRBJWkOAFuAoVs122/ytVk+NfEGpoyAxjGtAEZgLRX5vtfysTfG3Em+I4uOiHDOVHj8gMLXlmkgjoXXdE912w+JmgpK+17K5M2OVcfJ6W7wb4f5PJHCceTJa0OLWSlrjdC7rTQ3/AKqgfAnCxJIXcAlcGUXOOQ4NaKJNlpHt7rjJP1Bzpi0z4zLDWjXFK5jjW/X09lZx/wBSc+NznOje8kdJJjIB61a5x8fy4/P7J3ML9f6O2/hpw2RwtjhxGxN0tbz9btvgk17n0+FA8NlEcRZlRnU0ljucWhx2FAECzvXyCuVH6iMMbXcrKE1nUSI3NA7AWLHbv13TxvHEcsseO5+UeY4NaNRDGXQqi7pf9/ZUfi5lzR1jng3Vo6r6HNx3taJTch/l6clp61RNdB06+inJg8Wil5YkmicGgW+dpu+m/Q/6LVMynSyTxNMFODg6WeQjlkV3232rr0r13vT4EkcURdLhND9mvhmc90o6+bc19qWeSa7NKMsmJNjzCKTLaXMiDnh0rCwA7OJd8ffqsf8ADsQNcZeIwA6Q5gbbh1NDyj3B+6omOKMyNY+WWR+pm7NI3d1Iv1A/p1UMiQQhrsiCYl51DmP0kCgB23Hbc2o0/FnRpmbKiYA7zl7g7XI04wGg/wBBW3Tp+SqzZcdkul7YXajpdqiBDSQN9t/t/RVmZcjJGtdihzCAxwLgbHXud+9dvwj6+aZnMbjFzy4GMhrTdbb9bNArtHHJdlXJMsysxHTlsD4nBsflAxnETG+wqx96/uqr5Yw9w5UYonpE6v8A6WY5Uz5HOZ9QyV5ayR8dAPIry1t77X2VaXi8TJHsklmL2uIcdLTZ79lZQl6I1I7mFzTznid2M5rtoTZ5gHQDYV0q1ayeMSy4kXKjmlyHNLXc6JjgAQehFHseq8Vk8ceIZtp+IPlbvTJBYB33/qs83jzjD53yw8mAPIcY2s1NJHSwTv8AdV/q8vTaMb8rG+We04XiHIePp81reVG2nBkYJ0jrt06BKbikUsEUkc3LkIINwAk1XUgdNJ7rxA+NeNGIRNnY0DULazenGyPj2XSeHv1JZjxSwcd4YMuN4aGPgcGOaQT6+x/oq5P43NVrkiHk4/RH9VOJTZeNhxzNjA5z3N0to9P91v8AhY52Fh4WW3C0MwQS5zvJXLF2Rv0J29Vxv6heJeFeIjg/wjDyMUw6+bzntOrVpqq+FRz/ABZLkYZx4cYRB0bWOeXEmw0NsX9+/da4+LOWCEKquyv1EY5JSvtGgyuX9TLyG6YuY7Q0myG3sPwvVfCXDnHwvhfRwxPc6jK5xIJL7Iveti0URX3XkodS9C8JfqHFwnhTMDiEWa8RM0xuilJFdvKSK229Fp83HkljSgrOHjzjGbbOvzuB8Qj0crHl5hZpbrcwgCtg3frub+LWonbJixucAdGobMFAV6tPa/8AFZ9PjbY/j/w7kubjvzDG8N1Cf6cMaK81Xt3Pp1C2HEoOF8ZkE8fFcR5ZECXxROkDhRN2wUO/4J9V5EI5YupRaR6G/Brs5aKLIYDyhq5PdsjPM3UKIH+Lod1qc7h8GQZjKyJ5hbIafvQ0ncV2BA7dSuoy+EwZW+DjZpw/Lpl5Er2EdD56oC76Ct1psvAxvo88cQyZceTSTGJoXNtwa4HcgCxte4BsC7K1Y29XBSUoyjycd4UihkfkunZju5bA8c/od/2gV3v8A91vpuFYL431iR6HtAjmERa0OaDqNAEkdDsCVS8CYkebDxGOfIiiaAxzY3zNYS6+u4N+m3st7xLEw3yzNx5W6cZ4bzonMJcD/mFWBtuRY39VpzTe41ZTBFPEnSNQzA4f9VzBhM80zg4aQ5rWm7FCxYB9O34zu4bCzDjk5TI3tFnSwHqTXQb7Wevbp0XQw+FsH6VmT/1JiRMNs0zM0uad6aSLFlb/ABfCsHDseSWQ43GAyFg5ceUYzHZFDY3Q7f2XGWV1aZdKK7RxMHD4GNll+rgaGxarmjeG7g1VAkm9Plro723cGU1kMsmkNog87oSdtQDjuHdAK2oFdbxLw/jQxu5bJZHStaT/AC3ymIAD9hbtY6b+i4XO4phRWBi6i1x5LhKfILNk+Ym/n8KsPv8Ags5qJvWzSYYk/h800MbI2SCF3n16rF2BQ9aF+x2UH8VyjgyRDJL8R5Bfzo7FCvM+hd7A0DVAjcmjzU3EmYgbLDifTslaRENZEjKAAe1wrYk9d7pw91TZxqVmO+B0bZWOFAOc4V5muPQ7g6envfVdF4zfNFX5MVwze5ojEr2TY+LYuQ8okWBV04fBFV3J7K1Dw/hr8nGxXSZIfO3byM2NHUbvboOtf2XO4XFuGRFxyuFSPIZUfJynNGqupvt8LHJx130P02LCcWz53MlLg5pFOFHpZ3NH27Lrsz6KvPHuzdRvxS+H6CSUkjVqDaMRcB5nX/hBuz7koORFGTGJImhu1FzQRXt2XPHibGwTNiifzZS4cx77AjNECh3BA3U3Z/D3OLnM4iSTZ/mx/wD4rbFlPqEujnbKLKSFtPPBOykhAS1FK0kIATtJCAkHkHak2SvjdqjcWOoi2mjvsVBCAvQcY4nj4z8WDPyY8eTd0TZSGn7KUnHOKSwPglzp3xPaGuY51ggf8Ba9CjSvRNssY2bkYrnOx5XRlwAcWmiQDfX5AVqHi+W0yA5E2mQHW1r9nk93DofuFrUJpTJUmjf4niXMxp3PAbJC5xc+J+4IO1auvT3990pPFfFnymT6l7HaNFRHQ0Nu9IAHSz9unQUtFZ9UX7qu1D5Rfen7NtNnx5GN/OiPPvd+qw6z3FdhY2rqlHnQxZQlga9rGuDmNe6yK6WRS1VotSoJFXkk+zbzZ78rKlyTJGyUBzgD0N7UAfYrDK2MS6YHGRujWdiC0daPrQ7jZa60aiDsSiil0Q5OXZcJIF0kSdOqjputVbWqlkkkk2VJsr2gAPcADdXtamipn1I+4Vaz6lZhlzgU2Q0OmwTklUYEIQpIBCEIAQhCAEIQgBCEIAQhCAEIQgBCEIAQhCAEIQgBCEIAQhCA/9k="&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 186px; height: 139px;" src="data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wBDAAkGBwgHBgkIBwgKCgkLDRYPDQwMDRsUFRAWIB0iIiAdHx8kKDQsJCYxJx8fLT0tMTU3Ojo6Iys/RD84QzQ5Ojf/2wBDAQoKCg0MDRoPDxo3JR8lNzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzf/wAARCACLALoDASIAAhEBAxEB/8QAGwAAAgIDAQAAAAAAAAAAAAAAAAECBAMFBgf/xAA4EAABBAECBAUDAgQFBQEAAAABAAIDEQQSIQUTMUEGIlFhcRSBkQcyFSOhsUJiweHxFlJzkrLR/8QAGgEBAAMBAQEAAAAAAAAAAAAAAAECBAMFBv/EACgRAAICAQQCAQQCAwAAAAAAAAABAhEDEhMhMQRRQRQiYaEFFXGR8P/aAAwDAQACEQMRAD8A8cQnSEAJUpJIBUhNFIBITQgEhNCASE0IBJKSKQCQmkgEhNCASCmhARpFJoQCpCaKQGSkqU6RSgkhSKU6RSAjSSnSKQEEKdIpAQpCkQikFEUUpUlSWKEkpUilJBFCaEAkJopARQmhQBITRSkCSpSpCAz6UaVl0J6Vzs6UYdKNKzaUaUsUYdKKWXQjSljSYqRSy6UaUsUYaRSy6UtKmxRjpKll0paUsijHSVLJSKU2KMZCVLLSWlBRjIRSnSKQijHSKUyEtKAihSpKkIIkIpSpKlINly0ctW+X7I5az6jXoKnLPojln0Vzlo5aahoKfLPoqOfkOx3NZGPMRZJW2mcyGJ0khDWt7rQ8QyWZb2uYwt07WT1CvDlnPJUV+Szw+Z+QHh9W2qoK5yyqPBnwte9sjw17qDQVuzF7KJumMa1Iolh9EtB9Fe5XskYvZV1ovoKOg+iNB9FcMSXKU6yNBSLEiz2V0xKJiU6iugp6UaFaMSXKU6iNJVLSlpVkxpctTqGkraUafZWDGly01EaSvpSIVgx+yRjSxpMFJUsxYjQpsjSdTJw3IhdUsD2kdQRvXwozYUkZ3jkaKs6mrZvxXvdqfbnVVlI4j+5P5XlLK/lnquBxX8fY1xDsV2xr9/8AspN4/jd4JQfYgrLleEeIOnkfE+Atc4kAuINX8Kll+GeJYsEk8jIzHG0ucWv6AL0E8EumYG86+DHxXikWZCyOJj2063aq3WrsJHYpLRGKiqRmlJydskDXel1uFxTAkxozPO2OTT5muB2K5fHxcjJ1fTwSy6f3cthdX4WPcmhv2FKs4KfBbHNw5R2Rz+HdsuL8qP1mCemVD/7gLkpIZIiBLG9hP/c0hY/ghc9iPs6fUS9HYjIw3HbKgJ/8gUg6B37ZYz8OC4sn4RfwmwvY+ofo7XQw9HNPwUjEPZcWpiR46PcPumz+Rv8A4OwMN7AKDoiOy3HD+F5k3D8fKbjOcxwaAdPU0DVfhQy8LIxpHRzxGNw6gj7rLuc0alBNGnMe+6XKV/lP2IAq9jpFKT3ykEO5e5s/y2jf8KdyhtmtMSXJJ6LYnmUbazfb9gUdJ2BY3+yncJ2TX8opGIrYFrrJDWbjsFEtcT+1o+Ap3CHiNcYjXRLlK+6I+gUeV/lb+FO4V2j1hvhbPcARj7HuXAVXqsMvhzKY4tDYjXU81o9Pf3C6JvEXTgMihaGSku0aXSEt79D7hVhNC8hzxFJNE7W4Ptpu6N7nbp27L52eXnj/AL9GmLmuzmzwxzC7W6MBn7vN7X1+AVruPY+I7CzYosmEF8UjWxumBc3y9ya9V1HGsXH4vw2XA4nhY8eNIN3wuc1zSKIr+nzYXBZP6fcBY9unI4i1rvNq1NIrvQ0fHUrv48sdpzk0/wDAnLI1wv2eWlILoPEnht3BYmTHKEzHv0t8haaokFGd4XnxuBwcVZLzGPjZJJHyyCwO6G+46L6NZsbSaffR5TxTTaro1/B+LZnB8n6jBmdG+qc2zpePQjurWRFDxPn52DE2KRjTLPjHsb/cz1buLHb8LTkAeq2/AsLi05km4Q4tdpMTnCQN1Ajdu/W1aSS+7oiLb+3s9l8PeI+HZfAcPIjx5OZs57ydy5tjeh6/6blX8rP4DM5r8rD1vcCXufDbXOI60R09l45jYnijw7GyTCJhZP5tMb2SDb1abo9Vax/FnizHja0xcwRuJLn4gNij5SQOnUryMnguUnKElRtjliklKLs71+PwDIfI53CWSEvdob9Oyg3fvX/FLkoMPhJ/UGbGdwuJuJLjDRBJWkOAFuAoVs122/ytVk+NfEGpoyAxjGtAEZgLRX5vtfysTfG3Em+I4uOiHDOVHj8gMLXlmkgjoXXdE912w+JmgpK+17K5M2OVcfJ6W7wb4f5PJHCceTJa0OLWSlrjdC7rTQ3/AKqgfAnCxJIXcAlcGUXOOQ4NaKJNlpHt7rjJP1Bzpi0z4zLDWjXFK5jjW/X09lZx/wBSc+NznOje8kdJJjIB61a5x8fy4/P7J3ML9f6O2/hpw2RwtjhxGxN0tbz9btvgk17n0+FA8NlEcRZlRnU0ljucWhx2FAECzvXyCuVH6iMMbXcrKE1nUSI3NA7AWLHbv13TxvHEcsseO5+UeY4NaNRDGXQqi7pf9/ZUfi5lzR1jng3Vo6r6HNx3taJTch/l6clp61RNdB06+inJg8Wil5YkmicGgW+dpu+m/Q/6LVMynSyTxNMFODg6WeQjlkV3232rr0r13vT4EkcURdLhND9mvhmc90o6+bc19qWeSa7NKMsmJNjzCKTLaXMiDnh0rCwA7OJd8ffqsf8ADsQNcZeIwA6Q5gbbh1NDyj3B+6omOKMyNY+WWR+pm7NI3d1Iv1A/p1UMiQQhrsiCYl51DmP0kCgB23Hbc2o0/FnRpmbKiYA7zl7g7XI04wGg/wBBW3Tp+SqzZcdkul7YXajpdqiBDSQN9t/t/RVmZcjJGtdihzCAxwLgbHXud+9dvwj6+aZnMbjFzy4GMhrTdbb9bNArtHHJdlXJMsysxHTlsD4nBsflAxnETG+wqx96/uqr5Yw9w5UYonpE6v8A6WY5Uz5HOZ9QyV5ayR8dAPIry1t77X2VaXi8TJHsklmL2uIcdLTZ79lZQl6I1I7mFzTznid2M5rtoTZ5gHQDYV0q1ayeMSy4kXKjmlyHNLXc6JjgAQehFHseq8Vk8ceIZtp+IPlbvTJBYB33/qs83jzjD53yw8mAPIcY2s1NJHSwTv8AdV/q8vTaMb8rG+We04XiHIePp81reVG2nBkYJ0jrt06BKbikUsEUkc3LkIINwAk1XUgdNJ7rxA+NeNGIRNnY0DULazenGyPj2XSeHv1JZjxSwcd4YMuN4aGPgcGOaQT6+x/oq5P43NVrkiHk4/RH9VOJTZeNhxzNjA5z3N0to9P91v8AhY52Fh4WW3C0MwQS5zvJXLF2Rv0J29Vxv6heJeFeIjg/wjDyMUw6+bzntOrVpqq+FRz/ABZLkYZx4cYRB0bWOeXEmw0NsX9+/da4+LOWCEKquyv1EY5JSvtGgyuX9TLyG6YuY7Q0myG3sPwvVfCXDnHwvhfRwxPc6jK5xIJL7Iveti0URX3XkodS9C8JfqHFwnhTMDiEWa8RM0xuilJFdvKSK229Fp83HkljSgrOHjzjGbbOvzuB8Qj0crHl5hZpbrcwgCtg3frub+LWonbJixucAdGobMFAV6tPa/8AFZ9PjbY/j/w7kubjvzDG8N1Cf6cMaK81Xt3Pp1C2HEoOF8ZkE8fFcR5ZECXxROkDhRN2wUO/4J9V5EI5YupRaR6G/Brs5aKLIYDyhq5PdsjPM3UKIH+Lod1qc7h8GQZjKyJ5hbIafvQ0ncV2BA7dSuoy+EwZW+DjZpw/Lpl5Er2EdD56oC76Ct1psvAxvo88cQyZceTSTGJoXNtwa4HcgCxte4BsC7K1Y29XBSUoyjycd4UihkfkunZju5bA8c/od/2gV3v8A91vpuFYL431iR6HtAjmERa0OaDqNAEkdDsCVS8CYkebDxGOfIiiaAxzY3zNYS6+u4N+m3st7xLEw3yzNx5W6cZ4bzonMJcD/mFWBtuRY39VpzTe41ZTBFPEnSNQzA4f9VzBhM80zg4aQ5rWm7FCxYB9O34zu4bCzDjk5TI3tFnSwHqTXQb7Wevbp0XQw+FsH6VmT/1JiRMNs0zM0uad6aSLFlb/ABfCsHDseSWQ43GAyFg5ceUYzHZFDY3Q7f2XGWV1aZdKK7RxMHD4GNll+rgaGxarmjeG7g1VAkm9Plro723cGU1kMsmkNog87oSdtQDjuHdAK2oFdbxLw/jQxu5bJZHStaT/AC3ymIAD9hbtY6b+i4XO4phRWBi6i1x5LhKfILNk+Ym/n8KsPv8Ags5qJvWzSYYk/h800MbI2SCF3n16rF2BQ9aF+x2UH8VyjgyRDJL8R5Bfzo7FCvM+hd7A0DVAjcmjzU3EmYgbLDifTslaRENZEjKAAe1wrYk9d7pw91TZxqVmO+B0bZWOFAOc4V5muPQ7g6envfVdF4zfNFX5MVwze5ojEr2TY+LYuQ8okWBV04fBFV3J7K1Dw/hr8nGxXSZIfO3byM2NHUbvboOtf2XO4XFuGRFxyuFSPIZUfJynNGqupvt8LHJx130P02LCcWz53MlLg5pFOFHpZ3NH27Lrsz6KvPHuzdRvxS+H6CSUkjVqDaMRcB5nX/hBuz7koORFGTGJImhu1FzQRXt2XPHibGwTNiifzZS4cx77AjNECh3BA3U3Z/D3OLnM4iSTZ/mx/wD4rbFlPqEujnbKLKSFtPPBOykhAS1FK0kIATtJCAkHkHak2SvjdqjcWOoi2mjvsVBCAvQcY4nj4z8WDPyY8eTd0TZSGn7KUnHOKSwPglzp3xPaGuY51ggf8Ba9CjSvRNssY2bkYrnOx5XRlwAcWmiQDfX5AVqHi+W0yA5E2mQHW1r9nk93DofuFrUJpTJUmjf4niXMxp3PAbJC5xc+J+4IO1auvT3990pPFfFnymT6l7HaNFRHQ0Nu9IAHSz9unQUtFZ9UX7qu1D5Rfen7NtNnx5GN/OiPPvd+qw6z3FdhY2rqlHnQxZQlga9rGuDmNe6yK6WRS1VotSoJFXkk+zbzZ78rKlyTJGyUBzgD0N7UAfYrDK2MS6YHGRujWdiC0daPrQ7jZa60aiDsSiil0Q5OXZcJIF0kSdOqjputVbWqlkkkk2VJsr2gAPcADdXtamipn1I+4Vaz6lZhlzgU2Q0OmwTklUYEIQpIBCEIAQhCAEIQgBCEIAQhCAEIQgBCEIAQhCAEIQgBCEIAQhCA/9k=" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merpati terbebas dari kandang&lt;br /&gt;berteriak lantang di atas&lt;br /&gt;bukit bintang. Dibopong &lt;br /&gt;seorang pangeran berkuda&lt;br /&gt;putih melintas angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumandang adzan di senja &lt;br /&gt;membawa kabar pabrik&lt;br /&gt;penghasil asap pekat. Meminta&lt;br /&gt;pilu udara yang ingin bebas&lt;br /&gt;terbang tanpa rantai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan sepasang kawan&lt;br /&gt;berlawan jenis mengingatkan&lt;br /&gt;Anoman dan Trijata. Terbang di atas &lt;br /&gt;samudera; yang berbeda adalah&lt;br /&gt;bintang-bintangnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samudera bintang&lt;br /&gt;bukanlah buatan manusia&lt;br /&gt;meski mereka nyala lampu. Di balik&lt;br /&gt;kericuhan kota; mereka menjadi&lt;br /&gt;keindahan nyala mutlak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hatur nuhun, ngabaturan abdi ningali bentang&lt;/span&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Caringin Tilu, sehabis pernikahannya Afifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Margahayu Permai, 2 Desember 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-1924429508454509092?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/1924429508454509092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/12/bentang-cartil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/1924429508454509092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/1924429508454509092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/12/bentang-cartil.html' title='Bentang Cartil'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-8860423196178543578</id><published>2011-12-01T09:45:00.000-08:00</published><updated>2011-12-01T09:48:39.857-08:00</updated><title type='text'>Jejak Tali Mimpi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-losIn9Q_p4Y/Tte9yYLFBpI/AAAAAAAAAIs/sDUAdVF3r-8/s1600/jejak%2Btali%2Bmimpi%2Bedit.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-losIn9Q_p4Y/Tte9yYLFBpI/AAAAAAAAAIs/sDUAdVF3r-8/s400/jejak%2Btali%2Bmimpi%2Bedit.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5681218128131196562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengintip gerak langkahmu&lt;br /&gt;layaknya cicak termenung menatap&lt;br /&gt;gadis mandi besar. Terbang &lt;br /&gt;melihat gelora kabut bercumbu&lt;br /&gt;dengan matahari pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menatap kalender Masehi&lt;br /&gt;menghitung sisa perjalanan waktu&lt;br /&gt;aku dan kamu. Melihat &lt;br /&gt;jarak celah yang dibuat tanpa&lt;br /&gt;jembatan Curug Omas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memutuskan harapan itu &lt;br /&gt;sesak dan berduri tertancap paku&lt;br /&gt;payung beribu. Merasakan&lt;br /&gt;daya keringat telah tiba&lt;br /&gt;di tetes terakhirnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengajari diri seperti ibu&lt;br /&gt;tersenyum sehangat mentari&lt;br /&gt;di ufuk timur. Menghidupi&lt;br /&gt;bahagia ketika melihatmu&lt;br /&gt;tersenyum saat berpisah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu sudah hebat. Aku harus&lt;br /&gt;mengejar langkah-&lt;br /&gt;langkahku yang tertinggal&lt;br /&gt;jauh. Lihat aku nanti; &lt;br /&gt;bukan sekarang. Menjadi bumi; &lt;br /&gt;kamu menjadi langit*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Mengeja dan mengutip&lt;br /&gt;puisi Rumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Margahayu Permai&lt;br /&gt;1 Desember 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;gambar: saya yang buat. Hehe, maaf yah maklum engga bisa menggambar. Eh iya, judul gambarnya adalah Jejak Tali Mimpi. Lebih gaya judulnya ketimbangan gambarnya ya. Hehe. &lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-8860423196178543578?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/8860423196178543578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/12/jejak-tali-mimpi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/8860423196178543578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/8860423196178543578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/12/jejak-tali-mimpi.html' title='Jejak Tali Mimpi'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-losIn9Q_p4Y/Tte9yYLFBpI/AAAAAAAAAIs/sDUAdVF3r-8/s72-c/jejak%2Btali%2Bmimpi%2Bedit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-4511881262076946186</id><published>2011-11-30T10:10:00.001-08:00</published><updated>2011-11-30T10:10:43.232-08:00</updated><title type='text'>Tunggu Tanggal Mainnya</title><content type='html'>Globalisasi meruak melalui ekonomi, politik, dan kemudian budaya. Ah, wajah-wajahmu sangar dan tak adil. Diam-diam kau menelusup lewat alam bawah sadar kami untuk menjadi pakem hidup yang ditelan tanpa saringan. Duh, sedih! &lt;br /&gt;Di jantungmu, ada banyak orang yang mungkin kau bilang sebagai ‘murtad’. Mereka mulai melepaskan syaraf-syaraf pusatnya pada jantungmu. Lepas dan menjauhimu. Mereka pergi ke alam, bertemu orang-orang Indian, menari dan belajar bersama  sekelompok manusia yang berteman dengan alam tersebut. Atau, tanpa kau ketahui, hey Globalisasi, mereka sudah menyadur agama di sebelah Timur, dan kemudian mereka menemukan ketenangan dan kedamaian karenanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa mereka lelah denganmu, wajah Globalisasi yang hanya tersenyum ke wilayah kuasa tertentu saja. &lt;br /&gt;Globalisasi, kau bukanlah matahari yang senantiasa setia pada-Nya untuk menyinari bumi dengan waktu yang tepat dan akurat. Bukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau bagian dari sejarah peradaban yang urgh kadang buat diri mencibir. Ah, hanya saja diri ini percaya bahwa akan ada perubahan-perubahan yang mendasar dan bercokol pada alam bawah sadar manusia secara berjamaah, di mana orang-orang akan mampu menggembalakan dirinya sendiri , tertuju pada-Nya. Ah, diri percaya, diri percaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja, sudah banyak orang-orang hebat yang mengingkarimu, Globalisasi.  Soalnya kau sudah membuat dunia senjang; seolah-olah dunia milik sekelompok orang. Ah, kalau begitu kan kau terlihat angkuh dan tak sedap dipandang oleh mata sukma. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, ya, ya. Si mata sukma yang akan melihat dan mengotak-ngotakkanmu pada tempat yang tepat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-4511881262076946186?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/4511881262076946186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/tunggu-tanggal-mainnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/4511881262076946186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/4511881262076946186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/tunggu-tanggal-mainnya.html' title='Tunggu Tanggal Mainnya'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-3544320384022220504</id><published>2011-11-27T03:57:00.000-08:00</published><updated>2011-11-27T04:00:53.596-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Books and Me'/><title type='text'>Erich Fromm: The Art of Loving</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ-R9bqbgdBXCuWx6OHyCxGi1KdOR3Fgfn0XW-MjIdVM916z43dXw"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 183px; height: 275px;" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ-R9bqbgdBXCuWx6OHyCxGi1KdOR3Fgfn0XW-MjIdVM916z43dXw" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya baru bisa mengakses link yang dulu diberikan Pak Armahedi waktu kuliah Psikologi Transpersonal. Dengan senang hati saya mengunduh banyak buku; salah satunya adalah The Art of Loving karya Erich Fromm. Teks berbahasa Inggris ini saya kira merupakan tips dan trik bercinta dengan pasangan. Tapi, ternyata, buku ini menjelaskan berbagai pandangan beliau tentang CINTA yang jauh dari pandangan Abah Freud, si psikoanalis yang saya pikir sekarang kalau dia itu benar-benar sinting. Hehe. Maaf yah, Freud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fromm sangat menegaskan peranan kapitalisme dan industrialisasi yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan pada zamannya; dimana bukan hanya ekonomi dan politik saja yang menjadi ranah ulah mereka, tapi juga persoalan kehidupan perasaan, seperti Cinta. Fromm menyatakan bahwa cinta bukanlah sekedar perasaan; ia hidup dan begitu nyata dalam sebuah tindakan. Jadi, cinta itu adalah tindakan menurutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan yang seperti apa? Kegiatan seperti apa? Orang mengonsepsikan kegiatan sebagai “melakukan sesuatu”, sehingga ketika ada seseorang yang diam termenung; dia dikatakan sebagai orang yang tidak produktif, tidak berkegiatan. Namun, ketika diteliti lebih lanjut, ternyata orang ini sedang berkontemplasi secara transedental, sekadar meditasi atau apapun untuk mengingat-Nya. Justru menurut Fromm ini adalah “kegiatan” yang sangat produktif karena merupakan aktivitas yang sangat tinggi nilai serta maknanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Abah yang satu ini juga bilang kalau cinta itu seperti seni dan cinta adalah seni yang jarang dipelajari oleh orang-orang. Kini, orang-orang memperkaya diri mereka dengan kesuksesan karir atau mendapatkan suatu keistimewaan yang bersifat materi; tujuannya adalah agar dicintai. Namun, orang-orang lupa belajar mencintai, di mana mencintai sudah tidak populer di zamannya-hingga zaman saya-karena dianggap sebagai suatu hal yang tidak bisa menghasilkan materi dan kemewahan; padahal cinta adalah sumber makna yang menghasilkan nilai jiwa; suatu jawaban permasalahan keberadaan manusia di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fromm juga bukan hanya menjelaskan cinta terhadap pasangan saja, tapi cinta yang lebih universal, seperti pertemanan, saudara, orang tua, dan Tuhan. Hanya saja, ada satu akar yang menonjol dalam tulisan Fromm, bahwa cinta Dia-lah yang mendasari segala macam cinta yang ada di dunia. Sehingga, saya merasa terenyuh ketika membahas tentang Erotic Love, bahwa perempuan dan laki-laki bisa saling mencintai, tapi, perlu diingat, jangan seolah-olah bahwa tak ada cinta untuk yang lainnya; ini pentingnya mencintai seluruh orang dengan karakter cinta yang berbeda-beda. Pesannya dia hanya satu bahwa dunia ini digelar oleh cinta, sebagai pantulan cinta-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lucunya, ada suatu karakter cinta yang begitu kekinian, yaitu cinta sentimental dan cinta idolatris. Cinta sentimental mengindikasikan adanya cinta yang tidak tertuju kepada kekinian, tapi masa lalu dan masa depan, sehingga orang lupa melimpahkan kualitas terbaiknya di kekinian dan kemudian mereka tinggal dalam ilusi yang dibuatnya. Lagu-lagu cinta, film cinta, buku tentang cinta menjadi gambaran perasaan bagi pasangan kekasih itu, seolah-olah merekalah yang memerankan kisah-kisah cinta tersebut; mereka mengubahnya jadi perasaan yang pasif dan membangun mimpi-mimpi menggunung di masa depan, sementara kehidupan cinta mereka sesungguhnya di saat ini tidaklah berjalan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, cinta idolatris. Ini adalah karakter cinta di kekinian yang terlalu memuja pasangannya; seolah-olah akan melakukan apapun agar membuat pasangannya selalu ada disisinya; seperti memuja berhala tanpa cela. Padahal yang harus diidolakan itu adalah Dia, bukan si pasangan. Cinta pada Dia adalah yang mendasari ke semua cinta; sehingga tidak ada cinta yang menyakitkan ketika kita benar-benar mencintai seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah salah satu pernyataan Fromm:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“I want the loved person to grow and unfold for his own sake, and in his own ways, and not for the purpose of serving me. If I love the other person, I feel one with him/her, but with him as he is, not as I need him to be as an object for my use.”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan di atas sungguh jelas, fungsi cinta adalah membuat seseorang tumbuh dengan jiwa mencintai, bukannya mengerdilkan seseorang menjadi fans atau objek pragmatis. Cinta bukannya menjadikan seseorang sekehendak dan semau kita, tapi justru kita menerima dan mencintai seseorang itu apa adanya, dengan caranya. Perlu diingat juga bahwa mencintai bukan untuk menjadikan kita atau dia sebagai idola, tapi sebagai seseorang yang kita cintai; yang artinya membuat orang itu tumbuh dan berkembang dengan cara serta jalannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini serupa dengan yang diungkapkan oleh Fromm bahwa dalam cinta sepasang kekasih, keterpisahan  adalah awal yang membuat pasangan tersebut menjadi satu dan setara (bukan berarti sama, tapi kesatuan) namun nyatanya tetap ada dua. Tak ada pemaksaan, tak ada pengerdilan, tak ada yang jadi idola, tak ada yang saling menyakiti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepasang kekasih harus menyadari bahwa mereka adalah bagian dari Maha Satu, maka mereka adalah Satu. Yang mendasari langkah-langkah mereka untuk saling mencintai adalah Dia; sehingga tak ada sikap, perkataan, dan perbuatan yang menyakiti. Namun, cinta mereka membuat mereka tumbuh dan berkembang jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;———————————&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini membuat saya merenung, begitu banyak cacat dan kekurangan dalam saya; terutama soal mencintai. Betapa saya sering kali lupa bahwa diri saya siapa, diri dia siapa, dan diri kita milik siapa. Saya tidak tahu, apa saya berada dalam ilusi atau tidak, tapi selama ini saya merasa bahwa banyak hal yang membuat jiwa saya tumbuh, tak mengerdil. Terutama di saat-saat perpisahan macam ini. Semakin pula saya menyadari bahwa dia adalah media-Nya; dia milik-Nya, dan dia bisa pergi dari saya kapan saja.  Tapi ini membuat saya merasa lega, bahwa cinta tidak berhenti disitu saja. Cinta sungguh universal, walaupun diam-diam saya masih terus melihat aktivitasnya. Hehe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ini membuat saya seperti remaja lagi. Melihat cinta sebagai sesuatu yang terus baru, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;beger&lt;/span&gt; gitu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-3544320384022220504?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/3544320384022220504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/erich-fromm-art-of-loving.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/3544320384022220504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/3544320384022220504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/erich-fromm-art-of-loving.html' title='Erich Fromm: The Art of Loving'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-8517055437104572678</id><published>2011-11-25T09:45:00.001-08:00</published><updated>2011-11-25T09:45:27.164-08:00</updated><title type='text'>Belajar Psikologi</title><content type='html'>Selama saya kuliah di psikologi ini banyak kejadian ‘lucu’ banget. Kalau merasa banyak yang ‘salah jalan’ di jurusan ini, tidak usah ditanya, itu udah banyak sekali. Saya juga pernah merasakan bahwa terkadang saya cinta sekaligus benci dengan keilmuan ini. Saya kadang merasa geli sendiri dengan teori-teori kepribadian dari kitab kepribadian psikologi. Ah! saya hafal benar dengan mahzab-mahzab besar psikologi dan struktur kepribadian yang ada di dalamnya. Tapi nyatanya, saya merasa psikologi itu kagok. Terkadang kurang mendalam, terkadang terlalu terburu-buru, terkadang sombong juga dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, saya mencari alternatif seorang diri. Saya tembus tembok penghambat itu. Tidak bisa tidak! Kalau saya hanya belajar dari kitab kepribadian itu, maka saya akan sama kagoknya dengan keilmuan itu. Jadi saya memutuskan untuk membaca langsung tulisan peteori-peteorinya. Saya rasakan manfaatnya saat sedang menulis skripsi. Saya ‘gatel’ ketika hanya bisa menelan teori ini-itu tanpa tahu sejarah diangkatnya teori tersebut dan perkembangan keilmuan psikologi pada zaman itu. Saya buka naskah-naskah lama dari tahun 20-an. Membaca langsung intisari tulisan peteorinya dari tangan pertama, bukan tangan keseribu. Itu sangat nikmat dan ada rasa bahagia tersendiri yang aneh, karena banyak sekali rahasia yang tidak kita ketahui. Siapa yang tahu kalau Gordon Allport punya saudara yang bernama Flyod Henry Allport, seorang psikolog sosial? Siapa yang tahu kalau Erich Fromm itu mengritik habis-habisan Freud, tapi, Fromm dibilang sebagai murid Freud? Gila! Betapa saya merasa dibutakan dengan kitab kepribadian dan hanya menjadikannya sebagai hafalan semata. Belajar psikologi zaman sekarang itu harus semakin kritis, sama halnya saat kita belajar filsafat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan psikoterapi zaman sekarang masih dikembangkan dari teori-teori yang tidak dikritisi secara apik oleh pembacanya. Ini soal ‘manusia’ loh, masa kita mau melakukan hal yang terburu-buru, kagok, dan sombong seperti itu?  Sebalnya lagi saya baru menyadari telak hal tersebut saat ada di tingkat akhir perkuliahan saya di tempat ini. Tapi saya tidak mau begini-begini saja. Saya pikir, yang belajar psikologi memang harus membaca dari akar teori tersebut dibangun. Supaya kita bisa merefleksikannya dengan keadaan manusia di zaman ini. Itulah kenapa, belajar psikologi tidak bisa dilepaskan dari sejarah atau keilmuan lainnya. Ayo ah, jangan merasa ‘pinter sendiri’, di dunia ini keilmuan bukan hanya psikologi, ada baiknya kita membuka lebar-lebar pandangan kita terhadap segala keilmuan yang justru bisa mengembangkan psikologi lebih matang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-8517055437104572678?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/8517055437104572678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/belajar-psikologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/8517055437104572678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/8517055437104572678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/belajar-psikologi.html' title='Belajar Psikologi'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-618041461622422330</id><published>2011-11-24T09:55:00.001-08:00</published><updated>2011-11-24T09:56:52.889-08:00</updated><title type='text'>Sekilas Fromm dan Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.the-spearhead.com/wp-content/uploads/2009/10/18773568ju1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 317px; height: 475px;" src="http://www.the-spearhead.com/wp-content/uploads/2009/10/18773568ju1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini buku yang sedang saya baca. Penulisnya adalah salah satu tokoh psikologi favorit saya: Erich Fromm. Diam-diam saya berupaya menelusup ide-ide beliau yang cenderung integral juga. Beliau disebut sebagai pembaharu psikoanalisis. Ah, tapi saya tidak terlalu percaya. Soalnya, beliau punya konsep yang sangat indah soal individu-masyarakat-alam semesta-orang tua-Tuhan yang sangat berbeda dengan psikoanalisis energetik-libidinalnya Freud. Hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga kaget ketika beliau menyisipkan satu puisi dari Rumi pada buku yang satu ini. Kalau dipikir-pikir, beliau hidup memang pada masanya, ketika “revolusi industri” sedang gencar-gencarnya. Sepertinya beliau sedang tersenyum kecut, ketika melihat industrialisasi dan kapitalistik telah menjelma menjadi imagologi pada saat ini. Mungkin, beliau terkekeh pada kita sambil berkata: rasain lu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: Cerita panjang soal buku The Art of Loving nanti mau saya buat. Soalnya ramai kalau di sini. Pokoknya kata kuncinya adalah bahwa dunia ini digelar dengan cinta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-618041461622422330?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/618041461622422330/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/sekilas-fromm-dan-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/618041461622422330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/618041461622422330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/sekilas-fromm-dan-cinta.html' title='Sekilas Fromm dan Cinta'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-3110412569999836138</id><published>2011-11-17T09:16:00.001-08:00</published><updated>2011-11-17T09:16:40.332-08:00</updated><title type='text'>Keluhan Sebagai Jawaban</title><content type='html'>Setelah saya membaca novel So Real/Surreal banyak hal yang membuat saya menjelimet. Bukan, bukan karena novelnya begitu luar biasa fantastis atau apapun. Justru, saya geli membacanya. Betapa novel tersebut begitu kekinian. Barang kali karena pembuatnya adalah salah satu penulis naskah iklan. Hehe. Apa hubungannya kekinian dengan naskah iklan? Tak tahu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, yang lucunya lagi, si penulis sadar betul jikalau apa yang dikerjakannya merupakan salah satu bentuk media dari apa yang dinamakan sebagai imagologi. Imaji berarti imajinasi dan logi merupakan logika. Ko, kedua hal tersebut jadi bersatu padahal dua-duanya bertabrakan? Tak tahu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, kemudian saya jadi ingat dengan buku yang ditulis oleh seorang dosen saya. Beliau mencatat banyak hal tentang imagologi. Dalam bahasa Yunani, imago berarti gambar, dan logos (menjadi logi) adalah kata. Jika makna imagologi adalah gambar-kata, tentu tidak akan bertubrukkan seperti pengertian yang di atas. Justru, dua arti kata tersebut menjadi saling melengkapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, tapi kedua pengertian tersebut tidak ada bedanya bagi saya. Imagologi sebagai gambar-kata adalah yang tampak pada kita. Sedangkan imajinasi-logika yang saling bertindihan adalah distraktornya. Esensi apa yang ada dalam imagologi? Menurut, Pak Dosen saya adalah ideologi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman, kita sedang berada di jagat simbol. Bukan, bukan simbol yang memang merupakan pancaran Cahaya, tapi simbol-simbol yang dibuat para pemegang usaha dan kuasa. Ah, masa? Begini saja, sederhananya kita setiap hari menggunakan minyak untuk penggorengan makanan kita. Ingat tidak bahwa minyak yang kita beli zaman dahulu-di desa-desa juga masih ada-adalah minyak tanpa merek, yang diplastik dan kalau kedinginan suka berubah menjadi warna putih. Ingat tidak? Nah, sekarang minyak apa yang kita beli? Minyak bermerek yang katanya disaring berratus-ratus kali, bebas kolesterol, dan lain-lain. Nehi! Kolesterol disebabkan oleh asupan makanan kita yang berlebihan, bukan perkara minyaknya.  Itu sederhananya. Sampai sekarang kita tak sadar, bahwa kita sudah berada dalam sihir untuk membeli ini-itu lewat layar informasi yang canggih dan sebetulnya, apakah memang kita butuhkan? Ini semacam tahayul versi “modern” yang berbeda jauh dengan mitologi. Eh, justru ini perbedaannya. Jika mitologi biasanya berisi upaya untuk menempuh keselamatan diri dan alam, imagologi justru sebaliknya, menjadi alur pembuka nafsu kita. Sampai kita tidak bisa membedakan manakah realitas dan manakah fantasi. Sekarang justru, keduanya saling tumpang tindih, realitas penuh metafora. Jagat simbol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau misalnya ada yang berkata apakah kita berada di dunia nyata yang penuh kepalsuan atau dunia palsu yang nyata. Tidak bisa dikatakan demikian ko. Keduanya bertumpang tindih. Palsu atau tidak palsu itu bergantung kepada kita, si manusia-manusia. Jangan pesimis begitu atau jadi bunuh diri massa. Kiamat 2012 jadi dong. Hehehe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, bukan hanya produk dan merek saja yang menjadi inti dari imagologi. Tapi  juga gaya hidup dari sebuah ideologi. Sadar tidak, selama ini kita sering serta konsisten mengadopsi  gaya hidup si yang empunya ideologi itu? Sampai-sampai, kita lupa sejarah diri ini siapa, punya siapa, dan Siapa Penggeraknya. Karena imagologi itu sudah begitu nyata bagi kita, menelusup hingga ke syaraf otak kita, menendang dan menerobos alam bawah sadar kita, dan pada akhirnya membuat kita memunculkan hasrat-hasrat yang tak terkendali supaya bisa memenuhi ajakan mesra si imagologi. Inilah mengapa saya sebut sihir “modern”-meminjam istilahnya Cak Nun-yang kini sudah kita berhalakan. Berhala zaman sekarang sudah bukan patung, tapi produk si imagologi. Hehehe. Nah, imagologi itu hadir melalui teknologi komunikasi dan informasi. Sayangnya, sekarang sudah bukan hanya di internet, TV, radio, dll. Tapi sudah merambah ke trotoar, tembok toko, angkutan umum, dan sebagainya. Seperti wabah ulat bulu yah? Ada dimana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara keluar dari ruang imagologi ini? Apa kita akan berhenti berkomunikasi lewat internet, handphone, menggunakan kancut, dan lain-lainnya? Tidak bisa juga seekstrim itu. Karena pada dasarnya, kita sudah ‘terkepung’ dalam dunia teknologi. Sehingga, ketika kita berontak dan kabur dari peradaban ini, justru kita teralienasi alias jadi asing. Selain itu, kita juga sudah mengetahui bahwa teknologi akan dibuat sedemikian canggihnya di masa-masa yang akan datang, karena si manusia-manusia pencipta teknologi justru akan terus membuat “terobosan-terobosan” super canggih yang membuat kita melongok terkagum-kagum. Jangan-jangan, nanti kita bisa memperlambat menuju waktu tua karena teknologi? Tidak tahu juga! terkadang saya suka membayangkan wajah orang yang membuat teknologi itu adalah wajah dengan senyum licik. Soalnya, dia dan teman-temannya yang untung besar. Hehehe, tidak begitu juga kali yah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu masukan dari teman saya, tentang transpersonal first experience. Wah, menarik yah bahasanya. Sebetulnya saya setuju dengan pendapatnya, namun, ada beberapa hal yang perlu ditelaah lagi secara mendalam. Pengalaman transpersonal itu sangat bagus untuk penghayatan spiritual kita, transedensi diri, dan pemahaman yang menyeluruh antara diri, alam, dan Sang Cahaya. Kita tidak bisa lepas juga dari tradisi mistik ini karena kita juga memang terdiri dari ruh atau sukma yang sebetulnya berperan sebagai pemegang hierarki tertinggi manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, yang perlu kita pahami adalah bahwa kita juga terdiri dari materi alias badan-badan yang memang diperuntukkan ada di dunia. Badan adalah media kita di dunia. Sehingga, ketika kita sering mengalami pengalaman transpersonal, tentu pemahaman kita barang kali akan sangat utuh tentang alam semesta dan Sang Cahaya sesuai kehendak-Nya. Tapi, jangan lupa, kalau kita ini terdiri dari materi. Ada hal atau alasan yang Sang Cahaya berikan pada kita melalui materi . Karena materi adalah langkah-langkah kita untuk bertindak, melihat, menyapa, menjabat tangan, bergerak, dan sebagainya. Sehingga, jika kita hanya tertuju hanya pada pengalaman transpersonal saja, ini hanya akan membuat kita lupa bahwa kita pun harus meneruskan peranan kita di dunia ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi yang perlu ditekankan adalah bahwa penghayatan spiritual adalah memang yang paling dibutuhkan untuk kita saat ini. Barang kali dimulai dengan langkah-langkah kecil spiritualitas kita sebagai individu. Ini mengartikan bahwa terdapat ‘bukaan’ pengetahuan yang kita dapatkan. Yang jelas, kita sudah tahu bahwa spiritualitas itu berbeda dengan religiusitas. Spirit adalah semangat kebaikan universal yang penuh cinta sebagai cerminan dari Cahaya.  Sehingga, saya pikir, apapun agama dan ada tidaknya agama yang diyakini, minimal pasti ada gejolak spirit ini. Hanya saja cinta ini tentu jangan disalahartikan juga sebagai pengumbaran nafsu yang tentu akan menyakiti sesama dan melucuti nilai cinta. Selain itu, apapun agamanya serta tradisi mistik apapun yang ada di dalamnya, tentu memiliki nilai-nilai cinta universal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, “nilai universal” saat ini sudah dipegang oleh empunya modal dan kuasa. Sehingga, senjang sudah apa-apa saja yang ada saat ini. Tapi, untuk saya secara pribadi, nilai cinta universal itu hanya bisa berjalan jika kita tertuju pada Sang Sumber Cahaya, apapun agama atau keyakinannya. Asalkan, kita yakin ada Penggerak, Sumber, dan Keindahan yang memang menjadi asal-usul laku beserta tindakan kita. Indah bukan?  Dan ternyata, di tradisi mistik di agama besar dunia (bukan hanya agama samawi) memiliki koneksi arti di dalamnya, satu sama lain. Sehingga, semuanya bisa berjalan bersama beriringan, manis dan menggemaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup sekian “keluhan-keluhan” saya sebagai jawaban pribadi atas pertanyaan teman saya, Tyas. Pada intinya, saya sudah bilang padanya, kalau saya di sini juga membawa sebuah wacana mengenai integralisme. Meskipun saya juga masih belajar, setidaknya saya hanya ingin berbagi bersama orang-orang yang saya kasihi. Dalam prakteknya, saya juga belum bulat. Apalagi saya juga masih ingusan begini. Hehehe. Adakah yang kalian tangkap dari catatan ini? Semoga ada yah. ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan ini dibuat untuk teman-teman yang merespon statusnya Tyas di Facebook dan juga untuk siapa-siapa saja yang sudi membacanya. Hehehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-3110412569999836138?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/3110412569999836138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/keluhan-sebagai-jawaban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/3110412569999836138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/3110412569999836138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/keluhan-sebagai-jawaban.html' title='Keluhan Sebagai Jawaban'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-1534929043269917769</id><published>2011-11-13T10:29:00.000-08:00</published><updated>2011-11-13T10:31:53.474-08:00</updated><title type='text'>Cara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-JkvzgAlNeis/TsAMzR3cqJI/AAAAAAAAAIg/AYdxJUXKLgM/s1600/P1240643.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-JkvzgAlNeis/TsAMzR3cqJI/AAAAAAAAAIg/AYdxJUXKLgM/s400/P1240643.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674549605595654290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara. Semoga Dia mengangguk. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-1534929043269917769?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/1534929043269917769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/cara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/1534929043269917769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/1534929043269917769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/cara.html' title='Cara'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-JkvzgAlNeis/TsAMzR3cqJI/AAAAAAAAAIg/AYdxJUXKLgM/s72-c/P1240643.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-3152576676472000561</id><published>2011-11-11T23:12:00.000-08:00</published><updated>2011-11-11T23:13:26.235-08:00</updated><title type='text'>Dorr!</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;Ih, udah yah. Jijay bajay kalau menyendu sedemian rupa untuk segenggam rumput yang sudah dimakan oleh sapi. Lebih baik ‘Dorr’ untuk menembak hal-hal yang tidak diinginkan!&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-3152576676472000561?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/3152576676472000561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/dorr.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/3152576676472000561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/3152576676472000561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/dorr.html' title='Dorr!'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-5263382307354367294</id><published>2011-11-10T11:37:00.001-08:00</published><updated>2011-11-10T11:40:45.753-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepenggal Kata'/><title type='text'>Sepenggal Ayat</title><content type='html'>Buka matamu supaya tidak buta&lt;br /&gt;tentang sebuah cerita&lt;br /&gt;kera, pelanggaran, dan waktu Sabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuda prasangka di matamu lepas&lt;br /&gt;mungkin di hari yang telah&lt;br /&gt;ditentukan&lt;br /&gt;dan makna itu seperti air jernih&lt;br /&gt;di balik batu kali yang&lt;br /&gt;menumpuk, banyak, dan berat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Maha Rencana yang tahu&lt;br /&gt;semut beriringan di gua gelap&lt;br /&gt;udara di ruang hampa &lt;br /&gt;yang kita takutkan kabur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu matematis tak menentukan&lt;br /&gt;tanggal landasnya pesawat;&lt;br /&gt;waktu kesadaran yang paham&lt;br /&gt;aliran air di lukisan mengarah&lt;br /&gt;ke muara misteri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepalaku tanpa disuruh sudah&lt;br /&gt;mengangguk pada perjanjian &lt;br /&gt;yang tak dibuat sengaja&lt;br /&gt;dalam ruang dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepakat alam semesta&lt;br /&gt;lewat angin bahwa &lt;br /&gt;pertemuan di persimpangan &lt;br /&gt;jalan yang lain akan&lt;br /&gt;mengkristal jika tak melanggar&lt;br /&gt;Cinta&lt;br /&gt;dan tak menjadikan&lt;br /&gt;tindakan jelmaan pisau.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-5263382307354367294?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/5263382307354367294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/sepenggal-ayat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5263382307354367294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5263382307354367294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/sepenggal-ayat.html' title='Sepenggal Ayat'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-549693889434389401</id><published>2011-11-09T11:24:00.001-08:00</published><updated>2011-11-09T11:26:42.991-08:00</updated><title type='text'>Kotak Blur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://26.media.tumblr.com/tumblr_luepaepcqm1qchybqo1_250.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 153px;" src="http://26.media.tumblr.com/tumblr_luepaepcqm1qchybqo1_250.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memandang hidup seperti kotak-kotak warna di atas. Supaya semuanya berjalan dengan baik. Tak ada yang berlebihan dan tak ada yang kekurangan. Semua porsi dibuat pas. Segala yang berlebihan tak baik. Yang berlebihan akan mengacaukan yang lainnya. Sekarang begitu aman dan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Kamu sudah ada di kotak yang itu. Jangan keluar. Itu sudah pas, jangan berlebihan berceceran di mana pun semau kamu. Sekarang kamu sudah di tempat yang kamu inginkan: kakus. Meskipun kamu ada di depan saya saat ini, bagi saya semuanya tetap sama, kamu hanyalah bayangan, remang-remang, dan blur. Wajahmu saja saya jadi susah mengingatnya. Hehe, maaf yah.”&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-549693889434389401?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/549693889434389401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/kotak-blur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/549693889434389401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/549693889434389401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/kotak-blur.html' title='Kotak Blur'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-8459395424031254768</id><published>2011-11-09T09:53:00.001-08:00</published><updated>2011-11-09T09:54:30.100-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review Buku'/><title type='text'>Dari Buku Tentang Rumput</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSWUcoTsbe1GrDxogV9PYR2bICBnRTxIhBGYSwgCWE9y36VcmYovaG2pm7d"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 78px; height: 129px;" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSWUcoTsbe1GrDxogV9PYR2bICBnRTxIhBGYSwgCWE9y36VcmYovaG2pm7d" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iseng-iseng tadi bermain ke kamar Abang. Melihat satu novel (?) yang tak begitu tebal menggelinding di kasurnya, dibuat oleh Haruki Murakami. Judul bukunya adalah Dengarlah Nyanyian Angin. Halaman yang tak terlalu tebal itu begitu mengisi, sangat pas dan tak berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengedepankan tokoh Aku tanpa nama yang menjadi seorang peran utama yang dipermainkan dalang. Ada hal yang membuat saya tergelitik, ketika si tokoh Aku tak pernah bertanya tentang masa depan. Dia hanya menikmati apa yang ada di kekinian, menikmati segala denyut-denyut napas saat ini sebaik mungkin, bukan di masa yang akan datang. Menarik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpinya tak pernah jelas, tak terarah. Tapi, bukan berarti ia tak bersikap baik. Justru, si Aku melakukan apapun dengan baik. Lewat dialog, buku yang ia baca, bir-bir dingin, perjalanan, dan lain-lainnya dibuat si Aku mengalir apa adanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu ungkapan puitis yang menggebu-gebu dan alur yang menanjak kemudian turun. Haruki Murakami memperlakukan alur sebagaimana air, mengalir begitu saja. Dipikir pula bahwa alur yang dibuatnya itu begitu “apa adanya”. Bukannya tak memukau, justru sangat mengasyikan. Seolah-olah Haruki Murakami hanya menuliskan kalimat, bukan cerita. Tapi, kalimat yang penuh makna, meski sederhana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin untuknya adalah tempat yang berada di antara hidup dan mati. Kalimat yang membuat saya tergelitik, bukan karena menggelikan, tapi begitu menyentuh. Selain itu, ada pula kalimat lainnya yang membuat saya tertawa, bukan karena kalimat itu begitu lucu, tapi begitu mempesona (dijabarkan ulang oleh saya, jadi tak begitu serupa kalimatnya, hehe) :&lt;br /&gt;“Aku pernah membedah perut sapi dan kemudian di dalam ususnya kutemukan rumput yang telah dimakan. Aku mengambil rumput itu dan menyimpannya di dalam plastik, kemudian diletakkan rumput tersebut di meja. Sehingga, ketika Aku merasakan perasaan yang menyesakan dada, Aku akan melihat rumput ini dan kemudian berpikir: mengapa hal yang menurutku tak penting seperti rumput menjadi sangat begitu pentingnya , seolah-olah Aku sudah berubah menjadi sapi. Setelah itu, Aku akan merasakan kelegaan dalam diriku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haha. Itulah yang sering dialami manusia. Hal yang sebetulnya tak perlu berlebihan dirasakan, diberlakukan sebaliknya. Konsep rumput itu seolah-olah menyentil saya sebagai penikmatnya. Selain itu hal lain yang mengesankan adalah konsep ‘mimpi’ dalam novel tersebut. Seolah-olah mimpi itu tak ada, tapi sebetulnya selalu ada. Hanya saja yang mesti dilakukan sebaik mungkin adalah langkah-langkah kita atau sikap dan perbuatan kita yang menuju mimpi itu. Walaupun mimpi itu begitu blur, tapi dengan langkah yang dibuat, maka mimpi itu perlahan menjadi bagian diri tanpa disadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya sosok si Aku sudah mencapai usia 29 tahun. Artinya, 8 tahun telah berlalu dalam perjalanannya. Hidupnya sudah berubah, itu adalah ketentuan, karena waktu, tempat, dan situasi pun ikut berubah. Si Aku di usia itu sudah memiliki istri yang senang menonton ke bioskop dengannya. Untuk si Aku, istrinya itu adalah istri yang sangat ia cintai. Hingga kemudian si Aku berkata, “ketika mimpi sudah menjadi kenyataan saat ini, ya beginilah hidup apa adanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, saya sangat menyukai semua yang ada di dalam novel ini. Eh, omong-omong, saya tidak tahu pasti apakah buku tersebut sebuah novel atau bukan, karena di akhir cerita terdapat kalimat: Tertanda, Haruki Murakami. Bagaimana? Bisakah kita menebak, apakah itu novel atau autobiografi Haruki Murakami? Saya tidak tahu, barang kali ia hanya menuliskan kalimat penuh makna tentang dirinya, bukan cerita ‘baru’. Hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya jadi memiliki konsep yang meyakinkan tentang mimpi, seperti saat saya ingin menangkap reranting terdekat untuk mencapai puncak daun di pohon.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-8459395424031254768?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/8459395424031254768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/dari-buku-tentang-rumput.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/8459395424031254768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/8459395424031254768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/dari-buku-tentang-rumput.html' title='Dari Buku Tentang Rumput'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-9049578601174397448</id><published>2011-11-07T10:25:00.000-08:00</published><updated>2011-11-07T10:26:09.152-08:00</updated><title type='text'>Realitas: Telanjang Di Kamar Pribadi</title><content type='html'>Jika kamu menyebutnya kamar gelap pribadi. Maka, saya akan menyebutnya realitas. Tak apa bukan? Sudah sering sekali kita menyebutkan hal yang berbeda dengan inti yang sama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang berkata, realitas adalah apa yang tampak, terlihat, atau terinderakan oleh pancaindera. Untuk saya, realitas tak sesempit itu. Bahkan ada banyak hal yang tak bisa ketahui melalui pancaindera. Yang kita perlukan adalah mencandrakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitas tentang kamu tak bisa hanya saya lihat melalui pandangan saya. Banyak hal yang hanya masih berupa sangkaan, menurutmu. Menurut saya adalah prasangka. Tapi, bukankah keduanya sama? Kita hanya menyebutnya secara berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang hanya bisa mengungkap suatu realitas tentang kamu adalah kamu sendiri. Bukan saya atau sesiapapun orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitas adalah ketelanjangan. Kamar pribadi menurutmu. Tapi, mengapa kamu terus menggunakan kaca mata kuda prasangka? Padahal saya sudah berupaya telanjang. Belum jugakah kamu jadi manusia? Hanya yang menjadi manusia saja yang mampu melihat ketelanjangan, katamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu menutup ketelanjanganmu dengan berbagai kulit. Saya sudah berusaha telanjang, tapi kamu tidak mampu melihat ketelanjangan saya. Bukankah ini menandakan bahwa kita sama-sama belum menjadi manusia yang sebenar-benarnya manusia?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-9049578601174397448?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/9049578601174397448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/realitas-telanjang-di-kamar-pribadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/9049578601174397448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/9049578601174397448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/realitas-telanjang-di-kamar-pribadi.html' title='Realitas: Telanjang Di Kamar Pribadi'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-7122214596972748735</id><published>2011-11-06T00:43:00.001-07:00</published><updated>2011-11-06T00:44:11.021-07:00</updated><title type='text'>Sebelum Semut Mati</title><content type='html'>Si Babad waktu itu sedang diam di halaman rumahnya; pagi-pagi dia sudah dikerumunin orang mengenai kabar berpisahnya dengan Cakrik yang menurut mereka bikin seantero bumi bergoyang. Hihihi. Si Babad tertawa. &lt;br /&gt;“Kenapa kamu tertawa, Bad? Dua bulan kemarin kayaknya kamu menangis tersedu-sedu kehilangan dia.”&lt;br /&gt;“Iya, saya ngetawain diri sendiri. Bego deh guweh. Nangisin hal yang salah. Mestinya saya tangisin tuh sikap-sikap saya yang cengeng, sikap-sikap saya yang masih engga sesuai dengan tindakan saya, pengetahuan saya yang cuma jadi tai kotok aja,dan lain-lain. Andaikan sekarang saya menangis berkaitan dengan Cakrik. Itu bukan karena saya tangisin dia. Tapi, saya tangisin sikap saya yang masih udik, korban peleum Holiwut. Atau menangisi sikap-sikap kami yang sangat udik di masa lalu.”&lt;br /&gt;“Oh.. jadi kamu anggep Cakrik engga penting? Engga sedih gitu yah berpisah sama dia dan justru bahagia?”&lt;br /&gt;“Engga gitu juga. Penting tapi engga penting. ”&lt;br /&gt;“Terus, gimana dong Bad?”&lt;br /&gt;“Sedih sih saya sedih, engga bisa ngobrol banyak hal dengan dia, ngobrol soal tai kotok sampai pengalaman transpersonal. Tapi, saya juga senang. Remote mood saya harus dibuktikan benar-benar ada di saya yang tiada.”&lt;br /&gt;“Oh... terus kelanjutannya gimana, Bad? Ada kelanjutan untuk balikan?”&lt;br /&gt;“Wah itu bukan urusan saya.”&lt;br /&gt;“Memangnya kamu sudah engga suka sama dia?”&lt;br /&gt;“Saya masih suka. Tapi, segini saja. Alami sajalah. Engga dibuat-buat.  Putus juga bukan berarti saya engga boleh suka kan?”&lt;br /&gt;“Engga ngerti kami, engga ngerti. Putus mah yah lupain aja engga usah diingat-ingat.”&lt;br /&gt;“Kalian itu apa-apaan. Ya engga gitu juga. Kalau saya dikasih rasa suka yah saya nikmatin. Bersyukur gitu. Tapi udah segini aja, engga mesti gimana-mana.”&lt;br /&gt;“.....”&lt;br /&gt;“Ngerti engga?”&lt;br /&gt;“Seengganya kamu kirim surat cinta buat dia gitu kalau masih pengen balikan. Seengganya kamu bikin apa gitu buat dia balikan.”&lt;br /&gt;“Oh, iya. Saya masih suka kirim surat cinta. Tapi engga perlu memuja-muja dia. Yang ala kadarnya sajalah.”&lt;br /&gt;“Isi suratnya kayak apa?”&lt;br /&gt;“Ya, kayak saya suka sama dia. Udah gitu aja. Terus sama cerita tentang apa-apa yang saya temuin sendiri. Soal balikan, saya tidak pernah menutupi peluang itu. Tapi, saya engga mau kayak dulu-dulu. Begini dulu sajalah. Sudah cukup puas saya begini juga, dia respon atau engga pun, ya terserah. Tapi, saya engga mau menye-menye kayak dulu. Kalau suka yah suka, engga usah pakai menye-menye.”&lt;br /&gt;“Menye-menye kayak apa?”&lt;br /&gt;“Berpuisi tapi tidak berpuisi. Susah yah? Sama, saya juga engga gampang ngelakuinnya. ”&lt;br /&gt;“Kuat gitu kamu kayak gitu? Engga berpikir gitu Cakrik gimana-gimana sama perempuan lain.”&lt;br /&gt;“Ya bebas, itu urusannya. Urusan saya yah suka sama dia. Udah. Ngerti engga sih?”&lt;br /&gt;“Hihihi. Engga ngerti.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, ada seorang bapak-bapak berrambut keriting membubarkan kerumunan itu sambil berkata:&lt;br /&gt;“Udahlah, engga usah omong-omongin soal Babad dan Cakrik. Mending bicara soal semut yang membopong sahabat semutnya yang mati. Itu lebih penting.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-7122214596972748735?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/7122214596972748735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/sebelum-semut-mati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/7122214596972748735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/7122214596972748735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/sebelum-semut-mati.html' title='Sebelum Semut Mati'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-201007640432918255</id><published>2011-11-05T22:58:00.000-07:00</published><updated>2011-11-05T22:59:27.298-07:00</updated><title type='text'>Bersahutan</title><content type='html'>Kangen Tribaktimulya. Kehidupan para petani yang menurut saya berat, tapi untuk mereka adalah keberkahan. Mereka tersenyum. Saya teringat dengan jejak-jejak mereka yang membopong hasil tani untuk kemudian dijual. Saya saja yang waktu itu mengikuti aktivitas mereka tanpa membopong apapun sudah sangat berat menjalaninya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat juga, waktu saya pulang ke rumah dan pamit dari Tribaktimulya karena tugas sudah ‘selesai’. Tetangga-tetangga saya di sana memberikan hasil tani mereka. Lalu, saya tersenyum dengan kawan-kawan, senang mendapatkan hasil tani itu dan kemudian kami bertanya, “apa tidak akan rugi, Teh?” Jawabnya adalah, “Tidak akan rugi, justru kami tidak bisa memberi apa-apa, hanya ini. Semoga berkenan dan rezeki pasti akan datang kembali pada kami.” Buat kami, itu adalah pemberian yang luar biasa. Padahal kami sudah sering merepotkan mereka, bikin ribut dan kadang bikin tak nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, saya tahu itu tidak mudah mereka lakukan. Mengingat setiap hari mereka harus pergi ke kebun dari jam 6 pagi sampai jam 1 siang. Itu tidak mudah. Mereka pasti kepanasan. Tapi, mereka senang dan bahagia melakukannya. Merawat alam dan juga tak menyakitinya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal waktu kami berpulang dari Tribaktimulya, cuaca di sana sedang panas-panasnya, susah air. Sehingga mereka pun harus bermusyawarah agar semua kebun mereka tersirami. Yang menurut saya, gambaran seperti itu sudah mulai hilang di masyarakat perumahan zaman sekarang. Tetangga kesusahan air, ya dibiarkan suruh panggil tukang air.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga teringat dengan seperangkat alat bangkong reang yang diberikan oleh Abah Rohana, saya simpan baik-baik, sesekali dimainkan. Saya tak mampu menjaganya terus-menerus seorang diri. Pernah saya berikan itu pada seseorang untuk ia rawat. Abah Rohana bilang bahwa makna dari alat musik itu adalah sauyunan, sehingga, meskipun jauh dan suara yang dihasilkan alat musik itu berbeda, tapi prinsipnya adalah bersahut-sahutan; suatu kerja sama untuk mencapai suatu tujuan. Hehe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih pada Abah Rohana dari Tribaktimulya RW 03 dan semua petani yang menginspirasi supaya saya tidak cengeng. Ingin cepat-cepat bertemu kalian semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-201007640432918255?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/201007640432918255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/bersahutan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/201007640432918255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/201007640432918255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/bersahutan.html' title='Bersahutan'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-8019720661628996996</id><published>2011-11-03T09:38:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T09:39:29.938-07:00</updated><title type='text'>Kemungkinan</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.per-setubuh-an.blogspot.com"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sepertinya sudah jadi barang di museum. Sudah tak ada yang sanggup merawat. Yang sanggup merawat ya hanya waktu. Dibiarkan mengalir. Biar halaman ini yang nanti bicara, walau ia disebut-sebut sebagai saksi bisu. Dia hidup, hanya sedang tidur. Mungkin, dia juga adalah makhluk kemungkinan seperti manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-8019720661628996996?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/8019720661628996996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/kemungkinan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/8019720661628996996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/8019720661628996996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/kemungkinan.html' title='Kemungkinan'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-5668676700289375623</id><published>2011-11-03T09:23:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T09:25:49.115-07:00</updated><title type='text'>Tumpah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTGZtcWcfIZyrRRO2gngZSX3w41aLauMX3y70Kuctk_Dn2z_PT-FGkXwdF8"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 98px; height: 130px;" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTGZtcWcfIZyrRRO2gngZSX3w41aLauMX3y70Kuctk_Dn2z_PT-FGkXwdF8" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Ya sudah kalau begitu, tak ada pandangan integral antara laki-laki dan perempuan dalam melihat alam semesta. Kini hanya ada pandangan saya sendiri yang hanya berupa gambaran alam semesta, bukan alam semesta sesungguhnya. Bisa jadi benar, bisa jadi juga salah.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika berlompat-lompat kesana-kesini dan bertemu akan sesuatu yang begitu saja secara serempak terjadi dan membuat kegirangan, bagi saya itu bukanlah kebetulan. Semuanya minta dimaknai, hanya saja apakah semua fenomena yang muncul itu sudah sepenuhnya bulat? Rasa-rasanya tak akan pernah bulat, karena manusia menangkap itu dengan kemampuan terbatasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti elang di atas Ciruntah. Seperti sekumpulan burung-burung yang melesat ke arah Timur. Seperti apel yang jatuh ke bawah. Seperti langit senja berwarna merah, penanda esok hari akan cerah. Semuanya tak kebetulan. Diciptakan, diukur, dan ditakar sedemikian rupa dalam ketepatan ramuanNya. Kalau tak keberatan, ingin saya coba tuliskan lewat kata-kata yang panjang. Bahkan melakukannya pun kadang tidak mampu, karena ada beberapa kalimat yang mengendap di otak dan hilang begitu saja tak tertulis di kertas. Betapa payahnya, pikiran manusia tak terbendung di dalam bentuk tindakan, meski di atas kertas saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin yang didapat jadi tindakan. Bukan hanya sikap yang berupa kecenderungan perilaku. Semuanya tidak seperti mie rebus yang diseduh jadi kenyal. Tidak seperti itu. Tapi, semuanya adalah bentuk dari proses, proses, dan proses-hingga tak terhingga. Yang penuh makna, makna, makna, dan makna-tak terhingga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar kumpulan rumus itu jadi pereduksi ketidakmampuan manusia menuliskan apa yang coba ditangkap dan dipahaminya. Dibiarkan saja. Karena gambaran itu semuanya akan mengintegral dengan apapun yang manusia coba ungkapkan dengan keterbatasan-keterbatasannya. Walaupun kesemuanya itu tidak akan pernah menjadi sempurna, mungkin hanya hampir sempurna saja. Kesempurnaan hanya dimiliki Sang Maha Misteri yang sebetulnya dekat. Kata guruku Itu ada di hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tak ada makna, untuk apa ada manusia? Dengan makna, manusia terus hidup-mengada-meski lepas dari jasad. Karena makna berusaha mengabadikan tentang keberadaan manusia. Mungkin dicatat dan mungkin tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesemua yang terjadi adalah bentuk fragmentasi yang harus dikumpulkan potongan-potongan lainnya, kemudian dilihat secara menyeluruh. Apakah bermakna? Indah sepertinya kesemua itu. Semuanya berjalan bukan hanya sebagai sebuah kebetulan. Manusia benar adanya memilih, dan pilihannya itu sudah dirancang sedemikian rupa oleh Sang Maha Rencana. Bayangkan, jika terdapat seribu pilihan, maka Sang Maha merencanakan juga seribu peristiwa, seribu kejadian, dan seribu orang-bahkan lebih untuk melengkapi seribu pilihan itu. Manusia barang kali hanya mampu melihat rencana A, B, dan bahkan hanya sampai Z saja jika memang ia adalah manusia bernyali dan perencana. Tapi jika dibandingkan Sang Maha, rencana A-Z itu jadi tak ada apa-apanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, manusia terus mengusahakan, mengusahakan, dan mengusahakan. Bukan begitukah manusia? Hingga usahanya itu akan terus dituntun, direncanakan, dan diarahkan olehNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ih, keren. :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-5668676700289375623?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/5668676700289375623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/tumpah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5668676700289375623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5668676700289375623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/tumpah.html' title='Tumpah'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-2038068415862124596</id><published>2011-11-03T09:16:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T09:22:28.840-07:00</updated><title type='text'>Kartu-kartuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.aeclectic.net/tarot/cards/_img/wayang-00129.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 185px; height: 273px;" src="http://www.aeclectic.net/tarot/cards/_img/wayang-00129.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin punya kartu Tarot Wayang. Ingin tahu bagaimana Arkana Mayor dan Minornya serta alasan mengapa si pembuatnya mengambil sosok wayang itu untuk merepresentasikan elemen dengan makna tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin hari saya bergelut dengan kartu Tarot. Hampir keseluruhan kartu yang ditebar memiliki ‘kesamaan’ persepsi dengan saya. Bagi saya, hal itu bisa terjadi karena kita mengeluarkan energi pada Tarot itu yang pada akhirnya menjadi proyeksi diri kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah saya bertanya tentang bagaimana perasaan seseorang pada saya. Tapi, yang saya pahami, kartu tebaran itu berkata bahwa makna dari kartu-kartu itu adalah proyeksi diri saya sendiri, atau persepsi saya terhadap perasaan orang itu pada saya, bukan berarti, seperti itu sesungguhnya perasaan orang itu pada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, Tarot itu unik. Berupa proyeksi. Fungsinya untuk saya sendiri bukan untuk melihat masa depan. Yang tahu masa depan yah Yang Maha Rencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Eh, tidak kebetulan jika Semar digambarkan sebagai potensi untuk mencipta seperti gambar di atas yah? Maksudnya apa? Saya hanya bisa senyum-senyum sendiri.&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-2038068415862124596?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/2038068415862124596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/bertapa-dulu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/2038068415862124596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/2038068415862124596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/11/bertapa-dulu.html' title='Kartu-kartuan'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-6943376571181446363</id><published>2011-10-23T00:41:00.000-07:00</published><updated>2011-10-23T00:47:04.010-07:00</updated><title type='text'>Guru Kasih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-ru4YDm_WFhg/TqPGV1ANkzI/AAAAAAAAAIU/XuWh8Nf4O70/s1600/cupumanik%2Bastagina.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 229px; height: 220px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ru4YDm_WFhg/TqPGV1ANkzI/AAAAAAAAAIU/XuWh8Nf4O70/s400/cupumanik%2Bastagina.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666590834469737266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kehilangan guru&lt;br /&gt;kehilangan kekasih &lt;br /&gt;guru yang mengasihi&lt;br /&gt;bukan kekasih yang menggurui&lt;br /&gt;kekasih yang di dalam diri adalah guru&lt;br /&gt;tanpa disadari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kehilangan guru&lt;br /&gt;kehilangan kekasih&lt;br /&gt;diberi cinta paling edan&lt;br /&gt;oleh Maha Guru &lt;br /&gt;di titik krisis nan berbahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;guru dan kekasih jadi satu&lt;br /&gt;tak di sini, tapi tak kemana&lt;br /&gt;hanya samar&lt;br /&gt;guru tak kemana &lt;br /&gt;kekasih tak kemana&lt;br /&gt;tidak disini&lt;br /&gt;hanya samar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aliran itu lepas&lt;br /&gt;bukan ke guru&lt;br /&gt;bukan ke kekasih&lt;br /&gt;tapi pada Maha Guru&lt;br /&gt;dan Maha Kekasih&lt;br /&gt;lewat alam semesta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;krisis hebat meliris&lt;br /&gt;jadi obat yang mengalir&lt;br /&gt;jernih, bening, tak berdaya&lt;br /&gt;bukan diri yang meminta&lt;br /&gt;diri yang diberi pengetahuan&lt;br /&gt;macam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cupu Manik Astagina&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-6943376571181446363?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/6943376571181446363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/10/guru-kasih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/6943376571181446363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/6943376571181446363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/10/guru-kasih.html' title='Guru Kasih'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ru4YDm_WFhg/TqPGV1ANkzI/AAAAAAAAAIU/XuWh8Nf4O70/s72-c/cupumanik%2Bastagina.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-7889536981193503057</id><published>2011-10-18T10:41:00.001-07:00</published><updated>2011-10-18T10:41:54.533-07:00</updated><title type='text'>Self (Kadang dibaca Seleup)</title><content type='html'>Sebetulnya tidak ada satu peristiwa pun yang dapat dikatakan sebagai perpisahan. Perpisahan hanyalah sebuah proses yang merentangkan suatu dimensi ke dimensi lain. Perpisahan yang ‘kekal’ katanya adalah kematian, di mana jenazah telah tiada, dan ruh kembali ke alam sejatinya. Sementara di dunia ini, tidak ada yang dapat dikatakan sebagai suatu perpisahan, yang ada hanyalah perubahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam-diam saja saya mematut diri, bukan sebagai wadag, tapi sebagai diri yang bersifat psikis, bukan menyendiri atau sendiri atau menjomblo. Tapi, yang saya perhatikan adalah diri atau kalau kata orang Barat disebut sebagai self.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah memastikan secara waktu matematis bahwa satu bulan adalah waktu yang sudah sangat cukup dan melimpah bagi saya untuk menikmati perasaan tersaruk-saruk. Ya, satu bulan saja, jangan lebih, dan juga jangan kurang. Waktu matematis terkadang dibutuhkan untuk memastikan diri berpijak dan memulai untuk menikmati sesuatu yang baru, dan tak tepat juga disebut sebagai yang benar-benar baru, karena pandangan saya sangatlah terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu bulan kemarin saya mengintip diri saya yang lain, yang liris, cemas, kebingungan, takut, dan barang kali ada sentilan stres akut. Tapi, sudah cukup dan sudah sangat cukup, tolong jangan dilebih-lebihkan lagi. Karena saya harus menata ulang banyak hal yang ternyata melimpah di hadapan saya. Bukan untuk melupakan mimpi, tapi saya harus bergerak, karena hidup tak pernah berhenti mengalir.  Kalau saya terus tersaruk seperti itu, maka saya telah menjadi batu yang hanya mampu mengamati.  Walaupun batu terkadang mungkin mengerti banyak hal yang tak manusia pahami.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan-pertemuan saya dengan banyak orang, baik maya maupun nyata, ternyata memiliki dampak yang luar biasa. Orang-orang ini memberikan saya simbol yang harus saya maknai. Ada yang menyatakan bahwa saya tidak boleh berhenti bermimpi, maka, saya wadahkan mimpi-mimpi itu di tempat yang aman. Kemudian, ada yang menyadarkan saya untuk mampu melihat ‘realita’ dengan kelima indera saya. Sehingga, menurut saya, pertemuan-pertemuan itu membuat saya ‘mantap’ berada di titik kaki saya berpijak. Saya berpikir bahwa jalan keluar dari masalah ini tidak mengharuskan saya untuk segera memiliki seorang kekasih ‘baru’. Karena apa yang saya terima sekarang sudah sangat cukup. Ini adalah saat dimana saya menyadari bahwa saya harus berperan sebagai self alias si diri itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang ‘goncangan’ itu tiba dari orang-orang yang tak terduga. Ada seorang teman saya yang menawarkan suatu kisah untuk dijadikan gambar bergerak yang ternyata tak diduga-duga telah mengisahkan proses ‘perpisahan’ saya dan kekasih saya yang ‘dulu’. Saya hanya bisa tertawa, bagaimana ini bisa terjadi? Padahal saya tak pernah bercerita apapun tentang proses itu kepada teman saya. Rasa-rasanya ini hanya kebetulan semata, walaupun kebetulan itu tak pernah ada dalam kacamata saya. Selain itu, ada juga seorang teman baru yang tiba-tiba menanyakan kisah saya dan dia. Wah, sumpahnya saya tidak pernah bercerita apapun yang mendalam dengan teman baru saya itu. Barang kali mereka hanya mencoba menebak dari banyak simbol dan kemudian mereka menarasikan simbol-simbol itu dalam persepsi mereka masing-masing. Ah, tapi saya tidak merasa ‘goncang’, hanya tertawa saja dan berpikir bagaimana ini semua bisa terjadi? Saya tidak tahu, hanya Bos Besar yang tahu kesemua ketidaktahuan saya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang justru saya sedang sangat bersemangat, semuanya ingin saya lakukan dengan cepat, akurat, dan terarah. Tiba-tiba saya berdebar, saya harus merampungkan skripsi saya sebaik mungkin. Sesudah itu, saya ingin skripsi saya tidak mati di peti lemari, tapi, dia harus dipublikasikan. Katanya, penelitian yang baik itu harus dipublikasikan, agar orang-orang bisa memberikan saran, kritik, dan juga menemukan makna dari skripsi itu. Baiklah, terkadang banyak orang menertawakan judul skripsi saya. Hey, tapi ini semua adalah pembelajaran yang bermakna dalam sebuah proses. Orang mungkin hanya bisa berkata bahwa mereka suka dan tidak suka akan sesuatu. Mereka terkadang ingin mencari tahu rasa suka mereka, tapi mereka lupa bahwa ketidaksukaan itu juga perlu dicari. Karena Bos Besar tidak pernah menciptakan sesuatu hal yang jelek; Dia selalu memberikan yang bagus untuk kita. Akan tetapi, kacamata terbatas kitalah yang hanya mampu memilah-milih mana yang baik dan buruk. Jadi, saya ingin membuktikan risalah itu, bahwa ada baiknya mencari tahu hal yang membuat kita merasa kurang nyaman, agar kemudian kita bisa mencintai, atau minimal menghargai setiap hal yang dibuat oleh manusia, karena itu adalah proses jiwa.  Berat yah tugas kita sebetulnya! Hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, banyak hal yang ingin saya bangun bersama sebuah band, dimana saya hanya seorang ‘pemanis’ disana dan juga dengan teman-teman yang hanya saya kenal sekilas lewat media. Dengan band itu, saya justru dibuat terkaget-kaget ketika saya disuruh untuk menyiapkan pasport, wah! Saya tidak pernah punya bayangan untuk ke luar negeri dengan keadaan saya sekarang. Tapi, membayangkannya pun saya sudah sangat senang. Jadi, sebetulnya kalau tidak tercapai pun tidak akan kenapa-kenapa, karena memimpikanya pun sudah sangat membuat saya bahagia. Hehe.  Lalu, dengan media ini saya juga ingin membangun mimpi. Ada tawaran ‘hijrah’ kesana. Entahlah, untuk saya itu sangat menyenangkan karena selama ini saya senang sudah menjadi bagian kecil di media itu, di mana media ini tidak mengharuskan saya untuk mengikuti arus utama pembuatan laporan berita. Tapi, media ini membuat saya mengeksplorasi, bahwa reportase adalah sebuah sastra, di mana kita me-metafora-kan sebuah realitas. Wah, tidak terasa saya sudah bergabung di media itu sudah  hampir dua tahun, alamak! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, saya terkagum-kagum bahagia melakukan itu semua, walau semuanya masih sebatas rencana. Toh, saya dan mereka sedang mengusahakannya, kan?  Tinggal Bos Besar yang menilai. Semua mimpi saya dan mereka hanya saya bisa akhiri dengan do’a yang indah dan juga kalimat pamungkas nan berjaya, yaitu: AMIN!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, ada sedikit hal yang membuat saya berat. Saya sadar bahwa saya tidak memilih, tapi, hati saya sudah dipilih. Dipilih mengartikan bahwa intuisi saya selalu terintensi ke arah itu. Berat sebetulnya ketika menyatakan bahwa banyak hal yang membuat saya sulit untuk menggeserkan sedikit paradigma, karena ini adalah hal istimewa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu saya tahu saya sedang kehilangan. Maka, beliau membangun suasana rumah yang nyaman dan beliau hanya mampu bertanya, “kenapa?”. Saya hanya menggeleng. Hal ini membuat saya sungguh merasa berat karena saya sudah membuat patokan: harus integralisme dan rendah hati. Yang parahnya ke semua itu mengarah pada dia. Ketika saya mencoba berjalan ke sana-sini, menemukan mana yang tepat, saya tidak dapat menemukan apa yang didapat. Saya juga tidak bisa memilih, karena saya sudah dipilih menuju arah itu. Sudah terlanjur kami merasakan kelima hirarki itu: materi, energi, pikiran, nilai, dan sumber.  Bukan hanya mewedarkan, tapi juga mengupayakan untuk merasakan kesemua elemen itu. Wah, berat! Kalau saya harus mencari ke semua elemen itu di orang lain. Karena saya selama ini tidak pernah mencari, hal itu datang dan memilih saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, saya hanya mampu memeluk ibu saya dalam diam. Beliau tahu saya kehilangan; beliau paham kalau saya sudah dipilih untuk merasakan ini semua dan di-intensi-kan menuju kesitu. Tapi,  apa yang harus saya lakukan?  Sedangkan dunia seolah-olah sudah diobrak-abriknya menjadi sedemikian buruknya. Namun, saya tidak mampu melihat hal itu sebagai hal yang jelek, karena ketika saya menggunakan rasa, kesemuanya adalah baik, pemberian Bos Besar.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, saya hanya mampu menuliskan kalimat ini untuk mewakilkan apa yang saya rasakan tentang dia:&lt;br /&gt;“Dia tidak ada di tempat ini. Tapi, dia juga tidak pergi kemana-mana. Dia hanya samar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, kalimat itu ada benarnya, dia hanya samar dan sekarang saya hanya ingin memperkuat diri saya, bukan hanya soal emosi, tapi seluruh aspek keseluruhan yang ada di dalam saya, menjadi seorang diri alias self tanpa embel-embel dia atau siapapun. Menjadi ‘diri’ dan dia kini samar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Terkadang saya hanya mampu merumuskan berbagai hal yang saya temukan. Dari orang, kuliah, alam, dan sedikit interpretasi abal-abal saya. Bagi saya, tulisan bukanlah diri sesungguhnya. Tapi, tulisan merupakan harapan untuk diri saya sendiri. Dari tulisan, saya bisa membaca banyak kekurangan saya. Terkadang, tulisan sendiri membuat saya menjitak dan memperkuat diri saya sendiri. Seperti berbicara tentang keburukan orang lain, sama halnya membicarakan tentang keburukan diri saya sendiri. Seperti berkata untuk orang lain, tapi sebetulnya saya berkata untuk diri saya sendiri. Menulis adalah suatu usaha untuk menerjemahkan; untuk berusaha memahami diri yang ternyata masih nol besar.)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-7889536981193503057?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/7889536981193503057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/10/self-kadang-dibaca-seleup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/7889536981193503057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/7889536981193503057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/10/self-kadang-dibaca-seleup.html' title='Self (Kadang dibaca Seleup)'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-1800819882464446112</id><published>2011-10-16T02:04:00.000-07:00</published><updated>2011-10-16T02:16:58.591-07:00</updated><title type='text'>Rasa</title><content type='html'>Entah mengapa, hari ini saya ingin membuka artikel yang sudah lama saya simpan. Artikel itu berisi perpaduan berbagai ilmu, seperti psikologi, ajaran Jawa, ajaran Sunda, filsafat, ajaran banyak agama, dan sebagainya. Saya berusaha membaca artikel itu dengan sebaik mungkin. Hanya paham sedikit. Namun, inti yang saya pahami adalah bahwa semua ‘perbedaan’ ilmu itu ternyata merujuk kepada satu hal, satu tujuan, yang ternyata ada di ‘ketidaksadaran’ kita selama ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu banyak hal yang saya dapatkan saat ini, apa Tuhan ingin saya mengetahui itu segera? Tidak. Dia menundanya, karena kesiapan saya sendiri masihlah sangat sedikit. Baiklah, jika memang saya ingin mencari tahu hal itu dengan segera, maka, dengan mudah pula saya bisa mencarinya di Abah Gugeul. Tapi, bukan itu yang nyata, saya hanya tidak bisa mengubah pengetahuan itu jadi semacam tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, ini sangat terasa sekali oleh saya sampai saat ini, karena saya sudah merasa ingin ‘menyerah’ dengan kehendak-Nya. Tapi, Dia ingin saya memahaminya juga merasakannya. Terkadang saya ingin berkata pada Dia: “sudah cukup, saya tidak mampu menahan bendungan ini. Saya ingin segera melepaskannya.” Tapi, Dia terus saja meminta saya untuk terus berusaha, jangan menyerah. Akhirnya, saya hanya bisa tertegun. &lt;br /&gt;Ah, semestinya saya bahagia dengan rezeki yang Dia berikan, bukan? Tapi, rasanya, hal seperti ini tidaklah mudah untuk saya yang masih ogoan. Apalagi ketika saya membaca kalimat: &lt;br /&gt;“Sabdo Palon menyatakan akan berpisah, begitu ditanya perginya kemana, jawabnya tidak pergi, akan tetapi tidak bertempat di situ, hanya menetapkan namanya Semar, yang meliputi segala wujud, membuatnya samar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlebihan ya jika saya membahas isi otak saya hingga seperti ini? Ya, memang berlebihan. Kadang saya hanya ingin menemukan pesan lain dari apa-apa saja yang pernah saya pelajari atau ketahui. Selain itu, saya juga ingin tahu ‘jawaban’ itu; ingin mencarinya semampu saya. Setelahnya saya merasa puas untuk sementara, tapi  kemudian saya merasa tidak tahu apa-apa. Nah, inilah yang membuat saya terus ingin mencari dan mencari. Sehingga kemudian saya sadar bahwa yang saya lakukan semestinya merasakan dan menerimanya sebaik mungkin, selain itu mensyukurinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, tolong saya, bebaskan saya dari ledakan rasa ini. Tapi, sepertinya Dia ingin terus saya memahami rasa. Betapa tidak berdayanya saya untuk persoalan macam ini. Berbeda dengan tugas-tugas kuliah yang bisa diperoleh dengan usaha pemikiran yang kuat; sungguh berbeda. Kalau soal rasa; sepertinya saya masih nol besar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-1800819882464446112?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/1800819882464446112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/10/rasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/1800819882464446112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/1800819882464446112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/10/rasa.html' title='Rasa'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-2009553448505345643</id><published>2011-10-14T21:19:00.002-07:00</published><updated>2011-10-14T21:21:29.316-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berkencan dengan Filsuf'/><title type='text'>Arisan dengan Frida Kahlo</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-SPSRfKhfhI0/TpkJ-sS1_EI/AAAAAAAAAII/d97q7ggnwU4/s1600/frida%2Bkahlo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 303px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-SPSRfKhfhI0/TpkJ-sS1_EI/AAAAAAAAAII/d97q7ggnwU4/s400/frida%2Bkahlo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663568979041844290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti biasanya arisan ibu-ibu, kami-saya dan Frida Kahlo-hanya duduk di taman berair mancur berwarna hijau. Jauh dari kesan indah, namun, kami menikmati sore itu. Hingga akhirnya saya bertanya padanya tentang kabar Diego Rivera, suaminya. Dia hanya tertawa dan kemudian terdiam. Mengapa diam? Tanya saya saat itu. Frida hanya menyusut air berlian di ujung matanya dan kemudian tersenyum. Ia nampak tercekat dengan pertanyaan saya. Ada apa? Tanya saya kembali.&lt;br /&gt;“Beberapa malam yang lalu, di saat pesta ulang tahun keponakan-keponakan saya. Ada pemandangan mengerikan yang saya lihat, Resna.” Ucapnya terbata-bata.&lt;br /&gt;“Apa? Apa yang kamu lihat?” tanyaku penasaran.&lt;br /&gt;Dia tak menjawab, hanya memperlihatkan lukisan yang ia buat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini akan jadi lukisan terbaru saya, Res.”&lt;br /&gt;“Apa hubungannya lukisan terbaru kamu dengan Diego?”&lt;br /&gt;“Kamu benar-benar ingin tahu?”&lt;br /&gt;Saya mengangguk.&lt;br /&gt;“Saya melihat Diego bercinta dengan adik saya sendiri.” Frida menangis; Frida yang selama ini saya lihat sangat kuat, ternyata mampu menangis. Saya tidak bisa berkata apapun dengan segala pengakuannya itu. Frida yang selama ini ingin selalu terlihat cantik, percaya diri, dan pandai berkarya untuk mendapat perhatian Diego Rivera. Tapi, itu bukan Frida yang palsu. Frida memang cantik dengan alis dekatnya; dia juga percaya diri dan pandai berkarya melalui melukis, tapi, kini ia menangis karena Diego. &lt;br /&gt;“Saya hanya mampu melukis. Bayangan mereka bercinta itu seperti hantu untuk saya sendiri. Saya ingin melepas Diego, tapi, ternyata saya tidak mampu. Saya masih mencintainya, tapi, rasa yang saya alami sekarang adalah kesakitan yang mendaging. Pemandangan yang sangat tak ingin saya lihat. Namun, saya sudah siap dengan ini semua. Sejak jauh-jauh hari saya tahu bahwa pemandangan yang tak mengenakkan ini akan terjadi, karena Diego adalah seorang seniman sejati, yang sangat mementingkan perasaannya dibandingkan pikiran logika nan realistis.”&lt;br /&gt;“Frida, saya tak mampu berkata apapun untuk kamu saat ini.”&lt;br /&gt;“Justru, saya yang ingin meminta maaf, karena sudah membuat kamu sangat bingung dengan keadaan saya. Tapi, itu semua murni karena pertanyaan bodoh-mu, sih. Hehehe.”&lt;br /&gt;Frida, kamu masih bisa tertawa dengan pertanyaan bodoh saya? Kamu ini makhluk apa? Perempuan manakah yang bisa seperti kamu?&lt;br /&gt;“Lalu, apa rencana-mu saat ini Frida?” &lt;br /&gt;“Saya hanya ingin banyak-banyak melukis. Melukis apapun yang ada di sini.” Frida menunjuk dadanya.&lt;br /&gt;“Harapanmu apa dengan Diego?”&lt;br /&gt;Dia hanya menggeleng.&lt;br /&gt;“Tidak adakah harapanmu saat ini? Atau prediksi sementara tentang Diego?”&lt;br /&gt;“Ada, Resna.”&lt;br /&gt;“Apa?”&lt;br /&gt;“Kesetiaan saya sudah merongrong di hati, pikiran, dan daging. Itu pedih, kamu tahu kan?”&lt;br /&gt;“Ya, saya tahu.”&lt;br /&gt;“Saya belum mampu untuk jatuh cinta dengan siapapun. Karena selama ini, hanya Diego yang mampu memperkenalkan saya dengan banyak hal. Dia membuka wawasan saya dengan banyak pengetahuan dan kejadian. Kali ini, dia juga sedang membuka kotak batin saya untuk melihat suatu pemandangan baru, untuk menemukan makna dari apa-apa saja yang saya lihat hingga saat ini. Dia adalah lelaki yang baik dengan perilaku yang nakal, dia hanya mau saya mampu melihat bahwa dirinya adalah seorang tengik yang saya cintai. Diego hanya ingin saya berkarya dengan kesakitan saya dan kemandirian saya. Agar saya mampu menjadi diri saya, tidak menjadi diri yang disetir oleh Diego. Supaya karya saya adalah Frida Kahlo, bukan karya Frida Kahlo istri Diego Rivera.”&lt;br /&gt;“Lalu, apa harapanmu tentang kamu dan Diego?”&lt;br /&gt;“Saya hanya masih bermimpi, Diego akan kembali ke pelukan Frida Kahlo.”&lt;br /&gt;“Kamu ingin kembali dengan perilaku kesetanannya?”&lt;br /&gt;Frida mengangguk, “Frida Kahlo dan Diego Rivera. Tak ada yang lain. Yang lain hanya sementara. Ini hanya sebuah ujian, bukan keterpisahan yang sebenarnya.”&lt;br /&gt;Saya dan Frida Kahlo hanya mampu berpelukan. Tiba-tiba saja, saya merasa menerima energi baru yang memperkuat keyakinan saya. Dalam hati saya berkata, “Frida, entah mengapa saya selalu terkoneksi dengan kamu. Tapi, saya tak harus menceritakannya pada kamu apa yang terjadi pada saya. Cukup pelukan ini yang bercerita padamu.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-2009553448505345643?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/2009553448505345643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/10/arisan-dengan-frida-kahlo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/2009553448505345643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/2009553448505345643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/10/arisan-dengan-frida-kahlo.html' title='Arisan dengan Frida Kahlo'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-SPSRfKhfhI0/TpkJ-sS1_EI/AAAAAAAAAII/d97q7ggnwU4/s72-c/frida%2Bkahlo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-5856674999170041319</id><published>2011-10-14T21:07:00.000-07:00</published><updated>2011-10-14T21:18:35.755-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berkencan dengan Filsuf'/><title type='text'>Kencan dengan Henri Bergson</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-M-LFGpv1_Qk/TpkJS6BywuI/AAAAAAAAAH8/NUCdjxOld1c/s1600/bergson.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 107px; height: 129px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-M-LFGpv1_Qk/TpkJS6BywuI/AAAAAAAAAH8/NUCdjxOld1c/s400/bergson.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663568226814182114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hari berturut-turut, saya kencan dengan Henri Bergson. Sekadar mengobrol atau minum kopi di warung sederhana daerah Warung Lobak. Sebelumnya kami jalan-jalan ke sawah-maksud kami-sawah yang sudah berubah jadi perumahan, lihat bebek beriringan-maksud kami-kendaraan bermotor yang berjejal, dan lihat embun di senja hari yang ternyata itu adalah asap knalpot. Kami hanya tertawa melihat itu semua. Hingga akhirnya Bergson berkata ringan pada saya, “hidup sudah banyak yang berubah yah, seperti evolusi.” Ah, hidup memang selalu berubah, Son, jawabku saat itu. Ternyata perbincangan yang  sederhana itu diam-diam ‘berubah’ menjadi  perbincangan yang membuat saya ‘terpojok’, dimulai ketika Bergson bertanya.&lt;br /&gt;Bergson : “Kenapa kamu tahu kalau hidup itu berubah?”&lt;br /&gt;Saya  : “Mungkin karena hari berubah, bulan berubah, dan tahun juga berubah. Malam jadi siang. Siang jadi malam. Matahari jadi bulan. Bulan jadi matahari.”&lt;br /&gt;Si Bergson tertawa. Saya jadi sedikit tersinggung. &lt;br /&gt;Saya  : “Apanya yang lucu? Ngetawain saya yah?”&lt;br /&gt;Bergson : “Iya, kamu itu lucu sekali. Kamu bilang kalau matahari berubah jadi bulan dan bulan berubah jadi matahari. Tahu tidak? Kalau mereka tidak pernah berubah, itu hanya karena bumi berputar saja maka seolah-olah semuanya berubah. Padahal kenyataannya, mereka tetap ada. Tidak berganti.”&lt;br /&gt;Saya hanya terdiam, mencermati pernyataan Mang Bergson. Tidak mengerti.&lt;br /&gt;Bergson : “Menurutmu, selain hal tadi, apakah yang membuat sesuatu hal itu berubah? Rasa-rasanya saya pikir, kamu ini hanya melihat perubahan itu dari satu fase ke fase berikutnya, seperti gelap ke terang, terang ke gelap. Kalau seperti itu, semuanya tetap sama.”&lt;br /&gt;Saya  : “Mengapa tetap sama, bukanlah perubahan fase itu hal yang berbeda? Dari fase terang ke gelap. Kemudian, dari fase gelap ke terang. Itu kan berbeda, Son?”&lt;br /&gt;Bergson : “Bukankah itu suatu hal yang sama, Nel. Maksud saya, perubahan fasenya selalu sama, walaupun fasenya berbeda. Tapi , tetap saja semua itu sama.”&lt;br /&gt;Saya  : “Ah, jadi apa yang membuat  itu berbeda sedangkan kita tahu bahwa fase yang berubah itu ternyata tetap saja sama?”&lt;br /&gt;Bergson : “Tapi, kamu merasakan bahwa setiap perubahan fase itu sama atau tidak?”&lt;br /&gt;Saya  : “Yang saya ketahui, walaupun fasenya berubah, siklusnya tetap sama. Tapi, saya merasa bahwa selalu ada saja yang berbeda dan berubah, walaupun siklusnya selalu sama.”&lt;br /&gt;Bergson : “Nah, itu dia. Jadi menurutmu apa yang berubah, Nel?”&lt;br /&gt;Saya  : “Kamu tanya terus sama saya. Saya juga bingung mau jawab apa, Son. Kamu ditanya malah tidak menjawab apa-apa dan malah kembali bertanya pada saya.”&lt;br /&gt;Bergson : “Pelan-pelan sajalah dulu kamu memikirkannya, tidak usah terburu-buru.”&lt;br /&gt;Saya  : “Hahaha. Iya.”&lt;br /&gt;Bergson : “Tapi, jangan juga kamu berpikir terlalu lama, Nel. Mesti tangkas, spontan.”&lt;br /&gt;Saya  : “Bingung juga, Son.”&lt;br /&gt;Bergson : “Harus pas segala-galanya. Belajarlah sedikit demi sedikit.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya  : “Son, saya tahu apa yang membuat semua berubah. Saya tahu! Saya tahu!”&lt;br /&gt;Bergson : “Apa? Semangat benar kamu, Nel?”&lt;br /&gt;Saya  : “Waktu! Ya, si waktu!”&lt;br /&gt;Bergson : “Maksudnya?”&lt;br /&gt;Saya  : “Begini Son, kita mengenal detik, menit, dan jam. Kita tahu bahwa terdapat perubahan dengan segala yang terjadi diri kita lewat waktu. Hanya lewat waktu. Seperti, waktu akan berbicara. Misalnya begini, saya merasa sedih dan ingin melepas dari rasa sedih itu, maka saya menargetkan waktu 5 menit untuk menghentikan waktu saya bersedih. Ya, seperti your mood is your responsibility. Karena emosi saya kenali, maka, saya menargetkan waktu agar terdapat perubahan untuk bertanggung jawab atas emosi yang saya alami. Seperti bekerja juga begitu bukan? Saya menargetkan dalam sekian bulan saya akan melahirkan berapa macam produk.”&lt;br /&gt;Bergson : “Dasar otak matematis kamu, Nel.”&lt;br /&gt;Saya  : “Salah lagi yah, Son?”&lt;br /&gt;Bergson : “Bukannya salah, tapi belum tepat. Kamu seolah-olah mengubah dan kemudian mereduksi apa yang kamu lakukan, kerjakan, dan rasakan hanya pada waktu yang dibuat oleh para matematikawan/wati. Tapi sebetulnya diri kamu sendiri kadang memahami bahwa ketika waktu matematis berubah, apa semua yang di dalam diri kamu juga secara otomatis akan berubah? Tidak demikian, kan?”&lt;br /&gt;Saya hanya bisa tertunduk mendengar Bergson berbicara.&lt;br /&gt;Bergson : “Memang baik sih, kita menargetkan waktu untuk mengubah apapun yang terjadi dalam diri kita. Akan tetapi, waktu matematis bukanlah hal yang tepat untuk kamu mengubah diri kamu atau kamu mengalami perubahan. Tidak demikian. Bayangkan orang-orang zaman dahulu yang belum mengenal detik, menit, dan jam? Apa mereka tidak pernah berubah? Mereka tetap berubah, Nel.”&lt;br /&gt;Saya  : “Kalau begitu, waktu menjadi abstrak dong, tidak jelas.” &lt;br /&gt;Bergson : Justru, yang abstrak itu, atau yang tidak jelas atau bahkan yang samar-samar itu yang hakiki, Nel. Perubahan itu selalu terjadi. Peristiwa yang sama belum pasti terjadi kembali. Barang kali peristiwa itu bisa terjadi dua atau tiga atau bahkan beribu-ribu kali, tapi selalu ada yang berubah dan berbeda.”&lt;br /&gt;Saya  : “Son, saya sendiri jadi semakin bingung. Lantas apa yang membuat kita merasa bahwa ada sesuatu yang berubah, meski semua tetap sama.”&lt;br /&gt;Bergson : “Kesadaranmu, kesadaran saya, dan kesadaran kita yang akan menyadari bahwa banyak hal telah berubah. Itu waktu yang paling kekal. Waktu kesadaran. Walaupun waktu matematis ‘memaksa’ kamu berubah, tapi, yang kamu sadari adalah bahwa tidak se-otomatis itu hidupmu akan berubah, karena yang di masa lalu tetap menjadi jejak di hidupmu sekarang. Hanya waktu kesadaran yang membuat kamu paham bahwa memang banyak hal yang telah berubah dalam hidup kamu dan perubahan itu bukanlah yang mematahkan atau memisahkan satu fase ke fase berikutnya. Namun, itu semua saling berhubungan atau terkoneksi, karena masa lalu-mu tetap menjadi jejak bagi hidup kamu di saat ini. Itu bukanlah hal yang menyakitkan, tapi yang menumbuhimu lewat waktu kesadaranmu, mengoneksikan-mu dengan apa-apa yang terjadi saat ini hingga masa depan.”&lt;br /&gt;Saya  : “Ah, Son. Saya paham sekarang, walaupun masih sedikit remang-remang saya memahaminya. Sekarang kita jalan-jalan yuk ke tempat yang tadi kita kunjungi. Mungkin, saya akan paham dengan waktu kesadaran. Saya bisa memahami apa-apa yang sama dengan sudut pandang yang baru. Itu yang harus saya sadari.”&lt;br /&gt;Bergson : “Nah, begitu dong, Nel. Yuk kita jalan-jalan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati saya berkata di sore ini-di sebelah Bergson-bahwa ruang-waktu itu bukanlah ruang fisik dan waktu matematis. Ruang-waktu itu semacam kesadaran yang ada pada diri kita bahwa ada hal yang telah berubah ke arah pertumbuhan diri, bukan perubahan badan secara biologis atau pun kimiawi. Terima kasih, Son, mau menemani saya selama tiga hari ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-5856674999170041319?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/5856674999170041319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/10/kencan-dengan-henri-bergson.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5856674999170041319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5856674999170041319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/10/kencan-dengan-henri-bergson.html' title='Kencan dengan Henri Bergson'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-M-LFGpv1_Qk/TpkJS6BywuI/AAAAAAAAAH8/NUCdjxOld1c/s72-c/bergson.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-1430848842702562741</id><published>2011-10-14T21:05:00.000-07:00</published><updated>2011-10-14T21:06:25.986-07:00</updated><title type='text'>Sekotak Bintang Buntal Gurita</title><content type='html'>Hai teman, seharian saya termenung. Berkali-kali menangis sesenggukan karena tersentuh dengan banyak cerita di dunia. Tadi malam, saya membuka sekotak bintang-bintang yang diberikan oleh kawan-kawan terbaik saya, Buntal Gurita. Wah, isinya beragam, saya sampai terharu membacanya. Ada tentang perkawanan kami, tentang saya dengan kekasih saya di masa lalu, perjuangan saya, dan juga tentang ada baiknya ‘jatuh’ kemudian ‘bangkit’ kembali. Yang lucunya, saya melakukan semua ‘perintah’ yang ada dalam bintang-bintang itu. Misalnya saja, ada kalimat dalam bintang itu yang berbunyi: “lagi sedih atau gembira? Hubungi Buntal Gurita yah!” Langsung saja saya menghubungi mereka semua melalui pesan singkat:&lt;br /&gt;“Saya lagi sedih sekaligus gembira. Terima kasih Buntal Gurita.” &lt;br /&gt;Lalu kemudian, ada yang menuliskan lagi di bintang itu: “Coba kamu lihat diri kamu di kaca dan katakan: AKU PASTI BISA!”&lt;br /&gt;Wah, tanpa ba-bi-bu, saya langsung menyambar cermin yang ada di lemari ibu saya yang segede gajah itu. Begitu saya melihat diri saya, betapa konyolnya saya, karena saya terlihat kucel dengan mata sembab habis menangis, dan bau. Lalu saya praktekkan perintah kedua, dengan melihat kaca saya berkata dengan penuh keyakinan dan semangat: “AKU PASTI BISA!” Yang edannya lagi, saya merasakan perubahan energi yang baru dalam diri saya setelah mengucapkan kata ajaib dari perintah-perintah itu. Menurut saya, memang tidak ada yang kebetulan mengapa saya membuka bintang-bintang itu dengan perintah seperti demikian dengan keadaan saya yang seperti ini. Semuanya adalah kebenaran bagi saya. &lt;br /&gt;Hingga akhirnya saya menyadari bahwa banyak sekali orang yang menyayangi saya. Mereka tidak mau saya terjerembab lagi atau istilahnya saya telah ‘mati’ padahal masih hidup. Justru orang-orang itu memberikan saya tawaran hidup yang sudah lama saya abaikan, yaitu menulis. Seolah-oleh semua orang yang menyemangati saya itu memberikan semangat pada saya dengan cara ‘memberikan’ tinta, pena, pensil, spidol, dan lain-lainnya yang tak kasat mata. Mereka meminta saya jangan berhenti menulis. Ya, menulis!&lt;br /&gt;Ada sebagian kalimat dari teman-teman saya yang saya kutip di sini:&lt;br /&gt;“Kamu engga usah kuyu begitu, Nel. Coba kamu nulis lagi. Setahu saya kekasih kamu yang dulu (dan yang masih kamu sayangi) pasti akan sedih jika lihat kamu kuyu seperti itu, dia seneng kan kalau lihat kamu semangat? Makanya kamu harus semangat untuk nulis lagi.”&lt;br /&gt;“Keluar dari permasalahan ini bukan berarti kamu harus cari pacar baru, Nel.”&lt;br /&gt;“Pengalaman transpersonal bukan hanya didapat melalui meditasi  dan yoga saja. Tapi juga bisa didapat dari berkarya, salah satunya adalah dengan menulis. Maka, kamu akan menemukan dirimu sendiri melalui menulis, karena itu sudah ‘jodoh-mu’ atau mediamu, Nel.”&lt;br /&gt;Intinya, mereka hanya ingin saya selalu bersemangat dengan apa yang saya bisa lakukan. Ternyata, saya juga tidak bisa untuk segera mengotomatiskan tombol ‘pindah’ dengan secepat itu, karena saya bukan robot. &lt;br /&gt;Yang akhirnya saya berjanji pada diri sendiri untuk belajar tentang Integralisme kembali, setelah dilepas oleh guru kesayangan saya, karena beliau tidak pernah mau mengajari saya secara langsung padahal saya sudah memintanya. Dia adalah guru selamanya untuk saya, maka saya akan berusaha belajar mandiri untuk memahami, menyaring, dan memperkuat tentang apa yang telah saya yakini. Omong-omong, saya lagi ingin mengekstraksi beberapa hal yang saya pelajari, pikirkan, dan alami dengan banyak orang menjadi sebuah proyek pribadi yang diberi nama Berkencan Dengan Filsuf yang bukan hanya tentang pemikiran filsuf-filsuf terkenal di dunia, tapi juga tentang filsuf alamiah yang tidak diberi nama sosial filsuf secara ‘resmi’ oleh masyarakat. Mereka benar ada dan harus diyakini keberadaannya, loh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-1430848842702562741?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/1430848842702562741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/10/sekotak-bintang-buntal-gurita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/1430848842702562741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/1430848842702562741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/10/sekotak-bintang-buntal-gurita.html' title='Sekotak Bintang Buntal Gurita'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-5627104783038679872</id><published>2011-10-11T23:41:00.000-07:00</published><updated>2011-10-11T23:46:34.908-07:00</updated><title type='text'>Sebelum Terlambat</title><content type='html'>Cepat selesaikan permainan yang kamu buat. Sebab, ada negeri dongeng yang telah saya ciptakan. Di mana di tempat ini saya bisa kabur dari sebuah jalan yang semakin berputar namun terarah. Tiba-tiba saya juga merasa ngeri mendengar seorang kawan yang sedang mempersiapkan rencana baiknya untuk saya.  Harusnya saya merasa bahagia dengan rencananya, tapi saya malah secara perlahan menitikkan air mata di dalam hati. Padahal saya ingin terbang, ke dunia dongeng yang kata orang tidak rasional. &lt;br /&gt;Sebab, jika kamu tidak selesai bermain dan jika kamu tidak menginginkan diri kamu untuk terjun ke dunia dongeng yang saya buat. Mungkin, kita tidak akan bertemu lagi, karena barang kali saya akan mengikuti rencana seorang kawan yang entah kenapa membuat saya merasa pahit sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harusnya saya bahagia, mencoba bahagia. Entah kenapa titik sinkronitas di dalam diri itu berbalut ragu, baik dengan rencana yang saya buat maupun rencana yang seorang kawan buat. Cepat, sebelum terlambat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-5627104783038679872?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/5627104783038679872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/10/sebelum-terlambat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5627104783038679872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5627104783038679872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/10/sebelum-terlambat.html' title='Sebelum Terlambat'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-8183801606928036714</id><published>2011-10-08T03:36:00.000-07:00</published><updated>2011-10-08T03:43:32.121-07:00</updated><title type='text'>Titik Pusat</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Percayalah bahwa tak ada yang kebetulan dengan apa yang terjadi di hidupmu. &lt;br /&gt;Percayalah juga bahwa setiap perjalanan adalah mutlak milik seorang diri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dialami oleh seorang diri. Ketika di tengah jalan kita bertemu, berpisah, akrab, dan asing dengan seseorang, itu merupakan bukan suatu kebetulan.  Ada Dia dan alam semesta yang menggerakannya. Seolah-olah semuanya serba kebetulan. Maka, biarkan rezeki yang bukan hanya sekadar materi datang padamu. Olah dia menjadi sebuah pemahaman, rasa, dan makna bagi hidupmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pilihan hidupmu, bukanlah mutlak ditentukan oleh pengaruh orang lain. Akan tetapi, sepenuhnya ada di tanganmu, hanya saja, orang-orang lain merupakan proyeksi atau cermin yang berfungsi untuk mendukung dan mengingatkanmu dalam setiap keputusan yang dibuat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-8183801606928036714?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/8183801606928036714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/10/titik-pusat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/8183801606928036714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/8183801606928036714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/10/titik-pusat.html' title='Titik Pusat'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-3948268303023951845</id><published>2011-09-25T00:15:00.001-07:00</published><updated>2011-09-25T00:19:16.259-07:00</updated><title type='text'>Pesan</title><content type='html'>Sudah yah teman-teman. Jangan bilang tidak percaya atau terus menepuk pundak saya yang sudah berat. Percaya saja, saya bisa berjalan sendiri. Sekarang saya mau berlari riang saja di sekitar rumah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-3948268303023951845?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/3948268303023951845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/09/pesan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/3948268303023951845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/3948268303023951845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/09/pesan.html' title='Pesan'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-9221004463500130053</id><published>2011-09-17T01:08:00.000-07:00</published><updated>2011-09-17T01:16:15.897-07:00</updated><title type='text'>Titik Balik</title><content type='html'>Hari ini, tidak pergi ke Woodcamp. Karena saya berbicara dengan keakrabanku sendiri. Hening rasanya menatap mimpi-mimpi yang retak di depan mata. Tuhan sudah sering menjawabku, lewat mimpi, lewat kejadian, dan fenomena. Saya sangat yakin dengan janji Tuhan itu, segala pertanda yang Ia berikan padaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau saat ini gelap, tapi saya tahu akan ada secercah cahaya, persis sama dengan yang saya harapkan. Waktu ingin berbicara saat ini; berbicara soal keheningan. Saya merasa sangat khusyu di ruang tamu ini. Saya tak ingin menangis untuk bersedih; saya ingin menangis bahagia sambil menatap mimpi yang kutambal dengan mimpi-mimpi baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, tolong saya. Sangat yakin Engkau punya rencana untuk saya. Sudah berkali-kali, saya disetir peristiwa dan kemudian mampu mengembalikan peristiwa tersebut dalam posisi yang stabil. Sekarang, saya dibanting lagi, kali ini lebih dahsyat. Tapi, saya yakin, mampu memposisikan kemudi pada tempatnya. Tak usah takut, Resna, karena kamu telah dan akan terus berusaha. Asal kamu tetap yakin dengan apa yang kamu percaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-9221004463500130053?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/9221004463500130053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/09/titik-balik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/9221004463500130053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/9221004463500130053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/09/titik-balik.html' title='Titik Balik'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-3782950028579992763</id><published>2011-09-16T21:16:00.000-07:00</published><updated>2011-09-16T21:17:45.613-07:00</updated><title type='text'>Anugerah, Bukan Hambatan</title><content type='html'>15 September. Saya punya kegiatan baru di Woodcamp. Sebetulnya saya masih training di sana. Tapi, saya bertemu dengan orang-orang baru, seperti Pak Edi dan Pak Victor yang ternyata keduanya adalah teman dari dosen filsafatku.  Mereka berdua memberikanku banyak pengetahuan baru di luar apa yang saya pernah ketahui. Obrolan segar macam fenomenologi, transaksional, dan transformasional saya gerus perlahan dari mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuanku dengan mereka ternyata diikuti semacam proses menuju perpisahan dengan seorang lama, yang kini akan saya sebut sebagai teman baik. Ya, ada banyak konsekuensi rasa yang dinikmati. Sakit memang. Tapi, saya pikir semuanya akan kembali baik, karena saya yakin dengan apa yang dikatakan oleh Pak Edi, bahwa masalah adalah anugerah, bukan hambatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin sekali melakukan penawaran akan sikapnya. Tapi, saya tak mau semua menjadi buruk seperti dahulu. Ya, 25 bulan bukan waktu yang lama, teman. Pernah merasa sedih, susah, senang, rindu, kaya, miskin, dan lain-lainnya pun bersama-sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua hal membuat saya berpikir. Inikah yang dia bilang I deserve much better? Ini selalu jadi alasan untuk semua perpisahan yang pernah saya terima. Klise, sangat klise. Kalau Kak Iru bilang bahwa seluruh makhluk hidup adalah titik, maka, saya juga adalah titik yang saling terkoneksi dengan titik-titik lainnya.  Maka, dia, dia, dia, dia, dan semua yang pernah saya temui adalah titik dimana titik-titik tersebut terkoneksikan dengan saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan ingin saya mengenal sedih, karena biasanya saya selalu berbahagia. Ini sebetulnya bagian yang sangat saya tidak sukai. Tapi, kesemuanya adalah bagian hidupku. Saya tidak bisa menjadi tokoh-tokoh dalam film atau cerita yang kubuat, karena saya adalah kreasi-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau meminjam istilah lama, pasti akan ada seseorang yang berani meloncati pagar untukku. Saya harap memang seperti itu, entah seorang lama atau seorang baru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-3782950028579992763?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/3782950028579992763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/09/anugerah-bukan-hambatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/3782950028579992763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/3782950028579992763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/09/anugerah-bukan-hambatan.html' title='Anugerah, Bukan Hambatan'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-3076694912387663413</id><published>2011-09-12T21:10:00.000-07:00</published><updated>2011-09-12T21:11:29.391-07:00</updated><title type='text'>Kontruksi Ulang Impian</title><content type='html'>Ketika semakin tumbuh besar, mekar, dan mengembang, ada hal yang banyak berubah. Tentu saja bukan hanya soal berat badan, tapi kesemua rencana hidup atau impian. Karena, bagi saya, impian merupakan salah satu kunci kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat dengan seorang teman yang disarankan ayahnya untuk segera menikah setelah studi S1-nya kelar. Menikah? Yang benar saja, ucapku saat itu. Menikah muda adalah impian di masa lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini waktu telah banyak berubah, pikiran, hati, rasa, dan ketakutan berubah, maka impian pun ikut bergeser. Keinginan untuk menikah muda pun jatuh pada nomor sekian. Tapi, saya merasa sangat bersyukur berada pada keadaan dan situasi seperti sekarang; ada dalam hubungan yang tidak mengekang saya untuk segera melakukan pernikahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah, ada suatu tawaran hidup yang lain dan tentu tawaran itu sangat menggoda diri. Namun, saya berdo’a pada Sang Maha Kuasa, berikan saya jalan yang paling baik, paling indah, dan tak tertuju hanya pada materi belaka. Ternyata, do’a saya itu dikabulkan, ketika ada kabar pernikahan seseorang tiba. Alhamdulillah, pikirku saat itu. Ini tandanya, Tuhan inginkan saya untuk mengeksplorasi; Dia bilang namanya petualangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaminan dan kepastian bukan berasal dari seseorang bekerja di perusahaan swasta atau bukan. Hidup itu tidak bersifat linear. Tapi, ia punya dinamika yang sangat unik. Sungguh ironis ketika saya mendengarkan perihal “jaminan” itu. Sedikit ngeri.  Namun,  keyakinan akan “jaminan“ sudah menjadi  jalan bagi orang-orang yang memercayainya dan saya hargai itu. Hanya saja, saya minta jangan menyepelekan “petualangan” yang saya inginkan berjalan dengan berkah-Nya.  Sepakat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impian yang baru direncakan ini saya ceritakan pada ayah dan ibu, yang ternyata direstui mereka.  Hingga mereka berkata, ke negeri apapun saya pergi, mereka akan mendo’akan dan merestui saya. Ini namanya baru diberkahi-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begini, saya sekarang jadi sedikit berdebar jantung ketika akan berjalan selangkah demi selangkah untuk mengejar mimpi itu ; Dia bilang namanya petualangan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-3076694912387663413?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/3076694912387663413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/09/kontruksi-ulang-impian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/3076694912387663413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/3076694912387663413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/09/kontruksi-ulang-impian.html' title='Kontruksi Ulang Impian'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-6573515121060233650</id><published>2011-09-08T05:47:00.000-07:00</published><updated>2011-09-08T05:51:04.241-07:00</updated><title type='text'>Akrobatik Pikiran</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu, saya rasanya merasa hampir gila. Tiba-tiba saja saya menangis dengan sesenggukan ketika sedang melakukan suatu tugas menulis. Sebetulnya, itu bukan suatu tugas sungguhan, tapi saya berusaha untuk belajar menulis. Terutama menulis fiksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan saya memang biasanya hanya berupa cerita pribadi yang juga terkadang bikin saya sendiri sakit kepala. Atau, membuat artikel, yang juga terkadang bikin kepala saya sakit juga. Hari itu, saya juga iseng untuk sedikit membuat cerita pendek-yang sudah sangat lama saya tak lakukan. Yang pada akhirnya berujung pada semacam kegilaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, saya ingin sekali berusaha membuat fiksi, karena saya terkagum-kagum dengan orang yang mampu membuatnya, apapun jenis ceritanya, disukai atau tidak disukai. Yang jelas, saya sangat kagum oleh orang-orang yang mampu melakukan hal itu!&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Saya berpikir keras akan proses yang dilakukan oleh seorang penulis fiksi, bagaimana imajinasinya meloncat-loncat dari satu kejadian atau peristiwa ke kejadian berikutnya? Bagaimana ia mampu melakukan lompatan imajinasi untuk menyambungkan kata yang satu dengan kata yang lainnya menjadi suatu cerita yang utuh? Saya pikir, penulis fiksi pasti diberkati Tuhan, karena ia mampu melakukan akrobatik pikiran dalam dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini rasanya seperti neraka yang dibuat sendiri, karena pada intinya, fokus saya jadinya tertuju pada proses akrobatik pikiran yang ada pada penulis fiksi, bukan pada apa yang saya lakukan saat itu, yaitu menulis fiksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang anehnya lagi, saya merasa tulisan fiksi saya yang sepotong itu jadi menghantui saya. Imajinasi saya jadi berputar-putar pada apa yang saya tuliskan. Saya merasa ngeri mengingat bagaimana objek absurd yang saya tuliskan tiba-tiba muncul di ingatan saya, pemandangan-pemandangan tak pun ikut menjadi pusat dari keseharian saya. Tapi, saya jadi menikmati kengerian itu, karena saya (barang kali) sedang diberkati Tuhan untuk merasakannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kalau saya ingat-ingat apa yang saya lakukan pada saat itu, sangatlah konyol. Dikejar imajinasi sendiri. Hihi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-6573515121060233650?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/6573515121060233650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/09/akrobatik-pikiran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/6573515121060233650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/6573515121060233650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/09/akrobatik-pikiran.html' title='Akrobatik Pikiran'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-5029415723524463666</id><published>2011-08-25T01:44:00.001-07:00</published><updated>2011-08-25T01:53:37.315-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita KKN'/><title type='text'>Belajar Bangkong Reang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-1C9u0pb7nC4/TlYM8qOYK6I/AAAAAAAAAH0/xbpf2kUSEro/s1600/bermain%2Bbangkong%2Brang.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-1C9u0pb7nC4/TlYM8qOYK6I/AAAAAAAAAH0/xbpf2kUSEro/s320/bermain%2Bbangkong%2Brang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644713419221773218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jum’at, merupakan malam terakhir saya menetap di desa Tribaktimulya. Tepat pukul 18.30 WIB, Abah Rohana datang dengan sekarung goni bawang Sumenep di punggungnya. Beliau ditemani  Pak RW 03 yang saat itu-seperti biasa-menggunakan jaket jeans. Abah bilang, beliau memang ingin mengunjungi kami di posko. Saya-khususnya-merasa sungguh bahagia, dikunjungi seorang seniman alam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore hari sebelum Abah datang, saya meminta seorang teman saya untuk membelikan sebuah alat musik dari bambu yang dimainkan oleh warga RW 03 di acara pagelaran seni yang kami adakan. Namun, si teman saya itu memberi kabar, bahwa warga RW 03 tidak akan menjualnya, tapi justru akan memberi alat musik tersebut pada kami. Betapa kagetnya saja, ternyata, kami diberi seperangkat alat musik bambu tersebut. Nama alat musik itu adalah Bangkong Reang. Namun, warga RW 03 tidak hanya memberikan kami seperangkat Bangkong Reang, tetapi juga melengkapinya dengan Gedut dan Tektok, yang juga dibuat dari bambu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abah mulai bercerita panjang tentang pagelaran seni kami. Sungguh disayangkan katanya, pemain Kendang kali itu kurang maksimal. Pagelaran Bangkong Reang jadi kurang mantap, begitu kata Abah. Kemudian, Abah sedikit menyesal lagi, karena tidak memainkan lagu Pahlawan Toha dan Merah Putih (beureum bodas).  Selain itu, Abah juga sungguh merasa menyesal, tidak dapat melakukan kolaborasi dengan kami saat acara pagelaran seni.  Tak apa-apa, Bah, belum waktunya, jawabku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga menceritakan tentang asal usul Bangkong Reang. Awalnya, alat musik dan kesenian tersebut dibawa oleh temannya yang seorang Ciwidey. Hanya saja, Abah melakukan eksplorasi pada alat musik tersebut sehingga Bangkong Reang bukan hanya berupa alat musik yang dapat dibunyikan saja, namun, menjadi suatu pagelaran yang asyik, terdiri dari nyanyian, tarian sederhana, dan sisindiran. Abah bilang lagu apapun bisa dimainkan oleh si Bangkong Reang. Hanya saja, beliau sangat menyukai lagu-lagu buhun yang saya dan teman tak mengenalinya. Haha.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkong Reang itu memang suaranya mirip &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bangkong&lt;/span&gt; (katak) yang saling bersahutan antar kawan. Itulah makna &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sauyunan&lt;/span&gt;, begitu kata Abah.  Pernah suatu kali, Abah sedang pergi ke kebun, menghidupi kehidupannya dan kehidupan alam, kemudian, dengan begitu saja, beliau mendendangkan suatu nada dan lirik, jadilah satu lagu yang indah. Begitulah Abah, kehidupan seninya begitu spontan, mengalir dimana pun. Tanpa harus mengenyampingkan pekerjaan, tanpa harus menyediakan waktu senggang untuk mengalirinya. Semuanya berjalan begitu saja, sangat seimbang, bagi saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abah Rohana juga bukan hanya dikenal sebagai seorang tokoh kesenian Bangkong Reang, namun juga seorang pelukis dari Tribaktimulya. Hanya saja, saya tidak dapat melihat kelihaiannya melukis. Mungkin lain kali ya, Bah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat shalat taraweh hampir selesai, Abah mengajak kami untuk memainkan Bangkong Reang. Spontan, saya membawa seperangkat Bangkong Reang yang diberi warga RW 03, lengkap dengan Gedut dan Tektok. Kami dibimbing Abah untuk membunyikan suara yang berbeda antar satu sama lain, namun, suara tersebut bukan suatu perpecahan yang mengacaukan, tapi saling beriringan dan mengisi. Wah, indah dan bagus hasilnya. Beberapa lagu kami mainkan, hanya saja, Abah rasanya lebih menyukai lagu Sorban Palit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kaso pondok kaso panjang&lt;br /&gt;Kaso ngaroyong ka jalan&lt;br /&gt;Sono mondok sono nganjang&lt;br /&gt;Sono patepang di jalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 21.00 WIB, permainan kami usai. Telapak tangan sudah begitu sakit memainkan Bangkong Reang. Menyenangkan rasanya, memainkan Bangkong Reang dengan Abah dan Pak RW 03. Karena waktu semakin malam, Abah pamit pulang pada kami. Semoga hidupmu bahagia, kata Abah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, kapan-kapan kita bertemu lagi ya, Bah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-5029415723524463666?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/5029415723524463666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/08/belajar-bangkong-reang_25.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5029415723524463666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5029415723524463666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/08/belajar-bangkong-reang_25.html' title='Belajar Bangkong Reang'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-1C9u0pb7nC4/TlYM8qOYK6I/AAAAAAAAAH0/xbpf2kUSEro/s72-c/bermain%2Bbangkong%2Brang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-5195057118965609949</id><published>2011-08-25T01:44:00.000-07:00</published><updated>2011-08-25T01:46:56.942-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita KKN'/><title type='text'>Belajar Bangkong Reang</title><content type='html'>Jum’at, merupakan malam terakhir saya menetap di desa Tribaktimulya. Tepat pukul 18.30 WIB, Abah Rohana datang dengan sekarung goni bawang Sumenep di punggungnya. Beliau ditemani  Pak RW 03 yang saat itu-seperti biasa-menggunakan jaket jeans. Abah bilang, beliau memang ingin mengunjungi kami di posko. Saya-khususnya-merasa sungguh bahagia, dikunjungi seorang seniman alam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore hari sebelum Abah datang, saya meminta seorang teman saya untuk membelikan sebuah alat musik dari bambu yang dimainkan oleh warga RW 03 di acara pagelaran seni yang kami adakan. Namun, si teman saya itu memberi kabar, bahwa warga RW 03 tidak akan menjualnya, tapi justru akan memberi alat musik tersebut pada kami. Betapa kagetnya saja, ternyata, kami diberi seperangkat alat musik bambu tersebut. Nama alat musik itu adalah Bangkong Reang. Namun, warga RW 03 tidak hanya memberikan kami seperangkat Bangkong Reang, tetapi juga melengkapinya dengan Gedut dan Tektok, yang juga dibuat dari bambu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abah mulai bercerita panjang tentang pagelaran seni kami. Sungguh disayangkan katanya, pemain Kendang kali itu kurang maksimal. Pagelaran Bangkong Reang jadi kurang mantap, begitu kata Abah. Kemudian, Abah sedikit menyesal lagi, karena tidak memainkan lagu Pahlawan Toha dan Merah Putih (beureum bodas).  Selain itu, Abah juga sungguh merasa menyesal, tidak dapat melakukan kolaborasi dengan kami saat acara pagelaran seni.  Tak apa-apa, Bah, belum waktunya, jawabku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga menceritakan tentang asal usul Bangkong Reang. Awalnya, alat musik dan kesenian tersebut dibawa oleh temannya yang seorang Ciwidey. Hanya saja, Abah melakukan eksplorasi pada alat musik tersebut sehingga Bangkong Reang bukan hanya berupa alat musik yang dapat dibunyikan saja, namun, menjadi suatu pagelaran yang asyik, terdiri dari nyanyian, tarian sederhana, dan sisindiran. Abah bilang lagu apapun bisa dimainkan oleh si Bangkong Reang. Hanya saja, beliau sangat menyukai lagu-lagu buhun yang saya dan teman tak mengenalinya. Haha.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkong Reang itu memang suaranya mirip &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bangkong&lt;/span&gt; (katak) yang saling bersahutan antar kawan. Itulah makna &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sauyunan&lt;/span&gt;, begitu kata Abah.  Pernah suatu kali, Abah sedang pergi ke kebun, menghidupi kehidupannya dan kehidupan alam, kemudian, dengan begitu saja, beliau mendendangkan suatu nada dan lirik, jadilah satu lagu yang indah. Begitulah Abah, kehidupan seninya begitu spontan, mengalir dimana pun. Tanpa harus mengenyampingkan pekerjaan, tanpa harus menyediakan waktu senggang untuk mengalirinya. Semuanya berjalan begitu saja, sangat seimbang, bagi saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abah Rohana juga bukan hanya dikenal sebagai seorang tokoh kesenian Bangkong Reang, namun juga seorang pelukis dari Tribaktimulya. Hanya saja, saya tidak dapat melihat kelihaiannya melukis. Mungkin lain kali ya, Bah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat shalat taraweh hampir selesai, Abah mengajak kami untuk memainkan Bangkong Reang. Spontan, saya membawa seperangkat Bangkong Reang yang diberi warga RW 03, lengkap dengan Gedut dan Tektok. Kami dibimbing Abah untuk membunyikan suara yang berbeda antar satu sama lain, namun, suara tersebut bukan suatu perpecahan yang mengacaukan, tapi saling beriringan dan mengisi. Wah, indah dan bagus hasilnya. Beberapa lagu kami mainkan, hanya saja, Abah rasanya lebih menyukai lagu Sorban Palit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kaso pondok kaso panjang&lt;br /&gt;Kaso ngaroyong ka jalan&lt;br /&gt;Sono mondok sono nganjang&lt;br /&gt;Sono patepang di jalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 21.00 WIB, permainan kami usai. Telapak tangan sudah begitu sakit memainkan Bangkong Reang. Menyenangkan rasanya, memainkan Bangkong Reang dengan Abah dan Pak RW 03. Karena waktu semakin malam, Abah pamit pulang pada kami. Semoga hidupmu bahagia, kata Abah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, kapan-kapan kita bertemu lagi ya, Bah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-5195057118965609949?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/5195057118965609949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/08/belajar-bangkong-reang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5195057118965609949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5195057118965609949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/08/belajar-bangkong-reang.html' title='Belajar Bangkong Reang'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-6691777189766957816</id><published>2011-08-03T07:38:00.000-07:00</published><updated>2011-08-03T07:49:26.826-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Introspeksi'/><title type='text'>Kata di kamus</title><content type='html'>Ada sebuah rumah idaman di tempat ini, yang terbuat dari bilik berwarna, lampu-lampu perkotaan yang seperti ribuan bintang kecil, harum ikan yang berenang di kolam, dan gunung Tilu di sebelah kiri serta bukit-bukit yang sesekali berubah warna dihias Sang Penguasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, keindahan ini, sering kali diganggu oleh semacam angin yang hembusannya tak memiliki arah. Terkadang membuat urat nadi mengeras hingga rasanya ingin pingsan atau kembali ke tempat awal.  Ingin sekali menyibukkan diri dengan membaca sebuah Godot yang membuat kening berkerung-tanpa sadar sepertinya diri telah menjadi peran dalam Godot; menunggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin menutup telinga mendengar kokok ayam jantan yang berdebat tanpa kerendahan hati, sungguh keras rasanya, ketika becanda telah lepas dari etika yang sesungguhnya. Ada kata yang diri temukan dalam sebuah kamus berbahasa asing: wit. Yang memiliki arti, kemampuan menceritakan sesuatu yang lucu dengan cerdas. Ingin rasanya menambahkan satu kalimat tambahan dalam arti kata tersebut, yaitu kemampuan menceritakan sesuatu yang lucu secara cerdas dan tidak menyakiti orang lain. Sulit rasanya tertawa bahkan tersenyum ketika mendengarkan  candaan yang sungguh tak lucu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika begitu, ada hal yang harus dipelajari. Humor itu bukan sekedar tawa, namun, dibutuhkan kecerdasan dan kepekaan yang luar biasa. Saya pernah beberapa kali tertawa karena mendengar perkataan beliau-si pengajar transpersonal-yang bercerita humor dengan sungguh cerdas. Itu membuktikan bahwa humor tak mesti tertuju pada soal fisik semata. Baiklah, barang kali saya terlalu kaku dalam hal ini, tapi ada baiknya juga berupaya untuk mempelajari kemampuan itu, yang sungguh-sungguh sangat sulit rasanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, untuk saat ini, rasanya yang dibutuhkan adalah meregangkan sedikit otot-otot yang tegang; rileks.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-6691777189766957816?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/6691777189766957816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/08/kata-di-kamus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/6691777189766957816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/6691777189766957816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/08/kata-di-kamus.html' title='Kata di kamus'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-1090674151235753750</id><published>2011-07-16T06:21:00.000-07:00</published><updated>2011-07-16T06:22:36.539-07:00</updated><title type='text'>Demi Dangdut</title><content type='html'>Tidak mudah meyakinkan masyarakat bahwa kesenian atau tradisi yang mereka miliki merupakan suatu nilai yang dapat dihayati. Terutama, jika masyarakat memiliki arah pada materi semata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tidak mudah melakukan itu semua. Meyakinkan alam sadar dan membuka alam bawah sadar yang ada pada masyarakat. Membuka lubang-lubang yang tertutup oleh debu kehidupan. Ada kalanya saya merasa yakin bahwa masyarakat tersebut di dalam hidupnya masih menginginkan kebahagiaan dan ekspresi diri, yang jauh dari rutinitas keseharian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang kali ada suatu peri kecil yang terperangkap dalam jerat terali besi kehidupan. Maaf, bukannya saya merasa lebih tahu, tapi sungguh saya ingin mengetahui lebih dari mereka langsung. Saya mohon, jangan dulu meninggalkan calung dan bangkong reang demi dangdut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-1090674151235753750?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/1090674151235753750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/07/demi-dangdut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/1090674151235753750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/1090674151235753750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/07/demi-dangdut.html' title='Demi Dangdut'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-4285897455220640354</id><published>2011-07-15T22:09:00.000-07:00</published><updated>2011-07-15T22:11:10.741-07:00</updated><title type='text'>Lima di Tribaktimulya</title><content type='html'>Hari kelima di tempat KKN, banyak hal yang didapat di tempat ini. Banyak juga pengalaman yang sudah dialami di tempat ini. Masih ada 35 hari lagi dan rasanya memang waktu hanya berupa kumpulan detik yang terlalui, di mana kita hanya mampu untuk mengisi waktu tersebut dengan atau tanpa penghayatan. Itu barang kali yang membedakan suatu pengalaman menjadi nikmat atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rata-rata, orang di tempat ini mengisi waktunya dengan berkebun, menjadi buruh tani dan pekerjaan itu dilakukan oleh laki-laki dan perempuan. Semuanya dilakukan untuk bertahan hidup dan mendapatkan uang. Waktu sudah dibentuk menjadi suatu keharusan yang berupa uang. Waktu dicetak menjadi uang, hingga berkesenian pun terlalui, bukan menjadi suatu nilai untuk dihayati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang cukup unik adalah pekerjaan orang-orang di tempat ini yang menjadi buruh tani. Tak jarang menemukan sekumpulan perempuan mengangkat hasil panen menuju rumahnya masing-masing dan itu merupakan suatu kewajaran. Tapi ini menjadi sedikit membuat saya haru, ketika perempuan tersebut bertani dikarenakan para suami malas berkebun, mereka lebih senang berdiam di rumah mengerjakan sesuatu di dalam atap. Terkadang juga saya melihat ibu tua yang mengangkut kayu atau ranting demi memenuhi kebutuhan sehari-harinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, itu merupakan kekuatan baru bagi saya, suatu inspirasi ketabahan yang luar biasa. Saya tak mampu mencibir siapapun, karena mereka sendiri tak mengeluh; mereka malah berupaya untuk menjalani peran yang sedang ada pada diri mereka masing-masing. Saya rasa harapan mereka hanya satu, semoga semuanya berjalan dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun ingin begitu, menikmati setiap langkah, detik, dan rasa yang sedang dialami. Benar-benar mengalami pengalaman yang dialami. Bukan meniadakannya. Semoga semuanya berjalan dengan baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-4285897455220640354?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/4285897455220640354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/07/lima-di-tribaktimulya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/4285897455220640354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/4285897455220640354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/07/lima-di-tribaktimulya.html' title='Lima di Tribaktimulya'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-5061432582425192945</id><published>2011-07-08T09:11:00.000-07:00</published><updated>2011-07-08T09:13:36.139-07:00</updated><title type='text'>Cengeng</title><content type='html'>40 hari kurang akan menyepi dalam desa kecil. Semoga membahagiakan merupakan harapan bagi saya ketika berada di sana. Suasana, orang-orang, kultur, dan cuaca yang baru tentu akan membuat saya berusaha menyesuaikan diri sebaik mungkin.  Entah mengapa, ketika hari keberangkatan saya semakin dekat; semakin kosong jualah yang dirasakan. Ingin rasanya berdiam diri di rumah selama 2 bulan. Tapi, tidak mungkin! Karena ini tugas kuliah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa-rasanya, saya tak ingin menjerumuskan diri pada tugas kuliah. Ya, saya ingin semuanya bukan hanya semata-mata sebagai tugas kuliah, tapi suatu perjalanan kontemplasi. Menggelikan mendengarnya? Bisa jadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya harus selalu tersenyum supaya merasa betah, tenang, dan damai.  Lucu sekali saya ini, kalau dipikir-pikir, saat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;munggahan&lt;/span&gt;, saya juga akan pulang, kenapa harus bersedih hati. Senyum!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-5061432582425192945?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/5061432582425192945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/07/cengeng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5061432582425192945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5061432582425192945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/07/cengeng.html' title='Cengeng'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-7098907125658224489</id><published>2011-07-02T01:03:00.000-07:00</published><updated>2011-07-02T01:18:58.773-07:00</updated><title type='text'>Bermain Di Alam Bebas</title><content type='html'>Akhirnya, semester 6 sudah berakhir, walaupun si bonus (berupa nilai) belum diketahui hasilnya. Banyak tempat yang saya kunjungi: Rumah Senja, Majalaya, Rancaupas, Cimanggu, dan Pangalengan. Ke semua tempat itu, saya datangi dengan misi yang berbeda-beda. Namun ternyata, intinya masih juga tetap sama, yaitu menikmati alam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-QcxgK0Tr3G0/Tg7RUXOEjaI/AAAAAAAAAHU/r_4jpnweyYc/s1600/bebe%2Bdi%2Brumah%2Bsenja.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 135px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-QcxgK0Tr3G0/Tg7RUXOEjaI/AAAAAAAAAHU/r_4jpnweyYc/s400/bebe%2Bdi%2Brumah%2Bsenja.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5624663132392951202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Rumah Senja, saya menikmati bintang, bulan merah, Manglayang, dan matahari terbit. Ini tak hanya sekadar rumah bagi saya; ini seperti museum angkasa, di mana kita dapat melihat bermacam-macam benda langit dengan begitu jelas tanpa menggunakan teleskop. Benda angkasa itu hidup dengan keteraturan yang luar biasa. Menakjubkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-ATHOppLGMvk/Tg7Sa9Bu0VI/AAAAAAAAAHc/9EPkORja1yU/s1600/P1220261.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ATHOppLGMvk/Tg7Sa9Bu0VI/AAAAAAAAAHc/9EPkORja1yU/s400/P1220261.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5624664345132585298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan, di Majalaya, saya berkumpul dengan keluarga dari Papa dan Mama. Mengenali keluarga yang memiliki perbedaan usia yang cukup jauh. Tapi, pada akhirnya, tetap saja hubungannya menjadi kaku, karena saya kesulitan beradaptasi. Ini terjadi karena saya terbiasa untuk berkawan dengan teman, bukan dengan saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-t3zANLwxuDY/Tg7S9iw_enI/AAAAAAAAAHk/DRYfgp4QLfg/s1600/alam%2Brancaupas.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-t3zANLwxuDY/Tg7S9iw_enI/AAAAAAAAAHk/DRYfgp4QLfg/s400/alam%2Brancaupas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5624664939378473586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Rancaupas, suhu di sini sungguh sangat dingin. Hingga membuat ngilu sekujur tulang punggung, karena tenda hanya diberi alas berupa terpal. Namun, di tempat itu ada kandang rusa yang bercengkrama dengan manis. Tanduknya yang seperti ranting sungguh anggun. Selain itu, terdapat pula adonan-Nya yang mengagumkan. Saya hanya mampu berkata bahwa alam itu sungguh indah, bagaimana cara Dia melukiskannya? Itu rahasia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cimanggu masih sama seperti yang dulu, airnya selalu berwarna hijau lumut. Jika, bajumu berwarna putih atau cerah, maka, akan nampak titik-titik lumut di baju. Jangan khawatir, itu protein.  Haha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-NZXGs1nwxgY/Tg7UNBv-bWI/AAAAAAAAAHs/4uM10n2-qAc/s1600/268299_2269807703340_1193012400_32802827_260039_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-NZXGs1nwxgY/Tg7UNBv-bWI/AAAAAAAAAHs/4uM10n2-qAc/s400/268299_2269807703340_1193012400_32802827_260039_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5624666304905375074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksplorasi saya tak berhenti di tempat itu, hingga kemudian, saya memutuskan dengan nekad untuk menjelajah desa yang akan saya tempati dengan tiga kawan baru saya, Dita, Angga, dan Debi. Kami tak tahu jalan yang pasti ke Pangalengan, apalagi, Desa Tribaktimulya. Hanya saja, kami punya keyakinan untuk sampai dengan selamat di tempat tujuan dan hal itu pun ternyata telah dikabulkan-Nya. Menyenangkan, menjelajah dengan modal nekad!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum KKN, saya masih ingin bermain,barang kali berharap mendapatkan undangan menonton film di bioskop mini seorang kawan. Atau, pergi ke kampus orang dan bermain di tanah lapangnya. Atau, berenang. Atau, ke pantai. Kemana pun. Yang jelas, masih ingin bermain, jauh dari ketegangan atau rasa bersalah. Hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-7098907125658224489?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/7098907125658224489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/07/bermain-di-alam-bebas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/7098907125658224489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/7098907125658224489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/07/bermain-di-alam-bebas.html' title='Bermain Di Alam Bebas'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-QcxgK0Tr3G0/Tg7RUXOEjaI/AAAAAAAAAHU/r_4jpnweyYc/s72-c/bebe%2Bdi%2Brumah%2Bsenja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-3048425477934403583</id><published>2011-06-27T06:25:00.000-07:00</published><updated>2011-06-27T06:30:23.159-07:00</updated><title type='text'>Anasir</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Anasir apa yang mewarnai&lt;br /&gt;Gadis sendu di malam hari&lt;br /&gt;Anasir ini yang di bawa diri&lt;br /&gt;Hujan di pagi hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini membuat jembar&lt;br /&gt;Melebarkan rasa sabar&lt;br /&gt;Untuk ia berkibar&lt;br /&gt;Di bulan kembar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhari-hari ini banyak hal yang membuat saya ngeri; ngeri untuk memahami. Bahwa, di setiap kejadian yang tak menyenangkan, ada maksud yang tak terduga. Ini seperti meminum kopi pahit dengan efek: menjadi lebih berkonsentrasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, dengan semua kejadian ini, sungguh saya malu, sering kali menanggap bahwa warna-Nya selalu mudah didapat; diobral. Nyatanya, saya baru saja kena batunya. Jangan tak bersungguh-sungguh, apalagi menganggap ini sebagai main-main belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecemasan itu ada, tak mungkin tak ada (barang kali Freud sedang menertawakan saya). Hanya saja, ia merupakan suatu peristiwa khas yang terjadi dalam hidup, bukan perkara yang begitu mengerikan (si Freud berhenti tertawa). Manusia itu subjek sekaligus objek, saya rasa. Ah!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-3048425477934403583?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/3048425477934403583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/06/anasir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/3048425477934403583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/3048425477934403583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/06/anasir.html' title='Anasir'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-1774108599481221711</id><published>2011-06-19T06:11:00.000-07:00</published><updated>2011-06-19T06:18:12.387-07:00</updated><title type='text'>Manglayang dalam Lara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-TJ_MvqZrWrI/Tf32qXNXpJI/AAAAAAAAAHM/6t7VxITKFZA/s1600/P1220080.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-TJ_MvqZrWrI/Tf32qXNXpJI/AAAAAAAAAHM/6t7VxITKFZA/s400/P1220080.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5619919117673276562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, baru kali ini saya merasakan rasa cemas yang luar biasa. Diri saya telah diikat sedemikian rupa oleh sebenang janji yang tidak boleh dilanggar. Saat ini saya takut untuk melanggar hal itu, rasanya jantung seakan mau melompat begitu saja. Saya tak mau melihat wajah diri sendiri, terlalu banyak luka hitam yang menganga berada di dalamnya. Saya sungguh takut, apalagi menghadapi kematian yang entah kapan tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya, jika saya melanggar janji itu, perasaan ini akan semakin merasa bersalah. Teringat kata Sartre yang pernah menyatakan bahwa manusia dikutuk untuk menjadi bebas dan sialnya lagi saya merasakan hal itu di detik ini. Ini akan menjadi tenang jika bulan sudah berwarna merah seperti kemarin hari. Saya tahu, Tuhan sedang marah pada saya, dan saya sangat sedih karenanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya saya berdo’a untuk keselamatanku sendiri. Sungguh, saya tak dapat tidur dan tak ingin tertidur. Lantunan ayat suci pun terasa kelu, barang kali, dosaku sudah menumpuk lebih dari besarnya gunung Manglayang yang saya lihat kemarin di rumah senja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hancur hati&lt;br /&gt;Mengetuk lara di kalbu&lt;br /&gt;Janji membatin&lt;br /&gt;Telah dilanggar&lt;br /&gt;Ampuniku&lt;br /&gt;Ke-aku-an ku &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-1774108599481221711?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/1774108599481221711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/06/manglayang-dalam-lara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/1774108599481221711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/1774108599481221711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/06/manglayang-dalam-lara.html' title='Manglayang dalam Lara'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-TJ_MvqZrWrI/Tf32qXNXpJI/AAAAAAAAAHM/6t7VxITKFZA/s72-c/P1220080.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-2615678091508844248</id><published>2011-06-06T00:20:00.000-07:00</published><updated>2011-06-06T00:25:55.785-07:00</updated><title type='text'>Menulis di Taman Gajah</title><content type='html'>Bing yang hari itu lupa membawa dua topi besi dan jas hujan segera kembali ke rumahnya yang dekat kompleks pemakaman. Sebelumnya, ia menikmati segelas plastik kopi hitam dua ribuan dari kios kecil di taman gajah. Setelahnya, ia menunggui cahaya matahari dan selanjutnya menenggelamkan dirinya menunggui hujan lebat berhenti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bing kemudian mememorikan satu peristiwa yang indah di taman gajah. Suatu suasana di mana hujan mulai berhenti, kemudian matahari menyinari seluruh alam kecil di taman gajah itu. Atau suasana di mana matahari mulai menyinari tanah-tanah yang basah karena hujan baru saja berhenti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan kini benar-benar berhenti dan Bing pun pergi dengan menunggangi keledai berpelana merah. Ditinggalkannya seorang perempuan, sebut saja Nyun yang masih saja menikmati tetes-tetes terakhir dari air hujan yang tertinggal di suatu genteng di taman gajah. Terdengar pula, kicau burung-burung yang berpuluh-puluh jenisnya itu. Merdu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyun paham bahwa ia akan menunggui Bing yang pergi sebentar ke rumahnya di taman gajah seorang diri dan ia kini lapar. Dengan segera Nyun menyambangi salah satu kios kecil yang menjual aneka ragam makanan sederhana, seperti mie mata sapi pedas, kerupuk kulit sapi, dan kopi dua ribuan. Mie mata sapi pedas adalah pilihannya. Namun, entah mengapa, kios kecil itu menjadi tidak begitu nyaman seperti biasanya, ini terlalu kotor, di bawah meja dan di atas tanah, tergeletak mie-mie basi yang membuatnya seketika menjadi mual. Dilihatnya juga sampah yang menumpuk dekat perapian mie mata sapi dimasak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enggan rasanya bagi Nyun untuk melahap pesanannya itu. Namun, ia berusaha untuk setenang mungkin memakan mie mata sapi pedas karena di depan dirinya kini duduk seorang perempuan berrajah kupu-kupu di dadanya yang menggendong bayi manis berbaju hijau lumut.  Ah, tapi Nyun bertambah mual, karena perempuan berrajah kupu-kupu itu tak sadar bahwa pakaiannya telah merosot, memperlihatkan hampir setengah dadanya yang sangat besar dan mulai tak kencang.  Hanya senyum si bayi berbaju hijau lumut saja yang mampu menghibur rasa mualnya dan Nyun pun berusaha tegar memakan mie mata sapi pedas itu di samping tumpukan sampah mie basi dan dada besar tak kencang miliki perempuan berrajah kupu-kupu.  Hap!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sangat terburu-buru, Nyun segera mengakhiri makan siang tak nikmatnya itu. Lima ribuan saja harga untuk semua yang Nyun dapatkan. Disambanginya kemudian tempat bersujud di dekat taman gajah. Memanjatkan do’a pada Yang Maha Kuasa akan segala kesalahan yang pernah dilakukannya.  Rasa-rasanya ada yang salah dengan kejadian lima langkah cahaya tadi. Mengapa ia harus mual dengan mie mata sapi pedas? Mengapa ia tak bersyukur akan kemudahannya untuk memakan apa saja yang ia inginkan? Mengapa Nyun harus merasa kecewa dan sedih dengan rasa mualnya, sedangkan,  anak-anak di taman gajah kehilangan orang tua dan orang tua melupakan anak-anak pun tak merasa sedih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jubah ungu Nyun pun ia lipat. Matanya menerawang pada sekeliling tempat bersujud itu. Dilihatnya seorang gadis tengah asyik memainkan sihir tahayul yang canggih. Ah, cukup bagi Nyun untuk menilai dan menimbang-nimbang perbuatan si gadis itu. Nyun hanya ingin kembali ke taman gajah, menunggu Bing dengan keledai berpelana merahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduklah Nyun di sebilah kayu yang dicat warna hijau, di seberang kolam berair kehijauan. Kemudian, Nyun pun menuliskan sesuatu di daun lontar yang ia bawa di tas karung goni hitamnya. Mata dan jari-jari tangannya menari di atas daun lontar. Sesekali ia tertidur, setengah terbang menemui berpuluh-puluh burung yang berkicau merdu di taman gajah. Tiba-tiba, pantatnya seperti disodok tongkat kayu, Nyun begitu kaget, ah ternyata itu Bing membawa dua topi besi dan jas hujan. Perhatian Bing pun tertuju pada daun lontar milik Nyun.&lt;br /&gt;“Apa yang kamu tuliskan di daun lontar itu?”  tanya Bing.&lt;br /&gt;“Bacalah saja.”&lt;br /&gt;Bing membaca keras tarian baru yang diciptakan oleh Nyun, “Bing yang hari itu lupa membawa dua topi besi dan jas hujan..............................................................................................................................&lt;br /&gt;........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................” &lt;br /&gt;“Kamu menuliskan keadaanmu tadi di taman gajah ini ketika saya sedang pergi sambil menunggangi keledai berpelana merah?”&lt;br /&gt;“Ya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyun dan Bing pun kini duduk bersebelahan di atas sebilah kayu yang diwarnai hijau oleh pembuatnya.  Mereka tertawa, menangis, melamun,  dan kemudian tertidur, membayangkan bertemu berpuluh-puluh jenis burung yang berkicau merdu. Tak sadar saja mereka, bahwa kisah Nyun dan Bing telah ditulis ulang oleh Resna dan Bambang dan Kisah Resna dan Bambang telah dituliskan lagi di Babad Asmara oleh Frekuensi Lepas Landas.  Ternyata, Frekuensi Lepas Landas pun tak sadar bahwa kisah yang dituliskannya telah dirancang sedemikian rupa oleh Satu Wujud yang Nyun sembah di tempat sujud.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-2615678091508844248?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/2615678091508844248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/06/menulis-di-taman-gajah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/2615678091508844248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/2615678091508844248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/06/menulis-di-taman-gajah.html' title='Menulis di Taman Gajah'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-4682774419125091577</id><published>2011-06-02T21:18:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T21:20:55.284-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indigenous'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Introspeksi'/><title type='text'>Belajar Mencinta</title><content type='html'>Baru saja kemarin atau barang kali kemarinnya lagi, saya dikenalkan dengan kisah di masa lalu, tentang Ong Tien dan Sunan Gunung Jati oleh Bapak. Seperti biasa, saya tidak mau hanya tahu saja, saya ingin memahami dan bahkan merasakan bagaimana dinamika yang terjadi di antara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir saja saya menangis di depan Bapak untuk merasakan keindahan dari kisah itu; rasanya ada yang menyemburat ingin keluar dari hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kemudian, saya membuat pernyataan:&lt;br /&gt;Carilah ilmu hingga ke negeri Cina&lt;br /&gt;Kejarlah cinta hingga ke Cirebon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya, kedua hal itu adalah sesuatu yang sinergis dan saling mengisi. Tentu, rasa ingin tahu membuat saya mencari tahu banyak hal, mengharap dapat pengetahuan yang baru, dan kemudian berupaya untuk menemukan ilmu yang integral. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu, hal di atas tentu tak akan menjadi sesuatu yang saling mengisi jika tidak dikolaborasikan dengan apa yang namanya cinta. Ya, cinta tak hanya berlaku untuk pasangan, tapi berlaku untuk hal yang lebih luas lagi cakupannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin mencintai orang yang saya benci tentu merupakan suatu ilmu yang mahadasyat dan lebih sakti ketimbang perdukunan, bukan? Haha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melakukan ini, tentu saya harus jungkir balik terlebih dahulu, rasanya seperti sedang menghadapi jurang yang sangat dalam. Haha. Tapi, baiklah, menurut saya,  kedua hal itu, yaitu cinta dan ilmu, merupakan kedua hal yang saling menjalin, bukan memisah atau mendiskriminasi, atau bahkan memfragmentasikan satu sama lain: itu konyol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari belajar lagi dan berusaha untuk mencintai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu dulu, mengapa hanya mencintai? Mengapa tidak dicintai juga? &lt;br /&gt;Karena, rasa ingin dicintai ternyata dapat membuat kita sakit juga. Begini misalnya, kita selalu ingin merasa dicintai oleh banyak orang, bukan? Kita selalu ingin banyak orang berusaha untuk mendapatkan ‘cinta’ kita, bukan?  Kita selalu merasa bahagia jika kita dicintai oleh banyak orang. Tapi, bagaimana dengan mencintai? Ini merupakan perkara yang susah-susah-gampang. Ini perkara yang kadang kita lupakan. Jika, mencintai adalah asal-muasal perbuatan kita, rasanya semua akan menjadi  penuh kejutan yang manis. Maka, dicintai adalah suatu bonus belaka dari perilaku kita yang mencinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba saja resep manjur yang dapat dilakukan dalam hidup ini: belajar mencintai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-4682774419125091577?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/4682774419125091577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/06/belajar-mencinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/4682774419125091577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/4682774419125091577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/06/belajar-mencinta.html' title='Belajar Mencinta'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-7413381087288378991</id><published>2011-05-28T01:22:00.000-07:00</published><updated>2011-05-28T01:23:15.770-07:00</updated><title type='text'>Kopi Mistis</title><content type='html'>Selamat pagi semua, kali ini tugas-tugas saya masih menumpuk dengan manisnya sambil berkata: “Hai, Resna, kapankah kamu akan menyentuh kami? Bukankah kemarin senja kamu sudah puas tertawa terbahak melepas beban di semburat auramu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertawanya saya itu tertawa hampa, simbol dari gelap, nyatanya saya masih juga menyendu dengan semburat warna merah di sekeliling tubuh. Hanya saja, saya masih mencoba bersyukur karena saya masih dapat tertawa. Itu saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kopi yang mistis itu saya minum dengan lega. Ini penanda hati saya yang paling jelas. Pekat dan rindu. Rasanya kopi-kopi yang manis dan cantik tak pantas untuk memeluk lidah yang di dalamnya terdapat lubang-lubang fana. Bukan tak pantas, lebih tepatnya lagi adalah  tidak pada waktu yang sesungguhnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada benarnya, pilihan kopi bagi seorang saya. Pernah suatu kali saya memesan secangkir kopi yang pahit dan pekat. Namun, saya batal melakukannya, karena apa? Karena saya tidak berani mengecup kepahitan dan kepekatan. Saya takut merasakannya. Barang kali itu alasan mengapa kopi selalu dibuat menjadi manis, karena kita selalu merindukan kenikmatan dan kebahagiaan, dan sedikit mengecup kepahitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kopi mistis itu tak lagi membuat kening saya berkerung pada akhirnya. Justru saya menjadi sangat menikmatinya. Menikmati aroma dari biji-biji kopi aroma dan juga gerusan kopi halus yang menempel pada langit-langit mulut saya. Nikmat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sebenarnya. Ini yang saya cari. Pahit bukan menunjukkan kesedihan dan kegelapan. Tapi, menunjukkan suatu cara lain menikmati hidup. Ya, cara yang berbeda, di luar cara yang indah. Cara yang eksotis namun nyatanya lebih membahagiakan, jika dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja saat itu saya tak meminum terus kopi mistis itu, barang kali saya tak akan merasakan kebahagiaan di balik kepekatan biji kopi halus nan pahit itu. Saya justru semakin lega dan bersyukur telah meneguk kopi mistis itu hingga akhir. Saya jadi berpikir, ingin merasakan kopi negeri berputar yang katanya sangat pahit itu. Mari mencobanya di suatu hari nanti!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-7413381087288378991?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/7413381087288378991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/05/kopi-mistis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/7413381087288378991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/7413381087288378991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/05/kopi-mistis.html' title='Kopi Mistis'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-2771279223373451436</id><published>2011-05-16T09:28:00.000-07:00</published><updated>2011-05-16T09:29:12.738-07:00</updated><title type='text'>Pernah Bertemu (Filsuf)</title><content type='html'>Psikologi tidak pernah puas hingga kini. Ia terus mencari celah menuju kesempurnaan; ia pun tengggelam dalam lumatan berdarah yang dibuat dirinya sendiri. Tidak objektif juga ketika diri saya berkata sedemikan rupa; karena pada dasarnya psikologi pun hanyalah bagian dari suatu proses yang akan pergi menuju Ke Sana.  Saya mau dengan sungguh-sungguh, untuk belajar tentang konsep keseluruhan yang bersatu dengan manis ini.  Sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saja tadi saya membaca tentang beliau untuk ke sekian kalinya; karena halaman-halaman dalam Google terus saja memuat namanya hingga ke halaman 20 sekian, bahkan 30 sekian. Saya sendiri merasa bahwa rasanya cukup pantas jika beliau diberikan baju sosial yang bernama filsuf. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berlebihan sepertinya. Karena, saya sungguh belum mampu untuk ‘menyeimbangkan’ apa yang beliau katakan dan rasakan kepada pemahaman saya yang baru sebesar mikro-ingus ini. Haha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat tidur dan bangun di pagi hari! Ternyata masih banyak yang harus kita pelajari pada esok hari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-2771279223373451436?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/2771279223373451436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/05/pernah-bertemu-filsuf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/2771279223373451436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/2771279223373451436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/05/pernah-bertemu-filsuf.html' title='Pernah Bertemu (Filsuf)'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-1385090541655724190</id><published>2011-05-16T07:31:00.000-07:00</published><updated>2011-05-16T07:32:52.912-07:00</updated><title type='text'>Koneksi Romansa</title><content type='html'>Pertengahan Mei, saya merasa sedikit lengang dengan tugas. Ini sangat saya syukuri, karena perlahan, tugas-tugas hampir semua dapat diselesaikan dengan cukup baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja yang menjadi lucu, saya jaadi tumpul untuk menuliskan sesuatu, karena tak ada asupan nutrisi yang masuk, maka, tak ada pula berak yang keluar melalui anus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hikmahnya dari setiap kejadian menyulitkan dan tak menyenangkan. Ada pelajaran juga yang didapat ketika ternyata menulis hanya dijadikan sebagai berak. Haha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, satu saja yang hari ini saya dapatkan, bahwa saya begitu sangat tidak peka dengan lingkungan, terutama, peduli dengan orang-orang di sekitar, baik itu yang berrelasi sangat dekat maupun tidak. Saya hanya selalu merasa membutuhkan cinta kasih dari banyak orang, dan lupa untuk memberikan perasaan tulus lainnya. Saya jadi teringat dengan Bapak Fromm pada masa itu yang menyatakan bahwa kecenderungan kita pada saat ini adalah ingin dicintai, tanpa ingat bagaimana mencintai. Saya rasakan, hal ini memang gejala sakit yang ternyata ada dalam diri saya. Haha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali kamar-kamar tertutup yang saya baca dan kemudian saya coba pahami melalui hati; saya merasa terpukul setelahnya. Betapa saya tidak bisa melakukan apapun kepada banyak orang, barang kali, hanya lantunan do’a yang semoga dikabulkan untuk orang-orang dengan kamar tertutupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeleknya saya adalah terbiasa untuk berteman dengan orang-orang yang kekinian berada di sekitar saya. Artinya, orang-orang di masa lalu sering saya ‘lupakan’ secara alami dan alhasil, memang relasi sosial saya hanya segini saja. Ya, segini saja. Betapa saya sering kali tidak peduli dengan keberadaan orang lain yang sebetulnya adalah koneksi romansa ciptaan-Nya, hingga pada akhirnya, dengan berkoneksi romansa itu, saya bisa seperti ini dan bisa seperti itu, bisa memiliki rasa seperti ini dan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, ini sebetulnya hanya berak yang direnungkan saja, mencoba memahami waktu yang terus terlewati. Besok adalah hari dimana waktu telah bergulir selama 2 tahun, dan saya ingin menangis lagi hingga ingus ini terasa kental karenanya, haha! Selamat tidur semua!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-1385090541655724190?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/1385090541655724190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/05/koneksi-romansa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/1385090541655724190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/1385090541655724190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/05/koneksi-romansa.html' title='Koneksi Romansa'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-7763046687279511870</id><published>2011-05-06T05:36:00.000-07:00</published><updated>2011-05-06T05:37:03.115-07:00</updated><title type='text'>Di Ujung Sumur</title><content type='html'>Si pendulum hati berdentang 12 kali; ini pertanda adanya makhluk yang bernama sedih sedang mengetuk lubang pintu di batin. Do’a yang dipanjatkan hari ini adalah: “Tuhan, saya minta dibebaskan dari segala harapan yang menjunjung tinggi lewat diri saya. Saya hanya manusia yang bisa mengecewakan siapa pun. Maka, kuserahkan segala milik-Mu pada diri-Mu lagi; harapan hanya ada pada Engkau, wahai Empunya Kuasa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak adalah harapan dari yang membuatnya: orang tua. Lewat si anak, orang tua berharap bahwa semoga hidup bisa memihak pada mereka; semoga cita-cita yang tak terwujudkan pada orang tua, bisa diwujudkan oleh si anak kelak. Banyak harapan yang dilahirkan bersama hidupnya si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kemudian si anak berkata pada dirinya, mengapa aku dilahirkan dengan membumbungnya harapan yang dibebankan pada punggungku yang rapuh ini? Mengapa diri didelegasikan untuk mengecap ramuan pahit kehidupan? Gelap yang kurasa di ujung jalan kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada intinya, si anak hanya bisa melihat kegelapan sumur tanpa tahu dasar dari sumur tersebut. Hanya gelap yang dirasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada saatnya, si anak mesti berani jatuh ke lubang sumur itu dengan alasan tertentu. Apakah alasan seseorang harus berani jatuh ke dalam sumur yang gelap, yang tak diketahui dasarnya seperti apa? Karena gelapnya sumur barang kali adalah gerbang kehidupan yang sesungguhnya. Ah, tapi sebenarnya tidak tepat juga jika kehidupan hanya digambarkan oleh gelapnya sumur, sebab, di balik itu semua, terdapat jernihnya air di dasar sumur yang bisa dikecup jika telah berhasil melewati ketakutan akan gelapnya sumur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, air adalah salah satu sumber kehidupan. Air alami yang disaring lewat bebatuan alami di seluruh penjuru dunia adalah kunci kehidupan. Berharap tujuan diri itu seperti kejernihan dan kemurnian setetes air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuhnya diri kita ke lubang sumur yang gelap adalah pertanda kehidupan, di mana harapan kita adalah kejernihan diri yang diwakilkan oleh air, bagian ciptaan-Nya. Saya hanya merasa, barang kali kekinian yang sedang dirasa adalah merontanya diri di bagian atas lubang sumur, berusaha untuk membaui dan mengecup peristiwa yang akan terjadi di bawah sana. Apakah saya akan bertemu ular? Serangga liar? Licinnya sumur? Atau apa lagi yang akan saya terjang di depan sana? Saya tidak pernah tahu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya diri tengah mengharap mampu mengecup si tetes air yang menyejukkan di bawah sumur yang gelap tersebut. Itu cita-cita saya, sebagai si anak. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-7763046687279511870?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/7763046687279511870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/05/di-ujung-sumur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/7763046687279511870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/7763046687279511870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/05/di-ujung-sumur.html' title='Di Ujung Sumur'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-7261278185226383202</id><published>2011-05-04T06:33:00.000-07:00</published><updated>2011-05-04T06:34:50.097-07:00</updated><title type='text'>Belajar Bahasa</title><content type='html'>Sebagai pribadi yang biasa-biasa saja, saya jadi teringat pemimpin-pemimpin kita saat mendeklarasikan janji atau visi dan misi yang mereka rangkai sedemikian indah. Banyak istilah tingkat dewa yang hanya dapat dimengerti oleh sebagian (eksklusif) orang yang tentunya “well-educated”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan orang-orang pintar zaman sekarang adalah hanya sedikit atau bahkan tidak mau sama sekali belajar bahasa. Mengapa? Mereka lupa untuk menerjemahkan istilah tingkat dewa menjadi bahasa yang sederhana. Hey, penemuan-penemuan canggih kita itu tidak akan menjadi penting, jika kita hanya berjibaku dengan istilah maha-super-bikin-pusing orang yang tak paham. Malu saya dengan diri sendiri, mengingat pernyataan dalam halaman ini saja masih banyak istilah tingkat dewa bejat itu. Haha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang bagus adalah penelitian yang membuat pembacanya mudah mencerna; yang perlu digaris bawahi adalah pembaca dari banyak kalangan, bukan para akademisi saja. Ini jadi PR penting buat saya dan banyak orang lainnya yang sedang bergelut dengan apa yang saya lakukan. Artinya, kita mesti belajar bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Selain itu juga mesti pandai dan rajin mengarang; bukan mengarang cerita seperti zaman SD, tapi rajin menerjemahkan istilah tingkat dewa, menjadi membumi-lah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, pernyataan-pernyataan di atas adalah keluh-kesah saya ketika membaca buku yang sedari kemarin saya uraikan. Buku ini memang bagus dan niatnya sangat bagus, tapi saking bagusnya membuat saya pusing karena banyak istilah tingkat dewa di atas. Saya hanya terbayang dengan para pembaca yang tidak memiliki dasar sama sekali ketika membaca buku itu; pasti buku tersebut langsung disimpan di bagian bawah rak buku, alias tidak direkomendasikan. Haha! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang jelas, saya sangat merekomendasikan buku tersebut. Hanya saja, Pak Dosen-ku yang sangat pintar ini mesti mengubah sedikit cara berbahasanya menjadi lebih sederhana. Atau, baiklah, saya ingin saja sebenarnya menguraikan isi buku tersebut dalam halaman ini, dan semoga bisa memaparkannya dengan bahasa bumi, yang sederhana namun menawan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangka!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-7261278185226383202?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/7261278185226383202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/05/belajar-bahasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/7261278185226383202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/7261278185226383202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/05/belajar-bahasa.html' title='Belajar Bahasa'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-5772428116164537995</id><published>2011-04-30T08:15:00.001-07:00</published><updated>2011-04-30T08:17:09.196-07:00</updated><title type='text'>Ambiguitas Sikap</title><content type='html'>Dari deretan rak buku yang saya miliki; saya baru teringat pernah memiliki satu buku kata-kata mutiara yang bertemakan “Kebahagiaan”. Jadi, ceritanya, saya suka mengutip kata-kata dalam buku tersebut untuk mengutipnya di hadiah yang saya berikan pada teman-teman. Hingga akhirnya saya menemukan kembali suatu kalimat yang saya temukan di dalam buku tersebut di halaman yang lain, di saat diri saya sedang mencari bahan untuk seminar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“We cannot change our past. We cannot change the fact that people will act in a certain way. We cannot change the inevitable. The only thing we can do is play on the string we have, and that is our attitude. I am convinced that life is 10% what happen to me and 90% how I react to it. And so it is with you...we are in charge of our Attitudes.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, saya kemudian kembali tersenyum melihat kata-kata tersebut yang dikontruksi menjadi kalimat-kalimat  indah dan menawan. “Penemuan” kalimat ini pun rasanya adalah suatu kebetulan yang tidak dapat diduga-duga begitu saja. Akan tetapi, bagi saya, kebetulan merupakan hakikat dari suatu kebenaran; itu yang saya yakini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat itu begitu menyentil saya, mengapa? Karena saya sedang berusaha menulis tentang Sikap, dimana teori-teori yang banyak itu saling berkontradiksi antar satu sama lain, dan ini sangat melelahkan!  Apalagi ketika saya menuliskan hal tersebut dalam kajian pustaka ini, begitu melelahkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengatakan bahwa meneliti tentang sikap itu sangat sulit. Lapiere mengatakan jika sikap diteliti secara kuantitatif, maka hanya akan menentukan suatu data kuantitatif yang akurat saja, tanpa kualitas di dalamnya. Akan,tetapi jika diteliti dengan menggunakan metode kualitatif, maka akan menimbulkan banyak error subjektif di dalamnya. Betapa tidak, saya sungguh dicemaskan oleh hal tersebut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, yang perlu saya prioritaskan adalah mencoret cara kuantitatif (maaf). Rasanya saya tidak mau membuat sikap itu hanya menjadi suatu deretan angka yang kemudian di terjemahkan menjadi kalimat seadanya, hehe. Jadi, cara kedua adalah mengelaborasikan antara metode kualitatif dan kontemplatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi, saya sungguh merasa lelah membahas materi ini, merasa tidak berdaya akan segala hal yang berbau kontradiktif. Akan tetapi, saya semakin menyadari bahwa sikap bukanlah sesuatu hal yang mesti dienyahkan begitu saja, karena hal tersebut adalah sumber bagi diri kita untuk berperilaku. Tsah! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memiliki sikap akan suatu objek, manusia, peristiwa,fenomena, gambar, dan lain-lain. Hal itu merupakan sesuatu hal yang sangat komplek di mana tempatnya adalah di dalam diri kita. Dan ada benarnya perkataan Swindoll bahwa kita memiliki sikap tertentu akan sesuatu hal yang terjadi di dalam hidup kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika begitu, saya harus semangat kembali untuk mencari sikap,sikap,dan sikap. Haha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 menit kemudian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, Tuhan. Rasanya saya seperti hendak meminum teh berisi racun yang dibuat sendiri. Mengapa? Dari literatur yang saya baca, ternyata sikap telah memiliki standarisasi dalam pengukurannya. Barang kali, kita mengenal skala Likert yang super ketat dalam menghitung sikap. Ini menjadi suatu tantangan tersendiri ketika saya harus meneliti tentang sikap, apakah format eksplorasi ini akan berhasil menguak suatu sikap sosial?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, Tuhan. Ada apa dengan Allport? Dia membuat sikap menjadi sesuatu hal yang bersifat individuasi. Jika, seperti itu, apalah artinya suatu sikap sosial? Hiks. Maka, jika kita terintensi dengan ucapan Allport, tak akan ada suatu sikap sosial, OH! Saya jadi sakit kepala sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenang Resna, Allport hanya hidup di tahun 1930-an, oleh karenanya, akan banyak sekali hal yang berubah pada setiap waktunya. Jika sikap hanya ditentukan dengan ya/tidak, suka/tidak suka, setuju/tidak setuju, maka, apalah artinya penulisan yang saya lakukan ini? Haha.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percaya saja dengan keyakinan diri ini, bahwa sikap bukan hanya tertuju pada suatu oposisi biner. Sikap adalah suatu makhluk yang unik dan kompleks. Haha, walaupun demikian, tetap saja saya masih merasa ketar-ketir dalam penulisan ini. Puh!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-5772428116164537995?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/5772428116164537995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/ambiguitas-sikap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5772428116164537995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5772428116164537995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/ambiguitas-sikap.html' title='Ambiguitas Sikap'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-2038501034522118357</id><published>2011-04-26T19:08:00.000-07:00</published><updated>2011-04-26T19:09:31.142-07:00</updated><title type='text'>Hitam Manis</title><content type='html'>Dijerat lagi dengan segudang kegiatan yang tanpa henti. Mengeluh lagi, haha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah 2 minggu sepertinya, mata kiri saya kekedutan, ada yang mengatakan bahwa saya akan bersedih ria asmara. Ternyata benar, saya tengah bersedih. Ah, bukankah setiap kehidupan itu selalu dilalui dengan kebahagiaan dan kesedihan? Nampaknya tak ada hubungan yang kompak antara kekedutan mata dengan kesedihan ataupun kebahagiaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, rasa ini lain, kesedihan sekaligus kebahagiaan bergelimang dalam satu waktu tertentu. Ironis sekaligus manis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, kesiapaan akan segala kemungkinan memang harus terus dimantapkan. Karena kita memang hanya manusia yang tidak akan terbang saja. Kita pun akan jatuh pada waktu tertentu, ataupun sebaliknya. Akan tetapi, ada tugas lain yang mesti kita miliki, yaitu memaknai segala kejadian yang terjadi. Ya, semuanya pasti ada alasan mengapa suatu peristiwa terjadi dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak pernah menyesal pernah kecewa di masa lalu, apalagi bahagia di masa lalu. Karena semuanya yang mengantarkan diri saya pada keberadaan saya pada saat ini. Hanya saja,saya memang takut dengan kata: kehilangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, saya takut kehilangan banyak hal. Tetapi, kesemuanya itu memang bukan milik saya; saya hanya meminjamnya. Atau mungkin, saya juga takut akan kebaruan atau kedatangan yang baru. Ini sama mengerikannya. Mengapa? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikatan emosional saya sangat kuat dengan apa yang saya rasakan sudah seperti milik saya. Kebaruan adalah sesuatu yang mesti dipersepsikan berulang, sekaligus dirasakan berkali-kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, kebebasan manusia adalah kehampaan. Diri saya dibebaskan dengan penuh rasa tanggung jawab di lingkungan. Yang perlu dipahami adalah bahwa pada dasarnya  kebebasan itu sangatlah terbatas, karena setelah kebebasan itu direnggut dengan manis, ternyata sudah ada janji yang dipinta dari banyak sosok yang telah memberikan saya kebebasan tersebut. Tanpa sadar ternyata telah ada pisau yang akan menikam dari berbagai sudut yang saya tidak ketahui. Sakit rasanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa, perempuan dipandang sukses jika menikah dengan lelaki yang bonafit? Apalah artinya pendidikan yang tinggi dan karir yang mengagumkan, ketika pandangan utama masyarakat hanyalah pernikahan indah dengan lelaki ber’kasta’ tinggi?”&lt;br /&gt;Ah, untuk apa kita membuat diri hanya tertuju dengan pandangan manusia, sedangkan pandangan itu belum tentu baik pula? Novia Kolopaking saja pernah berkata bahwa dirinya hanya ingin tertuju pada pandangan Tuhan, hingga diusir dari dunia pun tak apa. Mengharukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, betapa saya mudah sekali untuk runtuh dan kalut seperti ini. Hanya dengan kesadaran, kesabaran, dan keyakinan semuanya akan terlihat indah di dalam keadaan apa pun. Semoga Segi Tiga Tertinggi tengah memelukku dari peraduan-Nya!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-2038501034522118357?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/2038501034522118357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/hitam-manis.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/2038501034522118357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/2038501034522118357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/hitam-manis.html' title='Hitam Manis'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-4942289224775175466</id><published>2011-04-24T06:24:00.001-07:00</published><updated>2011-04-24T06:24:50.966-07:00</updated><title type='text'>Ketiga</title><content type='html'>Meneliti tentang paradigma dalam tes minat, ah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Masih juga membahas buku yang sama, Revolusi Integralisme Islam. Terlalu banyak yang saya dapatkan dari buku tersebut, sehingga kemudian membuat saya harus menguraikannya satu demi satu. Jika diuraikan sekaligus, maka, saya akan segera lupa apa yang akan ingin dituliskan dalam halaman ini, haha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja saya teringat akan pernyataan-pernyataan yang muncul dalam tes minat, yang pada akhirnya mengerucutkan minat saya pada hal yang berbau estetik dan literatur, menjadi seorang seniwati dan penulis. Baiklah, bagi saya, minat ini dirasa sungguh aman, dibandingkan dengan minat-minat yang lain, saya pikir memang seperti itu, haha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya saya ingin sekali menjadi seorang ilmuwan. Entah mengapa saya ingin sekali memberikan kontribusi pemahaman saya terdapat salah satu bidang ilmu pengetahuan, misalnya saja kepada psikologi.  Akan tetapi, mengapa minat saya tidak mengerucut pada ilmuwan? Dikarenakan pernyataan-pernyataannya terlalu positivistik, juga materialistik. Seolah-olah pernyataan tersebut membatasi diri saya pada hal yang berbau nomotetis saja, hukum-hukum, tok. Tapi, memang hukum-hukum tersebut sebenarnya ada, dan patut dipahami lebih lanjut, bahwa sebenarnya kesemuanya itu adalah bayang-bayang dari hirarki yang paling tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan mengenai ilmuwan tersebut ternyata memang hanya tertuju pada hal semacam itu, berkaitan hanya dengan hukum saja, nomotetis, titik. Padahal sebenarnya, ilmu tidak bisa direduksi jadi semacam mesin, karena kita memiliki potensi dari-Nya yang luar biasa untuk bisa mendekatkan diri pada-Nya melalui ilmu-ilmu itu. Sungguh disayangkan sekali, jika akhirnya ternyata ilmu tersebut membuat kita memiliki jarak yang sangat jauh dengan-Nya. Hell, semacam teknopoli yang semakin mengerikan, seperti sihir modern adakadabra, haha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ingat ketika saya mengontrak mata kuliah psikologi transpersonal, namun kemudian pilihan saya tersebut sedikit dilecehkan dengan orang-orang yang lebih tua, hanya karena dosen saya tidak berasal dari psikologi, tapi memiliki latar belakang pendidikan fisika. Ada yang mengatakan, “pasti kuliahnya engga ngena kalau yang ngajarnya bukan dari psikologi”. Dan saya tidak peduli dengan itu semua! Betapa angkuhnya pernyataan tersebut, karena sebetulnya psikologi sendiri ternyata hanya bagian kecil dari ilmu-ilmu yang ada di dunia ini. Hanya karena kita orang psikologi kemudian menolak apa-apa yang diajarkan oleh orang di luar psikologi, sungguh angkuh, teman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan baca saja buku yang sedang saya baca ini. Buku ini justru membuat kita memahami bahwa untuk menjelaskan satu fenomena, dibutuhkan banyak sekali ilmu dan aliran filsafat yang saling bekerja sama. Apa fisika hanya akan membuat kita mempelajari soal gaya gravitasi, hukum Newton, dll? Tidak juga. Karena fisika itu sendiri terus berkembang, hingga muncul pemikiran Fritjof Capra yang sangat unik, dalam buku yang berjudul The Tao of Physics (walaupun saya belum menyentuh buku itu sama sekali karena harganya mahal, haha). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya semakin yakin, bahwa psikologi tidak dapat berdiri sendiri; ia harus bekerja sama dengan banyak ilmu lainnya dan juga tentu dengan ilmu tentang-Nya. Maka, jika saya ditanya apakah tetap ingin menjadi seorang psikolog? Saya rasanya masih juga ingin menggeleng-gelengkan kepala saja, karena saya ingin belajar lebih banyak lagi untuk memberikan kontribusi yang besar bagi psikologi. Jadi, tak mesti jadi seorang psikolog juga, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sepertinya menjadi impian dalam benak saya. Meskipun memang banyak keterbatasan dalam diri saya, tapi saya rasa, semuanya mengharu biru, sungguh saya ingin mengecupnya dengan halus dan penuh cinta. Sehingga pertanyaan lainnya adalah maukah orang –orang psikologi ini membuka hatinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu lagi ramuan terakhir yang mesti dimiliki oleh banyak ilmuwan atau siapa pun manusia itu, yaitu: kerendahan hati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-4942289224775175466?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/4942289224775175466/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/ketiga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/4942289224775175466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/4942289224775175466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/ketiga.html' title='Ketiga'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-5131274883328548923</id><published>2011-04-24T06:23:00.000-07:00</published><updated>2011-04-24T06:24:10.335-07:00</updated><title type='text'>Kedua</title><content type='html'>Malam hari, tanggal 23, saya berpacu dengan buku yang baru saya beli. Susah sekali membacanya, tapi sesekali saya tertawa ketika memang ada sesuatu yang patut ditertawakan. Ini lelucon yang cerdas menurut saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya saya menemukan satu kata yang asing: Imagologi. Jika saya gambarkan, barang kali ini seperti monster bernama Imago atau entahlah, yang jelas istilah ini sangat menggelitik pikiran saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, imagologi ini adalah cucu buyutnya dari mitologi. Nah, yang ini tentu akrab di telinga kita. Dahulu, nenek moyang kita bermitos-ria dengan mitologi dan sekarang, kita pun ternyata dihadapkan dengan hal yang serupa, yaitu imagologi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, kata ini diproklamasikan oleh Milan Kundera. Si novelis ini mengatakan bahwa imagologi memiliki peranan sebagai pembunuh berdarah dingin sesuatu yang bernama ideologi. Tapi, si penulis merasa bahwa sebenarnya imagologi dan ideologi itu saling berinteraksi. Ideologi berperan untuk membuat kita meningkatkan produksi dan imagologi memiliki peranan untuk membuat kita meningkatkan konsumsi terhadap produksi tersebut. Ah, bingung rasanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup sekian, kutipan tidak langsung dari buku Pak Dosen-ku itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, saya ingin mengejewantahkannya dengan apa yang saya pernah bicarakan bersama Cakrik di masa yang lalu.  Imagologi itu seperti sihir modern, bahkan posmodern. Di mana kita dibuat percaya oleh tahayul yang manis dan canggih; membuat kita memiliki banyak keinginan yang tidak mudah untuk dikendalikan alias sulit. Ternyata, sihir itu ada di televisi, atau layar-layar yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita percaya akan suatu hasil produksi tertentu, kemudian, kita membelinya. Kita merasa cocok akan suatu produk yang satu dan yang lainnya, kemudian kita membelinya secara rutin. Hingga kemudian kita tidak sadar, tidak dapat membedakan tentang kebutuhan dan keinginan. Kita dileburkan oleh fakta yang difiksikan, atau fiksi yang seolah-olah menjadi fakta. Padahal, segala apa yang kita terima itu jadi di luar atau di sebrang realitas yang ada; di mana kita memiliki penyakit yang ganas, yaitu percaya tahayul versi modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berabad lalu&lt;br /&gt;Penyihir menantang Musa&lt;br /&gt;Berkata padanya, “Ku perlihatkan kristal istimewa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musa nyinyir&lt;br /&gt;Itu sihir, wahai penyihir, ujarnya.&lt;br /&gt;Ku perlihatkan hirarki tertinggi: Kuasa Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sulit memang jika kita menolak segala yang ada di lingkungan ini. Kita terjebak begitu dalam di samudera pekat, di mana cahaya yang patut kita cari hanya Dia. Tak apa jika saya dibilang idealis, eksistensialis, komunis, liberalis, semriwis, atau apa pun itu. Yang jelas, kita tidak bisa membuang pengetahuan dan kemudian membuat dalih bahwa itu tidak patut dipelajari. Tenang saja, karena semua pengetahuan itu berinteraksi, dari tesis bertemu antitesis dan kemudian menjadi sintesis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa, ada benarnya ucapan Pak Dosen-ku itu. Jika kita meletakkan Segi Tiga di hirarki tertinggi, kita tak perlu takut untuk terjerembab lagi. Percaya saja, Segi Tiga itu sangat indah: Si Empunya Kuasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-5131274883328548923?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/5131274883328548923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/kedua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5131274883328548923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5131274883328548923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/kedua.html' title='Kedua'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-7611590440049859682</id><published>2011-04-24T06:22:00.000-07:00</published><updated>2011-04-24T06:23:04.837-07:00</updated><title type='text'>Kesatu</title><content type='html'>23 April kemarin, Tuhan memutuskan yang lain. &lt;br /&gt;Ya, aneh sekali rasanya, bersama beberapa kawan dari UPI, kami mendatangi seminar tentang perempuan. Pembicara perempuannya mantap sekali dan saya suka, karena apa yang diutarakan itu mirip dengan apa yang dosen saya bilang tentang persoalan gender, di mana penanggulangan masalah perempuan ini bukan hanya berfokus pada perempuan, tapi juga demi penanggulangan banyak masyarakat sipil lainnya. Menarik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat tidak, dahulu saya pernah mengkritik penjurian tentang karya tulis ilmiah, dan oh Tuhan, saya ternyata malah menjuarai (walau ketiga) perlombaan tersebut. Saya jadi bertanda tanya ria, betapa Yang Maha Kuasa tengah memutuskan hal lain yang di luar kemampuan saya untuk menalar persoalan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, semua pasti ada alasannya. Haha, dan ternyata saya mendapatkan uang pembinaan dari perlombaan tersebut dan kemudian (tentu saja) saya segera membelanjakannya dengan buku-buku. Yang mengejutkan lagi, di tempat buku diskon langganan saya, ternyata dijual buku yang sudah lama saya cari-cari. Judulnya adalah Revolusi Integralisme Islam, karya Armahedi Mahzar, seseorang yang pernah mengajari saya psikologi transpersonal di ruang kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ada satu buku lagi yang saya ingin beli sebenarnya, yaitu bukunya Fritjof Capra, eh, tepatnya testimoni tentang pemikiran Fritjof Capra,tapi, entah mengapa, saya pikir ditunda dulu saja pembelian buku ini, saya ingin menikmati perlahan, dunia yang satu ini: integralisme, haha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membeli buku, saya segera menemui Itul, kami janji untuk pergi ke jalan Asia-Afrika,karena di sana sedang ada keramaian yang sebetulnya tidak seru-seru amat. Ya, walaupun akhirnya saya menemukan satu kalung dengan gantungan gunting. Ini aneh sekali, tapi saya menyukainya. Haha. Kemudian, kami pun memasuki gedung KAA, dan segera menuju ke ruang audio visual, menonton film pendek ala Zimbabwe yang sangat mengerikan sekaligus mengharukan. Walaupun saya menikmatinya secara singkat, tapi, saya sendiri tidak begitu kecewa. Serius!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, perjalanan di atas masih merupakan sebagian kecil dari kebahagiaan saya. Banyak sekali yang saya ingin tuliskan, tapi saya rasa, cukup sampai di sini dulu saja, ada hal yang ingin saya pahami sebelumnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-7611590440049859682?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/7611590440049859682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/kesatu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/7611590440049859682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/7611590440049859682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/kesatu.html' title='Kesatu'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-8238708459452394485</id><published>2011-04-22T07:07:00.000-07:00</published><updated>2011-04-22T07:08:11.330-07:00</updated><title type='text'>Pekatnya Sunyi (2)</title><content type='html'>Berkutat kembali dengan seminar; meskipun sang pembimbing sedang ada di negeri sepak bola dan monarki, tapi rasanya tugas ini semakin berat saja, karena kali ini,saya harus mengetik dan mengetik terus tentang kajian pustaka atau landasan teori. Haha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hari ketiga kita berdiam diri. Tidak tahu juga kita mau apa dan sedang apa kamu disana. Ha! Sudahlah, karena bagi saya, semuanya akan berjalan dengan baik, yang dibutuhkan hanyalah satu, yaitu kesabaran dan kesadaran, serta keyakinan untuk dapat menikmati semua dinamika. Ya, barang kali sekarang dia sedang belajar aksara kuno, dan kemudian menikmati pembelajarannya hingga nanti malam, mungkin besok, atau sebulan demikian. Siapa yang tahu, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, saya akan berkomunikasi saja dengan kesunyian yang ada pada halaman ini. Siapa tahu saja saya dapat menangkap esensi dengan intuisi yang payah ini, haha.  Lucunya lagi, ini semua menyebabkan saya sakit luar biasa, hingga darah mengucur dari vagina, kelelahan mental yang cukup menguras kesakitan fisik. Berlebihan sekali efeknya dan saya tidak dapat menduganya sama sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya kali ini hanya si Kompek, karena ia bisa menjadi tempat bagi saya untuk mencurahkan segala pandangan dan mengubahnya menjadi kata-kata. Segala kejadian memang terdapat alasan indah di dalamnya, meskipun kini saya ada dalam kesakitan fisik. Ah tidak apa-apa, Resna. Sungguh tidak mengapa dan tidak perlu dikhawatirkan begitu dalam. Berdo’a saja, semoga Sang Maha Kuasa akan memeluk saya di setiap waktu. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-8238708459452394485?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/8238708459452394485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/pekatnya-sunyi-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/8238708459452394485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/8238708459452394485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/pekatnya-sunyi-2.html' title='Pekatnya Sunyi (2)'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-4359706220812331656</id><published>2011-04-21T21:56:00.000-07:00</published><updated>2011-04-21T21:57:27.618-07:00</updated><title type='text'>Berangan</title><content type='html'>Jum’at ini, saya mencoba fokus mengerjakan sisa-sisa tugas, psikoterapi dan konstruksi tes. Sangat membosankan rasanya karena saya harus menganalisis ini-itu dengan berbagai macam teori, ah mengeluh lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak apa-apa, mari kita lihat baik-baik apa yang terjadi di balik itu semua!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengerjakan konstruksi tes membuat saya ingin menjadi pengajar, aha, mengapa? Rasanya akan nikmat saja jika saya dapat membuka pengetahuan anak-anak, membuat mereka menjadi paham dan mengerti segala keunikan jagad raya ini. Ingin sekali rasanya menghapuskan label kelas terjelek, anak bandel, bodoh, dan lain-lain dari diri mereka. Karena bagi saya, mereka diciptakan dengan segala daya yang berbeda antar satu sama lain. Indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, saya pun berkutat dengan tugas psikoterapi yang membuat saya sesak sedemikian rupa. Kenapa? Karena saya merasa sedih sekaligus yakin, bahwa manusia memiliki hakikat untuk ‘menyembuhkan’ dirinya sendiri. Ada perasaan bahwa saya tak perlu menjadi psikolog untuk membantu mereka sembuh, cukuplah saja saya menjadi teman bagi mereka, ya, teman!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perbedaan yang sangat terasa ketika kita membawa nama psikologi, yaitu kode etik yang membuat saya berkerut kening. Rasanya memang, saya hanya ingin menjadi teman, karena ternyata psikologi ini telah membuat saya membatasi lingkup pertemanan saya sendiri. Haha, ironis bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun jadi berpikir bahwa saya memang tak menyesal memilih bidang ini, serius! Karena saya pun mendapatkan banyak pengetahuan yang sangat luas, terutama di dalam konsentrasi psikologi sosial. Karena, pada dasarnya memang saya ingin banyak belajar, ya, belajar apapun dan saya sangat menikmatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika (misalnya) saya mendapatkan kesempatan untuk meneruskan S2, kemungkinan saya melanjutkan kuliah S2 profesi psikologi sangatlah minim, bukan karena biayanya yang besar, tapi karena memang saya tidak begitu berminat. Apalagi setelah melihat senior yang sedang menginterpretasi hasil tes dan kemudian merumuskan dinamika kepribadian seseorang sebagai tugas regular kuliah S2-nya, oh tidak! Sungguh saya tidak tertarik, haha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, apa yang akan saya pilih? Ada dua sebenarnya yang sangat menarik minat saya, yaitu psikologi sosial dan filsafat. Haha. Mengapa memilih psikologi sosial? Karena saya memang masih memiliki minat yang banyak terhadap ke-pengetahuan ini. Ingat, saya tidak berminat menjadi  seorang psikolog, tapi, saya hanya ingin jadi ilmuwan psikologi saja. Membingungkan bukan? Perlu diketahui bahwa S2 psikologi itu memiliki dua kemungkinan alur, yang pertama menjadi seorang ahli profesi (psikolog) dan yang kedua menjadi ilmuwan saja (seperti peneliti dan pengajar). Jadi,kemungkinan yang akan saya pilih adalah yang kedua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, mengapa saya ingin memilih filsafat? Sulit rasanya merumuskan ini semua. Tapi, yang perlu diperhatikan adalah bahwa saya memang senang belajar banyak hal dan saya rasa, filsafat adalah ilmu yang mendasari semua bidang ke-ilmu-an lain. Ingat tidak, bahwa para filsuf pada mulanya berfilsafat terlebih dahulu dan kemudian ketika terdapat bukti-bukti empiris terhadap suatu hipotesis, maka bidang filsafat itu akan membelah, dan menjadi bidang ilmu yang baru, seperti matematika, fisika, dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja teori-teori psikologi, dasarnya saja ilmu filsafat, bukan? Memang, ilmu ini kurang aplikatif, akan tetapi, jika dilihat dan diperhatikan ternyata tengah menyusup pada bidang keilmuan yang lain. Haha. Tapi, tentu saja, bukan hanya filsafat Barat saja yang akan saya pelajari, segala hal yang berbau Timur pun ingin saya pelajari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, itu baru angan-angan saja. Minat saya bisa saja berubah pada suatu hari nanti, mungkin sosiologi, antropologi, geologi, atau apapun itu. Tapi, yang saya rasa inginkan tetap saja satu: saya ingin lebih dekat denganNya dengan cara apapun itu! Semoga!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-4359706220812331656?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/4359706220812331656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/berangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/4359706220812331656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/4359706220812331656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/berangan.html' title='Berangan'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-5973067463854179359</id><published>2011-04-21T09:47:00.000-07:00</published><updated>2011-04-21T09:48:19.368-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Introspeksi'/><title type='text'>Pekatnya Sunyi</title><content type='html'>Malam ini, mengalun Camera Obscura dari pengeras suara si Kompek. Entah mengapa, suara-suara ini yang paling tepat mengantar hati saya ke dunia antah berantah; merasakan perasaan yang diharapkan dapat menemukan jawaban. Aha! Tidak semudah itu untuk menemukan jawaban; kita membutuhkan banyak waktu yang efektif untuk berkontemplasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin meringkas apa yang dipikirkan dan dirasakan dalam halaman ini. Namun, ternyata, tetap saja ada yang mengganjal, karena bagi saya, semuanya sedang tertidur dalam detik, hingga berjuta-juta detik waktu yang sangat panjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, kemanakah waktu akan menjawab kita? Kini saya hanya bisa mendesah dalam napas yang berat, karena sedari kemarin saya sesak, pening di kepala pun menemaninya. Hingga kemudian, tanpa saya rasa, bahwa beberapa tetes darah mengalir dari organ inti, di luar waktu yang diperkirakan. Ah, ini pertanda lelah yang menyeruak dengan ganas, hingga membuat cairah merah itu mengalir pada waktu yang tidak saya amin-kan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang kali, saat ini kita berbicara dalam sunyi yang pekat, membalut dalam aroma busuk yang mencekik tenggorokan. Bisa tidak kita berbicara sejenak dalam pekat kesunyian? Bisakah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, biar kali ini saya yang berbicara dengan sunyi; tanpa tahu kamu sedang apa di sana bersama kesunyianmu yang dirasa kelam oleh diri saya. Ya, berapa kali saya harus mengikuti arus ini, tanpa ada bagi saya berteriak lantang untuk menyatakan gelak perih di belakang rerusuk tubuh? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika begitu, baiklah, saya acungkan saja jari tengah pada langit, seolah-olah awan tengah menggambarkan dirimu!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-5973067463854179359?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/5973067463854179359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/pekatnya-sunyi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5973067463854179359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5973067463854179359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/pekatnya-sunyi.html' title='Pekatnya Sunyi'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-2323321873758441326</id><published>2011-04-21T06:23:00.001-07:00</published><updated>2011-04-21T06:31:08.458-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iseng'/><title type='text'>Youth</title><content type='html'>Entah mengapa, saya sedang tergila-gila akan tema &lt;span style="font-style:italic;"&gt;youth and movement&lt;/span&gt;. Barang kali karena saya mulai beranjak dewasa dan kemudian mulai bercermin akan diri sendiri: apa yang pernah dilakukan oleh saya untuk lingkungan? Atau barang kali juga kesukaan ini terjadi karena saya baru saja menonton This is England (Skinheads, baby!), Trainspotting (wujud alienasi dalam zat kimia), Global Metal (Interpretasi akan homogenisasi budaya), dan membaca Encyclopedy of Punk (Ini iseng saja untuk melihat tema-tema yang disajikan setiap band).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermacam-macam sekali manifestasi dari tema ini, tapi saya sangat tertarik sekali dengan musik. Entah mengapa, musik bisa jadi sebagai media para &lt;span style="font-style:italic;"&gt;youth-ers&lt;/span&gt; ini berpesta porak. Walaupun kita tidak pernah tahu bagaimana kehidupan di balik panggung! Haha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka barang kali merepresentasikan ke-alienasi-an yang mereka alami lewat musik. Takut untuk hidup sekaligus takut untuk mati juga, betapa cemasnya kita semua! Haha. Entah motif apa yang terkandung di dalamnya, namun, kecenderungannya adalah sama, yaitu ingin ‘bebas’, ingin semuanya ‘adil’, ingin semuanya ‘bahagia’. Semuanya itu seperti ketidaksadaran kolektif yang terkandung dalam diri setiap &lt;span style="font-style:italic;"&gt;youth-ers&lt;/span&gt; itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari zaman kemerdekaan, tahun 1998, hingga kini, semua pergerakan memang ada pada tangan pemuda (ini klise sekali), di mana di dalamnya terdapat gejolak-gejolak lain, yang berbeda antar satu sama lain, terutama dari caranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya harapkan sebenarnya adalah semoga si &lt;span style="font-style:italic;"&gt;youth-ers&lt;/span&gt; itu memang bertindak, bukan meniru-niru, atau hanya menyimbolkan diri tanpa mengerti motif dari simbol-simbol itu. Sebenarnya ini merupakan kaca untuk saya sendiri (lagi-lagi) dan media bagi saya agar semakin semangat untuk belajar. Hormat GRAKK! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagaimana dengan yang akan dilakukan oleh diri sendiri? Cara apakah yang akan digunakan untuk melepas ketidaksadaran itu? Tidak tahu juga sebenarnya! Haha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Youth, movement, and music are the collective unconscious. Ah, this is just a basic assumption, Resna! Let us know.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-2323321873758441326?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/2323321873758441326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/youth.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/2323321873758441326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/2323321873758441326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/youth.html' title='Youth'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-5172164471089104508</id><published>2011-04-16T18:44:00.000-07:00</published><updated>2011-04-16T19:03:59.318-07:00</updated><title type='text'>Kurcaci yang lain</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/--FPAj5_X79g/TapHjEbTQRI/AAAAAAAAAGc/KV_2BAW-nRI/s1600/P1210553.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/--FPAj5_X79g/TapHjEbTQRI/AAAAAAAAAGc/KV_2BAW-nRI/s400/P1210553.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596364154770506002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini cerita tentang kurcaci yang lain: Ananta (4.5 tahun) dan Adinda (3.5 tahun). Jadi, mereka ini adalah dua kurcaci yang mulai tumbuh besar dan semakin pintar sekaligus menggelikan. Haha! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang tidak tahu dengan jelas peristiwanya seperti apa, yang saya tahu hanya sebuah informasi dari mama (neneknya Ananta dan Adinda). Hari itu, mama sedang berkebun di taman mungil; mama memotong dahan atau daun-daun yang sudah kering dan nampak tidak indah, disimpanlah semuanya itu di satu tempat dekat pagar oleh mama. Ananta dan Adinda tidak bisa tinggal diam melihat ‘keramaian’ dan ‘kemenarikan’ itu semua, oleh karenanya, mereka pun memainkan dahan-dahan kering tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama pun pada akhirnya menyuruh mereka berdua untuk membuang dahan-dahan kering itu ke tempat sampah. Daripada mereka membuat tempat itu berantakan dan kotor, lebih baik memanfaatkan mereka untuk membantu mama membersihkan kebun, pikir mama waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit demi sedikit mereka buang dahan-dahan kering itu, hingga benar-benar bersih! Wah, mereka ini benar-benar kurcaci yang enerjik dan giat membantu mama. Haha. Hingga para tetangga pun memuji mereka berdua yang sangat pintar membersihkan dahan-dahan kering dengan tangan mungilnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, mama jadi sedikit kesal dengan perilaku Ananta, karena dia memindahkan posisi pot bunga besar ke tempat lain yang tidak semestinya disimpan. Mama pun bertanya pada Ananta “Lho, ko potnya dipindahin? Kan tempatnya di sana!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ananta tetap tidak mau memindahkan pot tersebut, hingga kemudian ia menjawab, “Nek, kasihan tumbuhannya kepanasan.”Ah! Mama saya kaget sekali ketika Ananta berkata sedemikian rupa, karena mama memang biasanya menyimpan pot bunga yang besar itu di tempat yang panas, langsung terkena sinar matahari. Sedangkan, Ananta peduli dengan ‘nasib’ si tanaman yang kepanasan, sehingga pada akhirnya, ia memindahkan pot bunga tersebut di tempat yang lebih teduh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya menggelikan dan mengharukan sebenarnya. Kita jadi bisa belajar dari kepolosan anak kecil yang menghargai tanaman; suatu makhluk hidup yang sering kali dianggap bukan sesuatu yang hidup. Kita sering kali angkuh karena kita adalah orang dewasa yang banyak belajar. Sedangkan, kita sendiri pada akhirnya tidak sadar bahwa sebenarnya belajar itu bisa darimana dan kapan saja. Tidak hanya di bangku kelas, kuliah, seminar, pelatihan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kita bisa renungkan adalah bahwa kita bisa belajar dari kepolosan anak kecil yang mencintai dengan tulus, tanpa manipulasi.Ya, cinta yang apa adanya dan murni. Ini suatu pelajaran yang membahagiakan sekaligus menyentil untuk saya yang difasilitasi oleh dua orang kurcaci itu. Oh!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-5172164471089104508?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/5172164471089104508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/kurcaci-yang-lain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5172164471089104508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5172164471089104508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/kurcaci-yang-lain.html' title='Kurcaci yang lain'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/--FPAj5_X79g/TapHjEbTQRI/AAAAAAAAAGc/KV_2BAW-nRI/s72-c/P1210553.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-5482132063856578430</id><published>2011-04-12T09:28:00.001-07:00</published><updated>2011-04-12T09:28:42.353-07:00</updated><title type='text'>Manja</title><content type='html'>Terkadang saya ingin manja, sangat ingin manja. Ingin ditemani olehnya, sekedar untuk mencetak kartu pos dan kemudian mengirimkannya. Ada saja alasan untuk tidak manja, yaitu agar bisa mandiri dan terasa berkaryanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, memang pada dasarnya saya tetap ingin dimanja dengan cara yang sederhana. Saya tidak meminta perhatiannya yang sangat banyak, apalagi duitnya. Yang saya ingin adalah dimanja, sekali saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau barang kali saya memang masih terviruskan oleh sinema elektronik di layar kaca. Tapi, keinginan ini tidak begitu irasional kok, serius!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-5482132063856578430?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/5482132063856578430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/manja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5482132063856578430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5482132063856578430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/manja.html' title='Manja'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-5928363630472947534</id><published>2011-04-11T17:40:00.000-07:00</published><updated>2011-04-11T17:42:30.033-07:00</updated><title type='text'>Definisi</title><content type='html'>Untuk mendefinisikan diri itu sangat sulit; apalagi mendefinisikan cerminan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20 bulan per-setubuh-an ini dirasa bagai perjalanan yang ketika dilamunkan akan timbul rasa bersyukur. Ya, bersyukur karena diri masih diberi usia tambahan mencari makna hidup. Bersyukur pula akan segala sesuatu hal yang berada di sekeliling diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin saja, kita habiskan waktu 15 jam untuk bermain di sekitar sawah, rumah sederhana, jalanan penuh polisi tidur, dan toko buku tua yang wangi. Tapi, sebetulnya kita ini apa? Teman? Kekasih? Sahabat? Pacar? HTS? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit untuk mendefinisikan itu semua, itu katamu.&lt;br /&gt;Kata saya, definisikan saja saya sebagai perempuan termanis di dunia, haha, dan kamu pun menyeringai muak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau misalnya saya dikatakan sebagai seseorang yang klise, baiklah, tak apa. Tapi saya pikir perjalanan ini memang sangat indah dan romantik, tak seperti di film hollywood ataupun sinetron lokal. Barang kali rasanya seperti film yang disutradai dan dimainkan seorang saya dan seorang dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini ada semacam intervensi dari orang-orang yang lebih tua, semuanya membuat khawatir dan sangat cemas. Hingga katamu kita tak tertuju pada suatu dimensi pertalian, karena pertalian itu adalah cara bukan tujuan. Kita semestinya hanya tertuju kepada The Mystery dan memang ada baiknya bersikap sedemikian rupa. Karena bagi saya, itu sangat melegakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya senang ketika berbicara dengan Itul tentang perjalanan seorang saya dan seorang dia: ini merupakan penceritaan yang membuat saya jatuh cinta dengan yang namanya proses, begitu romantik! Yah, romantik bagi saya adalah sesuatu hal yang selalu mengejutkan dan juga merupakan sesuatu yang membuat saya dapat mencerap pemahaman baru atau hasil berdialektika di antara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya berdo’a kepada The Mystery, lingkari kami dengan perlindunganMu, bimbinglah kami pada jalan menuju pelukanMu, karena kami berdua ingin menjerit saja merindukanMu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-5928363630472947534?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/5928363630472947534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5928363630472947534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5928363630472947534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/blog-post.html' title='Definisi'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-27043420108259092</id><published>2011-04-09T03:01:00.000-07:00</published><updated>2011-04-09T03:02:37.935-07:00</updated><title type='text'>Komunikasi</title><content type='html'>Romantis sekali ketika menangkap bentuk dan cara komunikasi-Nya yang melewati manusia, buku, nyamuk, kucing, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingin menangkap pesan dari selubung angin di pipa-pipa pabrik juga!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-27043420108259092?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/27043420108259092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/komunikasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/27043420108259092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/27043420108259092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/komunikasi.html' title='Komunikasi'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-5333277312930434211</id><published>2011-04-05T08:28:00.000-07:00</published><updated>2011-04-05T08:31:52.651-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Introspeksi'/><title type='text'>Menawarkan Pandangan Lagi</title><content type='html'>Sedari tadi, saya beradu pandangan dan pemahaman dengan si Cakrik. Kami menawarkan pemahaman baru kepada satu sama lain. Tapi, rasanya perbincangan tadi terlalu sensitif untuk dilakukan. Namun,di sisi lain, betapa pengetahuan yang dimiliki masihlah berupa bagian dari kertas; bukan menunjukkan keutuhan kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat akan metode yang digunakan oleh seorang dosen yang menyatakan bahwa terdapat 3 metode yang semestinya ada dalam suatu penelitian. Kita selalu beranggapan bahwa metode penelitian itu hanya ada dua, kualitatif dan kuantitatif. Titik, tanpa koma. Akan tetapi, dosen ini memberikan koma pada metode penelitian itu; jenis metode ketiga yang semestinya dan sewajarnya ada adalah metode kontemplatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita mendapatkan data hanya berdasarkan generalisasi dari suatu jumlah; itu disebut kuantitatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita mendapatkan data berupa pendeskripsian fenomena, maka kita menyebutnya sebagai kualitatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kesadaran kita ketika memandang metode tersebut masih sangat terlalu angkuh untuk menunjukkan suatu ke-pengetahuan yang luar biasa. Kita sering kali menganggap bahwa penelitian kita mengandung reliabilitas dan validitas yang maksimal; tapi kita lupa bahwa dari itu semua masih banyak yang harus kita kontemplasikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, sebetulnya, ke-ilmu-an  yang saya dapatkan pun sering kali angkuh dan non-praktis. Ketika kita mengungkap bakat seseorang; kita hanya mengungkapnya. Tak ada yang dapat dilakukan selain berupa interpretasi; tak ada tindakan yang mengikuti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, saya mendapatkan tugas untuk mengungkap bakat remaja putus sekolah. Namun, pada akhirnya saya bergulat dengan si Cakrik dan mendapat suatu kesimpulan bahwa saya hanya bertindak pragmatis; menggunakan mereka sebagai OBJEK dari rancangan assesment saya tanpa ada tindakan lanjut terhadap kebermaknaan bakat yang mereka miliki. Saya memang bisa mendapatkan nilai dari tugas itu; sementara mereka? Mereka tetap hanya berperan sebagai pengangguran walaupun mereka mengetahui bakat yang dimiliki sekali pun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini memang  menunjukkan bahwa bidang yang saya pelajari menunjukkan keterbatasannya sendiri; kita hanya mempreteli kepribadian dan dinamikanya, tapi kita tak bisa melakukan sesuatu hal yang realistis untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga merupakan manifestasi dari penjurian saya ketika mengikuti suatu perlombaan. Saya hanya tahu, tapi tak mampu berusaha untuk mengubahnya. &lt;br /&gt;Ironis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-5333277312930434211?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/5333277312930434211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/menawarkan-pandangan-lagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5333277312930434211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5333277312930434211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/menawarkan-pandangan-lagi.html' title='Menawarkan Pandangan Lagi'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-9162094488308797471</id><published>2011-04-03T02:18:00.000-07:00</published><updated>2011-04-03T02:20:16.766-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indigenous'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Introspeksi'/><title type='text'>Disidentifikasi Ego</title><content type='html'>Hari ini membahas kebudayaan dengan Cakrik Jagawana melalui udara. Sesekali menghela napas karena terlalu banyak yang harus dikerjakan pada hari ini. Sekali lagi, menulis adalah relaksasi bagi saya dalam mengendurkan urat syaraf yang begitu tegang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang ditekankan, yakni adalah ke-primordial-an kita sebagai manusia terhadap ‘akar’; tanpa mau memiliki rasa rendah hati yang membuat pengetahuan kita akan jauh lebih integratif. Apalagi ini soal kebudayaan, antropologi tak dapat menguaknya begitu saja, apalagi sosiologi, filologi, geografi, geologi, sejarah, arkeologi, dan apa lagi psikologi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebudayaan bukan hanya soal perilaku, ideologis, apalagi artefak. Hal itu semua bergabung dari fisik, kognitif, naluri, nilai, dan Yang Maha Lebih Tinggi lagi. Semuanya itu tidak bisa dikemukakan lewat satu macam pengetahuan yang terlalu dini diketahui kebenarannya. Semuanya akan menyisakan bagian-bagian bolong dalam suatu kertas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa kita sulit melakukan disidentifikasi ego; di mana kita semestinya melepas asumsi-asumsi pribadi. Tugas kita sebetulnya hanya mendeskripsikan; bukan menyimpulkan. Kita diberi kesempatan untuk mendeskripsikan semua ‘temuan’ itu dan kesimpulannya hanyalah kesementaraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini barang kali akan bersinkronisasi dengan segala apa yang kita lakukan; berusaha mendeskripsikan sekaligus berkontemplasi melalui intusi (jika didapat). Apalagi kuncinya selain kepekaan diri dan kerendahan hati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga menjadi pijakan bagi saya dalam melakukan ‘penelitian ilmiah’ yang dikatakan sebagai proses pembelajaran di kampus. Jika dalam kata pengantar dikatakan bahwa penelitian ini masih memiliki banyak kekurangan, ya tentu saja benar! Tapi, setidaknya bisa memberikan sedikit manfaat; bahwa untuk merangkum suatu peristiwa, dibutuhkan banyak sekali pengetahuan yang  berintegrasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, pada intinya, betapa kita mesti mencoba menjauhkan diri dari kesombongan akan pengetahuan yang didapat. Kita adalah ketiadaan yang mengadakan diri; kita hanya meminjam sebentar waktu untuk mengadakan itu, serta ke-ada-an itu sesungguhnya bukan milik kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, merinding. Betapa saya pun masih sangat butuh untuk belajar di ketiadaan ini. Semangka!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-9162094488308797471?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/9162094488308797471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/disidentifikasi-ego.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/9162094488308797471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/9162094488308797471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/04/disidentifikasi-ego.html' title='Disidentifikasi Ego'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-2651969246506042021</id><published>2011-03-31T05:36:00.000-07:00</published><updated>2011-03-31T05:37:06.043-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Introspeksi'/><title type='text'>Kegiatan yang Romantis</title><content type='html'>29 Maret 2011&lt;br /&gt;Besok saya akan menghadapi UTS. Besoknya lagi akan menghadapi revisi tugas dan ancaman UTS. Betapa saya sering mengeluhkan semua itu; betapa sering pula saya tidak mensyukuri limpahan pengetahuan dan informasi yang tersedia begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sebenarnya, tidak begitu pula segala hal yang terlontar dalam pikiran saya. Saya hanya merasa bahwa segala kegiatan saya tak bernyawa; tak bermakna. Ah, barang kali saya saja yang tidak dapat memaknai itu semua menjadi suatu kesatuan yang utuh dan romantis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utuh dan romantis? Ya, itulah kunci pemahaman bagi diri saya. Teringat akan semester yang lalu ketika saya jatuh sakit dengan banyak kegiatan yang melimpah ruah. Akan tetapi, pertanyaan pun muncul, mengapa saya benar-benar menikmati masa itu? Membaca kisah romantis fenomenologi, posmodernisme, dan psikologi transpersonal. Ya, itu semua romantis. Selain itu, barang kali ada psikologi musik juga yang menyentuh ritual akan pengalaman transpersonal. Semuanya berintegrasi menjadi komposisi yang sangat romantis, di mana saya bertugas untuk menjalin benang merahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa kaku kali ini dan semester ini; merasa tak bernyawa. Jenuh? Bisa jadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, saya teringat dengan perkataan seseorang yang menyatakan bahwa ada baiknya memahami kekurangan diri dan kekurangan dari pengetahuan yang dipelajari. Hal itu akan membuat kita memahami segala yang dipelajari; segala kekurangan dan juga kekuatannya. Pemahaman itu juga membuat kita mengerti bahwa tidak baik juga menelan secara radikal pengetahuan yang ada; agar pengetahuan tidak mandek atau sempit; agar kita mau mencari lagi pengetahuan dan tidak puas dengan segala yang diperoleh. Mengambil segala hal yang baik, dan memperbaiki segala yang dianggap buruk  merupakan sesuatu hal yang romantis juga, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat akan dongeng Upin dan Ipin atau celotehan Lala yang bertanya, “apa cita-citamu?” Saya pun tergelitik, ingin menjawab, tapi tak mampu. Segala harapan dan cita-cita sudah bercokol di kening saya dan ternyata jumlah harapan atau cita-cita itu sangatlah banyak! Hanya saja, saya waktu itu menjawabnya dengan satu hal saja: Penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Lala bertanya lagi, “Apa penulis itu adalah cita-cita? Ada gitu cita-cita ingin jadi penulis?” Saya pun tergelitik lagi. “Ada” jawab saya ketika itu dan hingga kini pun masih seperti itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis belum ingin saya jadikan sebagai suatu ladang pencaharian. Saya pikir, menulis itu adalah suatu kegiatan yang sangat romantis; menuliskan banyak peristiwa dalam rangkaian kata. Sering kali juga saya sengsara akan kegiatan ini. Mengapa? Karena saya terpengaruh dengan ekspektasi tinggi seseorang akan tulisan saya dan ini sangat menyiksa juga menyengsarakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan saya menulis itu semakin bulat, ketika saya menemukan sebuah naskah kuno warisan kakek. Saya tak pernah dekat atau mengenal kakek, dan ini mutlak terjadi karena saya masih sangat kecil ketika kakek meninggalkan bumi ini ke alam yang tak diketahui kita. Jadi, hanya dari halaman-halaman itu saya mengenal kakek, mengenal uyut, dan bahkan buyut saya. Sering kali saya terharu membacanya, karena kakek sangat ingin membantu anak-cucunya selamat dunia-akhirat. Ya, pada intinya, saya merasa dekat dengan beliau bahkan sangat dekat, hal ini terjadi karena naskah-naskah kuno itu yang mengkomunikasikan alam pikiran kakek pada masanya dan alam pikiran saya pada kekinian yang begitu asing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita saya memang ingin menjadi penulis: menuliskan banyak hal untuk dibaca oleh anak, cucu, cicit, dan keturunan-keturunan berikutnya. Ingin membuat mereka merasa dekat dengan saya lewat halaman dan tulisan itu. Saya tak memiliki banyak ambisi untuk membuat seseorang suka dengan tulisan saya atau membuat seseorang terinspirasi dengan tulisan saya, karena untuk saya, hal itu hanyalah bonus belaka. Tujuan saya hanya satu, ingin dekat dengan keturunan-keturunan saya nantinya melalui tulisan. Karena bagi saya, hal itu adalah sesuatu yang romantis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan psikologi? Itu adalah konsentrasi kuliah yang saya ambil. Ah, bahkan barang kali bukan mata kuliahnya yang membuat saya tertarik, tapi, interaksi simbolik di dalamnya yang membuat saya tersenyum. Inilah gunanya keutuhan dan keromantisan. Bisakah kamu merasakannya? Ketika semuanya menghilang, kemudian membuat saya kalut. Akan tetapi, semuanya tak perlu dicemaskan secara berlebihan, karena bagi saya kecemasan adalah upaya kita untuk tumbuh lebih utuh dan romantis. Pada intinya juga, kecemasan dan kejenuhan itu telah membuat  saya dapat menuliskan hal sepanjang ini yang saya jarang lakukan sebelumnya, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa romantisnya hidup!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-2651969246506042021?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/2651969246506042021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/03/kegiatan-yang-romantis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/2651969246506042021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/2651969246506042021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/03/kegiatan-yang-romantis.html' title='Kegiatan yang Romantis'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-6552540615245794539</id><published>2011-03-27T04:38:00.000-07:00</published><updated>2011-03-27T04:41:09.969-07:00</updated><title type='text'>A6</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-mlg4s3mymq0/TY8iPTO7KTI/AAAAAAAAAGQ/d8ZerXrYHz8/s1600/kertas%2Ba6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 250px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-mlg4s3mymq0/TY8iPTO7KTI/AAAAAAAAAGQ/d8ZerXrYHz8/s400/kertas%2Ba6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5588723308846328114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takut ditolak&lt;br /&gt;ber-setubuh&lt;br /&gt;dengannya&lt;br /&gt;di atas kertas&lt;br /&gt;berukuran A6&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-6552540615245794539?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/6552540615245794539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/03/a6.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/6552540615245794539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/6552540615245794539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/03/a6.html' title='A6'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-mlg4s3mymq0/TY8iPTO7KTI/AAAAAAAAAGQ/d8ZerXrYHz8/s72-c/kertas%2Ba6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-184481405593925699</id><published>2011-03-22T23:01:00.001-07:00</published><updated>2011-03-22T23:01:51.837-07:00</updated><title type='text'>Adinda yang Kelam</title><content type='html'>Adinda, kakakku. &lt;br /&gt;Selendang auramu telah dicuri paksa oleh panah pemuda yang mengerikan. &lt;br /&gt;Sukmamu hilang; tapi ragamu masih ada. &lt;br /&gt;Sedih diriku sebagai saudaramu yang sangat menyayangimu. &lt;br /&gt;Kau berkata, tapi tak paham apa yang kau katakan. &lt;br /&gt;Barang kali aku hanya adik kecil seperti tunas kembang yang belum mengenal serangga kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga sekarang, kau dilecuti oleh pecut kuda sang pemuda.Kau dilecuti oleh api ganas tiupan sang pemuda.&lt;br /&gt;Apa yang kau lihat, Kak? Adindaku…&lt;br /&gt;Diriku hancur melihatmu penat dan tak sadarkan diri.&lt;br /&gt;Engkau berjalan, tapi tak menapak.&lt;br /&gt;Engkau tersenyum dalam duka yang nikmat bagimu.&lt;br /&gt;Kau lahir dari rahim ibu dan kasih sayang ayah. Tapi, mengapa engkau menjadi kelam dalam dunia yang sebenarnya terang. &lt;br /&gt;Kau hitam di antara putih. &lt;br /&gt;Sedih diriku, Adinda….&lt;br /&gt;Melihat cahayamu redup. Melihat dirimu dipecut.&lt;br /&gt;Aku sedih, Adinda…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa bermunajat padaNya, untuk keselamatanmu, Adinda.&lt;br /&gt;Kuharap puing-puing kelam di tubuhmu hilang; sirna di lautan lepas atau pada dunia yang tiada.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-184481405593925699?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/184481405593925699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/03/adinda-yang-kelam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/184481405593925699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/184481405593925699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/03/adinda-yang-kelam.html' title='Adinda yang Kelam'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-4297984281994498679</id><published>2011-03-19T01:22:00.000-07:00</published><updated>2011-03-19T01:23:25.947-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesan untuk teman'/><title type='text'>Puncak</title><content type='html'>Hanya berpikir, ketika kita memiliki pikiran yang bisa diajak berbicara, perasaan yang dapat peka, dan intuisi yang dapat tumbuh di kala paham. Maka, kita akan memiliki suatu pemahaman yang menyeluruh dan terpadu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman di sekitarmu adalah perantara, dan tempat kita mengadu adalah Sang Maha Esensi. Maka, ada baiknya kita menggunakan potensi kita dan potensi tertinggi kita untuk mengecupNya. Bukan alam bawah sadar, tapi, alam puncak sadar kita yang saling mengikat denganNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi alam bawah sadar itu adalah yang mengungkap alam bawah sadarmu. Tapi, tak ingatkah kamu bahwa kita masih memiliki elemen kepuncaksadaran? Iniliah titik di mana kamu akan mengerti diri, sejalan dengan alam, dan Dia. Semoga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Egomu tak retak, bolong, atau pecah. Kamu seharunya mengintegrasikan potensi itu, Teman. Bukannya, saya tak setuju, saya hanya berpikir demikian adanya, dan pilihan ada pada dirimu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, kamu akan berjalan dengan baik. &lt;br /&gt;Bagiku seperti itu dan bagimu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-4297984281994498679?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/4297984281994498679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/03/puncak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/4297984281994498679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/4297984281994498679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/03/puncak.html' title='Puncak'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-6718248121347117007</id><published>2011-03-16T04:14:00.000-07:00</published><updated>2011-03-16T04:16:26.248-07:00</updated><title type='text'>Omong Kosong</title><content type='html'>Tadi saya presentasi tentang perempuan di tempat publik yang saya hindari. Tempat yang bising dan juga membuat saya bingung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sedikit bingung dengan ungkapan para juri. Bukannya saya sok benar; tapi begitulah adanya-soal KB saja ditertawakan oleh mereka. Hal yang mungkin bagi mereka tidak penting; apalagi jika dibandingkan dengan politik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sebetulnya muak sendiri; ah tapi barang kali ini hanya rasionalisasi saja bagi saya. Dan hey, ternyata kebiasaan saya mendebat orang-orang tua (dosen dan juri) masih ada. Barang kali emosi negatif yang terlontar menjadi kata-kata lepas berisi cibiran implisit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika melihat halaman-halaman sebelumnya, saya memang sering berbicara tentang perempuan, tapi lama-kelamaan menjadi bosan. Bukan, karena saya jadi kecewa, tapi terkadang saya jadi geli sendiri ketika berbicara tentang hak azasi dengan panjang lebar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, di balik itu semua, ada hal yang ingin saya sampaikan, tapi tak dianggap atau tak ditangkap. Barang kali omongan saya saja yang tidak efektif. Dan saya tidak peduli dengan siapa yang menang, toh, mereka memang hebat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, saya tidak dapat menemukan makna yang tepat ketika sedang melakukan presentasi. Dan makna yang tepat untuk saya adalah tidak berbicara lagi soal hal itu. Karena bagi saya sudah cukup saja teori-teori dan hak itu. Saya hanya sedang senang dengan sesuatu hal lainnya yang ingin saya ketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, bukannya saya apatis, tapi saya hanya tidak ingin bertindak dalam ruang suara saya, saya ingin bertindak dalam dimensi perilaku  (barang kali) yang tanpa harus menggembar-gemborkan hak ini-itu, tapi terpancar saja (jika memang terpancar). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah barang kali orang seperti saya tidak cakap membicarakan hal mengenai kualitas. Toh, diri saya juga masih sangat jauh dari kata berkualitas. Standar apa pula yang dapat mengungkap kualitas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah sudahlah, Resna, sampai di sini saja omong kosongnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-6718248121347117007?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/6718248121347117007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/03/omong-kosong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/6718248121347117007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/6718248121347117007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/03/omong-kosong.html' title='Omong Kosong'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-7487407722719187650</id><published>2011-03-12T15:54:00.000-08:00</published><updated>2011-03-12T15:56:50.864-08:00</updated><title type='text'>20: it's meijik!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-kqQv1OXWJfY/TXwIFrNdhII/AAAAAAAAAGI/_EqZH-x7KBY/s1600/20.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 295px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-kqQv1OXWJfY/TXwIFrNdhII/AAAAAAAAAGI/_EqZH-x7KBY/s400/20.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5583346531624125570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun, Resna!&lt;br /&gt;Berapa usiamu? 20.&lt;br /&gt;Alhamdulillah eh astagfirullah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20 tahun yang lalu  saya dilahirkan dari rahim ibu. Tapi, kelahiran saya adalah ajaib. Seolah-olah mengingatkan kata Kun Fayakun atau abrakadabra. Hehe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spiral yang digunakan mama dilepas pada hari itu dan kemudian mama mengeluhkan rasa sakit; tetapi datang bulan tak kunjung tiba! 2 minggu kemudian, mama memeriksakannya sama si paraji modern, betapa kagetnya mama bahwa saya sudah bercokol dalam rahimnya selama dua bulan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah masa mbah paraji? 2 minggu yang lalu spiral aku baru dilepas, kok udah ada bayi berusia 2 bulan di dalamnya? Waduhhh... anak aku udah 3 mbah paraji, masa tambah lagi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu barang kali ucapan mama pada waktu itu. &lt;br /&gt;Tapi, si mbah paraji berkata, “semoga si janin adalah yang membahagiakan ibu dan bapak; yang menyayangi ibu dan bapak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin.&lt;br /&gt; Saat berusia 2 bulan, ada seseorang yang telah mendo’akan saya, alhamdulillah.... Ini adalah berkah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 bulan usia saya ketika dilahirkan, ah, bayi yang aneh... Tapi, begitulah, dengan keikhlasan mama-papa akhirnya saya lahir dan diberikan nama: Resna Ria Asmara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haha. Tapi tak mengapa, nama saya adalah do’a dan juga merupakan suatu simbol dari cinta mama-papa yang kini telah berusia 35 tahun. Selain itu, saya satu-satunya anak yang kelahirannya ditunggu oleh papa, hehe, sedikit berbangga diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat minder dengan nama Resna Ria Asmara. Namun, pada kenyataannya ini adalah do’a, di mana saya bisa mengorek-ngorek maknanya dengan setiap kejadian. Semoga saya bisa menebarkan cinta kebijakan dan kebajikan seperti Sailormoon. Yah, cinta dan kebahagiaan. Do’a yang indah dan romantis yang diberikan mama-papa, bukan? &lt;br /&gt;Alhamdulillah dan astagfirullah! :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-7487407722719187650?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/7487407722719187650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/03/20-its-meijik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/7487407722719187650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/7487407722719187650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/03/20-its-meijik.html' title='20: it&apos;s meijik!'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-kqQv1OXWJfY/TXwIFrNdhII/AAAAAAAAAGI/_EqZH-x7KBY/s72-c/20.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-6270425828780386573</id><published>2011-03-12T06:16:00.000-08:00</published><updated>2011-03-12T06:29:42.714-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indigenous'/><title type='text'>Hantaman Hitam dan Putih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-j5sGLa1GM1w/TXuDIc7aoHI/AAAAAAAAAGA/kyaj5hEFXAg/s1600/gradasi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 295px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-j5sGLa1GM1w/TXuDIc7aoHI/AAAAAAAAAGA/kyaj5hEFXAg/s400/gradasi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5583200344283455602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjebak kepada sihir suatu benda berukuran 10 x 2 cm. Ah, itu barang kali hanya perasaan saya saja. Ditekan dengan lokal dan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu, tak bisakah melihat sesuatu yang universal dalam sesuatu yang lokal? Atau betapa kolotnya-kah saya ketika yang lain dihantam dengan sihir-sihir media massa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik dalam diri ini sebenarnya akan jadi suatu keingintahuan akan apa yang terjadi. Saya tak ingin mengatakan bahwa saya telah berlaku benar dengan semua ini. Saya hanya ingin berada pada abu-abu, tidak hitam, maupun tidak putih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang kali itu yang membedakan antara antro dan psike.&lt;br /&gt;Atau yang membedakan antara sosio dan psike.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu enaknya bahwa satu keunggulan direpresi menjadi sesuatu yang tidak universal. Saya tidak pernah merasa bahwa semuanya itu akan menjadi sesuatu yang mendominasi. Saya hanya berpikir bahwa kita mesti memahami sesuatu yang indigenous. Betapa kita sudah disergap dengan sihir-sihir media massa! Atau tidakkah kita memahami bahwa kita telah dipatok oleh teori-teori yang maskulin dan sangat ‘Barat’? Tidakkah kita ingin merekontruksi sesuatu hal yang akhirnya kita kecup dengan bahagia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, saya ingin rasanya sesenggukan. Jangan pernah puas dengan sesuatu yang ilmiah, Teman. Apalagi terbelenggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin rasanya menjungkir balikkan diri dan berkata, “Hei lihatlah dengan penemuanku ini yang tak kalah hebatnya dengan sihir media massa berikan dan buatku, tak perlu mengubahnya menjadi sesuatu hal yang dikolaborasi dengan sangat memaksakan hingga akhirnya bisa bersaing dengan apa yang diungkapkan media massa itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya seperti teori kepribadian Timur yang tidak laku dan terhempas dalam rak buku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya ingin mencuci kepala hingga semua kebingungan luntur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ah, Resna, bukankah itu adalah suatu pertanda baik? Bahwa ada baiknya menempatkan diri pada sesuatu yang abu-abu, walaupun yang hitam itu ingin dielakkan begitu saja, bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja nanti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-6270425828780386573?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/6270425828780386573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/03/hantaman-hitam-dan-putih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/6270425828780386573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/6270425828780386573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/03/hantaman-hitam-dan-putih.html' title='Hantaman Hitam dan Putih'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-j5sGLa1GM1w/TXuDIc7aoHI/AAAAAAAAAGA/kyaj5hEFXAg/s72-c/gradasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-1342669119498333585</id><published>2011-03-09T06:11:00.000-08:00</published><updated>2011-03-09T06:22:46.774-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejenis Psikologi'/><title type='text'>Mengenal Bapak Fromm</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-QmtgWVN2hNg/TXeM3jYQMRI/AAAAAAAAAF4/vPGnVI77IMM/s1600/erich%2Bfromm.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 104px; height: 137px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-QmtgWVN2hNg/TXeM3jYQMRI/AAAAAAAAAF4/vPGnVI77IMM/s400/erich%2Bfromm.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582085149166678290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menuliskan latar belakang, pikiran saya terpaut jauh akan seseorang yang belum pernah saya temui; ia bernama Erich Fromm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman, barang kali kita sering mengenalnya sebagai seorang psikoanalis. Ingatkah teman, bahwa buku kitab kepribadian kita memang mengatakan bahwa beliau adalah seorang psikoanalis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa, yang saya pikirkan tak seperti itu. Ingin rasanya mencoret nama beliau dalam barisan ilmuwan psikoanalisis, apalagi, saya semakin sinis ketika beliau dijejerkan dengan seseorang bernama Freud itu. Uh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa pula sebenarnya Fromm? Saya hanya terintensi pada tulisan seseorang yang membuka lubang-lubang memori saya akan beliau. Fromm menyatakan psikologi tak tertuju pada psikologi individual, namun, psikologi sebenarnya lebih tertuju pada psikologi sosial, yang artinya terdapat hubungan interpersonal. Yes! Ini adalah suatu bidang yang saya teguk perlahan akhir-akhir ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fromm memang dipengaruhi oleh alam pikiran Marx dan sebenarnya inilah yang membuat saya terkagum-kagum memahami Fromm; beliau peka akan keadaan, ia sadar akan dampak dari modernisme. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berturut-turut saya membaca soal teori kepribadian, namun, hanya Fromm yang peka akan fenomena itu, sedangkan yang lainnya masih tertuju pada alam pikiran inidividual dan lupa akan segala perisitiwa yang terjadi di kekinian. Kemana saja sebetulnya para pemikir ulung itu yang melupakan dan menghilangkan sihir-sihir modernisme? Ah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sialnya lagi, Fromm sering terlupakan atau dilupakan dalam praktek-praktek psikologi atau barang kali hanya berada pada urutan nomor paling bontot ketika akan diaplikasikan teorinya. Baiklah, sebenarnya Fromm adalah pelampiasan dari kerinduan saya yang tidak dapat menuliskan persoalan psikologi transpersonal. Sungguh jauh memang alam pengetahuan di antara keduanya, namun tetap memukau perhatian saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, saya juga ingin meretas lebih jauh jarak antara Jung dan Freud. Pemahaman Jung akan konsep anima dan animus membuat saya memahami hakikat manusia yang juga terlontarkan pada psikologi transpersonal. Sedangkan Freud? Entah mengapa saya sedikit kecewa akan apa yang diungkapkannya, begitu pesimis dan mengerikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, muncul suatu pertanyaan dari saya: Jung apakah dirimu mengantongi pemahaman Neopagan? Tak diragukan dan tak mengapa jika Jung dimasukkan kepada aliran psikologi transpersonal pun, karena beliau tertuju pada The Mystery atau The Dynamic Ground, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, saya ingin mengulang masa-masa semester 5, di mana saya sering kali terkagum-kagum akan pengetahuan yang baru saya teguk dan kemudian membuat saya bahagia setelahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, bukankah pengetahuan pun ada pada gula dan semut yang beriringan, Resna?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-1342669119498333585?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/1342669119498333585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/03/mengenal-bapak-fromm.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/1342669119498333585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/1342669119498333585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/03/mengenal-bapak-fromm.html' title='Mengenal Bapak Fromm'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-QmtgWVN2hNg/TXeM3jYQMRI/AAAAAAAAAF4/vPGnVI77IMM/s72-c/erich%2Bfromm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-1550516724551515159</id><published>2011-03-07T07:39:00.000-08:00</published><updated>2011-03-07T07:42:36.743-08:00</updated><title type='text'>Ilmiah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-zheAXhqhKDA/TXT8yE2PwbI/AAAAAAAAAFw/RfSQtiV9r0c/s1600/rumah%2Bsenja.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 295px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-zheAXhqhKDA/TXT8yE2PwbI/AAAAAAAAAFw/RfSQtiV9r0c/s400/rumah%2Bsenja.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5581363775443812786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mitos barang kali menjadi sesuatu hal yang tidak analitis dan tidak ilmiah. Begitulah ungkapan seorang perempuan yang melewati masa pertengahan dewasa akhirnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, barang kali ibu tersebut memecahkan mitos tersebut-menggeronggongi mitos-mitos tersebut menjadi ‘bukan sesuatu’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin diri saya mengatakan bahwa di masa lalu tak ada kuliah, tak ada kampus, tak ada gelar kesarjanaan bahkan magister. Orang-orang yang mendahului kita memahami banyak hal dengan melihat secara intensional. Itulah gunanya intuisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu guru yang kuhormati, karena teknologi semakin hebat, semakin canggih, dan karena ilmu pengetahuan berkembang pesat, orang-orang pun terpenuhi segala keinginannya, yaitu menguasai dunia, menjadi penguasa di bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, tak ingatkah berapa banyak pohon yang kita tebang demi melihat gedung-gedung menjulang- mengangkasa. Atau berapa banyakkah pohon yang kita tebang demi mengurbankan dirinya menjadi selembar kertas yang sering kali kita tak hargai kediriannya sebagai pohon yang ditebang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang ibu guru sebut sebagai science dan theory. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan saya bu, saya hanya menikmati tiap kata yang ibu ucapkan agar diri saya semakin mengerti apa yang ibu ucapkan. Namun, satu hal yang patut kita mengerti, bahwa mengertinya diri saya bukanlah pertanda saya menyetujui ucapan dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan saya sekali lagi, otak saya terpecah belah menjadi kikisan yang begitu sinis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya, saya tak ingin mengatakan bahwa pengalaman kosmis saya dan teman-teman adalah halusinasi dalam pemahaman science dan theory.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-1550516724551515159?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/1550516724551515159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/03/ilmiah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/1550516724551515159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/1550516724551515159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/03/ilmiah.html' title='Ilmiah'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-zheAXhqhKDA/TXT8yE2PwbI/AAAAAAAAAFw/RfSQtiV9r0c/s72-c/rumah%2Bsenja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-5619497431255098070</id><published>2011-03-02T04:57:00.001-08:00</published><updated>2011-03-02T05:19:21.736-08:00</updated><title type='text'>Haha pada Obrolan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-UO8n_pFMt5A/TW5DvBrshxI/AAAAAAAAAFg/9xo3qbAXTPU/s1600/nada.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 295px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-UO8n_pFMt5A/TW5DvBrshxI/AAAAAAAAAFg/9xo3qbAXTPU/s400/nada.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5579471463543244562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah menuliskan latar belakang; saya memutar kembali dan menelusuri celah-celah memori di masa lalu, ketika saya mulai belajar psikologi musik pada guru gamelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si guru bertanya, ‘bagaimanakah musik Sunda itu?’. Beberapa teman menjawab dengan lagu-lagu berlirik Sunda yang populer. Kemudian, si guru menjawab bahwa itu bukan musik Sunda, itu adalah musik pop berlirik Sunda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, seperti apakah musik Sunda itu? Sumpah! Saya lupa jawaban yang diberikan si guru itu. Saya hanya mengingat memori di atas, namun, lupa akan memori jawaban beliau. Sial! Barang kali ini menjadi semacam PR untuk saya, bukan untuk menjawab secara gamblang apakah musik Sunda itu, namun, memahami dan menghayati setiap pembelajaran yang sedang diperoleh, di dalam maupun di luar kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, saya hanya teringat akan perkataan si guru tentang seni budaya, di mana beliau menenggelamkan saya pada hal di luar bentuk: obrolan haha-hihi yang sebetulnya bukan hanya haha-hihi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Biarlah teman-teman menertawakan tentang betapa tidak pentingnya saya dan mata kuliah itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-5619497431255098070?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/5619497431255098070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/03/haha-pada-obrolan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5619497431255098070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5619497431255098070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/03/haha-pada-obrolan.html' title='Haha pada Obrolan'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-UO8n_pFMt5A/TW5DvBrshxI/AAAAAAAAAFg/9xo3qbAXTPU/s72-c/nada.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-2341743195329632418</id><published>2011-02-14T08:49:00.000-08:00</published><updated>2011-03-02T05:29:06.408-08:00</updated><title type='text'>Angsana untuk Kali Ini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-cvpgpAx5eoU/TW5Fx26qLdI/AAAAAAAAAFo/zpYJl_7O-nc/s1600/angsana.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-cvpgpAx5eoU/TW5Fx26qLdI/AAAAAAAAAFo/zpYJl_7O-nc/s400/angsana.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5579473711216078290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Halaman ini sepertinya kosong oleh resensi amburadul saya. Biasanya, teman-teman mengisi halamannya dengan resensi film. Tapi saya sulit menuliskan hal-hal yang seperti itu. Entah mengapa, saya tidak punya reaksi kimiawi dengan film. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang kali, saya memang tercatat sebagai anggota suatu komunitas film. Namun, hasrat saya yang sebenarnya adalah pada teks. Dan film adalah representasi yang aplikatif dari sebuah teks. Tapi, untuk saya, media itu bukanlah satu-satunya yang efektif untuk mengomunikasikan suatu pesan. Untuk saya, teks adalah pelipur nomor pertama. Walaupun terkesan kuno, tapi teks tidak akan pernah habis dibabat waktu. Teks-teks bisa terbaca berratus abad di masa yang akan datang. Bahkan teks yang kuno sekalipun akan diupayakan dapat dibaca, untuk menyingkap peristiwa, perasaan, dan pikiran di waktu di mana teks dibekukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini, hati saya jatuh dengan Angsana, karya Soni Farid Maulana. Saya dapatkan buku itu dengan harga super murah, di salah satu pameran buku yang diadakan di jantung kota bandung, Braga. Pernah saya bertemu dengan penulis tersebut di acara peluncuran buku temannya si do’i. Di saat itu, saya belum pernah membaca karya beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya, tangan saya menyentuh buku tersebut , seraya mengeluarkan uang berwarna ungu pada pedagang. Ah, membaca puisi merupakan pengalaman personal yang sulit diukur keobjektifannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, begitulah saya, senang membaca kumpulan puisi, mencari penjabaran diri dalam teks yang dilontarkan penulis. Walaupun demikian, saya tak dapat menuliskan puisi dengan baik. Kata-kata saya terbatas, pengetahuan saya terbatas, dan ilmu merajut kata yang dimiliki saya pun terbatas. Kagumlah saya pada penulis puisi, seminimalis atau semaksimal apapun makna yang dituangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angsana adalah tabrakan maut yang dialami saya. Ia bernafsu sekaligus rindu. Ia pahit sekaligus manis. Hingga akhirnya saya sedikit menitikkan air mata untuk puisi di halaman terakhir. Oh, kelamnya keduniawian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata pada maut yang datang tanpa bicara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa, huruf menjadi kata yang telah habis dibabat dan dilahap oleh diri saya.&lt;br /&gt;Tepat.&lt;br /&gt;Begitulah untuk saya, puisi-puisinya Soni Farid Maulana yang baru kenyang dibaca oleh diri. Baru kali ini diri saya merasa diwakilkan oleh kata-kata. &lt;br /&gt;Ah, indah sekaligus ketagihan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-2341743195329632418?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/2341743195329632418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/02/angsana-untuk-kali-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/2341743195329632418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/2341743195329632418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/02/angsana-untuk-kali-ini.html' title='Angsana untuk Kali Ini'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-cvpgpAx5eoU/TW5Fx26qLdI/AAAAAAAAAFo/zpYJl_7O-nc/s72-c/angsana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-859044025715946209</id><published>2011-02-08T17:30:00.000-08:00</published><updated>2011-02-08T17:32:48.906-08:00</updated><title type='text'>Massa dan Kemuakan</title><content type='html'>“Bukannya kami tidak peduli, Pak. Tapi, media kami untuk berbicara sangatlah terbatas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media massa berperan sebagai dunia kedua untuk sebagian orang. &lt;br /&gt;Kemudian, sebagian orang lainnya terjebak dalam lingkaran media sosial. Terhanyut dalam kopi darat dengan azas senang-senang saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya terjebak atas nama kemuakan dengan media massa. Ah, barang kali juga berkutat dengan kemuakan diri sendiri di dunia yang dibangun seorang diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya adalah kemuakan untuk saya. Dan pada akhirnya, saya hanya berusaha berbicara pada segelintir orang yang barang kali merasakan sesuatu hal yang selaras, atau berpikir serasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan, saya tidak memilih seseorang yang mesti sama persis segala tindak tanduknya dengan saya; itu irasional. Kadang kala kita berbicara dengan pendekatan berbeda, dan ini hanya akan  menyesatkan karena bertumpu pada pendapat masing-masing, tanpa mau berdialektika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya inginkan hanyalah selaras, juga serasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi malu sendiri dengan beliau yang di masa lanjut usianya masih berpikir soal manusia dengan segala kompleksitasnya dan saya hanya mendengkur dalam kenikmatan sebuah ranjang untuk tidur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjadi setengah sadar, Teman-teman. Betapa kita sering bangga dengan ego yang dimiliki kita, namun, lupa dengan yang horizontal, bahkan yang vertikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tamparan untuk saya yang pada akhirnya membuat saya malu akan diri sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-859044025715946209?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/859044025715946209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/02/massa-dan-kemuakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/859044025715946209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/859044025715946209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/02/massa-dan-kemuakan.html' title='Massa dan Kemuakan'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-9059557694570634198</id><published>2011-01-30T20:32:00.001-08:00</published><updated>2011-01-30T20:57:36.682-08:00</updated><title type='text'>Pendinginan untuk PER-SETUBUH-AN</title><content type='html'>Sepertinya halaman ini: www.per-setubuh-an.blogspot.com akan segera sepi (ah,biasanya juga selalu sepi, bukan?). Kata per-setubuh-an untuk kami  berada pada hirarki yang cukup tinggi. Suatu kata yang sakral dan didasari oleh suatu hasrat yang selaras, yang bergairah, dan semestinya berada dalam tingkat gairah yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, ketika kau dipaksa bersetubuh, maka kau diperkosa. Ketika kau memaksanya untuk bersetubuh, maka kau melecehkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan per-setubuh-an terjadi sejalan dengan alam.&lt;br /&gt;Per-setubuh-an tidak ingin kami buat menjadi sekat antara kami dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;Saya bebaskan dia melakukan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;free sex&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Begitu pun ia pada saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang kali, per-setubuh-an memerlukan raganya sendiri, karena pada dasarnya kami manusia. Namun, yang sangat disayangkan adalah, kami tidak mengadakan diri dalam satu wujud yang selaras. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, inilah alasan mengapa kami memutuskan untuk melakukan pendinginan.  Kami belum bisa menyelaraskan wujud kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia ruh kami sudah bersetubuh; tapi wujud kami belum bersetubuh. Sehingga, sering kali halaman itu hanya menjadi sebuah masturbasi belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*maaf, kata yang dibuat saya dalam pernyataan di atas sering kali vulgar dalam pengalaman umum manusia. Tapi, percayalah, per-setubuh-an tak selalu identik dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sexual intercourse&lt;/span&gt; semata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-9059557694570634198?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/9059557694570634198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/01/pendinginan-untuk-per-setubuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/9059557694570634198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/9059557694570634198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/01/pendinginan-untuk-per-setubuh.html' title='Pendinginan untuk PER-SETUBUH-AN'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-5112523419250921276</id><published>2011-01-30T20:19:00.000-08:00</published><updated>2011-01-30T20:22:32.417-08:00</updated><title type='text'>Prasasti</title><content type='html'>Aku bahagia &lt;br /&gt;ketika berdiri &lt;br /&gt;di atas kakiku sendiri &lt;br /&gt;mengatasnamakan diriku &lt;br /&gt;di dunia dominasi ketiak jantan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-5112523419250921276?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/5112523419250921276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/01/prasasti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5112523419250921276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/5112523419250921276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/01/prasasti.html' title='Prasasti'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-9065441187518133318</id><published>2011-01-22T20:09:00.000-08:00</published><updated>2011-01-22T20:15:06.855-08:00</updated><title type='text'>Episode kisah dalam angkutan umum</title><content type='html'>Ini semacam cerita pendek yang satu-satunya 'beres' saya buat. Saya sebenarnya sulit untuk sekedar menuliskan alur cerita; sulit menuliskan fiksi yang 'murni'. Sebenarnya cerpen ini dibuat untuk media massa milik seorang teman, namun, saya ingin sekali mempublish cerpen ini di sini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pengemudi angkutan umum bergumam kepada seorang ibu yang disebelahnya terdampar seorang gadis berkulit hitam yang pikirannya menerawang jauh, pengemudi itu kemudian berkata, “coba jumlah motor dikurangi dikit, Insya Allah, angkotnya di-AC-an.” Si ibu tertawa, tapi hal itu tak membuat si gadis hitam tertawa. Malah, 15 detik kemudian, si gadis hitam itu benar-benar larut terhenyak dalam penerawangannya sambil mengingat sang kekasihnya yang tidak punya motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, andaikan si pacar punya motor, yah… coba ngredit deh, pasti nyaman luar biasa hidup si gadis hitam. Pulang kuliah dijemput, pergi kuliah pun diantar, sehingga predikat jelangkungnya (pulang tak dijemput, pergi tak diantar) akan memudar secara drastis dari hidup si gadis hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, andaikan si pacar punya motor, yah…ngerengeklah sama orang tuanya buat dibeliin, pasti nyaman luar biasa hidup si gadis hitam. Betis pasti mulus, tidak terkena polusi, tidak sebesar singkong, dan kaki makin aduhai. Sehingga, predikat si kaki hurikannya akan raib perlahan pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, andaikan si pacar punya motor, yah… nyuri ke punya warga desa sebelahlah, pasti nyaman luar biasa hidup si gadis hitam. Jadi, jika mau ketemu hasrat satu sama lain yah gampang, tinggal cari semak gelap, langsung indehoy. &lt;br /&gt;Si gadis pun cekikikan dalam lamunannya. Ah, ‘andaikan’ itu memang enak untuk dilamunkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, si gadis hitam itu terpaku kembali ke jalanan raya yang sungguh padat merayap. Dilihatnya, barisan angkutan umum tertuju pada terminal akhir di sudut kabupaten. Dilihatnya pula kerumunan motor yang menyerang dari berbagai arah menuju arah yang sama dengan barisan angkutan umum. Dilihatnya juga kerumunan motor yang menyerbu jalanan para pedestrian sehingga trotoar pun lek-lok, bolong, bahkan tak sedikit yang menyerempet para manusia sehingga menimbulkan teriakan sumpah serapah dari para manusia tersebut. &lt;br /&gt;Waduh, si gadis hitam teringat, berapa kali dirinya disenggol para pengguna motor yang tidak tahu aturan. &lt;br /&gt; Kemudian, si gadis hitam pun teringat dengan si keponakannya yang sering batuk-batuk gara-gara asap kendaraan bermotor yang hampir mendominasi udara. Lalu, si gadis hitam itu juga teringat akan tetangganya- seorang perempuan yang mau menikah itu-yang giginya patah tiga gara-gara terjungkal dari motor tak bergigi. Dilihatnya berkali-kali jalanan di kabupaten itu yang sungguh jalannya begitu ‘nyeni’. Karena banyak tekstur alias banyak bolong di permukaan jalannya, malah ada yang bolongnya bikin kita bisa lihat kabel listrik yang tertanam di aspal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si gadis hitam kemudian bergidik, berpikir-pikir lagi akan situasi dan kondisi ia dan si pacar. Perlukah mereka motor bergigi atau tak bergigi itu? Jika gengsi sudah mendominasi tindak-tanduk mereka, dari dulu pasti si gadis hitam sudah merengek pada si pacar supaya cepat-cepat beli motor. Jika gengsi sudah mendominasi pikiran mereka, si gadis hitam pasti sudah ngotot banget minta putus gara-gara si pacar tak mau beli motor.&lt;br /&gt;Si gadis hitam pun teringat akan kakak ipar mereka yang setiap bulannya harus bayar utang yang lumayan besarnya, yah…buat bayar motor baru yang sekarang lagi muncul di televisi katanya, biar gaul dan gak dilihat kampungan sama orang. Walah…. yang dibeli sama dia itu kendaraan atau tanggapan orang sih? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu dari si gadis hitam itu kemudian menepuk paha si gadis, “ssshh… jangan ngelamun aja atuh neng,” kata ibu tersebut. “Yeuh.. mama mah seneng liat tetangga kita itu, dibawa jalan-jalan sama menantunya. Mama pengen punya menantu kaya gitu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si gadis pun manyun mendengar ucapan si ibu, “tapi, mama mah ga mau da diajak jalan-jalannya naik motor, harus pokoknya mah naik mobil,” lanjut si ibu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si gadis menjadi sumringah karena mendengar ucapan ibunya, yang awalnya manyun, kini menjadi cerah. “Lah, kenapa kamu senyum-senyum sendiri?” kata si ibu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yah, kalau gitu mah bu, saya pacarannya sama tukang angkot aja atuh, biar ibu bisa diajak jalan-jalan ke terminal kota sampai terminal kabupaten, gratis lagian.”&lt;br /&gt;Si gadis melengoskan mukanya dan si ibu bermuka merah padam, karena marah dan juga bercampur malu. Sang ibu pun tak bisa meluapkan kata-katanya yang menjunjung tinggi unsur bibit, bebet, dan bobot itu, yah.. tahu sendiri.. disebelahnya adalah sopir angkutan umum, tak enak mengucapkan kejelekkan orang-orang didepannya, padahal ia ingin bilang, “sopir angkot mah kere, ga mapan, preman, bla bla bla..” dan si ibu hanya bisa melotot pada si gadis hitam itu.&lt;br /&gt;Si gadis hitam itu malah cekikikan sendiri melihat si ibu dan berpikir bahwa ia baru saja menang dari ibunya. Yah.. membuat ibunya menelan ludahnya sendiri karena tidak bisa berkoar-koar mengatakan unsur bibit, bebet, dan bobot menurut pemahamannya yang ternyata hanya soal materi dan membeli tanggapan orang lain sebagai suatu pencapaian yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lah, bu, rezeki bukan hanya soal materi yang mewah, padu-padan busana yang branded, atau kendaraan bermotor yang up to date, tapi rezeki semestinya dipahami sebagai materi dan nonmateri yang telah ada dan patut disyukuri,” ucap si gadis hitam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-9065441187518133318?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/9065441187518133318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/01/episode-kisah-dalam-angkutan-umum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/9065441187518133318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/9065441187518133318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2011/01/episode-kisah-dalam-angkutan-umum.html' title='Episode kisah dalam angkutan umum'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-7362391919819589045</id><published>2010-12-30T06:38:00.001-08:00</published><updated>2010-12-30T06:38:47.355-08:00</updated><title type='text'>Betapa Angkuhnya</title><content type='html'>Saat ini, saya baru merasakan ‘empati’, merasakan apa yang sedang dirasakan oleh seseorang dari sudut pandang orang yang merasakan tersebut. Mengapa? Karena saya pun akhirnya mengalaminya; mengalami ketidaknyamanan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halo Freud, sedang apa kau di akhirat sana?&lt;br /&gt;Apakah kau menderita setelah mengatakan setiap orang memiliki kecemasan masing-masing dan mengatakan bahwa agama adalah ilusi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya merasa bahwa instrumen itu menyekap jiwa seseorang dalam suatu permainan. Sedih rasanya ketika seseorang dideskripsikan sedemikan macam rupa dengan berbagai atribut kejiwaan. Baiklah, saya rasa instrumen itu jitu untuk sekian banyak orang dan juga tepat untuk banyak kasus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya rasakan, saya bahagia sebelumnya. Hingga pada akhirnya saya harus bertemu dengan instrumen itu. Tidak empati, tidak simpati, tidak minat dengan dunia sosial, tidak ini, tidak itu, dan tidak lain-lain....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, instrumen ini bagus untuk kita berevaluasi, namun, saya jadi berpikir ulang, apa instrumen itu seorang hakim? Menentukan batas akhir antara NORMAL dan ABNORMAL?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, sedih rasanya karena hal ini semua (yang katanya) HARUS  saya pelajari dan HARUS saya pahami. Saya tidak bisa menyayangi seseorang hanya karena instrumen berkata seperti ini dan itu. Saya hanya merasa bahwa manusia tidak bisa dipandang hanya dengan instrumen-instrumen itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih pula rasanya bahwa ilmu yang sedang menemani saya tiba-tiba menyakiti hati. Padahal dia tidak hidup, tapi berbisik di lubang-lubang hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat mencintai manusia, yah, mencintai mereka, dan berusaha mencintai makhluk-makhluk lainnya, batu pun barang kali saya cintai. Kini, saya hanya berusaha ’menyingkirkan’ atau menyimpannya dalam tanda kurung embel-embel keilmuan itu, berusaha mengalir untuk bertemu dengan sesama makhluk ciptaanNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa betapa angkuhnya saya sebagai manusia karena keilmuan itu. Bukan, bukan saya membenci ilmu yang menemani saya 3 tahun terakhir ini. Tapi saya merasa bahwa pengetahuan itu lebih, lebih, dan lebih dari semua yang saya pelajari di kelas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-7362391919819589045?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/7362391919819589045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2010/12/betapa-angkuhnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/7362391919819589045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/7362391919819589045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2010/12/betapa-angkuhnya.html' title='Betapa Angkuhnya'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-4993516754728950454</id><published>2010-11-14T03:16:00.000-08:00</published><updated>2010-11-14T03:20:57.075-08:00</updated><title type='text'>PROLOG</title><content type='html'>Para totalisme sibernetik berharap bahwa realitas virtual akan melebur dan mendominasi. Coba kamu bayangkan bahwa komputermu memiliki kapasitas diatas kemampuan manusia, baik memori maupun kepandaiannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia akan terenggut dalam realitas virtual, begitu juga manusia. Hukum Moore mengatakan bahwa kedua hal itu akan setara pada 2020. Dalam hati saya berkata: KAMPRET! NGERI! Jangan sampai itu terjadi, biarkan komputer saya lelet, membuat saya dapat lebih leluasa berpikir. Tapi, satu hal yang tak akan dimiliki oleh kompouter, yaitu perasaan.  Untuk saya, sebuah ilusi ketika komputer jatuh cinta dengan pemiliknya. Maka, saya akan melakukan refresh untuk mengembalikan komputer pada kodratnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tadi hanyalah prolog. Ini barangkali masih prolog. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semester ini merupakan bagian kuliah perawang-awangan, mencoba melepaskan diri dari dunia: &lt;strong&gt;transedental&lt;/strong&gt;. Intuisi diinjak oleh para saintis, tapi, tak sadar bahwa perangkat itu adalah bagian dari manusia. Layaknya Einstein yang berucap, ”Tuhan tidak main dadu dengan penciptaan alam semesta”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Itu prolog para saintis. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan saya berharmonisasi dengan dunia, melebur dengan dunia sebagai kebendaan yang Ia ciptakan. Berkontemplasi dengan daun-daun kering di jalanan Ganesha ataupun mengingat pesan darinya untuk melindungi semut dan makhluk mikro lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merinding, ucap saya ketika membaca ucapan beliau dan saya saksikan beliau tertawa lepas bahagia di usia rentanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, saya kembali merinding, ketika seekor kucing betina dan kucing jantan bersetubuh, ketika seekor kera memandang tajam diri kami, ketika saya kebingungan menghadapi semut-semut yang banyak berkeliaran di laci dapur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kalian mengetahui rasa aneh itu? Coba kaburkan otak kirimu dan tajamkan otak kananmu, dan kemudian kamu akan merasakan rasa ’ada’ itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Tuan dan Nyonya calon psikolog, kita tidak pernah akan cukup untuk belajar sekedar lewat teori saja; tak pernah cukup. Mereka yang kerasukan bukan suatu kegilaan. Mereka yang diberkahiNya bukan suatu histeria. Mereka semua terjadi, tapi, mengapa kita semua sering menganggap itu tidak mungkin dapat terjadi. Kita tidak bisa memprediksikan apapun. Kita tidak bisa meretas akal kita untuk menelanjanginya. Itu rasa, itu intuisi, itu kuasaNya, bukan kehendak kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ini masih prolog. &lt;br /&gt;Silahkan kalian cari epilognya. &lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-4993516754728950454?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/4993516754728950454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2010/11/prolog.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/4993516754728950454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/4993516754728950454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2010/11/prolog.html' title='PROLOG'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-3417211231796654483</id><published>2010-11-12T05:51:00.000-08:00</published><updated>2010-11-12T05:52:47.201-08:00</updated><title type='text'>ini RAHASIA</title><content type='html'>Ini RAHASIA. Begitu kata si Resna pada halaman frekuensi lepas landasnya. Ini RAHASIA, ucapnya sekali lagi. Jadi, kamu jangan bilang siapa-siapa soal hal ini, tegasnya pada halaman yang mendengar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya, si Resna menyukai laki-laki yang ’serupa’ tapi tak sama. Bukan, bukan, mantan pacarnya, tapi mantan lelaki yang pernah ada dihatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihatnya bahwa hal-hal yang dulu ia impikan, ternyata terpahat dengan jelas di kekinian, tapi dalam bentuk yang lebih halus dan mendekati sempurna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan, dia bukan cerminan semu, dia adalah bayangan yang semakin lama semakin nyata. Ah, tak tepat dikatakan bayangan gelap, barang kali cahaya yang cukup terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Resna berkata pada halamannya, kenapa untuk mengatakan kejujuran saja, sulitnya ke-banget-an. Selalu saja dibumbui metafora yang semakin hari, semakin belok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa untuk mengatakan empat huruf yang berharmonisasi saja susahnya minta ampun? Si halaman frekuensi lepas landas terkekeh. Ah Resna, kamu ini punya perasaan yang selalu disembunyikan. Sekalinya meledak, habislah gosong sekitarmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Resna cemberut. Begitulah halaman frekuensi lepas landas, ucapnya. Mau bilang SUKA BAMBANG TRISUNU ke orangnya langsung saja susahnya setengah mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, si Resna tidak ingat apakah selama 450 hari ini dia sudah pernah mengatakan hal itu secara langsung. Tak ingat, atau tak pernah?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-3417211231796654483?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/3417211231796654483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2010/11/ini-rahasia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/3417211231796654483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/3417211231796654483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2010/11/ini-rahasia.html' title='ini RAHASIA'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-6477464617484997167</id><published>2010-11-09T04:22:00.000-08:00</published><updated>2010-11-09T04:25:15.725-08:00</updated><title type='text'>Rumah susun berjalan: Damri</title><content type='html'>Damri, jurusan Ledeng-Leuwi Panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berlebihan, jika bus ekonomi yang reyot itu membuat hati berseri-seri. Para penumpangnya rela menunggu lama, baik ketika hujan maupun panas menyengat. Cukup dengan 2000 rupiah saja untuk menumpanginya, dari Leuwi Panjang hingga Ledeng, ataupun sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk saya, taksi memang lebih nyaman, tapi duit saya mana cukup untuk menyewanya setiap hari dari Kopo hingga Setiabudhi. Maka, pilihan awal yang paling murah adalah Damri. Yah, Damri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya antusias menjawabnya, karena sedih, susah, bahagia, senang, marah, tangis, dan lain-lain, sebagiannya ada di tempat atau di kendaraan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu, seorang bapak itu adalah penanti setia saya, dengan baju lusuhnya yang tidak pernah diganti dan rambut gimbal tak terurus yang kini dipotong pendek. Bapak itu akan dengan semangat berteriak kepada saya, ‘ledeng, ledeng, ledeng..’. Walaupun saya tidak mengenal siapa beliau, tapi saya tahu sedikit siapa beliau. Ingin rasanya berbicara atau sekedar memberikannya gorengan dari terminal setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu ibu siapa. Suatu kali, saya pernah melihat ibu ada di sebuah gang daerah Setiabudhi, memungut sesuatu dari rumah ke rumah. Baju beliau pun tak pernah diganti, atasan bermotif cerah yang lama-kelamaan lusuh, dan rok batik yang tak jelas bentuknya. Tempat duduk yang beliau tempati adalah kursi tambahan yang reyot atau kursi di atas mesin yang panas di sebelah sopir bus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu kalian itu siapa. Para waria yang jujur dan polos. Kalian berempat memiliki tempat di bus ini. Kalian tidak akan diusir oleh kondektur atau sopir bus, kalian aman di tempat ini, bisikku pada mereka. Dan mereka terus berbicara, sekali-kali mereka melirik kepada laki-laki berjambang, kemudian sesekali juga berkata, ’uh.. bikin nepsong’. Saya pun tertawa hati, ah.. kalian ini polos sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lain-lain....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damri yang reyot, sebagian waktumu saya jadikan tempat untuk tidur, tempat membaca dan ’membaca’, tempat menangis.. ah, berapa kali saya menangis tersedu-sedu di Damri tanpa harus menahan rasa malu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit saja saya titipkan kuman dan keringat dari lipatan kulit ini, Damri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5759773186272069155-6477464617484997167?l=frekuensilepaslandas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/feeds/6477464617484997167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2010/11/rumah-susun-berjalan-damri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/6477464617484997167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5759773186272069155/posts/default/6477464617484997167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frekuensilepaslandas.blogspot.com/2010/11/rumah-susun-berjalan-damri.html' title='Rumah susun berjalan: Damri'/><author><name>Resna Ria Asmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08129777759015853737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cf4OUG43Klk/SeVWiTKTcAI/AAAAAAAAAA4/Us7Omnf7Of0/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5759773186272069155.post-5544165990891118560</id><published>2010-11-01T05:15:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T05:27:21.922-07:00</updated><title type='text'>Pernyataan Bodoh: sedang tidak jadi manusia.</title><content type='html'>Kadang-kadang..&lt;br /&gt;Ingin menjadi mesin saja, supaya tidak dapat merasakan perasaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang..&lt;br /&gt;Ingin menjadi seorang thinker saja, dan perasaan itu yang akan dilupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang..&lt;br /&gt;Ingin menjauhi lingkaran itu, 
